Pages

31 October, 2015

[Review buku] If I stay

Judul: If I stay
Penulis: Gayle Forman
Penerbit: Gramedia pustaka utama
Dimensi: ebook, 107 hlm, no ISBN

Sebenarnya saya lebih dulu melihat buku ini dan sekuelnya--where she went--yang didisplay berdampingan di Gramedia Grand Indonesia bertahun lalu. Namun saat itu saya sedang tak bersemangat membaca karena deadline pekerjaan yang menumpuk. Kemarin, saat iseng browsing, saya menemukan ebook pdfnya. Karena teringat display dan judulnya yang menyiratkan kesedihan dan kisah romantis, maka saya donwloadlah... lumayan pas untuk suasana hari sabtu yang haru biru ditemani radio yang menyuarakan lagu cinta seharian.

Buku pertama ini menceritakan tentang Mia, dari sudut pandang Mia. Dimulai dengan suatu pagi yang diharapkan menjadi sebuah family time, Mia harus kehilangan keluarganya sekejap. Kecelakaan mobil merenggut nyawa Dad, Mom, dan Teddy--adik yang kadang seperti anaknya sendiri, karena ia mengasuhnya dari bayi. Ia satu-satunya yang berhasil diselamatkan. Antara hidup dan mati, Mia menyaksikan ceceran otak Dadnya, wajah membiru Momnya, dan juga dirinya. Bagaimana ia diangkut dari Oregon ke rumah sakit di Portland. Dioperasi, dipasangi beragam selang, dan akhirnya dipindahkan ke ICU. Ia masih sama seperti sebelum koma, namun ia tidak dapat merasakan perasaan manusia, seperti sakit, sedih lalu menangis, dan lainnya. Tapi keadaan rohnya tidaklah seperti film yang pernah ia tonton. Ia tidak dapat menembus dinding, semuanya masih dapat ia sentuh dan tenaganya pun berkait dengan kondisi tubuhnya, hanya saja tidak ada yang menyadari dan melihat apa yang dia lakukan.

Alur berjalan mundur, banyak flashback yang menegaskan mengapa Mia merasa begitu berat untuk hidup kembali. Momen-momen Mia bersama Mom dan Dadnya yang begitu menyayangi, meskipun mia berbeda, sebab ia bermain cello dan musik klasik, bukan punk rock seperti orangtuanya. Juga Teddy, adik yang sangat dicintainya dan mencintainya pula. Keluarga yang begitu harmonis dan kini telah meninggalkannya sebatang kara. Harapan satu-satunya adalah Adam, pacarnya--pemain band yang tengah bersinar dan telah menyatu dengan keluarganya. Lelaki yang mengerti dirinya dan telah memilihnya untuk dicintai. Sanggupkah Adam memaksa Mia untuk berjuang dan tetap tinggal di dunia ini, menghadapi kenyataan pahitnya? Optimis menghadapi hidup dan meraih masa depannya di Juilliard, meskipun harus mengorbankan hubungan mereka?

Membacanya membuat saya teringat film Lovely Bones di mana tokoh utamanya pun telah menjadi roh. Bedanya, di film itu ia telah meninggal dan melihat apa saja yang dihadapi keluarganya sebelum ia melangkah ke tahap selanjutnya. Sedangkan dalam kasus mia, tubuhnya masih hidup dalam keadaan koma. Ia pun tidak berada jauh dari tubuhnya, hingga dapat menyaksikan apa saja yang dilakukan orang yang menjenguknya. Dan itu terjadi hanya dalam 24 jam. Konsep antara hidup dan mati yang cukup unik, seperti Mitch albom yang mematahkan konsep surga di novelnya The Five people you meet in heaven.

Yang membuat novel terjemahan ini menarik adalah pilihan katanya yang terasa jujur, lugas, namun puitis. Ini juga mengingatkan saya pada cara bercerita Ilana Tan. Begitu khas. Kehangatan keluarga, rasa cinta yang sopan, begitu terasa dan membuat mata saya basah.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Maka aku berpikir betapa itu khas Mom, bahwa Mom terhantam lebih dulu, bahwa dialah yang menahan kami dari benturan." (Hlm. 9)

"Kau tidak perlu mengatasinya. Kau hanya perlu melaluinya. Kau bertahan." (Hlm. 12)

"Jangan takut. Wanita bisa menanggung rasa sakit yang paling buruk. Kau akan mengetahuinya suatu hari nanti." (Hlm. 64)

"Tidak apa-apa kalau kau mau pergi. Semua orang ingin kau tinggal. Aku ingin kau tinggal melebihi apa pun yang kuinginkan di dunia ini. Tapi itu kemauanku. Dan aku bisa mengerti jika itu bukan kemauanmu. Maka aku ingin memberitahumu bahwa aku bisa mengerti jika kau ingin pergi. Tidak apa-apa kalau kau harus meninggalkan kami. Tidak apa-apa jika kau  ingin berhenti berjuang." (Hlm. 80)

"Aku sanggup kehilangan kau seperti itu, asalkan aku tidak perlu kehilangan dirimu hari ini. Aku akan melepaskanmu. Jika kau tetap hidup." (Hlm. 105)

Meta morfillah

30 October, 2015

[Review buku] Jingga dan Senja

Judul: Jingga dan Senja
Penulis: Esti Kinasih
Penerbit: Gramedia
Dimensi: ebook, no ISBN, 267 hlm

Sebelumnya, saya tidak tahu kalau ternyata ini adalah buku pertama dari trilogi Jingga dan Senja. Sehingga memang terasa agak lama atau sengaja dipanjang-panjangkan alurnya, yang membuat saya merasa aneh. Sebab saya suka karya esti kinasih, dan biasanya novel teenlit garapannya tetap menarik dan langsung menuju konflik. Kali ini tidak... dan di beberapa part malah terasa aneh, kurang logis, dan agak memaksa.

Cerita dalam novel ini hampir mirip sebagaimana tokoh utama dalam karakter tulisan esti. Di mana laki-lakinya selalu macho, tampan, dominan dan wanitanya tidak terlalu populer, tapi manis, baik, lalu lama-lama menentang. Persis fairish, cewek!, dan still. Kali ini bersetting di sebuah SMA Jakarta yang kerap tawuran dengan SMA tetangganya. Tokoh cowok bernama Ari yang tampan, atletis, tajir dan cool terhadap cewek, merupakan raja geng dan paling disegani serta dikenal sebagai biang kerok. Hingga guru pun sudah menyerah. Berawal dari perjumpaan pertama saat upacara, di mana Ari menyelinap di barisan kelas sepuluh, yakni kelas Tari. Seorang cewek yang begitu tergila dengan pernak-pernik berwarna oranye dan matahari, yang serupa namanya.

Hubungan mereka menjadi rumit, saat Tari didekati oleh Angga, pentolan SMA lawan, yang merupakan musuh bebuyutan Ari dan geng. Tari pun menjadi rebutan. Uniknya lagi, kebetulan yang amat jarang terjadi adalah kemiripan nama mereka. Nama lengkap Tari adalah Jingga Matahari, dan Ari adalah Matahari Senja. Sungguh bagaikan benda dan bayangan.

Menjelang tiga perempat bagian novel, muncullah sosok Ata yang mengenalkan dirinya bahwa ia adalah kembaran Ari. Bernama lengkap Matahari Jingga dan tinggal di Bogor. Perlahan Tari merasa lebih nyaman dengan Ata dibandingkan dengan Ari. Hingga saat nomor Ata dihapus oleh Ari dari ponselnya, Tari begitu sedih. Namun Ari menangkap ada kesedihan lain, dan itulah yang menjadi ending novel ini serta premis awal novel sekuelnya.

Ada beberapa adegan yang saya merasa terlalu kebetulan dan aneh. Misalnya saat perjumpaan pertama kali dengan Ari, mengapa Ari begitu baik melindungi Tari dari terik matahari, di saat dia begitu cuek pada wanita? Pun saat perjumpaan pertama dengan Ata, yang terlalu kebetulan dengan setting mall, tapi hanya karena Tari melihat ke dia terus, dia langsung menyimpulkan bahwa Tari dekat dengan Ari. Untuk kasus saudara kembar yang terpisah begitu lama, menurut saya itu absurd. Belum lagi saat beberapa kali Ata dan Ari saling menghubungi via telepon. Terlalu berbarengan, dan menurut saya ribet bila apa-apa harus via Tari, mengapa tidak langsung saja. Kecurigaan saya anat besar, bahwa sosok Ata itu adalah Ari yang menyamar. Tapi saya yakin, bahwa ada sosok Ata yang sesungguhnya, beserta luka lama Ari yang belum terkuak di novel ini.

Untuk karyanya kali ini, saya kurang merasa greget, tak seperti esti kinasih yang biasanya. Mungkin karena ini adalah trilogi, yang seperti saya bilang di awal. Terpaksa dipanjang kata...

Tapi untuk ukuran teenlit, penulis masih jadi favorit saya. Emosi tokoh dalam tiap penggambaran adegan, masih bisa saya rasakan nyata. Bagaimana kesalnya, mau nangis, melawan, malu, sedikit tersipu romantis, kadang membuat saya tersenyum sendiri.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

Ada masa-masa

Ada masa-masa...

Dalam ukhuwah sering terjadi pergesekan. Ada masa-masa ketika ada saudari yang menjauh, dan tidak memberi tahu masalahnya, tetaplah berprasangka baik.

Ibaratnya, di tangannya sedang ada luka, hingga sulit untuk berjabat tangan dengan kita. Bila dipaksa, maka akan semakin menyakitinya. Biarkan ia menyembuhkan lukanya dengan caranya sendiri. Bila ia butuh bantuan kita, ia pasti akan mendatangi.

Saat-saat seperti ini, lapangkanlah dada dengan keikhlasan, ketulusan dan prasangka baik.

Sebab kamu tak pernah tahu apa yang dialami seseorang, sampai kamu menyelusup ke dalam pori-pori kulitnya, merasakan hatinya.

Jangan memaksa...

Meta morfillah

29 October, 2015

[Review buku] Jangan main-main dengan alat kelaminmu

Judul: Jangan main-main dengan alat kelaminmu!
Penulis: Djenar Maesa Ayu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: ebook, 122 hlm, no ISBN

Ini adalah kali pertama saya membaca karya Djenar. Meski sering mendengar namanya yang cukup kontroversial, sebab ia dan ayu utami seringkali diidentikkan dengan sastra basah dan isu feminis. Pernah juga saya membaca cuplikan karya mereka dalam kritik sastra Helvy Tiana Rosa di bukunya yang berjudul "Segenggam gumam".

Buku ini sendiri merupakan kumpulan cerpen. Ada 11 cerpen yang isu utamanya berkisar pada perempuan, seks, dan pengkhianatan. Karakter tokohnya selalu mewakili keterasingan, kesepian, pengkhianatan, termarginalkan secara moral dan tentunya merupakan sosok yang kebanyakan dianggap negatif dan berperilaku tabu di masyarakat.

Dalam cerpen "Jangan main-main dengan alat kelaminmu!" dan "Staccato", saya menemukan gaya menulis kreatif yang mudah namun kuat, yaitu berupa pengulangan. Di JMDAK, pengulangan tersebut diulang hingga empat kali, mewakili empat tokoh, dan baru tertebak di tengah kalimat atau penghujung--kecuali tokoh istri, karena ia yang paling berbeda. Semua memakai sudut pandang orang pertama "saya". Sempat membuat saya terkecoh, mengira ada kesalahan teknis setiap di bagian kedua dan ketiga, yang ternyata berbeda tokoh. Awalnya saya hanya mengira tiga tokoh yakni suami, simpanan, dan istri. Ternyata tokoh kedua yang saya kira kesalahan teknis adalah tokoh sahabat suami.  Sedangkan di staccato, lebih menarik lagi, karena hanya penggalan ingatan dalam frase yang perlahan sempurna menjadi kata. Persis bagaikan seseorang yang hangover di pagi hari dan berusaha mengingat kejadian yang dialaminya semalam.

"Mandi sabun mandi" menjadi unik dengan menghidupkan karakter meja dan cermin di sebuah motel murahan yang menjadi saksi komitmen rapuh dalam sebuah hubungan gelap. Bahkan di endingnya, tercipta twist yang menunjukkan hal tersebut.

Agak ironis bila mengingat cerpen "Moral" yang disindir penulis dengan tajam. Moral diperdagangkan murah dari harga seribu, tiga ribu, hingga diobral lina ribu tiga di DPR! Kalah sama harga rok mini sejuta sekian.

"Menyusu dengan ayah" adalah cerpen kesukaan saya di buku ini. Tokohnya yang sedari--bahkan sebelum--lahir memiliki ingatan kuat tentang peristiwa di sekitarnya. Begitu polos, naif, dan bodoh, mencoba mengganti kerinduannya akan sosok ibu dengan sosok ayahnya. Namun pengingkaran sang ayah, menjadikannya salah arah dan malah dimanfaatkan oleh teman-teman ayahnya, hingga ia bernasib sama dengan ibunya dan mengulangi nasibnya sendiri melalui calon anaknya.

Dalam "Cermin" penulis mengkritisi hubungan ibu dan anak yang terlihat hangat namun ternyata dangkal. Sindiran pun terasa dalam kalimat "...menatap cermin tanpa mau melihat bayangannya."

"Saya adalah seorang alkoholik" menggunakan teknik penulisan rewind yang cukup menarik. Kegelisahan dan nasib yang tak jelas ujung pangkalnya bagi seorang alkoholik dan pelacur yang sudah sering aborsi, tetap merasa kesepian meski ada perkumpulan rehabilitasinya.

"Saya di mata sebagian orang" berkisah tentang pelacur yang mengidap HIV, namun tetap saja berprasangka baik pada pelanggannya yang ia anggap teman. Malah ia menggugat masyarakat yang menganggap dirinya negatif dan menyalahkannya terus.

"Ting!" cukup mencitrakan tokoh sedikit baik dari sekian cerpen di buku ini. Seorang pelacur yang sedang cuti dan merutuki kilasan hidup serta pandangan orang yang berpapasan di dalam lift. Namun semuanya sirna saat ia disambut oleh kejernihan suara anaknya.

Impian murni yang diharapkan sebuah benda mati seperti "Penthouse 2601" harus ternoda oleh ulah para manusia yang disindir penulis dalam kata yang cukup vulgar, seperti binatang.

Cerpen terakhir adalah "Payudara Nai-nai" yang menjadi konflik sepanjang cerita. Sebab kontras doa yang terkandung dalam namanya dengan kenyataan yang dihadapi.

Secara keseluruhan, saya suka sekaligus sebal membaca buku ini. Suka akan teknik penulisan, gaya bercerita, pilihan kata dan judul, serta isu yang diangkat. Tapi saya juga sedikit jemu dan agak sebal pada tokohnya yang hampir mirip semua dan yang ditekankan memang lebih banyak perihal seksnya. Persis seperti yang dikontroversikan orang-orang. Namun, ada beberapa hal yang bisa saya jadikan pelajaran untuk dicoba dalam praktik menulis saya yang mungkin cukup monoton dan terlalu putih.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Yaa...bertahan, bukankah hanya itu yang saya lakukan di separo perjalanan hidup yang melelahkan?" (Hlm. 65)

"...karena ternyata tidak semua orang mampu bercerita." (Hlm. 117)

Meta morfillah

[Ilmu] Social media marketing

SOCIAL MEDIA MARKETING
By Annas Ahmad, Praktisi dari komunitas TDA
Rabu, 28 Oktober 2015

Ada 6 pilar bisnis:
1. Marketing
2. Sales
3. Financial
4. Operation
5. Human resources
6. Research & Development

Seringkali kita salah karena menganggap marketing = sales. Padahal tidak.

Marketing intinya adalah mendatangkan prospect/calon pembeli, di mana aktivitasnya dalam konsep AIDA meliputi Awareness & Interest (kadang sampai Desire sedikit).

Sales adalah mengkonversi prospect yang masuk menjadi penjualan/closing, meliputi kegiatan desire, action dan retention.

Saat ini marketing sudah merambah ke dunia digital, terlebih social media.

Kenapa gagal jualan di social media?
1. Mindset: Kebanyakan masih menggunakan mindset media tradisional seperti TV dan koran yang masih komunikasi satu arah. Mereka lupa bahwa harus memikirkan komunikasi berbeda, yang dua arah dengan pembacanya, dan sesuaikan gaya bahasa targetnya.
2. Egois: suka-suka penulis, tidak peduli kebutuhan customer
3. Gak sabar: follower cuma 100, ga nambah-nambah malah BT
4. Berpikir gratisan: padahal berapa banyak waktu kita terpakai di social media, dan sesungguhnya kita menjadi marketer bagi pembuat social media tersebut. Maka manfaatkan sebaik mungkin.
5. Sumber daya terbatas: rekrut tim, jangan paksa melakukan semua sendirian
6. Hanya menilai dari jumlah fans/follower
7. Tidak mendengarkan
8. Tidak membaca data
9. Tidak membuat nilai tambah

Perhatikan juga sikap dalam berjualan. Ada pedagang yang sudah oke banget barangnya, harga murah, delivery oke, tapi tetap tidak laku. Kenapa? Karena dia pernah berbicara tidak menyenangkan pada calon pembelinya. Lalu calonnya itu menyebarkan berita jelek, mendingan beli di pedagang lain yang sedikit mahal daripada di orang yang dianggap sombong/menyebalkan tsb. Faktor like/dislike sangat menengaruhi ke rekomendasi, referral, dan ini bisa mematikan bisnis Anda.

Ada saatnya Anda menilai kapan socmed dapat dioptimasi untuk bisnis. Misal minimal 2000 follower. Sebab akan capek bila kita melakukan treatment 2000 follower di saat kita hanya punya 100 follower. Sabarlah... jangan mengejar banyak follower. Terus bangun hubungan dengan customer.

Bersinergilah dengan teman/komunitas lain dengan saling follow.

Rumus socmed marketing:
Who (kita sebagai penjual) + what (konten) + channel (media) + target audience = Effect

Dari rumus itu, jangan mulai dari diri Anda, tapi mulai dari target audience (kanan ke kiri).

Target Audience:
Buatlah target market sesempit mungkin. Hindari pemikiran bahwa produk kita bisa dikonsumsi semua orang.
Setiap orang itu egois. Mereka hanya mempertimbangkan tentang diri sendiri. Manfaatkanlah!
YES fact: Buatlah orang berkata YES untuk membeli produk Anda dengan menciptakan otoritas/kredibilitas, konsisten/komitmen, kesukaan/banyak persamaan produk Anda dengan customer.

Media:
Pilih media yang sesuai karakter customer Anda. Untuk lebih optimal, link-an dengan semua socmed yang Anda miliki. Kebanyakan orang sekarang, sebelum membeli sesuatu mereka mencari review experience/komen pembeli sebelumnya/testimoni. Mereka lebih percaya rekomendasi daripada iklan.

Konten harus:
Relevan: menyelesaikan masalah dengan cepat, menghibur, dll.
Emotion: Buat konten yang menyentuh emosi customer, sehingga tanpa sadar orang bersedia ngeshare (kreatif, viral, fun)
Optimasi: waktu, distribusi pake channel apa, headline & copywriting, kombinasi offline-online.

The best time to post berdasarkan riset adalah hari Minggu pukul 4, 7, 8, dan 9 pagi. Tapi kembali lagi, tidak semua karakter customer online di jam segitu. Jadi untuk menemukan waktu yang tepat bagi Anda cobalah semua waktu. Atau tetap konsisten untuk online, misal jam 6 pagi tiap hari, dan ngasih tulisan tiap jumat. Sehingga customer tahu jamnya dan menunggu Anda di tiap waktu tersebut.

Terakhir, selalu test & measure. Minimal track follower Anda, apakah bertambah atau berkurang tiap harinya.

*catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

Mulianya wanita

QUOTES OF THE DAY

         W A N I T A'
         ~~~~~~~ ~~~
• Tahukah engkau ....
Bahwa yang pertama kali tinggal di Masjidil Haram adalah
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah ibunda kita 'Siti Hajar'
istri Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam .....

• Tahukah engkau ....
Bahwa yang pertama kali beriman kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam adalah
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah istri beliau 'Siti Khadijah' Radhiyallahu 'Anha ....

• Tahukah engkau ....
Bahwa darah yang pertama kali tumpah di jalan ALLAH Subhanahu wa Ta'ala adalah darah
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah darah 'Syahidah Sumayyah' ibunya Ammar Bin Yasir .....

• Tahukah engkau .....
Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan Al-Qur'an dan di dalamnya ada Surah bernama
    ~~~~~~~~~~
     'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
          (An-Nisaa')
Itulah surah ke 4, dan surah terpanjang ke 4 dalam Al-Qur'an, ada 176 ayat setelah Al-Baqarah 286 ayat ; Al-ARaaf 206 ayat dan Ali Imran 200 ayat.
Sementara Surah 'Ar-Rijaal' (Laki-Laki) tidak kita temukan didalam 114 Surah.

• Tahukah engkau......
Nabi Saw bersabda :
"aku berwasiat pada kalian agar bersikap baiklah terhadap
    ~~~~~~~~~~
     'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Itulah kalimat yang beliau ulang2 hingga 3 kali dalam khutbah perpisahan beliau (wada') sebelum beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam meninggalkan kita semua selamanya...

• Tahukah engkau .......
Nabi Saw bersabda :
"Siapa yang memiliki
    ~~~~~~~~~~~~
     3 Anak Wanita
    ~~~~~~~~~~~~
kemudian mendidiknya dan berhasil baik dalam pendidikannya, maka itu akan menjadi pembebas baginya dari Api Neraka"
Sahabat bertanya :
"Bagaimana jika hanya 2 Anak Wanita saja wahai Rasulullah?"
Jawab Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam : "2 Anak Wanita pun bisa"
Kata Sahabat lagi :
"Bagaimana bila hanya 1 Anak Wanita saja Baginda Rasul?"
Jawab Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam : "1 Anak Wanita pun juga bisa"

• Tahukah engkau....
bahwa Surga itu terletak dibawah kaki
          ~~~~~~~~~~
          Ibu (Wanita)
          ~~~~~~~~~~
"Al-Jannatu Tahtaa aqdaamil Ummahaat :
"Surga itu berada dibawah telapak kaki Ibu"

Adakah kemuliaan yang melebihi semua ini bagi
~~~~~~~~~~~~~~~ 
'W A N I T A' ?!?!?!
~~~~~~~~~~~~~~~
Katakanlah wahai para wanita : "Alhamdulillahi 'Alaa Ni'matil Islam"
(Umar Bin Hafizh)

Jadi.....
Jika engkau mengatakan bahwa Islam adalah agama yang tidak memuliakan
    ~~~~~~~~~~
    'W A N I T A'
    ~~~~~~~~~~
Maka engkau mengambil sebuah kesimpulan yang 'Salah Besar'...

Semoga bermanfaat....

"Ketika Allah
menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
"Mengapa begitu lama  engkau menciptakan wanita, Ya Alllah ???"        

Allah menjawab:
"Sudahkah engkau melihat dgn teliti setiap apa yang telah aku ciptakan untuk wanita?"
Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan kerisauan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".      
Malaikat menjawab dgn takjub,
"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!"
Allah menjawab,"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan boleh bekerja 18 jam sehari".
Malaikat mendekati dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
"Ya Allah, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?" 
Allah menjawab,"Itu tidak seperti apa yang kau bayangkan, itu adalah air mata."      
"Untuk apa???", tanya malaikat. 
Allah melanjutkan,
"Air mata adalah salah satu cara dia menunjukkan kegembiraan, kerisauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona lelaki,ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki oleh wanita.
Wanita dapat mengatasi beban lebih baik daripada lelaki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri,
Dia mampu tersenyum ketika hatinya menjerit kesedihan,mampu menyanyi ketika menangis,
menangis saat terharu, bahkan tertawa ketika ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya,
Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan,
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,
Dia gembira dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia,
Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.
Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian,
Tapi dia mampu mengatasinya.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.    
Allah S.W.T berfirman:         
"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia,
namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan."     
    "Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya. "    
     "Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah,
dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh." 
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya."
"Aku memberinya kekuatan untuk menyokong suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya  untuk melindungi hatinya."  
"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya,
tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu."   
"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan.
Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan." 
"Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, bentuk tubuh yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.
Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari mata hatinya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada."   
     "CINTANYA TANPA SYARAT".
Allahu Akbar... specially dedicated kepada semua  wanita disana dan disini. Istimewanya seorang Ummi dan beruntungnya dijadikan sebagai seorg wanita. 👍😘
💚SELAMAT KPD SEMUA WANITA💚

Every Woman is Wonderful‍‌‌‌‌‍‍‍‍‌ 𒜌
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Karena isteri, rezekimu bertambah.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Karena isteri, maka lahirlah anak2mu.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Karena isteri, makan, pakaianmu dijaga.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Karena isteri, tenang hati mu.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Karena isteri, lembut pandangan mata mu.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Karena isteri adalah satunya manusia yang boleh melihat cacat cela mu yang tersembunyi dari pandangan mata mu dan masih menerima mu seadanya.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Janganlah sakiti hati mereka, ingatlah setiap pengorbanan mereka,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌walaupun kecil di mata mu, baginya besar bagi dirinya.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Setiap peluh yang menitik, yang bekerja untuk keluarganya,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌setiap airmata yang menitis untuk anak-anak dan suaminya adalah salah satu tanda,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌dia isteri yang terbaik buat anda wahai yang bergelar suami.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌renungan sepintas lalu. Mengapa WANITA sering menangis?
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Jawab Allah :
Karena WANITA itu unik.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Aku ciptakan ia sebagai makhluk istimewa.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU kuatkan bahunya utk menjaga anak2nya,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU lembutkan hatinya utk memberi rasa aman,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU kuatkan rahimnya utk menyimpan benih manusia,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU teguhkan peribadinya utk terus berjuang saat yg lain
menyerah,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU beri dia naluri utk tetap menyayangi, walau dikhianati oleh teman,
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌walau disakiti oleh orang yg disayangi.
WANITA makhluk kuat.
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Tapi jika suatu saat dia menangis itu kerana KU beri air mata utk membasuh luka batin & memberi kekuatan baru.
‍‌‌‌‌‍‍‍‍‌‍‌🍁‌‌WANITA sangatlah istimewa......
..Kirimkan kpd WANITA yg kamu sayangi......
‍‌‌‌‌‍‌‍‌‍‌‌🌴‌‌Kirimkan juga kpd lelaki agar mereka menghargai WANITA dan agar tau bahwa WANITA.....ciptaan yg istimewa........
‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌Wajah IBU paling→ cantik
‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌Masakan IBU paling→ sedap
‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌Kata IBU paling→ berharga.
‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌Doa IBU paling→makbul
‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌ Restu IBU paling di berkati:
‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‍‌

Sumber: grup whatsapp

28 October, 2015

[Review buku] Malaikat keadilan

Judul: Malaikat keadilan
Penulis: Sidney Sheldon
Penerbit: Gramedia Pustaka utama
Dimensi: ebook, 553 hlm, Juli 1985, no ISBN

Jennifer Parker merasa dunia begitu tak adil. Hanya karena kebodohannya di hari pertama ia bekerja, ia telah membuat Robert di silva begitu membencinya dan menjadikannya musuh bebuyutan. Semua persiapan sempurna untuk menangkap Michael Moretti gagal. Satu-satunya saksi yang bersedia membuka mulut, kini bungkam. Itu semua karena ia menyampaikan pesan ancaman tanpa ia sadari. Kuliah hukum bertahun-tahun dan predikat lulusan terbaik kini tak ada artinya lagi. Ia mungkin menjadi pemecah rekor sebagai pengacara dengan jam kerja terpendek, 4 jam.

Beratnya lagi, pers memburu dan membuatnya begitu empuk jadi sasaran. Izin praktiknya sebagai pengacara terancam dicabut, sementara seluruh perusahaan tak ada yang bersedia menerimanya bekerja. Di tengah keputusasaan itu, ia bertemu dengan Ken Bailey yang kelak menjadi sahabat terbaiknya. Terasing di kota yang asing, tak membuatnya ingin menyerah. Dengan gigih, perlahan ia berhasil mengumpulkan uang dan kembali mendapatkan hak izinnya. Semua itu berkat Adam Warner, lelaki yang dicintainya. Mereka pun menjalin hubungan terlarang, sebab Adam sudah beristri dan akan berkampanye menjadi senat dan tentunya kelak menjadi presiden amerika. Dari hasil hubungan itu, Jennifer melahirkan seorang putra bernama Joshua. Sayangnya, Adam tak pernah mengetahui tentang anaknya tersebut.

Pada sebuah perkara seorang penculik anak yang kejam, Joshua diculik dan hampir saja dibunuh dengan disalib. Dalam kekalutan, orang yang ia hubungi adalah Michael moretti. Sejak saat itulah, diri Jennifer menjadi berhutang pada Michael. Tanpa disadari, mereka berdua pun saling membutuhkan. Bagaimanakah kisah malaikat keadilan yang kini terpuruk? Akankah ia tetap teguh berpihak pada keadilan?

Setelah 8 ebook sidney sheldon saya baca, ini adalah karyanya yang cukup ironis dan penuh dilema. Penggambaran akan seorang wanita yang berusaha adil, namun harus melakukan beragam hal yang kontra dengan impiannya dahulu, namun tetap lugu dan naif. Beragam kepedihan ia lewati dalam kesendirian. Konflik utamanya memang seputar cinta segitiga antara Adam-Jennifer-Michael. Namun beragam bumbu kasus pembunuhan, penculikan, dan kriminalitas lainnya menguatkan latar cerita.

Klimaks saat Jennifer kehilangan Joshua pun begitu menyentuh dan sedikit membawa perasaan saya sebagai pembaca. Uniknya, alur cenderung progresif, flashback pun hanya dilakukan sedikit. Tidak seperti kebiasaan penulis yang sering memberikan gambaran detail mengenai masa lalu tokohnya dan motif mereka. Ending  kali ini pun begitu menyedihkan. Saya agak kurang setuju dengan endingnya, ingin rasanya membuat happy ending setelah beragam hal yang terjadi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Rahasia pers adalah menyanjung yang menang, yang kalah ditendang." (Hlm. 148)

"...kita tidak mewarisi dunia dari orangtua kita, kita meminjamnya dari anak-anak kita." (Hlm. 322)

Meta morfillah

26 October, 2015

[Mentoring] Kisah sebuah apel

KISAH SEBUAH APEL

Minggu, 25 Oktober 2015
Bu Efi

Di siang yang begitu terik, seorang pemuda yang wara' (hati-hati) menemukan sebuah apel tengah hanyut di sungai. Didesak rasa lapar dan haus, ia pun mengambil apel itu lalu memakannya. Di tengah kenikmatan menyantap apel, pemuda tersebut sadar bahwa ia belum meminta izin untuk memakan apel tak bertuan tersebut. Dengan sisa apel yang belum dimakannya, saking ia menjaga diri dengan sifat wara'nya, ia pun berusaha menelusuri asal apel tersebut. Ia menyusuri sungai dan sampailah di sebuah kebun apel. Ia yakim, bahwa dari kebun itulah apelnya berasal.

Ia pun bergegas menemui pemilik kebun untuk meminta izin sembari memperlihatkan sisa apel yang telah dimakannya. Ia sangat berharap pemilik kebun apel tersebut meridainya. Namun, saat bertemu, pemilik kebun tidak mau menerima maafnya. Pemilik kebun malah menyuruhnya memuntahkan kembali apel yang telah ia makan. Ia pun menurut. Setelah muntah, ia pun bertanya kembali apakah ia sudah dimaafkan atau belum. Ternyata pemilik kebun belum mau memaafkannya, sebelum dia membayarnya dengan menggembalakan kambing milik pemilik kebun selama 10 tahun. Dengan berat hati, namun ia tak ingin dirinya disiksa api neraka karena apel yang tidak diridai, maka dijalankanlah hukuman tersebut.

Selang 10 tahun kemudian, ia pun menghadap ke pemilik kebun dan bertanya lagi, apakah ia sudah dimaafkan. Pemilik kebun berkata bahwa ia akan dimaafkan bila ia mau menikah dengan putri pemilik kebun yang cacat, bisu, tuli, dan buta. Berat sekali hatinya, hanya demi maaf gara-gata sebutir apel, dia harus menerima hukuman berat tersebut. Tapi sikap wara'nya memaksa ia untuk memenuhi permintaan tersebut. Ia pun menikah tanpa pernah bertemu atau melihat sang mempelai wanita. Hingga saat setelah akad, ia memasuki sebuah kamar yang di dalamnya ada mempelai wanitanya sedang menanti, ia pun terkejut. Sebab mendapati seoranf wanita cantik, sempurna tanpa cacat. Ia merasa salah kamar dan berlari menemui mertuanya. Ia menceritakan apa yang dialaminya, dan menanyakan di mana istrinya yang cacat, buta, bisu, dan tuli yang telah dinikahinya. Sang mertua pun tersenyum dan menjelaskan, bahwa wanita cantik itulah istrinya. Wanita itu bisu, buta, dan tuli karena tak mulut, mata, dan telinganya tak pernah digunakan untuk hal-hal yang haram.

Betapa bahagianya sang pemuda. Barakah dari sifat wara' itu pun terlihat dalam pernikahannya. Ia dikaruniai seorang anak tampan, cerdas, dan saleh yang di usia 7 tahun telah menghafal Al Quran. Anaknya kelak kita kenal sebagai Imam Syafi'i, yang juga begitu menjaga dirinya dengan sifat wara'.

Renungan:
Poin yang dikritisi kali ini adalah betapa pentingnya sebuah IZIN.
Semoga kita tidak begitu menggampangkan/menyepelekan/memudahkan terhadap pengajuan izin/maaf. Dalam kasus keseharian kita, seperti liqo ini contohnya. Ada adab izin bila tak dapat menghadiri liqo. Bukannya mempersulit orang untuk mengaji, tapi kita harus mencoba menghormati adab izin yang telah disepakati. Tidak keluar masuk seenaknya. Cobalah konsisten dengan adabnya. Izin bila tidak dapat hadir karena uzur yang syar'i. Agar kita sama-sama berusaha menghargai yang lain. Coba melobi dengan pindah jam/hari, kecuali terpaksa sekali uzurnya dan tidak memungkinkan untuk hadir. Ada yang berusaha memperjuangkan, dan ada yang berusaha mengorbankan.

*catatan sepahaman penulis

Meta morfillah

[Review buku] Ratu berlian

Judul: Ratu berlian
Penulis: Sidney sheldon
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: ebook, 3 buku, 584 hlm, cetakan ketiga juni 1991,
ISBN: 979 403 614 5

Kisah keluarga 4 generasi, dari perusahaan besar Kate Blackwell. Berawal dari mimpi seorang Jamie McGregor yang lugu dari keluarga petani Skotlandia merantau ke Afrika Selatan demi mimpi menambang berlian. Penipuan hingga kematian yang nyaris menjemputnya membuat Jamie berubah dari sosok lembut menjadi penuh intrik balas dendam. Tekad balas dendam itu pula yang membuatnya jaya dan semakin berkuasa. Hal itu menurun pada anaknya, Kate. DNA perekayasa mengalir dalam tubuh Kate. Tidak ada yang bisa membendungnya, bila ia menginginkan sesuatu. Termasuk David Blackwell yang ia inginkan menjadi suaminya.

Ambisi Kate yang begitu kuat, serta kepintarannya memanfaatkan peluang, mengantarkan perusahaannya menjadi kian raksasa dan pindah ke New York. Sayangnya, anak lelaki satu-satunya, Tony Blackwell sama sekali tak menginginkan kekuasaannya. Suatu rencana manipulatif pun dibuat oleh Kate, hingga Tony tak menyadari bahwa dirinya tetaplah pion yang dimainkan oleh ibunya sendiri. Semua berjalan lancar, hingga hari lahirnya cucu kembar Kate dan kematian ibu mereka, Marianne. Tony yang terpukul dengan kematian istrinya dan tahu apa yang telah diperbuat ibunya menjadi kehilangan kontrol. Ia hampir membunuh ibunya dan menjadi gila seumur hidupnya.

Harapan peralihan pucuk pimpinan perusahaan pun dialihkan Kate pada cucunya. Namun ternyata, Eve yang diharapkan memiliki hati yang begitu jahat dan pada akhirnya ia mendapat hukumannya sendiri melalui suaminya. Sedangkan Alexandra, begitu cantik, berbudi, dan halus perangai, namun tak pernah berminat meneruskan perusahaan. Begitu pun suaminy, Peter, yang tetap kukuh ingin menjadi dokter jiwa berintegritas. Tinggallah harapan jatuh pada Robert, cicit satu-satunya yang Kate miliki. Di hari ulang tahunnya yang kesembilan puluh, apakah keinginannya itu akan terwujud?

Sekali lagi, saya terkesima dengan kisah yang dituliskan Sidney sheldon. Tiga buku, yang dijadikan satu dalam ebook ini, tebal, namun tetap tak membuat bosan. Karakter dan motif para tokoh terasa begitu mudah diterima, tentunya dengan penjelasan kilas balik--ala penulis--dalam menceritakan detil latar belakang mereka. Beragam twist, tokoh figuran yang akhirnya menjadi tokoh pendukung utama pun memberikan kejutan tak ada habisnya dalam ending kisah ini.

Lebih hebatnya dalam kisah ini, benang merah tak terputus selalu direpetisi dan tak hilang dari penjelasan pendiri awal perusahaan hingga cicitnya, yang bahkan merasa itu semua begitu jauh. Sungguh menarik! Konflik utama di kisah ini adalah konflik batin Kate yang tak habisnya menginginkan pewaris perusahaan yang tangguh seperti dirinya. Selebihnya, hanya konflik pendukung upaya perebutan kekuasaan dan uang--termasuk pembunuhan.

Pada endingnya, tetap saja saya menemukan gaya klasik penulis. Bahwa yang baik pasti mendapatkan akhir bahagia, dan yang jahat akan mendapatkan ganjarannya.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Kalau. Seandainya. Dua kata yang tak ada gunanya." (Hlm. 407)

Meta morfillah

22 October, 2015

Happy milad 26, Sayang!

This is my day! 

Yuuhuu... let me yaaa... hehehe

Meski gak sesuai ekspektasi awal di mana tha membayangkan akan melewati hari ini dengan sepi dan berdua saja dengan Allah untuk muhasabah. Sebab apa? Sebab beberapa kawan memasukkan tha ke grup tanpa bilang-bilang... dan yaah... tha gak enak kalau langsung left lagi. Lalu mulailah berondongan ucapan selamat mengalir di medsos, sms, dan untungnya belum ada yang menelepon--sebab tha paling gak suka ditelepon. Bagi tha, menjawab pesan itu semacam bentuk menghargai, dan well seperti yang kalian duga, tha pun sibuk membalas ucapan itu, berterima kasih dan berbagi kabar dengan beberapa.

I feel so blessed even many worries about my life in this age. Oh my Allah, my problem are still career and married. I think I should make many new plan to achieve my private target. I really learn many things... and i realize life is harder than before. But, i still grateful, say thanks to Allah, even I always look like alone, but I never feel lonely. I have many friends who cares so muuuaaach to me.

Dan inilah bagian yang paling kusukai. Mengumpulkan ucapan dan beragam apresiasi kesayanganku. Setiap tahun, akan ada saja orang yang bertambah atau berkurang mengucapkannya. Dan aku yakin, semakin lama akan semakin berkurang, sebab kita perlahan akan sibuk dengan hidup masing-masing. Sebelum itu terjadi, aku selalu ingin mengabadikannya sebagai sebuah kisah klasik untuk masa depan.

"Mengapa kita tak pernah mengucapkan terima kasih pada diri kita sendiri--atas hal-hal baik, juga hal-hal buruk, yang sudah kita lakukan sejauh ini? Terima kasih telah selalu bertahan, dan telah selalu memutuskan untuk kembali berjalan... Yakinlah, kita telah dan akan selalu baik-baik saja."

Terima kasih wahai diri, janhan bosan dan lelah menemani ruhku di dunia, demi mendekat pada Allah.

Alhamdulillah for everything...

Meta morfillah
 

Tips menulis lagu easy listening

Tips membuat lagu yang easy listening dari RAN:

1. Buatlah yang dekat dalam keseharianmu. Misal tentang jatuh cinta, patah hati.
2. Buatlah lirik dengan kalimat yang mudah dipahami.
3. Buatlah nada yang mudah diingat. Seperti lagu "dekat di hati", jika kalian perhatikan ada banyak nada repetisi (pengulangan) sehingga orang akan mudah ingat.
4. Buatlah sepenuh HATI. Inilah yang paling penting dan membedakan soul sebuah lagu.

Yaa... hampir sama dengan menulis. Kebanyakan juga dimulai dengan curhat, menceritakan keseharian, pengalaman pribadi, lalu mulai menjelajah ke impian yang direfleksikan melalui tokoh rekaan, baru deh perlahan merambah ke cerita komplit yang biasa dikenal fiksi. Rule paling harus diperhatikan adalah kaidah bahasa, EyD, dan pemahaman akan tanda baca!

Dan selalu... awalnya dimulai dari HATI. Apa pun yang berasal dari hati, pasti akan mudah menyentuh hati lainnya. Inilah yang membedakan karya penulis yang satu dengan lainnya, meski tema sama... soulnya akan berbeda.

#katameta

[Review buku] Rencana paling sempurna

Judul: Rencana paling sempurna
Penulis: Sidney sheldon
Penerbit: Gramedia pustaka utama
Dimensi: 214 hlm, ebook, februari 1998, no ISBN

Leslie Stewart begitu kecewa dan patah hati terhadap sikap Olliver Russel, lelaki yang didukungnya menjadi gubernur di kentucky. Menjelang hari pernikahannya, lelaki itu malah pergi ke paris dan menikah dengan Jan, putri Senator Todd Davis. Meski ia memperlihatkan sikap merelakan pada media, tapi ia menyusun rencana untuk membuat Olliver menyesal meninggalkannya. Sementara Olliver menanjak dalam karier politiknya, berkat bantuan Senator Todd dan Peter Tager, Leslie pun meniti karier dalam bidang penerbitan. Keduanya semakin sibuk dan berhasil. Olliver mencapai posisi puncak sebagai presiden amerika, dan leslie memiliki banyak kantor penerbitan, saluran televisi dan media besar lainnya.

Salah satunya adalah Washington Tribune, di mana Matt Baker dan Dana Evans bekerja untuknya. Rencana besarnya sedikit lagi akan berhasil, yaitu menggulingkan kekuasaan Olliver melalui berita negatif tentangnya. Hal itu semakin mendekati tujuannya, sebab banyak isu negatif terutama pembunuhan yang terkait dengan gedung putih. Kecurigaan utama mengenai pembunuh 6 orang yang hampir memiliki kedekatan dalam pekerjaan Olliver dan siapa pun yang berusaha menggali informasi tentangnya lalu mati dalam sebuah kecelakaan yang terlalu kebetulan, semua ditujukan pada Olliver. Namun ternyata ada yang keliru, dan membuat rencana paling sempurna itu gagal.

Novel keenam yang saya baca kali ini, sedikit mengecewakan. Sebab dari awal saya berhasil menebak gaya twist penulis, dan kali ini benar mengenai tokoh pembunuhnya. Justru yang membuat saya penasaran adalah kepingan Dana Evans yang merupakan tokoh utama di novel penulis lainnya yang berjudul "Langit runtuh". Menurut saya, terlalu detail penggambarannya dan untuk apa menjelaskan tentang Dana terkait dengan tema utama dalam novel ini, yakni pembalasan dendam sakit hati Leslie? Malah terasa membosankan sebab saya jadi seperti membaca kembali setengah buku "Langit runtuh", hanya saja lebih ke detail sebelum Dana menjadi reporter handal. Endingnya pun sebenarnya cukup lucu dan tragis menyedihkan. Tidak seperti gaya penulis biasanya yang selalu happy ending bagi tokoh utama. Malah terasa semacam lelucon.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

21 October, 2015

[Review buku] Kilau bintang menerangi bumi

Judul: Kilau bintang menerangi bumi
Penulis: Sidney sheldon
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Dimensi: Tahun 2003, 319 hlm, ebook, no ISBN

Kisah diawali dengan perayaan ulang tahun Lara di Grand Ballroom Cameron Plaza miliknya. Dengan 200 undangan orang-orang penting dan berpengaruh yang menjadi tamunya, di tengah buruknya publisitas mengenai dirinya dan kerajaan real estate yang dirintisnya. Dalam perjalanan menuju lokasi itu, cerita bergulir perlahan menggunakan alur mundur, begitu seterusnya, semakin mundur hingga ke masa kanak-kanaknya dan menjelaskan gaya khas penulis dalam menegaskan karakter tokoh dan motifnya. Pun hal yang sama terjadi pada karakter tokoh penjelas lainnya. Tokoh utama kita kali ini, Lara Cameron, diceritakan sebagai pengusaha real estate yang mengesankan dan berhasil dalam bidang yang didominasi pria, hingga mendapat julukan "kupu-kupu besi". Hal itu didapatkannya dari tempaan hidup yang keras, di mana penderitaan akan kemiskinan dan cinta ia hadapi. Ayah yang tak mencintainya, lingkungan yang memaksanya cepat dewasa dalam usia sedemikian muda serta rendahnya penilaian orang akan kecerdasan dirinya, semata hanya melihat keindahan tubuhnya.

Hidupnya mulai berubah sebab ia adalah orang yang peka pada kebutuhan orang lain. Salah satu tamu istimewa, Charles Cohn, membantunya melihat dunia dan mendukung ke arah yang baik. Meski proses pertama bangunan yang ia rintis harus dibayar dengan keperawanannya, Lara bertekad ia akan terus menghiasi kota yang ia incar dengan bangunan miliknya. Tekad itu semakin kuat dan nyata, disertai keberanian mengambil risiko dan berjudi dengan segala kemungkinan. Perlahan ia menemukan orang yang bisa ia percaya. Howard Keller, mantan bintang olahraga bisbol yang merelakan mimpinya demi merawat ibu tercinta dan beralih menjadi bankir, yang juga memendam rasa cinta pada Lara. Lalu ada Paul Martin, pengacara sekaligus Mafia Sisilia yang mencintai Lara dan cemburu saat tahu Lara menikah dengan orang lain. Philip Adler, pianis berbakat yang berhasil membuatnya melabuhkan hati.

Alur cerita terus bergerak mendeskripsikan beragam masalah dan keputusan yang diambil Lara dalam membangun kerajaannya. Juga beragam isu yang terjadi saat Lara sibuk berpikir tentang mewujudkan impiannya. Konflik yang hadir berulang kali adalah beragam negosiasi yang hampir batal, kalah tender, dan beragam hambatan dalam pembangunan gedung yang direncanakan. Namun konflik utama dan menjadi ending dalam kisah ini, adalah kasus penyerangan terhadap Philips, suami Lara dan tuduhan kecurangan dalam pembangunan kasini di Reno yang terkait Paul Martin. Semua bermuara pada cinta. Kecemburuan, kekecewaan, dan harapan memiliki Lara. Semua itu bersetting di beberapa kota seperti Skotlandia, Nova Scotia, Chicago, New York, London, Roma, dan Reno.

Awalnya, saya bingung menangkap kaitan judul novel ini dengan isi cerita. Meskipun ada sedikit kutipan di awal novel ini yang berbunyi

"Bintang berkilau menerangi bumi
Dan menyaksikan kita
Menjalani hidup kita yang remeh
Dan menangis buat kita" Moneft nodlehs

Saya kira semacam perumpamaan Tuhan atau takdir. Tapi di isi cerita, pada perjumpaan pertama Lara dengan Philip, Philip yang diibaratkan bagai kilau bintang menerangi bumi. Dan memang hanya ialah harta yang dimiliki Lara.

Beragam tips saat negosiasi dengan latar kultur berbeda dan psikologi manusia pun ada di novel ini, contohnya pada halaman 8 saat Lara memanfaatkan momen jetlag bankir Jepang untuk meeting dan memenangkan semua keputusan. Begitu juga psikologi warna saat membungkus kado bagi orang Jepang.

Jika ada tokoh Villain, yang diciptakan sebagai antagonis namun membuat pembaca iba dan merasa dia adalah protagonis, dalam novel ini saya jatuh iba pada Howard Keller. Begitu pun Lara Cameron.

Tak perlu diragukan, gaya bahasa penulis memikat seperti biasanya. Membuat saya betah membacanya seharian dan tak ingin beranjak hingga selesai. Seperti biasanya pula, penulis tidak pernah membiarkan semuanya terjadi sesuai dengan tebakan pembaca. Dia selalu berhasil dengan twist dan ending yang tak terduga dan tentu saja: happy ending!

Ini adalah novel kelima sidney yang saya baca. Sejujurnya, konflik dalam novel ini tidak begitu berat dibanding empat novel lainnya. Tapi, menarik... bahkan membumi sekali dengan tokohnya yang menurut saya manusiawi dan semacam roman. Terutama tokoh Lara yang merupakan paradoks. Mengalami masa kecil yang tidak bahagia, berusaha merebut kasih sayang ayahnya namun tak diakui, tapi tetap menghargai masa lalunya dengan menatap dan membicarakan yang indah meski tak ingin kembali lagi terhubung dengan masa lalu tersebut. Ia tidak dendam pada masa lalunya yang menjadikannya seperti sekarang ini. Memotivasi saya untuk tetap berpikiran positif, sederhana dan berbaik sangka. Yakin bahwa tetap masih banyak orang baik yang ada di dunia ini.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Aku begitu bahagia sehingga aku takut. Aku takut kalau satu pagi aku bangun dan mendapati ternyata semua ini hanya mimpi. Aku tidak pernah menyangka tadinya bahwa orang bisa merasa begini bahagia." (Hlm. 234)

"Hati-hati dengan apa yang kauinginkan, karena itu benar-benar bisa terjadi atas dirimu." (Hlm. 270)

Meta morfillah

18 October, 2015

Batasan

BATASAN

Sebenarnya... seperti apa batasan kita bisa dan tidak bisa? Kapan kita tahu kita telah mencapai batas atau belum? Bagaimanakah bentuk "sampai titik darah penghabisan" itu?

Berhati-hatikah atau pengecut, saat kita menolak sebuah amanah yang menurut kita belum mampu diri ini? Merasa diri kita belum cukup dalam batasan standar.

Sembrono atau beranikah saat kita menerima sebuah amanah yang kita sama sekali baru mengenalnya? Merasa diri harus dan pasti mampu mencapai batasan standar.

Batasan... di manakah letak ujung pangkalnya? Bisakah kita mengenalinya? Ataukah memang selalu diri kita yang membatasi kemampuan?

Pada hakikatnya, demikianlah manusia... terbatas. Dalam keterbatasannya itu, suara Allah menggema dan menuntunnya, agar tak salah langkah. Tinggallah perkara hati, apakah ia jernih atau keruh, hingga mampu atau tidak mendengar suara ilahi.

Meta morfillah

[Mentoring] Pengangkatan Muhammad menjadi Rasul

Pengangkatan Muhammad menjadi Rasul

Minggu, 18 Oktober 2015
Bu evi

Selama hidupnya, Muhammad dikenal dengan pribadinya yang cemerlang. Bahkan ia mendapat julukan As siddiq (benar) dan Al amin (dapat dipercaya). Muhammad memiliki kecenderungan merenung dan berpikir. Ia selalu memikirkan kaumnya, merasa tak tenang saat melihat kemungkaran. Kebiasaan itu berlanjut hingga di usianya yang ke-40 tahun. Tepatnya di malam 17 ramadhan (Februari 610 M), di Gua Hira, Muhammad dikejutkan oleh kedatangan Jibril. Saat itulah turun wahyu pertama, Q. S. Al Alaq: 1-5. Jibril berkata pada Muhammad "Bacalah..." namun Muhammad menjawab bahwa ia tidak bisa membaca. Jibril mengulangi perkataannya, Muhammad tetap berkeras mengaku tak bisa. Hingga Jibril memeluk Muhammad dan memaksanya membaca. Hal itu membuat Muhammad begitu ketakutan dan demam.

Ia pun bergegas pulang ke rumah dalam keadaan menggigil takut. Sesampainya di rumah, ia meminta istrinya, Khadijah untuk menyelimutinya. Pada saat itu, turunlah wahyu kedua Q. S. Al Mudatsir: 1-3, yang menegurnya sebagai orang yang berselimut.

"Sesungguhnya aku takut pada diriku sendiri," ujar Muhammad pada Khadijah. Ia takut bahwa peristiwa yang ia alami adalah tipuan dari setan atau pertanda akan datangnya keburukan. Dengan tenang Khadijah menenangkan Muhammad dengan menerangkan fakta dan logika, bahwa Allah tidaklah mungkin menghinakan Muhammad, sebab kepribadiannya yang begitu mulia.

Demi menegaskan ketenangan Muhammad, Khadijah membawa Muhammad ke rumah Waraqah bin Naufal (anak pamannya). Waraqah adalah pemeluk Nasrani yang taat dan meyakini akan datangnya seorang nabi akhir zaman. Dengan yakin, setelah mendengar cerita Khadijah, ia mengatakan bahwa malaikat yang memeluk Muhammad adalah malaikat yang sama dengan yang menurunkan wahyu pada Musa. Ia pun yakin, bahwa Muhammad adalah Rasul yang dinantikan selama ini. Sesuai dengan gambaran kitabnya.

"Sesungguhnya musuh para rasul adalah orang kaya yang sering bermaksiat," kata Waraqah pada Muhammad. Ia pun berharap seandainya berumur panjang, ingin sekali ia menolong Muhammad. Sebab ia tahu bahwa jalan para rasul begitu berat dan akan mengalami berbagai kepedihan, hingga diusir dari kaumnya. Setelah pertemuan itu, Muhammad agak tenang, sebab ia telah tahu bahwa yang ia alami bukanlah tipuan setan... melainkan risalah kenabian.

Hikmah:
*Istimewanya Rasul: Orang menolak ajaran/dakwah yang dibawanya, namun tidak bisa menolak kemuliaan pribadinya. Dalam sebuah riwayat, bahkan saat mau perang, musuhnya menitipkan harta mereka pada Rasul, saking mereka yakin akan sifat amanah (dapat dipercaya) Rasulullah SAW. Maka hendaklah kita meniru pribadi rasul, hingga apa pun yang kita lakukan akan mencerminkan keindahan islam. Sebab seringkali orang tidak mau mendengar nasihat kita, sebab sudah tak percaya karena perilaku kita.

**Ketika rasul mengaku tidak bisa membaca pada Jibril, Jibril tetap memaksa bahkan memeluk. Maka, ketika kita merasa tak berdaya, jangan merasa bahwa sudah gugur kewajiban kita. Sebab level rasul saja, masih harus dipaksa. Apalagi kita (Ingat berjuang sampai titik darah penghabisan: mastatho'tum).

*catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

17 October, 2015

Photograph

PHOTOGRAPH

Kubuka album biru. Kupandangi sebuah gambar diri. Kecil, mungil, belum bernoda. Pikirku pun melayang... dahulu penuh kasih. Teringat semua cerita orang tentang riwayatku.

~~~
Pernah ada masa, di mana satu hari adalah milikku. Taburan hadiah, ucapan selamat, kue favorit, dan tak lupa papan dengan tulisan khas tangan bapak. Sampai usia 10 tahun. Setelahnya hingga kini, tiada lagi perayaan semanis itu. Bersamaan meninggalnya sosok itu, episode hidup pun berganti warna.

Pernah ada masa, di mana kami senantiasa berlibur sekeluarga. Tak mewah. Dan selalu mengabadikan dengan kamera tua milik bapak. Sayangnya, kami tak pernah berpikir meminta tolong pada orang lain untuk mengabadikan kebersamaan kami. Hingga meninggalnya sosok itu, kakak memaksa membuat sebuah foto keluarga dengan menempelkan foto dirinya sendiri. Tentu saja, saat itu terjadi, kami belum mengenal potoshop.

Lalu kini, kami tertawa miris melihat bukti kebodohan kami dahulu. Semua terekam dalam foto-foto di album kenangan. Hasil kamera analog, yang klisenya entah dibawa banjir tahun berapa. Itulah sisa harta kami. Kenangan.

Meta morfillah
Siang bersama keluarga, 17 Oktober 2015

16 October, 2015

[Review buku] Bulir-bulir pasir waktu

Judul: Bulir-bulir pasir waktu
Penulis: Sidney sheldon
Penerbit: Sanjaya
Dimensi: ebook, 429 hlm, no ISBN

Dengan latar Spanyol di tahun 1976, di mana perang saudara--antara kaum Basque yang memperjuangkan kemerdekaannya dengan pemerintah--meletus begitu hebat, penulis mengisahkan suasana saat itu melalui empat tokoh biarawati. Lucia, yang melarikan diri dan menyimpan rahasia pembunuhan yang kejam dari Sisilia. Teresa, wanita alim yang kecewa pada masa lalunya dan memutuskan mengabdi di biara hingga 30 tahun. Graciela, wanita cantik dan termuda yang ingin menebus dosa masa lalu saat remaja. Dan Megan, yatim piatu yang memiliki imajinasi serta daya berontak dalam pikirannya. Suatu pagi terpaksa meninggalkan kesucian dan keheningan biara. Melepaskan kehidupan damai dan terpaksa membaurkan diri dalam dunia yang sebenarnya, asing, dan gemerlap. Dunia yang membuat mereka berhadapan dengan nasib tak terduga dan menemukan arti sesungguhnya mengenai eksistensial mereka di dunia.

Seperti biasa, Sidney selalu memiliki twist tak terduga. Kali ini mengenai siapa pengkhianat pergerakan kaum Basque. Mengenai detail karakter dan kisah hidup masing-masing tokoh pun dijelaskan dengan rinci dan sesekali menggunakan alur flashback. Tak ada yang luput, hingga semua terasa begitu manusiawi, wajar dengan adanya motif masa lalu, dan tak ada yang salah tergantung dari sudut mana memandangnya. Konflik utama buku ini adalah penangkapan seorang kepala pergerakan bernama Jaime Miro yang dituduh sebagai teroris, oleh Kepala Polisi Accoca. Tak lupa, ada sedikit bumbu konspirasi pergerakan besar tak terlihat yang memainkan perannya, bernama Opus Mundo. Ciri khas lain penulis adalah kisah romantis antara tiap tokohnya dan happy ending.

Novel fiksi ini memang hanya terinspirasi oleh sebuah kabar di media, namun terasa bagai nyata. Menggambarkan apa yang terjadi di Spanyol, tentang mimpi dan cita warganya, serta budaya dan sejarah berdarah mereka. Sidney selalu membuat pembacanya betah berlama-lama dengan karyanya, sebab alurnya begitu mengalir, gaya bahasanya ringan dan to the point, dengan kejutan menarik yang sering mematahkan dugaan pembaca. Namun di buku kali ini, kejutannya tidak begitu banyak dan impresif seperti karya sebelumnya yang saya baca.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Oh, tetapi Anda tentunya mempunyai banyak teman."
"Kenalan. Kalau dipikir benar-benar, siapakah yang benar-benar mempunyai banyak teman?" (Hlm. 149)

"Tuhan tidak berpihak, karena Ia ada di dalam diri kita semua. Kita semua adalah suatu bagian dariNya, dan jika kita mencoba menghancurkanNya, maka kita menghancurkan diri kita sendiri." (Hlm. 343)

"Tetapi tidak ada jalan pelarian itu, bahkan pada akhirnya, kita semua harus menghadapi yang menjadi tanggung jawab kita masing-masing. Maka aku kembali berpijak di atas bumi ini." (Hlm. 349)

Meta morfillah

Kasih sayang nenek

"Kenapa ya Ma, nenek itu jauh lebih sayang sama cucu dibanding anaknya?"

"Gak tahu tuh, Mama juga dulu gak percaya. Tapi setelah punya cucu, memang benar. Kalau buat anak masih bisa lah dientar-entar. Tapi kalau buat cucu, rasanya harus segera."

"Padahal kan, dia lebih ngerasain ikatan batin sama anak, sebab dia yang melahirkan dan merawat langsung."

"Iya, Met. Tapi beda rasanya. Gak tahan lihat cucu nangis, apalagi kecewa. Walaupun ada ibu bapaknya, nenek tetap pengin menuhin semua keinginan cucunya."

*Well... misteri perasaan. Aku sih belum pernah merasakan bagaimana kasih sayang nenek/kakek, pasti bahagia banget yaa dimanjakan? Berbahagialah kalian yang disayang keluarga lengkap...

15 October, 2015

[Review buku] Langit runtuh

Judul: Langit runtuh
Penulis: Sidney Sheldon
Dimensi: ebook pdf, 546 hlm, no ISBN

Dana evans, reporter handal yang baru saja pulang meliput perang di Sarajevo, Yugoslavia, berhasil membuat janji temu dengan Gary winthrop--seorang milyarder baik hati yang peduli pada karya seni. Dana tidak pernah menyangka, bahwa wawancaranya dengan Gary akan menjadi hari terakhir ia melihat lelaki itu hidup. Keesokan hari, Gary ditemukan tewas ditembak dengan dugaan ia dibunuh oleh perampok lukisan yang terpergok saat melaksanakan aksi di rumahnya. Saat meliput berita kematian Gary, Dana menemukan ada hal yang aneh. Ia menemukan fakta mengejutkan bahwa kurang dari setahun, keluarga Winthrop mati dengan cara yang terlalu kebetulan bila disebut sebagai kecelakaan. Mengikuti naluri dan rasa ingin tahunya, Dana menelusuri fakta demi mencari benang merah dan jawaban atas pertanyaan siapakah yang menginginkan kematian keluarga baik-baik Winthrop, yang bahkan dikenal bagaikan santo suci karena kedermawanannya.

Tanpa sadar, hal itu membawa Dana kepada kematian. Gerak-geriknya diikuti dan dipantau. Bahkan dalam kantornya, ada pengkhianat yang membantu memuluskan kematiannya. Tidak hanya dirinya, Kemal--anak angkatnya dari Sarajevo--pun terancam. Mereka yang dikenalnya baik, ternyata salah satunya berniat membunuhnya. Sebab, ia mengetahui rahasia besar sebuah kota tertutup di bawah tanah Siberia, Krasnoyarsk-26 yang memproduksi nuklir.

Ini adalah ebook ketiga dan karya ketiga sidney sheldon yang saya baca. Dalam kisah kali ini, judul yang terinspirasi dari perkataan chicken little, juga merupakan penyelesaian akhir konflik. Membaca kisah ini, saya tidak terlalu tegang sebagaimana dua karya sidney sebelumnya yang saya baca. Sebab alurnya progresif, smooth, permasalahan utama tentang kematian keluarga Withrof pun kurang dalam--mengapa hanya pada sosok taylor, dan rasanya konflik kurang greget. Beberapa kali tokoh utama mendapatkan keberuntungan di situasi pelik yang mengancam jiwanya. Juga kisah romantis di dalamnya, yang menurut saya cukup mengambil banyak porsi, padahal tidak terlalu penting sebab tidak berpengaruh pada konflik atau alur cerita. Meskipun saya agak tersentuh pada karakter tokoh rachel--mantan istri Jeff Connors, calon suami Dana. Satu hal yang berbeda, dalam karya ini penulis tidak menyertakan isu kelainan seks, penggambarannya pun tidak sevulgar dan sebanyak karya sebelumnya.

Tapi tetap saja, gaya bercerita penulis begitu menarik, membuat saya bertahan menghabiskan novel ini dalam waktu 4 jam di hadapan laptop. Saya semakin suka karya penulis, sebagaimana saya menyukai holmes dan poirot. Dan fakta mengejutkan tentang kenyataan bahwa kota krasnoyarsk-26 memang benar-benar ada dan merupakan salah satu dari 13 kota tertutup di dunia.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Tak ada manusia yang hidup sendiri. Apa yang terjadi pada seseorang, pasti menimpa kita semua, karena kita semua terbuat dari tanah liat dan debu. Kita mengalami waktu yang sama. Jarum detik universal memulai gerakannya yang tak kenal ampun menuju menit berikutnya." (Hlm. 6)

Meta morfillah

14 October, 2015

Someday

Someday, we'll know...
Why Allah give it to me? Why should I? And many answer for many 'why'...

Lalu... saat itu cobalah kita luangkan sejenak ke awal mula.
Melongok kembali ke tangga pertama kita, langkah kecil yang menghantarkan kita hingga ke puncak. Lika-liku yang mungkin sekarang sudah tak terlihat lagi ujung pangkalnya. Berapa rasa yang kita alami saat proses itu terjadi?

Aah.. mungkin kita pun sudah lupa beberapa. Sebab yang kita tahu saat itu nanti, hanya satu rasa. Bahagia tak berbilang. Semua usaha kita diganjarNya dengan indah. JanjiNya pasti... tak mengecewakan.

Jadi, bersabar yaaa... until that 'someday' come to us.

Kamu, mau kan bersabar bersamaku?

Meta morfillah

[Review buku] Kincir angin para dewa

Judul: Kincir angin para dewa
Penulis: Sidney sheldon
Penerbit: -
Dimensi: 252 hlm
ISBN: -

Ini adalah karya kedua sidney sheldon yang saya baca, dan dua-duanya ebook! Wow... suatu rekor bagi saya yang tak menyukai ebook, karena tak kuat berlama-lama menatap gadget dan radiasinya. Sejujurnya mata saya sakit dan kepala saya migrain menatap laptop beberapa jam demi  menuntaskan bacaan. Tetapi sejak berkenalan dengan karya Sidney, saya tak bisa tidur bila belum menuntaskannya. Rasa penasaran akan ending dan alur yang begitu memikat membuat saya terjaga terus.

Kali ini, di Kincir angin para dewa, sidney mengangkat kisah tentang seorang ibu rumah tangga beranak dua yang hidup sederhana di kansas, yang pada suatu hari mengalami momentum terbesar dalam hidupnya. Mary Ashley--nama perempuan itu--ditawari langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Paul Elisson, untuk menjadi duta besar di Rumania. Hal itu bermula dari tulisannya di sebuah koran yang membahas pemikiran politiknya terhadap negara uni soviet dan satelitnya. Hal sederhana yang menurutnya biasa saja, karena memang ia mengajar mata kuliah politik timur dan kakeknya adalah orang rumania--meski ia belum pernah sekali pun keluar dari kansas. Ternyata keputusan presiden begitu mengusik beberapa penguasa. Sehingga terbentuklah organisasi rahasia bernama Politic of freedom--dengan seorang pengawas yang begitu berkuasa dan tak diketahui jati dirinya--yang berniat membunuh Mary dan keluarganya.

Hal itu dimulai dengan kematian suaminya, yang dibuat seperti kecelakaan. Keputusan awal Mary yang menolak jabatan duta besar rumania, kini berganti semenjak kematian Edward. Bersama Mike Slade--bawahannya yang bersikap cuek namun perhatian dengan kedua anaknya, Tim & Beth--Mary menjalankan tugasnya di Rumania. Namun nyawanya semakin bahaya, sebab organisasi rahasia itu sudah menyewa pembunuh profesional bernama Angel. Mary frustasi. Beruntunglah, ia mengenal Dr. Louis dari Prancis yang perangainya mirip dengan Edward dan seketika membuatnya jatuh cinta. Tapi ternyata hal itu tak berlangsung lama, hingga ia diracuni suatu hari. Ditambah tekanan bahwa ada kebocoran besar dalam kedutaan. Nyawanya dan anak-anaknya kian terancam, dan kini ia tak bisa memercayai siapa pun.

Bisakah Mary menunaikan tugasnya dengan baik? Siapa sebenarnya Sang Pengawas, Angel, dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi rahasia tersebut?

Dari dua karya ini, saya sudah mulai menebak kecenderungan gaya menulis Sidney dan endingnya. Sidney selalu membuat perbandingan mencolok antara tokoh protagonis dan antagonisnya, dan selaku saja tokoh utama dibuat terkecoh--sama seperti pembaca. Tak lupa isu tentang kelainan seks, dalam buku ini mengenai sadomasochism. Selalu berhasil membuat kaget dengan twist yang tak terduga--meski sebenarnya secara halus Sidney sudah mengirimkan sinyal, namun di kali lain, ia mematahkan sendiri dengan pemikiran tokoh utama, lalu kembali lagi ke premis utama. Alur yang digunakan kali ini cenderung progresif dan terus menciptakan ketegangan, konflik dengan klimaks dan antiklimaks yang berimbang.

Mengenai typo, saya menemukan beberapa, entah karena kesalahan teknis karena ini berbentuk ebook pdf, sehingga layoutnya pun berantakan atau karena memang buku aslinya juga typo? Saya tak tahu. Mengenai judulnya sendiri, saya menduga sidney menyimbolkan kekuasaan para penguasa dengan kincir angin para dewa, sebab tema itulah yang diangkat dalam buku ini. Dan Mary seakan domba kurban, mainan para dewa tersebut. Sebagaimana ungkapan pembukanya,

"Kita semua adalah korban, Anselmo. Nasib kita ditentukan oleh bergulirnya dadu jagat raya, pengaruh rasi bintang, dan arah angin keberuntungan, yang diembuskan dari kincir angin para dewa." (A final destiny, H. L. Dietrich)

Dalam buku ini, saya lebih tertarik dengan gerakan organisasi rahasia yang menggunakan nama dewa sebagai samaran dan strategi pertemuan mereka. Mengingatkan saya pada freemason, persaudaraan, dan iluminati. Untuk kamu yang suka genre kriminal, psikologi, dan detektif, buku ini saya anjurkan untuk dibaca. Lalu, mulailah menebak-nebak siapa pelakunya.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Kautahu bagaimana sikap pers. Mereka amat suka melambungkan pahlawan supaya mereka dapat membantingnya jatuh." (Hlm. 10)

Meta morfillah

My another sanctuary

Kaulihat awan yang menggantung di ufuk sana?

Yaa... awan pembawa hujan.

Betapa nikmat berdiri di sini, membiarkan angin memainkan ujung kerusung, membelai lembut parasku. Sementara mataku dimanjakan kehijauan alamiah. Meski memang belum hijau sekali. Setidaknya beberapa bulan lagi, tempat ini akan kembali hijau. Setiap habis masa panen tebu, aku selalu menengok tempat ini. Berharap dalam cemas, semoga tanah ini tetap dibiarkan sebagai ladang tebu. Meski setiap senja datang, aku agak ketakutan bila harus melewatinya. Tapi, aku telah jatuh hati pada petak tersembunyi ini. Sementara tanah lainnya menjelma perumahan baru. Aku berharap semoga nasib itu tak menimpa tanah ini.

Sebab di sinilah sanctuaryku. Tempatku melepaskan kecemasan. Melupakan sejenak beban. Hanya dengan memandanya, aku merasa terhibur.

Mudah sekali menjadi bahagia secara alamiah.

My another sanctuary, where I always grateful when I see it.

*Cimahpar, Bogor. 14 Oktober 2015, menjemput hujan.

Meta morfillah

13 October, 2015

[Tastqif] Hijrah

HIJRAH

Minggu, 11 oktober 2015
Ust. Usman Efendi

14 abad lalu, rasul mengingatkan kiamat sudah dekat (kemudian rasul menunjukkan telunjuk dan jari tengahnya, menekankan betapa dekatnya). Lalu bagaimana dengan kita saat ini? Bukankah berarti kiamat sudah amat kian dekat?

Beberapa tanda akhir zaman diberitahukan oleh rasul, di antaranya terjadi peperangan di Syam, menyebarnya kabut/asap, menyalanya api dari Timur (Yaman tetangga Arab Saudi diserang oleh Iran yang dari Timur). Baik dalam makna qiyas maupun zahir, semua hal tersebut sudah dapat kita lihat kejadiannya. Maka kini saatnya kita bermuhasabah, apakah akhir tahun hijriah ini sudah kita gunakan dengan baik usia kita? Digunakan untuk maksiat ataukah untuk beribadah? Bila untuk beribadah, semoga ibadah kita diterima... Aamiin.

Jangan sampai kita cuma mengaku beriman, tapi tidak ada bukti. Sebagaimana yang diterangkan Allah dalam Q. S. 2 [Al baqarah]: 8,

"Dan di antara manusia ada yang berkata, 'Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,' padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman."

Lantas, bagaimana cara membuktikan keimanan yang benar? Lihat Q. S. 8 [Al Anfal]: 74,

"Dan orang-orang yang beriman dan BERHIJRAH serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada kaum Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.

Hijrah secara harfiah/makkaniyah/kata berarti pindah tempat. Hal ini terjadi hanya sekali saat Rasul hijrah dari mekkah ke madinah. Rasul bersabda, "Tidak ada lagi hijrah setelah fathul (kemenangan) Mekkah." Sehingga hijrah secara makkaniyah sudah tidak ada, tetapi perintah untuk terus berhijrah dalam Al Quran menandakan bahwa kita harus terus berhijrah secara maknawiyah.

Hijrah secara ruhiyah/maknawiyah/mendalam sekurangnya memiliki 3 dasar bentuk, yakni:

1. Meninggalkan segala bentuk kemusyrikan, pada tauhid.
Ini tentang aspek aqidah. Meluruskan kembali niat, untuk DIA (Allah), bukan dia (gebetan, manusia lain).

Perkara niat, berhati-hatilah... sebab orang yang rajin salat pun bisa celaka, karena niatnya yang riya'. Sebagaimana dijelaskan dalam Q. S. 107 [Al Maaun]: 4-7,

"Maka celakalah orang yang salat. Yaitu orang yang lalai terhadap salatnya. Yang berbuat riya'. Dan enggan memberikan bantuan."

2. Meninggalkan kekufuran pada keimanan
Ini adalah aspek syariah/amaliah/secara bentuk fisik terlihat.

Contohnya meninggalkan salat, seperti dalam hadis, "Barangsiapa meninggalkan salat dengan sengaja, maka sungguh dia telah kafir secara nyata."

Juga penjelasan dalam Q. S. 74 [Al mudassir]: 5

"Dan tinggalkanlah segala perbuatan yang keji."

Cobalah manfaatkan sesuatu dengan bijak. Adanya teknologi dijadikan untuk sarana taqarrub ilallah (mendekatkan diri pada Allah), bukan malah melalaikan.

3. Meninggalkan segala yang haram pada yang halal
Ini adalah aspek syariah hingga akhlak.

Pilihlah kawan pergaulan yang baik (teman adalah cermin), atau perbaiki lingkungan kawan pergaulan (teman adalah lilin). Sebab hadis menegaskan, "Seseorang itu sangat dipengaruhi agama kawannya (perilaku), maka pilihlah kawan yang baik."

*catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

[Review buku] Garis darah

Judul: Garis darah
Penulis: Sidney Sheldon
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: 443 hlm, cetakan ketiga maret 1992
ISBN: 979 511 079 5

Perusahaan farmasi Roffee & sons yang berawal dari mimpi Samuel Tua, kini berubah menjadi sebuah dinasti. Bercabang di beragam mancanegara dan tanpa sadar menjadikannya sebuah kerajaan dengan suatu aturan khusus yang dilestarikan dari pendirinya. Bahwa perusahaan itu akan selamanya tertutup dan hanya akan diwariskan pada keturunan lelakinya. Hal itulah yang memicu konflik utama novel ini. Perdebatan antara para ahli waris.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah kalimat bijak yang kurang lebih berbunyi seperti ini, "Generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga menghancurkan."

Begitulah suasana yang terjadi sepeninggal kakek Samuel tua dan anaknya. Perusahaan yang awalnya dipegang dengan cakap oleh cucunya, Sam Roffee dikejutkan pada suatu fakta di pagi hari yang tenang. Berita mengenai kematian Sam Roffee yang tiba-tiba di pendakian gunungnya. Hal itu mengguncang Elizabeth Roffee, satu-satunya anak Sam yang mau tidak mau menjadi ahli warisnya. Ditambah, saat itu perusahaan sedang mengalami tahun terburuknya. Citra perusahaan mengalami kemerosotan karena beberapa berita miring, dan adanya sabotase beberapa penemuan perusahaan yang diindikasikan ada pihak tertinggi dalam perusahaan yang berkhianat--menjual rahasia perusahaan. Mengikuti nalurinya sebagai keturunan bergaris darah Roffee, Elizabeth memutuskan sebuah keputusan besar. Bahwa ia tidak akan menjual saham pada pihak luar, meskipun nyawa taruhannya. Ia bertekad menguak misteri dalam tubuh perusahaan. Meski ia harus berhadapan dengan para keluarganya yang tampak baik. Semua dimulai dengan mengenal keluarganya dan Rhys--partner kerja ayahnya sekaligus lelaki yang dicintainya. Siapakah yang menginginkan kehancuran perusahaan dan kematian dirinya? Walther? Ivo? Helen? Alec? Atau bahkan Rhys?

Bagi para penyuka genre crime, detective, dan psycology, novel ini pasti menarik. Begitu kaya isu yang diangkat, dengan sudut pandang perusahaan keluarga di bidang farmasi, novel ini menceritakan histori sebuah keluarga, hingga isu genre, kelainan jiwa, intrik dunia bisnis, pengkhianatan, persahabatan, dan tentu saja cinta.

Dimulai dengan menyajikan konflik utama, yakni saat berita kematian Sam yang akan mengubah haluan perusahaan, penulis masuk ke deskripsi detail mengenai para tokoh, latar belakang mereka dan motif yang mereka miliki. Lalu perlahan ke deskripsi perusahaan, hubungan ayah-anak pewaris perusahaan, dendam anak yang terabaikan dan haus kasih sayang, yang untungnya bisa diselamatkan dan diarahkan pada pembalasan yang positif. Kemudian penulis mulai main pada konflik utama dan konflik pendukung lainnya. Alur maju mundur namun cenderung progresif dan terus menuju klimaks. Beragam suspense (ketegangan) terus meningkat dan semakin membuat penasaran. Berkali saya menebak-nebak pelakunya, namun berkali pula saya terkecoh, meski hampir mendekati. Pintar sekali penulis memainkan pikiran dan emosi pembaca. Terlebih saat endingnya, menurut saya begitu dramatis dan menunjukkan keadilan sang penulis. Hukuman yang diterima persis setimpal dengan kejahatan yang dibuat.

Bahkan, di antara semua tokoh sentral dan konflik utama, penulis bisa menghidupkan satu tokoh baru menjelang akhir cerita yang justru membuat saya jatuh hati. Tokoh detektif Max Hornung, yang berlaku seperti Sherlock Holmes atau Hercule Poirot. Kehadirannya bagaikan mentari di siang hari yang menyatukan beragam puzzle yang terserak.

Gaya bahasa yang digunakan penulis pun begitu mengalir dan ringan dicerna. Hanya saja, saya menemukan beberapa typo dan kesalahan teknis dalam paragraf baru di novel ini. Oh ya, perlu diketahui, saya membaca novel ini dalam bentuk pdf/ebook, jadi saya kurang tahu tentang buku cetaknya. Dalam ebooknya sendiri, novel ini terpisah menjadi dua buku/seri.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Dia sama sekali tidak tahu siapa pembunuhnya, siapa yang begitu membenci merela sehingga melakukan tindakan mengerikan ini. Betapa pun, rasanya dia lebih bisa menerima kalau pelakunya seorang yang tak dikenal." (Hlm. 235)

"Dia seorang wanita di dunia lelaki, dan melihat bahwa hal itu membawa perbedaan. Itu adalah sikap yang lahir dari praduga kuno dan tak bisa dihindari. Para lelaki itu tidak senang menerima perintah dari seorang wanita." (Hlm. 273)

Meta morfillah

12 October, 2015

Sakitnya sebuah nasihat

Allah...
Hari ini aku sakit hati.
Sungguh-sungguh sakit... karena saudara-saudara yang kusayangi ternyata menyimpan prasangka buruk yang bahkan tak pernah terlintas di benakku.
Bahkan untuk sesuatu yang aku tak pernah memikirkan atau mengharapkannya sebab aku tahu hanya akan menimbulkan kehinaan.
Dunia... yang sejak lama menjadi fitnah, kini disandingkan padaku.

Allah...
Aku yang berusaha menjaga diri dari meminta-minta dan belas kasihan, berjuang semampuku.
Tapi ternyata, frasa bahwa sekali pun kamu berbuat baik, akan ada saja orang lain yang menilaimu buruk, sedang berlaku untukku.
Terlebih menyakitkan saat orang terdekatlah, yang kukira akan melindungiku yang malah menjatuhkanku.
Kita memang tidak akan pernah 100% mengenal seseorang.

Allah...
Sungguh, hanya padaMu sandaran terbaik.
KAU yang paling tahu betapa rapuhnya aku di balik gelak tawa.
Betapa sakitnya aku, di balik kalimat pedas yang kujadikan tameng hatiku.

Kutuliskan ini, agar menjadi jejak... bahwa aku pernah begitu sakit hati pada orang-orang itu.
Semoga kelak... ada takdir kemaafanku pada mereka.
Semoga kelak, saat membaca tulisan ini... aku tidak mengulangi kesalahan mereka yang menyakiti saudaranya.

Semoga, ya Allah...

Sungguh, aku rindu teladan seperti orang terdahulu yang diridai. Sedang aku masih terlalu jauuuuhh jauuuh dari itu.

Meta morfillah

[Review buku] Hidup sesudah mati

Judul: Hidup sesudah mati
Penulis: H. Bey arifin
Penerbit: PT. Kinta
Dimensi: 357 hlm, cetakan IX agustus 1985
ISBN: ---

Ini adalah buku dalam kondisi terparah yang pernah saya baca. Kertasnya sudah begitu menguning, ada banyak lingkaran air yang meninggalkan jejak kecokelatan, kertasnya begitu rapuh dan berdebu, meski disampul dengan plastik tebal, saya harus berhati-hati membuka lembaran demi lembaran buku ini. Sebenarnya, buku ini direkomendasikan oleh tante saya sejak tahun 2013 untuk dibaca. Tapi karena kondisinya itu, saya yang agak alergi debu menjadi malas membacanya. Hingga salah seorang kawan di #TantanganBacaUlas2015 season 2 mereviewnya dan ternyata beberapa kawan pun memiliki buku ini, kebanyakan warisan. Hal ini menarik bagi saya. Seakan buku ini amat tenar dan best seller di masanya. Saya sendiri kurang tahu, apakah ada cetakan ulang terbaru yang lebih baik untuk buku ini.

Mengenai isinya sendiri, buku ini cukup keren menurut saya. Berhasil membuat saya merasa seperti lagi training ESQ, membayangkan hari kiamat, surga, neraka, dan lainnya yang bertemakan hidup sesudah mati. Berkali pula saya dilanda ketakutan dan akhirnya menangis. Pantas saja bila buku ini begitu tenar di zamannya. Kata-kata penulisnya begitu menyadarkan, dan terutama kaya akan sumber. Banyak sekali hadis yang saya baru dengar melalui buku ini. Tentunya didukung dengan ayat al quran. Bahkan ada 79 surat yang terkait oleh kehidupan sesudah kematian yang dibahas tafsirannya dalam buku ini. Ya, jadi dari 143 sub judul, sebagian besar yang kita bicarakan adalah tafsir al quran.

Secara alur sendiri, penulis begitu runtut. Dimulai dari dasarnya, yaitu iman kepada hari akhir, lalu beragam pertanyaan seputar hari akhir, roh, kematian, surga, dan neraka. Beberapa pendapat ilmuwan yang tidak saja dari kalangan Islam, seperti Socrates, Pluto, Aristoteles, Nietzche, Descartes, ahli filsafat dan tentunya ilmuwan islam dipaparkan di buku ini. Beberapa kali pula penulis dengan blak-blakan menyatakan kesesatan ajaran syiah dan beragam aliran islam lain yang memiliki pendapat berbeda dengan al quran dan as sunnah (lihat hlm. 162-163).

Hal yang paling menarik dalam buku ini bagi saya adalah usaha penggambaran surga dan neraka yang begitu detail dihimpun. Hingga urutan yang tersisa di hari kiamat. Meskipun pada akhirnya tetap saja tidak ada yang lebih mengetahui hal itu kecuali Allah SWT.

"Semua yang diterangkan dalam ayat-ayat dan hadis-hadis hanya sekedar apa yang dapat dilihat, didengar, dan dikhayalkan manusia. Sedang menurut Rasul SAW keadaan surga yang sebenarnya, belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan tak dapat dibayangkan dengan khayal manusia." (Hlm. 154)

Hanya saja, patut disayangkan cukup banyak typo di buku ini. Awalnya saya kira karena ejaan lama, sehingga memang banyak kata yang tak sesuai EyD. Tapi, setelah saya cermati di beberapa bagian, nyatalah itu typo. Haha... ini pun merupakan sebuah pengalaman menarik bagi saya dalam membaca buku. Semacam pelajaran historis akan ragam kata di tahun 1985 yang belum dibakukan. Kadang membuat saya tertawa. Oh ya, hal lain yang menarik adalah saat saya mencari identitas buku ini dan ISBNnya. Saya lupa, bahwa ISBN sendiri di Indonesia berkembang dari 10 digit menjadi 13 digit pada tahun 2000an. Sejak kapan ISBN mulai berlaku, sepertinya pada masa buku ini belum ada. Jadi, saya tidak menemukan identitas buku secara lengkap sebagaimana buku sekarang yang biasanya terletak di bagian depan. Tidak diketahui siapa editor atau penyuntingnya. Pun dengan ISBN.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Ilmu tentang akhirat adalah inti/puncak dari seluruh ilmu pengetahuan. Orang atau sarjana-sarjana yang telah mendapatkan titel kesarjanaan dalam ilmu pengetahuan yang lain, tetapi belum yakin dan belum mengetahui tentang kehidupan di akhirat, berarti belum sampai di puncak ilmu pengetahuannya." (Hlm. 17)

"Yang paling cerdas dan pintar ialah orang yang paling banyak mengingat mati, dan yang paling banyak sedia bekal untuk menghadapi mati." (Hlm. 44)

Meta morfillah

11 October, 2015

[Review buku] Korupsi

Judul: Korupsi
Penulis: Tahar ben jelloun
Penerbit: serambi ilmu semesta
Dimensi: 233 hlm, cetakan I november 2010
ISBN: 978 979 024 073 5

Inspirasi bisa datang dari karya orang yang dikagumi. Seperti halnya novel korupsi ini. Penulis yang berdarah Maroko namun menetap di Prancis ini, mendapatkan inspirasi menulis novel ini dari idolanya, Pramoedya Ananta Toer. Tahun 1990-an, saat ia berkunjung ke Jakarta demi menemui Pram--yang saat itu masih menjadi tahanan--namun gagal, lalu malah menemukan karya Pram yang diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis, berjudul korupsi. Yaa... judul yang persis sama. Penulis sengaja membuatnya sama, tetapi dengan latar Maroko demi menghormati Pram--saya sendiri belum pernah membaca karya Pram berjudul "Korupsi" itu. Bahkan, sebagian royalti buku ini diserahkan untuk Pram. Wow!

Novel ini sendiri mengisahkan tentang seorang lelaki teguh pendirian bernama Murad yang menjabat Kepala bagian di Kementerian Pekerjaan Umum. Ia begitu tegas menolak korupsi, meski ia tahu bahwa asistennya, Haji Hamid dan direkturnya menjalankan praktik itu. Ia tetap berusaha menjaga diri dan wewenangnya dari suap menyuap. Hal itu ia lakukan selama 20 tahun masa kerja. Hasilnya adalah hidup miskin. Bahkan kedua anaknya tidak mendapatkan cukup liburan. Anaknya yang sulung, sulit menembus beasiswa kuliah karena tak memiliki koneksi. Anaknya yang bungsu, tidak mendapatkan fasilitas kesehatan memadai untuk penyakitnya. Tapi yang lebih menjengkelkan adalah rongrongan istri dan keluarga istrinya yang begitu materialistis dan tak menghargai prinsip hidupnya. Di mata mereka, ia adalah lelaki yang gagal. Semua itu perlahan menggoyahkan dirinya, yang sudah terlalu lelah berjuang sendirian. Pada rumah--terutama istri--yang ia harapkan dapat menguatkannya, justru kian melemahkannya. Hingga ia memimpikan sepupunya, Nadia, yang kini menjanda dan teguh pendirian menjalani hidup yang baik dan sederhana. Konflik batin dalam dilema moral pun menjadi isu utama dalam novel ini. Betapa menyedihkan, menjadi orang jujur dalam sistem yang korup. Bagaimanakah endingnya? Apakah Murad akan tergiur dengan upaya rekannya yang kerap membujuknya untuk menerima uang suap? Bacalah novel ini untuk mengetahuinya.

Gaya penulis dalam novel ini cukup mengalir. Bahasanya mudah dicerna, ringkas, dan gamblang. Bahkan dalam hal fantasi erotis, penulis menggambarkannya dengan apa adanya. Alur dan konflik yang dimainkan pun semakin mempertajam kesulitan yang dialami sang tokoh utama. Hitam dan putih yang perlahan mengabu, membuat tokoh utamanya terasa begitu natural dan manusiawi. Gambaran tentang kultur di Maroko yang ternyata tak jauh berbeda dengan Indonesia menimbulkan rasa miris. Terlebih saat deskripsi bahwa kebanyakan pelaku itu disimbolkan dengan pemeluk agama yang taat. Semacam kritik atau sindiran tajam untuk orang yang mengaku baik beragama, namun lupa berakhlak. Hanya saja, menjelang ending yang menyedihkan, saya merasa terlalu lama mengulur-ulur penyelesaian konfliknya.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"... bahwa di bawah langit yang berbeda, dan berjarak beribu-ribu kilometer, ketika didera oleh kesengsaraan yang sama, kadang-kadang jiwa manusia menyerah pada setan yang sama." (Hlm. 12)

"Apa artinya menyesuaikan diri? Itu artinya melakukan berbagai hal seperti yang dilakukan orang, menutup mata bila perlu, menyisihkan prinsip dan idealisme, tidak menghalangi 'sistem' yang berjalan, pendeknya belajar maling dan berbagi keuntungan dengan yang lain. Aku tidak bisa begitu. Bohong pun tak bisa. Aku tidak cerdik. Aku cuma tahu bahwa apa yang disebut mereka 'sistem' itu tidak cocok bagiku. Kuakui bahwa aku menyenangi peran ini. Peran ini unik, jarang, dan perlu ada. Aku mengabdi meskipun istri dan anak-anakku tidak bisa hidup dengan leluasa. Itu kebanggaanku. Aku sadar kebanggaan itu tidak menolong mereka." (Hlm. 24)

Meta morfillah

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik