Pages

23 June, 2015

[Review buku] Halaqah cinta

Judul: Halaqah cinta
Penulis: @teladanrasul
Penerbit: QultumMedia
Dimensi: vi + 302 hlm, 14 x 20 cm, cetakan pertama februari 2014
ISBN: 978 979 017 280 7

Kembali saya membaca sebuah buku yang provokatif untuk menikah. Dalam blurbnya, buku ini menjanjikan 6 hal penting yaitu 7 manfaat menikah yang bisa membuatmu lebih bahagia dan sukses dunia akhirat, 7 masalah yang membuat seseorang telat nikah dan solusinya, 8 aspek perbaikan diri biar cepat ketemu jodoh yang kamu inginkan, 7 hikmah saat berikhtiar mencari jodoh biar kami nggak gampang putur asa dan tetap optimis, 9 rahasia yang memudahkanmu berjalan menuju gerbang pernikahan serta tip-tip praktis menjemput jodoh sesuai anjuran rasulullah.

Secara garis besar buku ini dibagi menjadi enam bab. Bab pertama berjudul menikah apa untungnya? Lalu dijelaskan dalam tujuh sub judul yakni menapaki jalan sunnah, menghindarkan diri dari maksiat, sebagai wujud ibadah kepada allah, dua keutamaan untuk suami dan istri, mendapatkan keturunan yang saleh-saleha, menikah kunci rezeki, dan menikah itu menenteramkan. Di bab dua berjudul Tunggu apa lagi? Berisi tujuh sub judul yakni belum punya pekerjaan tetap, belum dapat izin orangtua, parno takut ini-itu, belum nemu yang cocok, nggak pede, ingin berbakti dulu sama orangtua dan pengalaman buruk di masa lalu. Di bab tiga berjudul Mau yang terbaik. Berisi delapan sub judul yakni perbanyak baca syahadat, ibadah sebanyak-banyaknya, terus memperbaiki akhlak, jaga kesehatan, berlelah-lelah mencari rezeki, bentuk kebiasaan terbaik, terus belajar, dan terus tebar kebaikan untuk sesama.

Di bab keempat berjudul Kalau jodoh tak kunjung datang. Berisi tujuh sub judul yakni lihat sisi terangnya, hasbunallah wa ni'mal wakil, badai pasti berlalu, jangan lelah berharap, jangan bersedih allah bersama kita, ujian untuk kebaikan kita dan merelakan demi yang terbaik. Di bab kelima berjudul Mau cepat nikah? Berisi sembilan sub judul yakni perbanyak tobat, kuatkan keyakinan, perbaiki doa kita, bahagiakan orangtua, mulai nabung, bantu sesama, perhatikan penampilan dan pergaulan, mendoakan teman, dan hilangkan ego. Terakhir di bab enam berjudul Bulatkan tekad. Berisi sepuluh sub judul yakni Kalau cinta jangan diam kalau siap jangan menunda, setiap amal tergantung niatnya, sampaikan maksud kepada orangtua, menentukan pilihan, ta'aruf, mempertimbangkan lamaran, khitbah, akad, walimah, dan mencintai seperti nabi.

Secara garis besar isinya cukup menarik, diselingi beberapa kisah, ilustrasi gambar dan kata bijak, hadis serta ayat yang mendukung. Hanya saja, ada cukup banyak typo yang mengganggu kenikmatan membaca. Secara pengemasan pun cukup cantik. Saya mengapresiasi 4 dari 5 bintang.

"Menjaga pandangan, pendengaran, dan perkataan ibarat menggenggam bara api yang masih menyala. Sulit bukan main." (Hlm. 8)

"Ingatlah bahwa mapan sesungguhnya hanya ada di surga. Mau semapan apa? Di surgalah kita akan mendapatkan kemapanan. Semua yang kita inginkan ada. Di dunia, mapan itu tergantung kelapangan hati kita untuk bersyukur." (Hlm. 65)

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget