Pages

27 March, 2016

[Cerita lirik] Because you loved me

For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I'll be forever thankful Baby
You're the one who held me up
Never let me fall
You're the one who saw me through... through it all

Untuk semua waktu yang kauhabiskan di sisiku. Untuk semua kebenaran yang kau tunjukkan padaku yang bodoh dan mudah ditipu ini. Untuk semua kebahagiaan yang kauhadirkan dalam hidupku. Untuk semua kesalahan yang kauperbaiki. Untuk semua mimpi yang kauwujudkan. Untuk semua cinta yang kutemukan dalam dirimu. Selamanya aku akan berterima kasih padamu, Ma. Engkau adalah orang yang selalu menjagaku, memegang tanganku dan tak membiarkanku tergelincir jatuh. Engkau adalah saksi hidupku, yang menyaksikan bagaimana aku melewati semua ini. Engkau yang melihat sisi lain dari diriku yang tak pernah kutunjukkan pada siapa pun selain dirimu. Entah... akankah suatu hari nanti, aku bisa membagi kisah hidupku sejujur diriku padamu ke orang yang menggenapkanku.

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me

Engkau yang menjadi kekuatanku di saat aku lemah, suaraku saat aku tak dapat bicara, mataku saat aku tak dapat melihat. Sejak aku baru hadir di dunia hingga saat ini. Engkau selalu melihat yang terbaik dalam diriku, meskipun aku sendiri sering meragukan diriku. Mengangkat dan membesarkanku  saat aku tak mampu menggapai yang kuinginkan. Engkau yang memberikanku keyakinan sebab rasa percayamu padaku yang begitu besar. Aku adalah aku hari ini, sebab kau yang telah mencintaiku sedemikian rupa. Caramu mencintaiku begitu istimewa.

You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe I don't know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you

Engkau yang memberiku sayap, hingga aku bisa terbang setinggi ini. Engkau yang menyentuh tanganku, hingga aku bisa menyentuh langit. Pernah aku kehilangan keyakinan pada diriku sendiri, namun kau mengembalikannya. Kaubilang tak ada yang tak mungkin. Kau berdiri di sampingku, hingga aku mampu berdiri lebih tinggi. Dengan cintamu, aku memiliki segalanya. Aku bersyukur untuk setiap hari yang kauberikan padaku. Waktumu begitu bernilai, pun kehadiranmu. Mungkin aku tak tahu pasti seberapa banyak pengorbananmu untukku. Tapi, aku yakin ini adalah kebenaran. Cinta sejati. Aku begitu diberkahi sebab dicintai olehmu.

You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You've been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you

Engkau selalu ada untukku. Engkaulah inspirasiku sepanjang hidup. Cahaya di kegelapan dunia yang kian menghitam. Kebenaran dan kejujuran di antara kebohongan. Duniaku terasa lebih baik karena hadirmu. Ma... bukankah begitu? Sering aku bergumam, bisakah waktu terhenti di momen saat engkau memelukku. Tempat ternyaman setelah rahim, adalah pelukanmu, Ma. Mungkin, kau adalah kryptoniteku. Kekuatan sekaligus kelemahan terbesarku. Entah, apa jadinya aku bila kehilanganmu. Aku begitu pengecut bahkan untuk membayangkannya, kupikir... aku bisa gila.

*cerita lirik Because you loved me - Celine Dion

Meta morfillah

Gunung es

GUNUNG ES

Pernah lihat dua orang dengan karakter dan dunia yang amat bertolak belakang pada akhirnya menyatu?

Persis seperti langit dan bumi, yang kita sangka tak akan pernah melebur, namun itu terjadi. Lalu kita merasa heran. Bagaimana bisa? Di mana titik temu mereka? Jarak mereka bagaikan samudra. Tak terengkuh.

Itu hanya permukaan yang kita lihat. Bisa jadi, doa mereka yang teruntai, berkelindan dan berpilin kuat di langit sana. Hanya tinggal menunggu waktu untuk raga bersatu. Bisa jadi, jarak samudra antara dunia mereka sebenarnya bagaikan gunung es. Tampak berjauhan dan tak ada irisan penyatuan di permukaan, namun di balik kedalaman mereka tak terpisah. Menyatu begitu kuat, dalam, banyak dan luas.

Kita tak pernah tahu di kedalaman hati mereka. Itulah rahasia Tuhan. Apa pun amat mungkin terjadi. Penglihatan kita terbatas, namun penglihatanNya tidak (Al Bashir). Maka keyakinan akan takdirNya adalah keniscayaan yang harus kita upayakan.

Jangan berhenti jadi baik. Seperti kayuhan sepeda yang mengantarkan pengemudinya ke tujuan, maka jangan berhenti, nanti tidak sampai.

*pic by deviantart

Meta morfillah

25 March, 2016

[Cerita lirik] Jera

Senja yang menua menebar jingga di samudra langit, persis kisahnya. Wanita berusia senja yang hanya bisa menatap ke masa lalu. Memeluk erat kisah hidupnya yang hampir terbenam. Ia cantik. Dahulunya. Sisa kecantikannya kini sudah terbenam bersama kerutan  uban, dan diri yang kurang terawat sebab harus membanting tulang. Sendirian. Mungkin, kesendirian yang lebih banyak memberangus sisa kecantikan itu. Tak ada teman hidup. Teman bicara sepanjang waktu. Padahal wanita sangat butuh teman bicara sebab ia harus menyalurkan 2000 atau 20.000 kata per hari.

Bukan karena orientasi seksualnya tak normal. Tapi wanita senja itu begitu jera dalam mencinta. Ia pernah jatuh hati. Pada pria yang hidupnya tak melulu hitam. Pun tak melulu putih. Pria dengan ciri apa adanya. Namun perlahan ciri itu tampak semu dan memudar, tak bercahaya. Itu terjadi saat ia begitu mencinta dan memaui lelaki tersebut. Tapi lelaki itu bimbang untuk melangkah. Bahkan dunia lelaki itu teralihkan oleh pesona wanita lain yang amat baru dikenalnya. Wanita senja begitu kecewa. Ia kandas dan patah hati. Ia yang sulit mencinta, saat memilih menberanikan diri mencintai seseorang, nyatanya tertolak sebab kehadiran wanita baru, bayangkan... hancur hatinya. Ia pun jera. Trauma. Tak lagi mengizinkan lelaki mana pun mengoyakkan hatinya. Ia berusaha bangkit dari sembilu.

Saat ia sudah berhasil membebat luka di hatinya, dunia seakan menawarkan lelucon. Lelaki yang ia maui... datang kembali dan memilihnya. Sayang, cinta tak tepat waktu. Ia telah memutuskan tak akan lagi mencinta. Ia tak memedulikan pandangan orang lain yang menganggapnya lemah. Bagi dia, segala sesuatu hanya sekali. Hidup sekali, jatuh cinta sekali, patah hati sekali, lalu mati sekali.

Menyesalkah ia akan keputusan masa lalunya? Aku tak tahu...

Tapi, siluet wanita senja yang kian mengabur bersama lembayung menyadarkanku bahwa... aku tak mau seperti dia. Aku tak mau sendiri.

*cerita lirik Jera - Agnes Monica

Meta morfillah

19 March, 2016

Penyeimbang

Di balik kehebatan seseorang yang tampak di muka umum, pasti ada sosok dan keluarga yang mendukung serta memaklumi kekurangan-kekurangan orang tersebut di rumah atau kesehariannya. Sebab amatlah sulit menjadi sempurna dan seimbang tanpa adanya penyeimbang.

Bagi saya, orang itu adalah mama.

Beliau amat sangat berhak atas waktu saya, namun beliau mengizinkan saya untuk beraktivitas di luar. Dengan konsekuensi, ada beberapa pekerjaan rumah yang jadi kurang sempurna saya lakukan. Misalnya dulu saya bisa tiap hari mencuci baju dan menyapu ngepel rumah, semenjak kerja frekuensinya agak berkurang menjadi dua hari sekali, bahkan bila kegiatan saya begitu full seminggu, bisa jadi seminggu sekali pula. Namun bila kesehatan saya mulai terganggu atau saya terlihat terlalu asyik di luar hingga lupa kewajiban di rumah, beliau akan marah dan memberi peringatan untuk mengurangi aktivitas atau tidak beraktivitas di luar sama sekali. Yaaa... beliau adalah pengingat, penjaga, dan pembuka jalan saya ke surga.

Jadi, bila beragam pujian terlontar sebab prestasi saya yang terukir serta kebermanfaatan saya di beragam agenda, sepatutnya itu lebih berhak ditujukan pada mama saya. Tanpa izin dan restu dari beliau, tidak akan ada saya yang hari ini.

Kalau kamu, siapa yang paling berperan di balik kehebatanmu?

Meta morfillah

17 March, 2016

I was born to make you HAPPY

"Semenjak kerja jadi guru di Bogor, update-an Meta kayaknya enak-enak dan bahagia. Jalan-jalan terus, banyak cerita lucu sama anak didiknya, dan review kuliner Bogor terus. Benar-benar bikin iri!"

Bukan satu-dua orang yang berkata seperti itu. Saya hanya bisa senyum selebar-lebarnya. Mungkin mereka perlu diingatkan bahwa TIDAK PERLU IRI DENGAN KEHIDUPAN ORANG LAIN. KAMU TIDAK PERNAH TAHU BERAPA BANYAK YANG ALLAH AMBIL ATAU KEHILANGAN YANG DIA ALAMI, UNTUK HIDUP YANG TERLIHAT BAHAGIA SAAT INI. Juga bahwa KAMU PERLU MENERTAWAKAN HIDUPMU SENDIRI, SESEKALI. Tak lupa BERFOKUSLAH PADA HAL POSITIF DIBANDING HAL NEGATIF DALAM SATU HARIMU YANG TELAH TERLEWATI.

Saya sengaja membagikan cerita, info kuliner, foto dengan ekspresi bahagia keseharian saya dengan harapan setidaknya orang yang membaca atau melihat status saya di medsos bisa tersenyum atau berpikir positif sejenak. Bukan melulu memikirkan ruwetnya kehidupan, mengeluh atas situasi yang tak berpihak padanya, dan hal negatif lainnya. Sebab tanpa sadar yang saya bagikan akan meresap ke alam bawah sadar pengguna medsos lain. Daripada jadi haters dan hal yang kurang bermanfaat lainnya, mending saya gunakan medsos semaksimal saya.

Toh, kalau mau serius mah  atuh janhan di medsos. Ajak Adinda ke pelaminan, duhai Kanda. Kita segera ke KUA. Seriusin Adinda, wahai Kakanda.

Meta morfillah

12 March, 2016

Sayang ayah, sayang ibu

Hari ini Pertemuan Orangtua dan Guru (POG), untuk melaporkan perkembangan peserta didik. Semacam bagi rapor bayangan. Dari pertemuan ini, saya bisa mereka-reka mengapa anak terhambat dalam belajar. Sebab orangtua yang kurang waktu untuk anak atau terlalu sibuk memikirkan materi daripada anaknya. Keharmonisan pasangan pun, yakni dari ayah ibunya berpengaruh pada perkembangan anak. Rata-rata anak yang terhambat sebab hanya salah satu figur orangtuanya saja yang berperan, satunya lagi hanya pajangan. Dan kebanyakan saya temui adalah figur ayah yang kurang dekat dengan sang anak. Maka saat POG, saya amat gembira bila melihat pasangan orangtuanya hadir. Terutama bila sang ayah pun paham betul akan anaknya.

Kali ini, ada sebuah kalimat yang tercetus dari seorang ayah yang membuat saya belajar bagaimana seorang laki-laki bersikap. Ayah ini berkata, "Bu, anak saya kan lelaki... saya tidak mau ia tumbuh dengan mental lemah dan manja. Tapi saya juga tahu ia sensitif, tidak bisa dikerasi. Didikan saya makanya tidak pernah mau menunjukkan betapa sayangnya saya pada dia di saat dia melek. Saya akan diam dan biarkan ia belajar sendiri sampai mentok. Tapi saat dia tidur, saya akan ciumi dia sampai puas, saya peluk-peluk. Kebetulan badannya kan besar, jadi enak sekali dipeluk dan hangat. Bahkan saya suka rebutan meluk dia saat tidur sama bundanya. Jadi kadang dia lebih mendengarkan Ibu Guru dibanding saya."

Kasih sayang ayah dan ibu berbeda caranya. Ibu mungkin akan lebih ekspresif dan memenangkan hati sang anak. Sedangkan ayah akan mengamatinya dalam diam hingga sang anak terbentur dan ayah akan menyelesaikan masalahnya. Tapi yang harus digarisbawahi, cara atau pola asuh anak haruslah disinkronisasi, dibicarakan dan dipadukan menjadi satu kesatuan. Jangan sampai, saat ayah sedang keras, ibu malah melemahkannya. Anak akan menjadi bingung dan cenderung lari ke ibu untuk perlindungan. Banyak sekali hal yang saya pelajari tentang menjadi orangtua. Sudut pandang pria dan wanita dalam hal mendidik. Semoga semakin banyak orangtua yang belajar lebih baik dari anaknya, meski tak ada sekolah khusus orangtua dan tak akan pernah sama keberhasilan mendidik seorang anak dengan anak lainnya. Semoga saya pun bisa meneladani hal positif dari para orangtua dan memperbaiki diri serta dari kekurangan mereka.

Sebab masa kecil anak begitu sebentar. Jika kita siakan masa kecil mereka, maka bersiaplah kelak mereka akan menyiakan kita di hari tua.

Meta morfillah

09 March, 2016

Mencari terangnya iman di tengah gelapnya gerhana

MENCARI TERANGNYA IMAN DI TENGAH GELAPNYA GERHANA

"Ma, kok gelap?" tanya seorang anak perempuan di samping saya setelah salat gerhana.

Secara ilmiah, gerhana matahari adalah peristiwa alam yang terjadi ketika bulan berada di antara bumi dan matahari. Bagian yang tertutupi total (disebut umbra) mengalami gerhana matahari total. Bagian yang tertutupi bayang-bayangnya saja (disebut penumbra) mengalami gerhana matahari sebagian. Peristiwa ini terjadi tiap 33 tahun sekali. Pernah di Indonesia sebelumnya pada tahun 1983, lalu tahun 2016 ini, dan kemungkinan akan terjadi lagi pada tahun 2049.

Secara islami, gerhana merupakan peristiwa alam yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Sebagai umat Islam, kita diharuskan mengikuti suri teladan kita, Rasulullah SAW. Pada saat gerhana, Rasul melakukan salat dua rakaat dengan memanjangkan rukuk (4 kali) dan sujud. Bukan merayakan dengan euforia yang tak berdasar, bahkan mengejar gerhana dengan mendatangi lokasi yang terkena gerhana matahari total. Bahkan mencoba menantang matahari dengan memenuhi rasa ingin tahu tanpa ilmu, dengan memandangnya melalui mata telanjang atau kacamata hitam yang tak diketahui seberapa kuatnya menahan sinar matahari yang cahayanya sangat berbahaya bagi retina mata dan bisa menyebabkan kebutaan. Rasulullah begitu takut, bahwa di balik peristiwa yang niscaya dan bersiklus itu, Allah menurunkan azabnya bahkan kiamat. Lalu mengapa kita malah bergegap gempita?

Seharusnya kita perbanyak zikir, sedekah, dan salat. Bayangkan bila kiamat benar-benar terjadi hari ini? Saat kegelapan diturunkan dan tidak diangkat kembali, lalu sistem alam berubah dan berdampak menghasilkan kekacauan tatanan kehidupan. Perlu berapa ayat untuk mengingatkan manusia akan nikmatNya?

"Fabiayyi alaa irabbikuma tukadzzibaaan?"

Fagfirlii... yaa Rabb...
Hindarkan kami dari kebodohan yang amat dekat pada kekufuran.

Meta morfillah

06 March, 2016

[Review buku] Chicken soup for the new mom's soul

Judul: Chicken soup for the new mom's soul
Penulis: Jack canfield, dkk.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: xvii + 349 hlm, cetakan kedua maret 2010
ISBN: 978 979 22 5388 7

Setelah sekian lama tidak membaca seri chicken soup--terakhir kali saya menggandrungi chicken soup adalah saat SMP--saya dipinjamkan buku ini. Awalnya biasa saja, sebab saya kira akan membosankan berbicara tentang pengalaman baru menjadi ibu. Namun ternyata saya salah besar. Buku ini agak lama saya baca, bukan karena saya tidak paham. Melainkan karena saya berkali meresapi setelah membaca sebuah cerita. Tak jarang air mata saya mengalir setelahnya. Saya merasakan kesepian, ketakutan, dan seakan benar-benar ada di posisi yang menjungkirbalikkan semua prioritas dan kestabilan wanita paling hebat pada umumnya. Juga saya semakin rindu dan cinta pada sosok mama saya. Sosok yang benar-benar idola!

Ceritanya tidak berlebihan, lugas, nyata dalam keseharian, bahasanya pun ringan, namun feelnya amat menggugah saya. Saya jadi paham banyak sudut pandang seorang ibu baru dari pengalaman kelahiran anak pertamanya. Masa-masa penuh ketakutan, keceriaan, kegembiraan, cinta yang unik, momen-momen tak terlupakan serta memalukan.

Buku ini sendiri dibagi menjadi 8 bab, dimulai dari berita tentang kehamilan pertama, hari yang dinantikan, bahu untuk bersandar para ibu, kasih ibu, ayahku sayang, pelajaran berharga dari bayi, serba-serbi menjadi ibu, dan kebahagiaan menjadi ibu.

Saking bagusnya, saya memiliki banyak quote yang ingin saya abadikan.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Penantian tidak sekadar menunggu sesuatu untuk terjadi. Penantian adalah menjalani hari-hari sebelum tibanya sesuatu yang kita tunggu." (Hlm. 20)

"Cobalah untuk memberiku sejenak waktumu sebelum kau menyuruhku pergi. Bukalah matamu, tataplah aku, dan ketahuilah bahwa TIDAK MELAKUKAN APA-APA adalah hal tersulit yang harus dilakukan seorang ibu." (Hlm. 66)

"Mencintai seseorang dengan sebegitu dalam terasa menakutkan." (Hlm. 138)

"Aku pernah mengatakan bahwa melahirkan adalah hal tersulit yang pernah aku lakukan, tetapi kini aku mengerti bahwa aku salah. Yang paling sulit adalah mencintainya." (Hlm. 141)

"Orang lain bisa saja menyukai dan merawat anak-anakku, tetapi cuma aku yang bisa mewariskan mereka sesuatu." (Hlm. 150)

"Deskripsi pekerjaan seorang ibu: Individu ini bertanggung jawab akan pembangunan fisik, sosial, dan moral seorang anak. Dia harus memberikan cinta, kasih sayang, panduan, dan tugas lainnya sesuai yang dibutuhkan. Selain sebagai guru, perawat, dokter, penangkap serangga, marketing, ibu juga bertindak sebagai sopir, pembantu rumah tangga, tukang masak serbacepat--daftar ini tidak pernah berakhir." (Hlm. 265)

"Setiap fase yang kita lalui, ketika kita berada di dalamnya, menipu kita hingga kita yakin bahwa segalanya akan selamanya demikian." (Hlm. 272)

Meta morfillah

01 March, 2016

Resah

RESAH

Semua berawal dari resah.
Tanpa resah, mungkin hidup kita semua monoton satu warna. Hanya saja resah kita berbeda-beda. Namun di antara itu, ada segelintir orang yang bertemu resah yang sama. Hingga dua jiwa dengan resahnya masing-masing menyatu dan bersinergi mencari jawaban atas keresahan mereka. Sebab resah sendiri itu sungguh melambatkan butir darah. Membuat murung.

Maka dalam ruang tunggu, simpanlah resahmu di sudut hati. Kelak kau buka jika kau siap untuk berbagi. Berbagi resah pada jiwa yang berdenyut senada.

Meta morfillah

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik