Pages

14 January, 2017

[Review buku] Komitmen muslim sejati

Judul: Komitmen muslim sejati
Penulis: Fathi Yakan
Penerbit: Era intermedia
Dimensi: 196 hlm, cetakan kelima september 2005
ISBN: 978 979 9 183712

Kebanyakan dari kita tak menyadari bahwa telah dewasa dan mendapati bahwa diri kita Muslim. Kita terbentuk oleh keluarga dan lingkungan. Bagus, namun bisa berbahaya jika kita tidak menyadari, mempelajari, mencari arti dan berkomitmen penuh terhadap ajaran Islam itu sendiri. Bisa jadi kita malah jadi buih, banyak namun tak berarti/berkualitas, sebab tak memahami agama kita sendiri. Mengapa kita Muslim? Apa yang seharusnya dilakukan seorang Muslim?

Buku ini mengingatkan saya pada buku Salim A. Fillah berjudul "Saksikan bahwa aku seorang muslim". Namun dengan bahasa yang jauh lebih lugas dan tegas. Membacanya berkali-kali membuat saya terpekur mempertanyakan lagi komitmen saya terhadap Islam.

Hanya ada dua poin besar yang dibahas.
Pertama: Apa artinya saya mengaku Muslim?
1. Saya harus mengislamkan akidah saya
2. Saya harus mengislamkan ibadah saya
3. Saya harus mengislamkan akhlak saya
4. Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya
5. Saya harus mengalahkan nafsu saya
6. Saya harus yakin bahwa masa depan adalah milik Islam

Kedua: Apa artinya saya berafiliasi kepada pergerakan Islam?
1. Saya harus hidup untuk Islam
2. Saya harus meyakini kewajiban memperjuangkan Islam
3. Pergerakan Islam: misi, karakteristik dan perlengkapannya
4. Saya harus mengetahui jalan perjuangan Islam
5. Saya harus mengetahui dimensi-dimensi afiliasi saya kepada pergerakan Islam
6. Saya harus mengetahui poros-poros perjuangan Islam
7. Saya harus mengetahui persyaratan baiat dan keanggotaan
8. Wirid rabithah

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Seorang agamis sejati tidak akan pernah menderita sakit jiwa sama sekali. Para dokter jiwa mengetahui bahwa keimanan yang kuat dan keteguhan memegang ajaran agama memberikan jaminan untuk mengatasi kerisauan dan kegelisahan serta menyembuhkan berbagai macam penyakit." (H.23)

"Tugas ikhwan juru dakwah adalah paling berat. Ia berkewajiban membawa dakwah ini kepada semua orang, berbagai temperamen, penalaran, dan karakter masing-masing. Ia harus berbicara sesuai kadar penalaran mereka, menampung mereka secara keseluruhan, berusaha menarik simpati mereka semua. Ini saja membutuhkan kekuatan, kesabaran, ketabahan, dan sikap pemaaf yang luar biasa." (H.47)

"Para aktivis perjuangan Islam harus tahu bahwa bertahan dalam perjuangan merupakan syarat untuk mendapatkan keteguhan. Serigala tidak akan memangsa, kecuali kambing yang menyendiri." (H.110)

"Spesifikasi gerakan islam: nyata dalam aktivitas, rahasia dalam organisasi." (H.127)

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik