Pages

29 January, 2017

[Review buku] Genap

Judul: Genap

Penulis: Nazrul Anwar

Penerbit: Adnara self publishing

Dimensi: 166 hlm

ISBN: -


Buku ini adalah mahar sang penulis untuk istrinya di hari pernikahan mereka. Berisi tentang 48 hal yang memakai judul belakang 'kamu'. Siapa pun kamu, hingga penutup dari kamu. Fiksi keseharian tentang fase awal pasangan yang menggenap. 


Diolah dengan sudut pandang sang wanita sebagai aku dan sang pria sebagai kamu. Membacanya membuat saya tersenyum dan mengangguk-angguk, sebab ada beberapa kisah yang mirip dengan yang saya alami. Agak jleb juga di beberapa bagian.


Sayangnya, ada banyak typo dan peletakan kata depan di- EyD yang masih kurang benar. Bentuknya yang narasi cukup membuat lelah dengan font berkait dan berukuran kecil.


Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.


"Banyak menuntut memang sering membuat orang lupa, kalau ternyata banyak yang harus diperbaiki dari dirinya sendiri." (H.7)


"Banyak menuntut punya efek yang sama dengan banyak berharap; mengundang rasa kecewa." (H.19)


"Dan adakah rasa sebal yang lebih menyebalkan, selain rasa sebal terhadap diri sendiri?" (H.33)


"Cara terbaik menghadapi ketidakpastian adalah dengan memastikannya." (H.49)


"Selayaknya manusia memang harus selalu menyediakan ruang tunggu di hatinya. Bukan karena belum atau tak bisa melakukan apa-apa, tapi karena ada banyak hal yang tak bisa ditentukan oleh seorang manusia secara sendirian." (H.60)


"Seberapa besar kita boleh berharap?

Sebesar kapasitas hati kita untuk menampung rasa kecewa." (H.62)


"Orang yang berani mengakui perasaannya, tentu akan memperjuangkan apa yang dirasakannya. Sebaliknya, orang yang tidak berani, lebih memilih untuk menyimpannya, untuk melupakannya. Padahal bisa jadi melupakan jauh lebih sulit daripada memperjuangkan." (H.70)


"Sejatinya ada 3 manusia yang terlahir ketika seorang perempuan melahirkan anak untuk yang pertama kalinya; bayi, ayah, dan ibu." (H.113)

No comments:

Post a Comment

Text Widget