Pages

26 February, 2010

Ini langkahku!!

Allah,,
Asing!!
Wajah-wajah itu coba kueja
Pikiran-pikiran coba kulumat
Namun, keterbatasanku..
Ah!
Tak bisa kulepas
Inilah langkahku
Kuawali dengan namaMu
Terjal rasanya
Tapi,,kumohon Allah
Tumbuhkan dan suburkan cinta di jalan ini
Buat aku tegar dengan masalah itu
Mendaki jalan terjal untuk menggapai cinta dan ridhaMu
Itu saja.




26 Februari 2010
6 : 05 PM

kukatakan dengan indah

Kukatakan dengan indah,
kiranya aku dipertemukan dahulu dengan orang yang salah baru kemudian orang yang benar dan tepat
agar ku dapat menarik sebuah tali merah
perbandingan untuk kupelajari kebenarannya

kukatakan dengan indah,
seorang sahabat terlebih saudara yang baik akan melihat
kelebat kesedihan di matamu di saat kau tersenyum bahkan terbahak
karena hatinya perasa dan peka

kukatakan dengan indah,
orang yang kalian cintai mungkin adalah orang yang tidak tampan/cantik dalam fisiknya
namun karena cintamu, mereka menjadi tampan dan cantik
tebarkan pesona, dan itu berasal dari hati
bukan pandang mata semata

kukatakan dengan indah,
lebih baik disakiti oleh kenyataan
dibandingkan dinyamankan oleh kebohongan

kukatakan dengan indah
kemarin adalah kenangan, tak dapat diubah
hari ini adalah pemberian, maksimalkan upayamu,
karena hari ini akan menjadi kenangan di hari esok
lukislah kanvasmu dengan warna terindah
esok adalah harapan, penuhi dengan mimpi dan visi


22 Feb 2010
07 : 28 PM

riak pikiran

Bismillahirrahmannirrahiim

Sebuah tulisan pengabar cerita bahagia sangat dinanti. Mungkin karena itulah fitrah manusia, yang selalu mendamba kebahagiaan dan kesenangan selamanya. Namun tak bisa dipungkiri, selalu ada pengorbanan di baliknya. Ironi selalu beriring dalam sukses. Tak ada yang sejati selainNya,, mungkin. Sementara jariku mengetik kata, di belahan bumi lain pada satu waktu yang sama, ribuan orang mengkhawatirkan hari esok. Bersyukur detak jantung masih berima saat ini. Atau mungkin mereka yang telah lelah dengan semua keadaan yang ada, menantikan saat pembebasan, kematian. Mungkin juga, kepercayaan di antara mereka telah memudar, menguap layaknya aroma alcohol. Kelaparan, ketakutan, penindasan, pelecehan mereka alami. Dan itu terjadi untuk sebuah keyakinan yang mereka anut.

Sementara mungkin sebagian dari kita mengeluhkan berbagai pekerjaan yang memusingkan, makanan yang tidak enak, uang yang dirasa selalu kurang untuk memenuhi kebutuhan dan sebagainya. Di belahan bumi lain, jeritan anak, lolongan ayah, tangisan seorang ibu memikirkan kesanggupan bertahan hanya untuk hari ini, bahkan detik ini. Mereka tidak meminta yang muluk. Kemerdekaan itu absurd, mungkin.

Tersenyumlah, jalani hidupmu dengan baik. Doakan mereka di tiap ibadahmu.Karena mereka sangat berharap pada doaku,doamu,doa kita melebihi bantuan yang datang sesekali. Mungkin itu cara kita menghibur mereka, memastikan masih ada belahan bumi lain yang hidup sebagaimana mimpi mereka. Mimpi yang mereka rasa belum terpeluk olehNya.

Laa yukallfullahu nafsan illa wus’aha. Ya,,Dia tidak akan memberikan cobaan melebihi tingkat kesanggupan hambaNya. Mungkin kalian adalah lasKar terhebatnya, yang dinilai sanggup menghadapi semua cobaan itu. Tidak seperti aku, kami yang senantiasa mudah mengeluh terhadap keadaan yang ada.

Pemikiran tentang Palestina, Afghanistan dan Negara lain yang tertindas.


21 February 2010
6.14 PM

Dear Allah,,

Dear Allah,
Ada begitu banyak hal yang ingin kutanyakan padamu. Tentang hidup, keluarga, kematian dan berbagai hal lain. Banyak yang tak ku mengerti, mungkin karena dangkalnya pemahamanku dalam mentadabburi surat cintamu. Sangat bodoh kan,,sebegitu banyaknya teman dan saudara yang kumiliki, tapi tak ada satupun yang kurasa menuntaskan pertanyaan-pertanyaanku itu. Adakah waktu itu Allah? Waktu dimana aku dapat bertanya sepuasnya dan kau menjawab langsung. Dapatkah aku menjadi orang yang seberuntung itu?

Dear Allah, sang Maha daya cinta
Apa definisi cinta itu? Yang kutahu teorinya cinta sejati hanyalah padamu,bersumber dan bermuara padamu. Bukan apa, siapa dan bagaimana kita berkata cinta, tapi luruskanlah dalam wangi surga. Apa maksudnya ya Allah? Tidak mudah bagiku mengejawantahkan cinta itu, sering makhlukmu menghalangi dan mengaburkan cinta sejati itu. Seperti apa? Bagaimana caranya? Membuatku cinta SEBENAR-BENAR cinta padamu? Engkau Maha pembolak-balik hati. Engkau jugakah yang bertanggung jawab atas perubahan suasana hatiku? warna-warni yang menghiasi hatiku?

Dear Allah, sang Maha Kuasa
Sentuhlah hatiku, jadikan ia seputih dulu. Layaknya tabula rasa, yang tak mengenal akan dosa. Bimbing aku menemukan suara itu. Suara yang menjerit lemah, menantikan uluran tanganmu. Suara hatiku. Teguhkan hingga aku sanggup berbuat dan berkata,”aku mencintaimu karena Allah”.


19 Feb 2010
08 : 06 PM

titip rindu buat bapak

Tepat 9 tahun, hari ini.

Buncahan rindu itu bergejolak kembali. Teringat aroma tubuhmu, kulitmu yang legam, nafasmu yang tersengal bila berjalan jauh di usia senjamu. Tapi kau selalu,,selalu,,dan selalu gagah di mataku. Kau bukan bapak yang sempurna dan tak kan pernah jadi sempurna, tapi kau telah melakukan yang terbaik untukku. Sifatmu yang kasih menjadikanmu bapak nomor wahid bagiku.

Allah, ada yang memberitahuku bahwa wanita itu bila melakukan dosa, akan ada 4 orang yang dimintai pertanggungjawaban atas dosanya tsb. Yaitu bapaknya, suaminya, saudara laki-lakinya dan anak laki-lakinya. Aku tak tahu sedang apa bapakku di akhirat sana. Tapi aku tak mau jadi bebannya lagi, dengan menyusahkannya atas perbuatan dosa-dosa yang kulakukan. Bolehkah aku minta dispensasi untuk beliau ya Allah?

Apabila aku berdosa, tolong jangan kau mintakan pertanggungjawabannya atasku. Karena ia tak seberapa lama menemaniku di dunia ini. Dan Allah, aku rindu padanya. Tapi di akhirat sana tak ada surat,telepon, terlebih internet. Aku jadi tak bisa mengungkapkan kerinduanku ini padanya. Jadi,,,bolehkah aku titip rinduku buat bapak padamu Allah??

Semoga kau kabulkan permohonanku ini ya Allah. Getarkanlah arsy-Mu untuk sampaikan gelombang rinduku pada bapak.



17 Februari 2010

jauhlah sombong

Mungkin inilah waktunya kudengarkan jerit hati

Apa yang terihat belum tentu yang sebenarnya

Berbeda itu menjauhkan

Sama persis melelahkan

“BAIK” itu relative menurut mereka

Dan aku hanya berusaha untuk mengikuti “BAIK” dari-MU

Tapi dianggap salah,

Tak apalah..

Semoga KAU dapat meneguhkan hatiku, pikiranku, akalku, ragaku, senyumku

Agar aku tak berubah menjadi sombong dan cepat letih

Karena hanya pada-Mu segala urusan kuserahkan

Ikhtiar semaksimal mungkin

Tak ada jalan pejuang yang mulus,

Akan selalu ada duri yang hinggap

Dan debu yang menerpa.


-rumah kecilku, 16 Februari 2010-

pendar kebersamaan

Tebas iringan

Kiraku

Pikirku

Terjaga selamanya

Pedang itu di tanganmu

Koyakkan sembilu

Ubah rasa,cita

Sedetik lalu

Bersemayam dalam lobus memory

Kenangan lampau

Ah,,hidup ini ironi

Cerita yang tak pernah henti

Tentang aku, dia, mereka,,yang menjelma

Seatom debu dalam galaksi tarik menarik

Waktu, lagi-lagi kau!!



11 Februari 2010

coba kau bayangkan

Subhanallah,,betapa sempurna Allah menciptakanku.

COBA KAU BAYANGKAN...

Ia ciptakan aku(segumpal daging) dilengkapi 2 mata, 2 telinga, 2 tangan, 2 kaki dan 1 mulut. Artinya, aku harus lebih banyak mendengar dan melihat keadaan sekelilingku (membaca kondisi), memperhatikan saudaraku. Bukan banyak bicara saja, karena mulut hanya diciptakan 1,yg notabene setengah kuantitasnya dari telinga dan mata. Tidak berhenti disana, kita juga harus merealisasikannya dengan tindakan,gerak. Dan itu didukung oleh kedua tangan dan kaki kita..

Semoga diriku bisa mengurangi peran mulut ini. Karena sesungguhnya Keteladanan adlah guru yang mengajarkan banyak hal tanpa banyak bicara. Itu jauh lebih memberi arti dan pengaruh ketimbang berjuta kata-kata. Bantu tha ya Allah,,untuk mengurangi kadar keluh kesah yg senantiasa keluar dari mulut ini.

Semoga tha bisa menerapkan Rumus 3A : Aku bukan ancaman bagimu (tidak suka merugikan orang lain), Aku menyenangkan bagimu (membuat orang senang dengan kehadiran kita melalui kasih sayang), Aku bermanfaat bagimu (keberkahan hidup).

Amin Allahumma Amin..



8 Februari 2010

Tak bertuan

Masih disini, menanti terbukanya pintu itu.

Adakah anak kunci yang kupunya cocok?

Bahkan mencoba pun ku tak mampu

Ijin pun tak berani

Sesak itu kian menghimpit

Aortaku terasa ingin pecah

Di gelak tawa, batinku menangis

Di hiruk pikuk hati kian pilu tersedu

Untaian kata menjalar naluri, pelindungku

Dibalik mantra kucari bentuk lainnya

Entah kapan akan berlabuh

Akankah selalu ia tak bertuan..?


8 Februari 2010

Kerajaan mimpi

Banyak cerita tak terurai

Banyak ingin tak sampai

Biarlah segala Tanya kujawab

Di bawah bayangan rembulan jelita

Tanpa tatapan mata

Puaskan tuliskan kisah

Berlindung di balik kata

Mantra seolah jubah

Untaian nadi yang meringkuk

Mereka tak tahu

Dalam pikiran ku ia mengejawantah

Disposisi rakyat tak bernyawa

Inilah duniaku,

Kalian bilang Sang Pemimpi.


6 Februari 2010

Perkara mahasiswa

Ingar bingar layak di pasar, perkara mahasiswa.

Kelakuan tak ubah seperti bocah.

Kejujuran menguap, tak ubahnya koruptor.

Berteriak benci koruptor, tapi kalian cari aman dan nyaman dengan segala cara.

Bukankah itu cikal bakal??

Wahai mahasiswa, bertanggungjawablah atas kelalaianmu.

Jangan jadikan orang lain korban.

Bila pahit telanlah layaknya obat. Kecap sendiri rasa itu, dengan lidahmu, bukan lidahnya.

Entah setan lewat apa yang ada di benakmu..

Hingga mulutmu berikrar, namun hatimu ingkar!!

IRONIS!

5 Februari 2010

Ugh

Sulut dahagaku

Sangat mudah

Bakar saja,,BAKAR!

Serasa matahari di genggaman

Dustalah kata-kataku

Mulut ikrar, hati ingkar

Mengaku kenal

Merasa dekat

Tapi hilang makna, tertinggal

Apa bedanya aku??

Yang tertinggal hanya kelebat suara-suara itu

Bisikan menjelma keluhan?

Ugh,,


4 Februari 2010

Tertawa

Ekspresi yang sangat wajar

Sangat disarankan untuk sering melakukannya

Tapi..

Berhati-hati lebih tepat mungkin,

Karena ada ungkapan orang yang sering tertawa itu,

Memiliki masalah lebih berat

Di balik tawanya..

Benar,,sebenar-benarnya

Coba kau ajak ia,,

Bagaimana bisa kauharapkan dia yang terluka lututnya berlari bersamamu. Luka di lututnyalah yg hrus kau sembuhkan, bukan malah mencacinya karena ia tidak mau berlari bersamamu. Karena ia tidak akan bilang bahwa "lutut" ia terluka, melainkan ia akan beralibi "aku tidak suka berlari". Itulah cara dia mempertahankan diri. Di balik alibi itu, pasti ada Sejuta alasan baginya. Ia adalah manusia, sebuah kewajaran apabila perilakunya dipengaruhi hukum sebab akibat.

Teman,,tak dapatkah kau jadikan pundakku sebagai sandaran di kala kau ingin menangis?

Tak bolehkah aku membantumu keluar dari keterperosokanmu?


4 Februari 2010

Bila esok ku tiada

Bila esok ku tiada..
Dunia tidak berubah
Karena mungkin kehadiranku hanya sekedar
Adakah kesan yang didapat dari sekedar?
Mereka mengingatku dengan apa?
Kutanya,,
Jawabnya tak sedikit pun ku berbekas baik di hati mereka.
Sering mencela, Suka mencubit, kelewat batas,dan bla,,bla,, lainnya
Khilaf yang sering menepi, dibiarkan lalu mengendap
Inilah ia mengejawantah
Terseok mendaki, mencoba menggapai
Berharap dapat menatapmu laiknya melihat bulan bulat tanpa tertutup tabir
kala tiba saatnya
h.a.h.a
layakkah Allah??
Sedang saudaraku belum ada yang ridha,ikhlas serta mengharapkan kehadiranku untuk sebuah manfaat.
Mungkin air mata penyembah ini bisa..
Dan aku berharap sangat mungkin bisa…



2 Februari 2010

KEJUJURAN HATI

Kusangkakan kmarin hari terakhIr hdupku
tapi menyadari aku dapat terjaga di kala subuh
menunaikan cinta 2 rakaatku padamu
sungGuh brSyukur
masiH ada hela nafas yg kau percAyakan di tUbuh ini
berjalan menyoNgsoNg amanah di pundak
lewati gerobAk sampah
terasa bAu menYengat
berSyukur
hIdungku walau tak mancung
masiH berfungSi sebAgaimana adanya
ingIn mengucApkan syukur dan berbAgI cerita
berSyukur
kalimat ini melantUn alur begItU mudah
berSyukur
tangan ini seDemikian cepat mengetik

mungKin nOte ini akan mencApai bAtas maksimum huruf yang diperkenankan
bila kuTeruskan bersYukur terhadap nikmatmu
definisi tak terbilang dalam simbol matematika pun mungkin tak sanggup mengukur nikmatmu

begITu bAnyak hal yg dapat kita syukuri
lantas mengapa kita selalu lupa?
Dan berfokus mencAci,mengHujat sebuah hal yang di mata kita salah, hanya karena tak sSuai keingInan..

Manusia tempatnya lupa. Namun jangan dijadikan keLUPAan itU adalah wajar, karena seorang yang mengaku hambanya akan selalu memperSiapkan diri sebaiknya. SehIngGa mengHindarkan diri dari lupa, yg mungkin berujung Salah dan Dosa.

-aLunan hati yang juJur-



2 FEBRUARI 2010

Meretas Jejak

Dalam sepi kucari
Renungan panjang kukulum
Langkah terbata
Meretas jejak
Jatuh terlena aku
Sakit!
Memang!
Bergeming dengan kesakitan itu
Daging terebak
Derita berpanjang menyambut
Semu yang nista!
Desir, tampar aku
Getar, sekelebat
Ilusi, robek khayal
Jungkirbalikkan warasku
Hanya tepi..
Dan detak itu
Sempitkan aortaku
Detikku habis



-31 JANUARI 2010-

UDA-ku (Utusan Dari Allah)

Tiga huruf itu yang menjadi bagian hidupku.

Dia dikirim oleh Allah sebagai ladang amal bagi keluargaku.

Kupanggil ia Uda.

Dahulu aku malu bersaudara dengannya dan bisu menceritakan keberadaannya. Karena aku tak suka dengan belas kasih orang yang menatapku ketika kuceritakan bagaimana keadaannya yang terbatas. Aku selalu marah, karena yang kuinginkan tidak pernah terwujud. Aku selalu menganggap Tuhan tak adil. Karena ia berikan seorang kakak laki-laki yang boro-boro bisa melindungiku, melindungi dirinya sendiri pun tak bisa! Hingga remaja pun aku malas bila ada teman main ke rumah. Tak jarang ada yang bilang uda gila, hanya karena mendengar gerungannya. Dan aku, hanya diam dengan seribu gejolak amarah menyalahi nasib bersaudarakan dia. Tapi aku hanya bisa menahan di dalam hati. Karena walau dia begitu, dia tetaplah kakakku, yang harus kuurus.

Perlahan aku beranjak dewasa. Dunia berubah, begitupun aku. Aku remaja mengenal cinta. Aku remaja mengenal kasih. Aku remaja mengenal pedih. Dan aku remaja mengenal eksistensi. Aku remaja memiliki paradigma berbeda dengan kebanyakan. Karena hidupku pun berbeda. Aku lebih mudah tersentuh melihat anak jalanan, orang dengan keadaan terbatas. Karena akupun sadar betapa sulit itu tak main-main. Aku pun merasakannya. Dan itu terlatih karena Uda.

Uda yang mengajarkanku tiap harinya, tanpa ia sadari mungkin, bahwa hidup ini realita yang penuh liku-liku. Berbagai jalan hidup rupa warna menghiasi jagad. Uda yang ada tapi nyaris kurasa tiada. Karena seringkali aku hanya mengingat jam makannya, jam mandinya. Dan lepas dari itu, dia layaknya kerikil. Ada, namun tak diperhatikan. Rutinitas membuat aku lupa dan malas mengajaknya berbincang. Seringkali ia menegurku (dengan caranya yang khas) ketika aku pulang ke rumah, dan aku hanya menatap sejenak seraya berlalu tanpa hirau.

Maafkan aku uda, betapa dirimu terlalu sering kusiakan. Padahal mungkin lewat gerunganmu ingin kau sampaikan betapa sakit dan sepinya dirimu. Sudah tak pantas aku berandai kau itu normal. Sudah tak pantas aku berandai memiliki kakak laki-laki yang dapat memanjakanku. Sudah selayaknya aku memperlakukanmu sebagai makhluknya, yang juga berperasaan. Di usiamu yang ke 26 ini, adakah kau kecap kebahagiaan? Aku tak tahu.

Tapi, aku berterima kasih, Allah telah mengirimkanmu ke dunia ini. Menjadi saudaraku,malaikat tanpa sayapku, ladang amalku, pengasah kepekaan dan pikiranku. Maafkan aku uda dan Terima kasih atas hadirmu..

Aku sayang engkau, malaikat tanpa sayapku ..



-31 JANUARI 2010-

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik