Pages

12 March, 2016

Sayang ayah, sayang ibu

Hari ini Pertemuan Orangtua dan Guru (POG), untuk melaporkan perkembangan peserta didik. Semacam bagi rapor bayangan. Dari pertemuan ini, saya bisa mereka-reka mengapa anak terhambat dalam belajar. Sebab orangtua yang kurang waktu untuk anak atau terlalu sibuk memikirkan materi daripada anaknya. Keharmonisan pasangan pun, yakni dari ayah ibunya berpengaruh pada perkembangan anak. Rata-rata anak yang terhambat sebab hanya salah satu figur orangtuanya saja yang berperan, satunya lagi hanya pajangan. Dan kebanyakan saya temui adalah figur ayah yang kurang dekat dengan sang anak. Maka saat POG, saya amat gembira bila melihat pasangan orangtuanya hadir. Terutama bila sang ayah pun paham betul akan anaknya.

Kali ini, ada sebuah kalimat yang tercetus dari seorang ayah yang membuat saya belajar bagaimana seorang laki-laki bersikap. Ayah ini berkata, "Bu, anak saya kan lelaki... saya tidak mau ia tumbuh dengan mental lemah dan manja. Tapi saya juga tahu ia sensitif, tidak bisa dikerasi. Didikan saya makanya tidak pernah mau menunjukkan betapa sayangnya saya pada dia di saat dia melek. Saya akan diam dan biarkan ia belajar sendiri sampai mentok. Tapi saat dia tidur, saya akan ciumi dia sampai puas, saya peluk-peluk. Kebetulan badannya kan besar, jadi enak sekali dipeluk dan hangat. Bahkan saya suka rebutan meluk dia saat tidur sama bundanya. Jadi kadang dia lebih mendengarkan Ibu Guru dibanding saya."

Kasih sayang ayah dan ibu berbeda caranya. Ibu mungkin akan lebih ekspresif dan memenangkan hati sang anak. Sedangkan ayah akan mengamatinya dalam diam hingga sang anak terbentur dan ayah akan menyelesaikan masalahnya. Tapi yang harus digarisbawahi, cara atau pola asuh anak haruslah disinkronisasi, dibicarakan dan dipadukan menjadi satu kesatuan. Jangan sampai, saat ayah sedang keras, ibu malah melemahkannya. Anak akan menjadi bingung dan cenderung lari ke ibu untuk perlindungan. Banyak sekali hal yang saya pelajari tentang menjadi orangtua. Sudut pandang pria dan wanita dalam hal mendidik. Semoga semakin banyak orangtua yang belajar lebih baik dari anaknya, meski tak ada sekolah khusus orangtua dan tak akan pernah sama keberhasilan mendidik seorang anak dengan anak lainnya. Semoga saya pun bisa meneladani hal positif dari para orangtua dan memperbaiki diri serta dari kekurangan mereka.

Sebab masa kecil anak begitu sebentar. Jika kita siakan masa kecil mereka, maka bersiaplah kelak mereka akan menyiakan kita di hari tua.

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik