Pages

24 June, 2017

[Review buku] Chicken soup - Menyembuhkan luka perceraian

Judul: Chicken soup -Menyembuhkan luka perceraian
Penulis: Jack canfiel, Mark, Patty, etc
Penerbit: Gramedia
Dimensi: xv + 429 hlm, cetakan pertama 2013
ISBN: 9789792297010

Menghadapi perceraian ibarat kiamat, terutama bagi usia pernikahan yang sudah lama. Terbiasa nyaman, bersandar dan mengandalkan pasangan, namun diterpa kenyataan harus sendiri lagi bahkan terkadang ditambahkan tanggung jawab membesarkan anak, membuat hidup tampak mengerikan.

Seringkali mereka yang mengalami perceraian akan menarik diri, melemah dan menyalahkan diri terus-terusan, merasa dirinya inferior, tak lagi pantas untuk dicintai. Padahal mereka tak sendiri. Ada banyak kisah pernikahan yang harus berhenti, untuk itulah buku ini ditulis. Ada 101 kisah tentang menyembuhkan luka perceraian dan motivasi apa yang membuat pelakonnya tetap bisa bertahan bahkan lebih bahagia, sehat, dan mandiri.

Kisah dalam buku ini membantu pembaca untuk: menghadapi awal perceraian yang mengejutkan, mengobati luka perceraian yang menyakitkan, memahami kebutuhan anak korban penceraian, mengembalikan rasa PD, menghadapi kencan dan pernikahan lagi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Diperlukan waktu yang lama untuk menumbuhkan seorang teman lama." (H.151)

"Ketika kita mencoba mengajarkan hidup kepada anak-anak, anak-anak mengajarkan hidup kepada kita." (H.189)

"Hidup adalah petualangan yang dipenuhi dengan kemungkinan, bukan ketakutan." (H.237)

"Aku perlu memelihara hubungan yang sehat dan berteman baik dengan jiwa-jiwa yang ramah, agar ketika hidip mendingin dan dunia menjadi kejam, aku memiliki sumber kehangatan yang tak pernah berakhir." (H.374)

"Jika berhadapan dengan seorang perempuan yang berada di dalam duka yang amat sangat dan kita tak tahu harus mengatakan apa, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah MENDENGARKAN SAJA." (H.389)

Meta morfillah

#Day30 Ceritamu

#Day30 CERITAMU

Sebab hidup terkadang jauh lebih fiksi, daripada fiksi itu sendiri.

Alhamdulillah, berakhir #Nulisrandom2017 selama 30 hari. Alhamdulillah besok kita lebaran, semoga tubuh tidak LEBAR-AN. Jaga hati, jaga lisan, jaga makan, jagain lah semuanya yang bisa dijaga. Besok happy, sebagai pemenang. Silahturrahim jangan malah tambahin dosa.

Selepas ini, tetap menulis ya. Hidupmu adalah ceritamu, episode yang hanya akan selesai bila kaututup usia. Jadi, cobalah tuliskan cerita yang baik dengan menjalani kehidupan yang baik. Seperti biasa, meta suka bilang "Jangan bosan berbuat baik, meskipun terlihat membosankan."

Siapkan hati yang lapang yaaa... terutama untuk semua komentar atau pertanyaan, "KAPAN...?"

Seperti yang di gambar ini. Hohohoho... Mohon maaf lahir dan batin, meta yakin kalian sudah maafin meta. Jazakumullah khair ya, jangan bosan dan lupa doakan meta terus biar bertambah shalih. Doa yang sama bagi yang mendoakan 😍

Meta morfillah

[Review buku] Bintang

Judul: Bintang
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 392 hlm, 20 cm, cetakan pertama Juni 2017
ISBN: 9786020351179

Setelah asyik dengan twist di buku ketiga, entah mengapa buku keempat ini seperti garing lagi. Terlalu bertele-tele dan banyak pengulangan. Alurnya pun mudah tertebak, selalu begitu. Membuat saya bosan membacanya. Twist yang ditinggalkan di akhir, yakni Tanpa Mahkota kembali bebas jujur saja tak menarik. Seperti dari awal lagi. Mudah banget begitu saja lepasnya.

Ditambah ternyata masih berlanjut ke buku kelima: KOMET. Aduuuh... mau sampai berapa seri? Kok rasanya kayak sinetron Indonesia yang kalau bagus di awal, rating tinggi, jadi dipanjang-panjangkan episodenya. Tokoh-tokoh dan latar pun tidak banyak yang baru.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Jika kita mengkhawatirkan setiap langkah yang dibuat, kita akhirnya tidak akan pernah berani melangkah." (H.191)

"Jangan pernah menghukum diri sendiri hanya karena sebuah kesalahan. Berhenti membebani dirimu dengan memikirkan pendapat orang lain." (H.337)

Meta morfillah

22 June, 2017

#Day29 Didukung oleh

#Day29 DIDUKUNG OLEH

Setiap keberhasilan saya, selalu ada kata DIDUKUNG/DISPONSORI OLEH MAMA.

Beliau yang selalu melengkapi kekurangan saya, menyiapkan keperluan hingga remeh temeh saya, mendoakan dan selalu memotivasi saya. Teladan terbaik!

Mau tahu jeleknya saya sejelek-jeleknya? Mama paling tahu.
Mau tahu visi, cita, dan cinta saya? Tanya mama.
Hampir semua saya share ke beliau. Tanpa topeng.

Memenangkan hati mama bisa dibilang hampir memenangkan hati saya. Sebab kami pernah menjadi satu tarikan nafas.

Bersandar padanya, memeluknya, menciuminya adalah rasa nyaman dan aman yang kerap saya rindukan. She is my home.

The best thing in my life is when I wake up beside her, to watch the sunrise on her face, to know that I can say "I love you" in any given time or place. Because of her... I'm flying without wings (n_n)

Untuk semua orang hebat, saya yakin ada sosok Mama terhebat di belakangnya, yang rela menjadikan dirinya pijakan sang anak. Bagai bumi yang ikhlas, mengantarkan sang anak menggapai cakrawala. I LOVE YOU, MOM!

Meta morfillah

#Day28 Dakwah

#Day28 DAKWAH

"Bagi yang sehat, muda, bisa turun tangga, silakan makan di pelataran masjid. Tahu ya, di masjid tidak boleh makan. Nanti sia-sia ibadah semalamannya, tahajjudnya." kata panitia akhwat bercadar di masjid besar yang baru kami datangi ini.

Saya dan kedua teman saya yang sedang makan sahur di atas sleeping bag kami menyimak dan saling pandang. Menegaskan dengan bertanya, memang iya hukum makan di masjid sampai menghilangkan pahala ibadah semalaman? Kami bertiga baru mendengar dan biasanya di masjid-masjid tempat kami i'tikaf malah membolehkan makan di dalam, di atas khusus akhwat, hanya saja dihimbau tidak mengotori masjid.

Sembari diskusi itu, kami merapikan makanan yang sudah digelar. Agak lama karena membawa soto, sehingga harus dibungkus ulang agar tidak tumpah. Petugas itu mendatangi kami, berdiri di samping kami dan berkata, "Ayo, makannya di pelataran masjid."

"Iya, Mbak, ini sedang dirapikan." Saya menjawab sambil tersenyum. Mbak bercadar itu malah menimpali dengan suara ketus sembari berlalu meninggalkan kami, "Kalian tidak tahu hukumnya atau tahu tapi pura-pura tidak tahu?"

Jleb! Kok begitu ya cara memperingatkannya? Padahal kami benar tidak tahu. Kami pun baru pertama ke masjid ini, masjid yang jamaahnya luar biasa dari beragam pelosok. Jujur saja, saya sempat panas dan ingin mengadu dalil, meskipun saya belum tahu dalil makan di masjid itu hukumnya haram atau apa. Tapi cara memperingatkannya itu seakan mengajak berantem.

Saya istighfar dan mencoba menahan amarah. Ya, saya ingat lagi hakikat dakwah Rasul yaitu perkataan yang benar isinya, indah caranya, dan tepat waktunya. Sepertinya saya sedang diingatkan kembali perihal dakwah. Bahwa adab, akhlak adalah utama sebelum ilmu.

Mengapa?
Sebab bila adab, cara kita salah atau menyakiti, sebenar apa pun isi perkataan kita, hati penerima dakwah belum tentu mau menerima dengan lapang dada. Bukannya simpati, apalagi empati, yang ada mereka malah antipati. Seperti yang saya rasakan saat ini. Saya langsung memblacklist masjid ini untuk ke depannya. Saya tak mau lagi i'tikaf di sini kecuali terpaksa. Biarlah saya menempuh perjalanan jauh ke Jakarta demi tempat yang nyaman dan mendukung ibadah saya.

Astaghfirullah... ternyata masih rendah batas sabar dan ikhlas saya. Masih jauh perjalanan menuntut ilmu saya, meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Meta morfillah

21 June, 2017

#Day27 Mencarimu

#Day27 MENCARIMU

Begitu indah gambaran tentang dirimu. Malam di mana seluruh malaikat turun, hingga bumi menjadi sejuk, matahari yang biasanya memancar panas karena didorong tanduk iblis yang terbuat dari api kini hanya memancarkan sinar putih dan hangat, sebab malaikat yang terbuat dari cahaya yang mendorongnya. Di malam itulah dalam setahun, sekali-kalinya matahari terbit dengan warna sebenarnya.

Keutamaanmu melebihi 1000 bulan, tidak berbatas 83 tahun. Lebih. Bisa 100 tahun atau ribuan tahun. Di malam kehadiranmu, hal yang perlu diperbanyak adalah amalan khas ramadhan: qiyamul lail, tadarus, sedekah, banyak meminta ampun (Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul afwa fa'fu anni), dan doakan mereka yang telah wafat.

Di sepuluh malam terakhir ramadhan, kami bergegas mencarimu. Sempurna dalam tiap malam, separuh dalam tiap ganjil, semoga bertemu. Semoga bertemu. Harap besar kami. Tiap pagi, kami reka-reka langit... adakah tanda kehadiranmu? Mencermati keadaan bulan, bintang, matahari, awan, langit dan rupa warnanya. Bagaimanakah rasanya bila berhasil mendapatkanmu? Kata yang berilmu, kita akan menjadi lebih baik dan shalih.

Lailatul Qadr... sungguh besar hajat kami kepadamu. Hadiah terbesar yang disembunyikan Allah pada penghujung bulan mulia. Twist tersempurna. Semoga ikhtiar kita semua mengantarkan padanya, meski belum berhasil mendapatkan, setidaknya prosesnya menetap dan membuat kita semakin giat.

Aah... ingin rasanya diri menjadi lailatul qadr yang mampu menggenapi dan menambah kebaikan siapa pun yang kelak menyandingku. Aamiin allahumma aamiiin.

Meta morfillah

#Nulisrandom2017

#Day26 Kenangan dan Kemungkinan

#Day26 KENANGAN DAN KEMUNGKINAN

Kita tidak bisa membuang segala sesuatu dari diri kita untuk menciptakan diri yang baru. Sebab masa lalu adalah bagian tak terpisahkan dari masa kini dan masa depan kita. Untuk membangun kembali diri kita ke arah yang lebih baik, kita harus terlebih dahulu merangkul siapa diri kita di masa lalu dan pengalaman hidup kita. Berdamai, seperti Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz, dan salafus shalih lainnya.

Tidak perlu mengingkari atau bersedih lama atas segala kesalahan kita di masa lalu. Dengan sudut pandang yang baru, belajar tiada henti, niscaya kita akan menjadi kilau cemerlang. Diri kita hari ini adalah bukti bahwa kita adalah campuran indah dari yang lama dan baru: dari kenangan dan kemungkinan.

Yesterday is a history
Tomorrow is a mistery
But today... is a PRESENT!

So, cherish your live and your love!

Meta morfillah

20 June, 2017

[Review buku] The silkworm

Judul: The Silkworm
Penulis: Robert Galbraith
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 536 hlm, 23 cm, cetakan pertama 2014
ISBN: 978 602 03 0981 1

Bermula dari permintaan Leonora Quine yang meminta bantuan Strike mencari suaminya, ternyata berkembang menjadi kasus pembunuhan terencana yang keji. Owen Quine, penulis yang baru saja menyelesaikan novel terbarunya berjudul Bombyx Mori, ditemukan mati terbunuh dalam keadaan usunya hilang, rusaknya wajah dan TKP karena ceceran asam hidroklorida yang korosif serta penataan mayat di tengah meja makan yang dikelilingi piring berjumlah tujuh orang.

Persisi sebagaimana adegan yang ada di novel terakhir penulis tersebut yang awalnya masih rahasia. Semakin ditelusuri, semakin banyak kejanggalan dan kepedihan masa lalu yang ditemukan oleh Strike. Ditambah kegalauan Strike akan mantan pacarnya yang menikah dan keputusasaan Robin akan sikap permusuhan tunangannya, menimbulkan atmosfer ketertarikan halus yang berusaha dienyahkan keduanya.

J.K. Rowling yang menyamarkan dirinya dengan nama pena baru Robert Galbraith membuktikan kepiawaiannya dalam menulis genre crime, detective, dan seidkit thriller. Buku keduanya setelah The Cuckoo's Calling ini mengingatkan saya akan adegan CSI dan Castle. Hanya di beberapa part agak memusingkan bahasa terjemahannya dan sedikit kecewa sih dengan perkembangan hubungan Strike-Robin hehe.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Tiada kecemasan yang tidak berkesudahan melebihi pikiran-pikiran manusia sendiri." (H.35)

"Beberapa orang memang tak bisa mengerti; paling banter, pekerjaan berarti status dan gaji bagi mereka, tidak memiliki makna." (H.317)

"Cara paling aman untuk mengamankan informasi rahasia agar tidak bocor adalah dengan tidak memberitahu siapa pun." (H.498)

Meta morfillah

19 June, 2017

#Day25 Ternyata

#Day25 TERNYATA

Ternyata tiba juga masa high heels dan flat shoes cantik berganti sandal dan sepatu gunung.

Ternyata tiba juga masa bukber ramai membuat jiwa terasa sepi dan bukber bersama satu atau sekelompok sahabat dekat membuat jiwa jauh lebih terpuaskan.

Ternyata tiba juga masa happy-happy di mall kalah nikmat dibanding bersepi-sepi denganNya di masjid.

Ternyata tiba juga masa yang tadinya amat menantikan lebaran berganti berharap tiap bulan adalah ramadhan.

Ternyata... pada akhirnya kita akan memahami apa yang tidak kita pahami dulu. Menemukan apa yang kita ingin temukan. Melalui proses panjang, berbagai pilihan dan keputusan, berbagai kesalahan dan ketepatan, kita akan menuju apa yang ingin kita tuju.

Allah akan mengarahkan kita ke mana hati kita ingin berlabuh. Jadi... tetap jaga hati ya.

Meta morfillah

18 June, 2017

Masjid favorit untuk i'tikaf

MASJID FAVORIT UNTUK I'TIKAF

"Met, tempat recommended buat i'tikaf di mana aja?"

Kalau kamu kuat berdiri lama, the first is Masjid BI. Itu seenak-enak tempat, fasilitas lengkap, bisa mandi dan pengurusnya ramah. Tapi bacaan imamnya panjang. Sampai aku pernah qiyamul lail, di rakaat kedua ga berdiri, tapi duduk karena darah rendahku kumat. Pandangan menggelap dan ujung kuku dingin rasa mau pingsan. Akhirnya aku lanjut qiyam dan witir sendiri hehe.

Kalau kamu suka keramaian dan spektakuler, ke Masjid Istiqlal. Luas banget dan banyak jamaahnya. Kalau aku sih lebih suka tempat yang privasi, ga terlalu ramai tapi juga ga terlalu sepi. Soalnya kan i'tikaf itu saatnya bersepi-sepi, bermesra sama Allah. Matikan gadget, kurangi ngobrol sama teman, enaknya memang sendirian hoho.

Kalau kamu sukanya yang ringan, ke Masjid UI. Bacaan imamnya gak panjang,  cuma saran bawa jaket atau sajadah untuk tidur. Soalnya gak semua wilayah ada karpet, khawatir masuk angin. Toiletnya ga bisa dipakai mandi, soalnya ga sebanyak BI dan Istiqlal.

Nah, kalau kamu sukanya sedang-sedang saja kayak aku, ke Masjid Bimantara. Adanya di dalam MNC Center. Masjid komplek perkantoran, di atas, jamaahnya ga terlalu ramai, pengurusnya ramah, bisa pesan makanan sahur, tapi sayang ga bisa mandi. Toilet wanitanya cuma 2, dan memang paling kecil di antara 3 masjid yang kusebut sebelumnya. Meski begitu ini tempat favorit aku, soalnya desainnya juga aku suka. Letaknya yang menyendiri di tengah, namun harus menaiki tangga tinggi, seakan berfilosofi bahwa mendekat pada Allah itu butuh perjuangan, dan dia Maha Tinggi.

Kalau diperhatikan semua masjid yang kusebut dekat dengan stasiun kereta api, haha. Soalnya transportasi yang paling kusuka karena nyaman dan murah adalah kereta api. Dan selalu banyak inspirasi yang kudapat dari kereta api dan stasiun. It's so romantic!

Sebenarnya pengin banget ke Masjid Az zikra yang dekat dengan rumah. Sayang rutenya itu gelap dan sepi, kalau sendiri naik motor mengkhawatirkan. Semoga tercapai yaa, ada yang bisa nemenin ke sana dan waktunya masih tersedia untuk i'tikaf. Aaamiiin...

Nah, kalau masjid favoritmu untuk i'tikaf di mana?

Meta morfillah

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik