Pages

29 October, 2015

[Ilmu] Social media marketing

SOCIAL MEDIA MARKETING
By Annas Ahmad, Praktisi dari komunitas TDA
Rabu, 28 Oktober 2015

Ada 6 pilar bisnis:
1. Marketing
2. Sales
3. Financial
4. Operation
5. Human resources
6. Research & Development

Seringkali kita salah karena menganggap marketing = sales. Padahal tidak.

Marketing intinya adalah mendatangkan prospect/calon pembeli, di mana aktivitasnya dalam konsep AIDA meliputi Awareness & Interest (kadang sampai Desire sedikit).

Sales adalah mengkonversi prospect yang masuk menjadi penjualan/closing, meliputi kegiatan desire, action dan retention.

Saat ini marketing sudah merambah ke dunia digital, terlebih social media.

Kenapa gagal jualan di social media?
1. Mindset: Kebanyakan masih menggunakan mindset media tradisional seperti TV dan koran yang masih komunikasi satu arah. Mereka lupa bahwa harus memikirkan komunikasi berbeda, yang dua arah dengan pembacanya, dan sesuaikan gaya bahasa targetnya.
2. Egois: suka-suka penulis, tidak peduli kebutuhan customer
3. Gak sabar: follower cuma 100, ga nambah-nambah malah BT
4. Berpikir gratisan: padahal berapa banyak waktu kita terpakai di social media, dan sesungguhnya kita menjadi marketer bagi pembuat social media tersebut. Maka manfaatkan sebaik mungkin.
5. Sumber daya terbatas: rekrut tim, jangan paksa melakukan semua sendirian
6. Hanya menilai dari jumlah fans/follower
7. Tidak mendengarkan
8. Tidak membaca data
9. Tidak membuat nilai tambah

Perhatikan juga sikap dalam berjualan. Ada pedagang yang sudah oke banget barangnya, harga murah, delivery oke, tapi tetap tidak laku. Kenapa? Karena dia pernah berbicara tidak menyenangkan pada calon pembelinya. Lalu calonnya itu menyebarkan berita jelek, mendingan beli di pedagang lain yang sedikit mahal daripada di orang yang dianggap sombong/menyebalkan tsb. Faktor like/dislike sangat menengaruhi ke rekomendasi, referral, dan ini bisa mematikan bisnis Anda.

Ada saatnya Anda menilai kapan socmed dapat dioptimasi untuk bisnis. Misal minimal 2000 follower. Sebab akan capek bila kita melakukan treatment 2000 follower di saat kita hanya punya 100 follower. Sabarlah... jangan mengejar banyak follower. Terus bangun hubungan dengan customer.

Bersinergilah dengan teman/komunitas lain dengan saling follow.

Rumus socmed marketing:
Who (kita sebagai penjual) + what (konten) + channel (media) + target audience = Effect

Dari rumus itu, jangan mulai dari diri Anda, tapi mulai dari target audience (kanan ke kiri).

Target Audience:
Buatlah target market sesempit mungkin. Hindari pemikiran bahwa produk kita bisa dikonsumsi semua orang.
Setiap orang itu egois. Mereka hanya mempertimbangkan tentang diri sendiri. Manfaatkanlah!
YES fact: Buatlah orang berkata YES untuk membeli produk Anda dengan menciptakan otoritas/kredibilitas, konsisten/komitmen, kesukaan/banyak persamaan produk Anda dengan customer.

Media:
Pilih media yang sesuai karakter customer Anda. Untuk lebih optimal, link-an dengan semua socmed yang Anda miliki. Kebanyakan orang sekarang, sebelum membeli sesuatu mereka mencari review experience/komen pembeli sebelumnya/testimoni. Mereka lebih percaya rekomendasi daripada iklan.

Konten harus:
Relevan: menyelesaikan masalah dengan cepat, menghibur, dll.
Emotion: Buat konten yang menyentuh emosi customer, sehingga tanpa sadar orang bersedia ngeshare (kreatif, viral, fun)
Optimasi: waktu, distribusi pake channel apa, headline & copywriting, kombinasi offline-online.

The best time to post berdasarkan riset adalah hari Minggu pukul 4, 7, 8, dan 9 pagi. Tapi kembali lagi, tidak semua karakter customer online di jam segitu. Jadi untuk menemukan waktu yang tepat bagi Anda cobalah semua waktu. Atau tetap konsisten untuk online, misal jam 6 pagi tiap hari, dan ngasih tulisan tiap jumat. Sehingga customer tahu jamnya dan menunggu Anda di tiap waktu tersebut.

Terakhir, selalu test & measure. Minimal track follower Anda, apakah bertambah atau berkurang tiap harinya.

*catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

1 comment:

  1. setuju sob, bangun kepercayaan dulu dengan calon pelanggan... jangan terlalu berlebihan dalam menawarkan, nanti malah terlihat membual lagi. nice info :-)

    ReplyDelete

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik