Pages

30 April, 2015

[Ilmu] Saksikanlah bahwa aku seorang muslim (part 2)

Kajian Majelis Jejan Nabi

Di Mesjid Baitul Ihsan

Minggu, 26 April 2015

 

Saksikanlah Aku Seorang Muslim (Part 2).

Oleh Ust. Musthafa Umar, LC

 

Assalamu’alaykum wr.wb

 

Kita menyebut diri kita seorang muslim bukan untuk bangga2an, tetapi untuk menjalankan sebuah misi.

Sebagai seorang muslim, ada 2 kata kunci utamanya, “aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah”

“Fasyhadu..” Apa itu makna bersaksi?

Kita sudah bersaksi, belum? Betulkah sudah bersaksi?

Kalau ada orang mau masuk islam, kita minta dia bersaksi.

Pada hari jum’at yang lalu, saya membimbing seorang wanita dari Nias untuk bersyahadat. Hari ini juga dijadwalkan ada seorang suku asli di pedalaman Riau yang akan bersaksi.

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadurrasulullah”

Kalimat yang sering kita ucapakan ini, benarkah kita sudah bersaksi? Belum tentu.

Kenapa belum? Apa itu bersaksi?

Kata kunci untuk memahami kata bersaksi adalah ILMU.

Contoh: Suatu hari kita sedang berdiri ditepi jalan raya. Kita melihat ada mobil dari arah sebelah kanan kita, dan sepeda motor dari arah sebelah kiri. Tiba-tiba terjadi tabrakan. Kasus ini pun sampai ke pengadilan. Hakim ingin memutuskan hukuman kepada siapa yang bersalah. Tetapi hakim tidak punya bukti. Si pengendara motor mengatakan bahwa pengendara mobil yang salah. Sementara itu pengendara mobil mengatakan bahwa si pengendara motor yang salah. Akhirnya  dihadirkanlah saksi untuk mengungkap kebenaran itu. Kita yang ada pada saat kejadian berlangsung dan melihat dengan jelas proses terjadinya, maka kita bisa bersaksi. Lalu kita menjelaskan kronologi terjadinya kecelakaan tersebut. Bahwa yang salah adalah si pengendara motor yang mengambil jalur si pengendara mobil.

Menceritakan kembali apa yg telah diketahui itu namanya bersaksi. Jika kita berada didalam suatu ruangan, lalu mendengar ada suara tabrakan, bisakah kita dikatakan saksi? Tidak. kenapa? Karena kita tidak tau kronologi kejadian tersebut.

Jadi orang yang bisa bersaksi adalah orang yang mepunyai ilmu. Ilmu tentang apa yang terjadi.

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadurrasulullah”

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Betulkah kita sudah mengetahui ilmu tentang mengenal Allah? Sifat2 allah? Tau tentang kandungan makna sifat2 allah? Jika sudah, maka betul lah kita sudah bersaksi. Namun jika belum, sudah layakkah kita menyebut bahwa kita sudah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah?

“Dan demikianlah kami menjadikan kamu sebagai umat pertengahan, supaya kamu menjadi saksi-saksi ke atas manusia, dan Nabi Muhammad itu menjadi saksi ke atasmu”

Kita ini akan diminta persaksian dihadapan Allah, surat Al Baqarah 147. “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu”.

Sudah kah kita bersaksi dengan makna sebenarnya?

Bagaimana ilmu tentang sifat Allah? Apakah kita sudah punya? (mari kita jawab sendiri)

Lihatlah kisah Bilal bin Rabah, Bilal benar2 bersaksi bahwa “saya seorang muslim” yang ditunjukkannya lewat kata “ahad.. ahad.. ahad”. Dia benar2 bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.

Salah satu sifat Allah adalah wujud. Apa itu wujud? Wujud artinya ada. Apakah kita ada? Ya, ada. Apakah Allah itu ada? Ya, Ada. Apa bedanya kita dengan Allah? Kita ini “ada” kekurangannya, sedangkan Allah “ada” kesempurnaannya. Mengapa kita katakan bahwa kita ini “ada kekurangan”? sebab dahulu kita ini tidak ada. Kemudian menjadi ada. Dan sebentar lagi tidak ada. Sementara Allah itu ada, tetap ada, selama-lamanya ada. “Huwal awaalu, huwal akhiiru”.

Oleh karena itu, Minta tolonglah pada yang terus menerus “ada”.

Akankah orang yang betul2 bersaksi telah mengenal Allah akan bergantung pada yang selain Allah? Tidak.  Krn selain Allah, keberadaanya terbatas. Orang yang minta tolong kepada selain Allah ini berarti dia tidak bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.

“Iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’in” orang yang paham kalimat ini sungguh gagah perkasa.

Perhatikan orang Palestina, jumlah mereka sedikit. Tetapi mereka tidak ada ketakutan sedikitpun ketika menghadapi musuh. Mereka sulit untuk dilkalahkan/ ditundukkan.  Apa sebab? Karena mereka benar2 bersaksi bahwa mereka seorang muslim. Mereka yakin akan pertolongan Allah.

Perhatikan surat Ali ‘Imran ayat 81-85 : menerangkan ttg Allah dan mengambil perjanjian para Nabi.

Yang mengambil janji adalah Allah, yang berjanji adalah manusia. Jadi Allah telah mengambil persaksian dari para Nabi untuk bersaksi bahwa Nabi Muhammad membenarkan apa yang telah diberikan kepada semua para Nabi. Krn semua para nabi beragama islam. Agama nabi musa itu agama islam, semua agama para nabi adalah agama islam.

Jadi persaksian itu kaitannya dengan agama islam. Dapatkah seseorang itu disebut dengan bersaksi dengan makna yg sebenarnya sbg seorang muslim, kalau dia tidak beragama islam?

Allah tidak membatasi agama islam ini dari Nabi Muhammad, tetapi Islam ini dari nabi Adam, manusia pertama. Kenapa Rasulullah diutus? Krn banyak umat yang menyimpang, lalu Rasul diutus supaya memperbaiki keadaan.

Surat Al Hajj : 78 –> Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Nanti Allah akan bertanya kepada kita, “betulkah dia ini (sebut saja pemimpin dunia yg dzolim), calon penghuni surga / neraka? Maka kita akan bersaksi bahwa “dia calon penghuni neraka ya Allah, krn dia telah menyiksa saudara kami di palestina”.

Penghuni neraka, apakah mereka bisa bersaksi? Tidak. karena mereka adalah pihak yang tertuduh. Tidak layak memberikan persaksian.

Contoh: seorang non muslim ingin masuk islam. Ketika ditanya “kenapa mau masuk islam? Lalu dia menjawab, “karena saya mau menikah dengan orang islam. Saya diminta bapaknya untuk masuk islam dulu sebelum menikah dengan anaknya”.

Apakah orang ini sudah bersaksi? Belum. Karena dia masuk islam tidak dengan pengetahuan (ilmu), tetapi karena hawa nafsunya.

Sudah layakkah kita disebut seorang muslim? Menjadi muslim itu tidak cukup dengan hanya bersyahadat saja, tetapi juga melaksanakan perintah Allah sebagaimana yang terdapat didalam surat Al Hajj ayat 78 “…maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”.

Muslim itu sendiri memiliki arti “berserah diri”.

Lalu, Apa makna berserah diri?

(jawaban jama’ah) Tunduk dan patuh.

(jawaban ustad) Bukan. Tunduk dan patuh itu disebut taat. Disitu ada larangan, kita tak buat.

(jawaban jama’ah lagi) Tawakal.

(jawaban ustad) Bukan. Itu menyerahkan urusan kepada Allah setelah kita berdo’a dan ikhtiar. Misal, kita sakit, kita pergi ke dokter, dan kita pun berdo’a. Kita serahkanlah urusan sakit dan sehat kita pada Allah.

Saya kasih contoh:

Kalau kami orang tua, sangat cinta dengan anak. Anak saya ini bertubuh kecil, kurus, lemah. Kalau di sekolah selalu di bully, diambil uangnya. Apa sebab? Sebab dia kecil, kurus, lemah. Setiap dia nak pergi ke sekolah dia selalu galau, takut. Apa sebab? Sebab keadaannya. Tapi sejak dia mempercayakan dirinya kepada saya kalau nak pergi ke sekolah. Kira2 anak ini akan di ganggu teman2nya tak? Tidak. Kenapa? Karena dia sudah menyerahkan keselamatannya kepada saya, sbg orangtuanya. Maka bagaimana anak yg sudah menyerahkan keselamatan dirinya kepada saya, adakah dia gelisah? Takut?

(Jawaban jama’ah) Tidak.

[tanya ustadz] Kenapa dia tak takut lagi? Karena dia sudah merasa tenang, sebab sudah menyerahkan urusan hidupnya kepada orang yg dia anggap mampu melindunginya.

Kalau kita sudah mnyerahkan diri kita kepada Allah, misalkan, Miskin, kita serahkanlah urusan miskin itu kepada Allah. Lemah. Kita serahkan urusan lemah itu kepada Allah. Apa lagi masalah lain? Cari Pasangan hidup. Serahkanlah pada Allah.

Kalau sudah kita serahkan semua urusan kita kepada Allah, adakah lagi yang tertinggal pada diri kita ini? Tidak ada.

Sebab apa? Diri ini 100% dijaga, dipelihara oleh Allah. Maka orang yang sudah menyerahkan dirinya 100% kepada Allah, orang ini biasanya tenang. Karena dia tau kalau Allah bersama dia.

Perhatikan kisah Nabi Ibrahim yang dicampakkan kedalam api. Lalu Nabi Ibrahim berdo’a kepada Allah memohon pertolongan, bahwa cukuplah Allah sebagai pelindung.

Lalu Allah perintahkan kepada api itu untuk menjadi dingin. Nabi Ibrahim pun selamat. Sebab apa? Sebab Nabi Ibrahim sudah menyerahkan urusan api itu kepada Allah.

Jadi makna berserah diri itu adalah Tak Ada Lagi Yang Tertinggal pada diri ini. kalau masih ada yang tertinggal, masih ada rasa khawatir, rasa takut, rasa galau, artinya kita belum berserah diri kepada Allah.

Dalam berserah diri jangan tunggu orang lain dulu, jangan tunggu umur 60 tahun dulu, jangan tunggu dapat kerja dulu, dan jangan tunggu hal2 yang lain, tapiiii,,, berserah diri sejak awal kita punya keinginan.

Apa yang kita peroleh jika kita berserah diri kepada Allah?

Perhatikan surat Fussilat ayat 30-33.

(30) Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

Kalau malaikat yang menyampaikan berita gembira itu, pasti atau tidak beritanya itu? Pasti.

Kalau koran hari ini, beritanya pasti atau tidak? Tidak. yang pasti itu adalah tanggal terbitnya dan harganya. Isinya ??? ikut pesanan.. hehe

Kalau mau tau berita yang betul2 benar, bacalah Al Qur’an, bukan koraann.

(33) Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

Ketika seseorang mengatakan “saya seorang muslim” kemudian dia beriman. Dan membuktikan keimanannya dengan amal sholeh, maka ketika dia mengatakan kpd orang lain “saksikanlah aku seorang muslim”. Maka bila sampai ke tahap ini, ayat sebelumnya mengatakan “tidak ada ketakutan didalam hati mereka dan mereka tidak bersedih hati, mereka mendapatkan perlindungan dan dimasukkan kedalam surga”.

Bukan kah itu tujuan hidup kita?

Sebagai penutup, bersegerahlah kita menjadi seorang “muslim”. Muslim sebenarnya. Karena didalam Al Qur’an ada orang yang terlambat menyatakan dirinya sebagai seorang muslim. Siapa dia? dialah Fir’aun.

Semoga apa yang disampaikan ini bermanfaat. Dan kita bisa menjadi seorang Muslim, hingga akhir hayat kita. Aamiin.

-catatan ka desri-

28 April, 2015

[Ilmu] Saksikanlah bahwa aku seorang muslim (part 1)

Kajian Majelis Jejak Nabi
Minggu, 26 April 2015 di Masjid Bank Indonesia

Saksikanlah bahwa Aku Seorang Muslim (Part 1)
Oleh Salim A. Fillah

Assalamu’alaykum wr.wb.

Para salafus sholeh mengatakan jika engkau ditanya apakah engkau beriman? Hendaklah engkau diam, sebab jika engkau mengatakan tidak, tentu saja itu adalah ukuran sementara, ketika engkau mengatakan iya maka bisa jadi engkau telah berdusta, sebab engkau belum memenuhi hak-hak keimanan yang Allah bebankan kepadamu. Demikan pula, seorang salafus sholeh pernah mengatakan kepada sahabat-sahabatnya, apakah kalian orang-orang yang sholat? maka sahabat-sahabatnya menjawab bagaimana engkau bisa bertanya demikian padahal kita baru saja sholat bersama-sama di dalam shaf pertama di mesjid. Maka alim ini mengatakan, apakah kalian orang-orang yang tidak berkeluh kesah lagi kikir ketika ditimpa keburukan tidak berkeluh kesah, dan ketika ditimpa kebaikan tidak menjadi orang-orang yg pelit terhadap sesama. Apakah kalian orang-orang yang mendawamkan sholat kalian yang menyambungkan sholat yang satu dengan sholat lainnya, sehingga antara salam dan takbir di sholat berikutnya terjaga kekhusyu’an, tercegah dari keji dan mungkar. Apakah kalian orang-orang yang membenarkan hari pembalasan? Apakah kalian orang-orang yang kemudian takut, senantiasa berkeluh-keluh di dalam hati terhadap azab dari Rabb kalian? Apakah kalian orang-orang yang senantiasa menjaga kemaluan kalian kecuali terhadap istri-istri kalian? Dan apakah kalian orang-orang yang senantiasa menjaga janji? Dan apakah kalian orang-orang yang senantiasa menegakkan persaksian? Maka terdiamlah para sahabatnya. “Engkau telah bertanya sesuatu yang meragukan mereka”. Benar, sebab aku bertanya, apakah kalian orang-orang yang sholat? Maka aku telah membaca firman Allah di dalam Surat al Ma’arij ayat 19-35 :

“Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila ia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan ia menjadi kikir. Kecuali orang-orang yang melaksanakan shalat. Mereka yang tetap setia melaksanakan shalatnya dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta dan orang yang mempercayai hari pembalasan dan orang-orang yang takut terhadap Tuhannya. Sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada yang merasa aman dari kedatangannya dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Maka barang siapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks, dan lesbian), merekalah orang-orang yang melampaui batas dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itu dimuliakan di dalam SURGA”.

Kata para sahabatnya, ”Bukankah dirimu sedang bertanya, “Apakah kalian termasuk para ahli surga?” “Maka bagaimana kami akan menjawab?”. Sebab di akhir ayat itu menyatakan, mereka itu (golongan yang disebut di dalam surat Al Ma’arij) adalah orang-orang yang dimuliakan di dalam surga.

Ada hal-hal di dalam diri yang sangat berat konsekuensinya, seperti iman, seperti sholat. Sehingga orang-orang terdahulu ketakutan apabila ditanya, apakah engkau beriman? Apakah engkau orang islam? Sebab mereka pewaris para nabi, yang para nabi demikian tawadhu’ kepada Allah SWT.

Perhatikan bagaimana kisah Nabi Yusuf AS, ketika ia mengatakan, “Sesudah perjalanan yang sangat agung di dalam hidupku, melalui lika-liku kehidupan yang sangat indah, yang Allah menyebut ceritanya adalah sebaik-baik kisah di dalam Al Qur’an. Maka puncak dari cita-cita Nabi Yusuf adalah “Ya Allah, kumohon matikan aku sebagai seorang muslim. Dan jadikan aku, meskipun aku tak pantas, agar termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sholeh (Surat Yusuf ayat 101)”.

Perhatikan Kisah Nabi Sulaiman yang berdo’a “Robbi auzi`ni an asyquro ni’matakallati an`amta allaya wa `ala walidayya wa an a’mala sholihan tardhohu wa ad khilni birohmatika fi ibadikas sholihin“ (An Naml; 19) yang artinya : Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk selalu mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua ibu bapakku dan mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang Sholeh”. Sebab tanpa rahmatMu aku bukan termasuk orang-orang yang sholeh.

Begitulah kisah orang-orang yang sangat mulia, yang sangat tawadhu’ di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla.

Ketika kita mengatakan “Kami telah beriman”. Allah mengatakan “Jangan katakan kami telah beriman, tetapi katakanlah kami telah berislam”.

Ada satu identitas yang Allah perintahkan kepada kita utk menampakkannya, menyampaikannya kepada seluruh umat di dunia, maka saksikanlah oleh kalian bahwasanya kami adalah orang-orang muslim. Islam adalah identitas yang sangat agung, yang kita banggakan.

Ada 4 kesadaran yang harus kita ketahui sebagai muslim, yaitu:

1. Kesadaran identitas
➡ Allah yang memberi nama kita sebagai muslim. Jadi identitas muslim bukan manusia yang memberikan namanya, tetapi Allah.

Sebab kita memohon kepada Allah “Ya Allah, tunjukilah kami ke jalan yang lurus, jalan orang-orang yg engkau beri nikmat”. Kisah orang-orang yang diberi nikmat terbentang di dalam Al Qur’an mulai dari Nabi Adam AS s/d Nabi Muhammad SAW, yang kesemuanya adalah gambaran identitas sebagai seorang muslim. Kisah bahwa menjadi seorang muslim adalah seseorang yang jika pun gagal, adalah mereka yang mampu memaknai kegagalannya, sebab mereka yg sebenar gagal adalah yang gagal memaknai keberhasilannya, bahwa keberhasilan itu berasal dari Allah SWT. Dan contoh tersebut terdapat di dalam Al Qur’an di mana Allah mengkontraskan sejak awal, kisah Nabi Adam dengan iblis. kisah Nabi Musa dengan fir’aun.

Kesadaran identitas sebagai muslim dimulai sejak Allah menciptakan Adam lalu Allah memerintahkannya sebagai khalifah di muka bumi.

2. Kesadaran kompetisi
➡ Menjadi muslim adalah kesadaran kompetisi, sebab Allah SWT menciptakan kehidupan dan kematian, menciptakan bumi dan segala yang ada di atasnya untuk menjadi ladang Musabaqoh bagi umat manusia. Untuk menguji siapa di antara mereka, manusia itu, siapa yang paling baik akhlaknya. Hidup ini Musabaqoh. Hendaklah orang-orang berlomba-lomba untuk kebaikan, karena dunia ini tempat kita menanam kebaikan, dan akhirat adalah tempat kita memanen hasilnya. Kesadaran kita sebagai seorang muslim di dalam kompetisi ini adalah kita telah mendaftar di sebuah perlombaan, di mana Allah sebagai panitia dan menjadi jurinya. Mendaftarnya dalam bentuk “Asyhadu Allaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammadurrasulullaah”. Mereka yang tidak mendaftar, tidak berhak mencapai garis finish dan mendapat hadiahnya. Ada kisah seorang yang ikut berlomba, namun tidak mendaftar. Yaitu kisah ibu theresa. Sosok yang banyak berbuat kebaikan hingga akhir hayatnya, namun ia belum terdaftar sebagai muslim.

 3.Sinergi
➡ Kesadaran sinergi, seorang muslim dengan keimanannya, mereka bersaudara. Bahkan yang sudah mati pun adalah saudara kita yang kita selalu mendo’akannya. Karena terhubung dengan iman, terhubung dengan cinta. Persaudaraan itu betapa luasnya, bukan hanya bisa bertatap muka, tetapi bahkan berbeda rupa, dipisahkan jarak. Sebab cinta yg tersambung oleh iman, membuat kita bisa meraih manisnya hidup. Mencinta karena Allah, membenci karena Allah. Cinta kita kepada sesama muslim, membuat kita mencapai kedudukan di sisi Allah SWT, yang tidak dapat dicapai oleh amal-amal pribadi kita. Nabi SAW bersabda “Engkau akan bersama orang-orang yang engkau cintai.”

4. Misi
➡ Sebab menjadi seorang muslim dicurahi Allah SWT cahaya yang sangat agung, iman, sebab tidak beriman salah seorang kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Ada sebuah kisah, seorang teman yang sedang studi di Jepang. Tetangga di apartemennya sedang berlibur selama 10 hari. Setiap kali pengantar koran mengantarkan koran ke kamarnya, ia mengambil dan meyimpannya untuk nanti diberikan ketika tetangganya itu pulang. Ketika tetangganya itu pulang, ia berikan koran yang sudah tersusun rapi itu kepada tetangganya. Lalu si tetangga itu bertanya “Anda peduli amat sama koran saya?” Lalu ia menjawab “Karena kalau ada koran berserakan di depan pintu Anda, orang akan tahu kalau tempat tinggal Anda kosong. Saya khawatir ada orang-orang yang berniat jahat” Bukan hanya merapikan koran-koran itu, tetapi teman saya ini juga menyapu bagian-bagian yang perlu disapu. Selain itu, istrinya juga sering membuat makanan indonesia dan menempatkannya pada rantang besar lalu diberikan kepada tetangga-tetangganya sambil berkata “Silakan dicicipi, mohon maaf kalau tidak suka, karena ini makanan dari indonesia.”  Lalu org jepang ini heran dengan kebaikan teman saya ini dan bertanya, “Siapa yang mengajarkan Anda berbuat seperti ini?” Lalu dijawab oleh teman saya “Seorang yang ingin saya kenalkan kepada Anda. Dia adalah Muhammad SAW”. Singkat cerita, pada akhir studi teman saya ini ada sekitar 5 atau 6 keluarga yg bersyahadat. Orang-orang yg dibinanya ini menjadi penggiat di dalam dakwah. Itulah kesadaran misi sebagai muslim yaitu memperkenalkan Allah dan Rasul-Nya.

-catatan ka Desri Maulina-

27 April, 2015

Kebohongan anak bunda

Bunda sering berbohong pada anaknya, mengatakan sudah makan padahal belum makan.

Bunda sering berbohong memiliki uang, padahal sedang tak punya uang sepeser pun.

Bunda sering berbohong bilang bahwa dirinya bahagia, padahal hatinya sedang sedih.

Bunda sering berbohong bahwa dirinya tak takut dan kuat, padahal ia begitu ketakutan setengah mati dan rapuh.

Tahukah bunda, bahwa aku belajar menjadi sepertimu?

Aku pun sering berbohong pada bunda.
Bilang aku sudah makan, padahal belum. Agar bunda lahap memakan makanan yang kubawakan tanpa perlu memikirkanku.

Aku pun sering berbohong pada bunda.
Bilang bahwa uangku masih banyak di ATM. Agar bunda menerima uang bulanan yang kuberikan sekadarnya, tanpa tahu aku hanya memiliki uang pas-pasan untuk ongkos.

Aku pun sering berbohong pada bunda.
Bilang bahwa aku bahagia, tak sakit hati, dan tak pusing soal cinta. Agar bunda tenang, tanpa perlu terganggu air mataku lagi.

Bukankah ini lucu, Bunda?
Kita sama-sama sering berbohong demi kebahagiaan masing-masing. Meski itu menyakiti diri kita sendiri.

Tapi Bunda...
Apakah kebohongan seperti ini diperbolehkan terus-menerus? Kadang, aku khawatir... apakah kebanyakan wanita suka berbohong seperti kita? Hingga Allah menjamin bahwa bahan bakar neraka adalah batu dan wanita. Apakah karena kebohongan seperti ini, Bunda?

Meta morfillah

21 April, 2015

[Review buku] Sandi Magdalena

Judul: Sandi Magdalena
Penulis: Jim Hougan
Penerbit: Fresh Book
Dimensi: 577 hlm, cetakan 1 Maret 2007
ISBN: 979 98459 2 0

Berita pembunuhan seorang profesor psikologi yang mayatnya dibuang di depan sebuah gereja kuno dengan isi perut terburai, ternyata berpengaruh besar pada seorang agen CIA bernama Jack Dunphy. Penyamarannya sebagai seorang Irlandia bernama Merry Kerry terpaksa harus ditinggalkan. Tidak sampai di situ saja, selain ditarik dari tugasnya, kini situasi berbalik. Hidup Dunphy terancam! Ia kini menjadi buruan atasan dan koleganya. Ia pun terjebak dalam pelarian sekaligus petualangan yang berbahaya.

Semua hal yang terjadi ternyata berkaitan dengan sebuah komunitas rahasia bernama Komunitas Magdalena, yang diyakini merupakan keturunan Yesus dari Maria Magdalena. Fakta mengejutkan bahwa pembentukan CIA oleh Allen Dulles ternyata merupakan penyembunyian penyamaran komunitas tersebut.

Secara isi, cukup menarik. Hanya saja, di beberapa part saya merasa terlalu beruntung nasib tokoh utama. Juga beberapa informasi tidak terjelaskan dengan gamblang apa kaitannya, sehingga membuat saya bingung apa tujuan utama dan yang ingin dicapai organisasi ini. Ditambah dengan ending yang begitu antiklimaks, meski agak menggantungkan sebuah rahasia yang membuat saya bertanya-tanya.

Secara keseluruhan saya mengapresiasi 4 dari 5 bintang untuk novel ini.

Meta morfillah

19 April, 2015

[Review buku] Rumah kopi singa tertawa

Judul: Rumah kopi singa tertawa
Penulis: Yusi avianto pareanom
Penerbit: Banana
Dimensi: 172 hlm, 14 cm
ISBN: 978 978 1079 26 6

Berisi 18 cerita pendek yang gokil menurut saya. Judulnya sendiri merupakan salah satu judul yang cerpen di dalamnya. Dan saya tak paham maksud dari judul Rumah Kopi singa tertawa dan isi cerpennya itu sendiri. Tapi buku ini asyik untuk dibaca. Twist di tiap cerita cukup membuat saya menggeleng-gelengkan kepala saat menamatkannya. Dua cerpen yang saya paling suka di kumcer ini adalah "Ajal Anwar Sadat di Cempaka Putih" dan "Tiga Maria dan satu Mariam". Meski ada beberapa yang agak kurang saya pahami, di cerpen yang terkait dengan tokoh pewayangan, karena saya memang tak terlalu paham dunia perwayangan, saya mengapresiasi 5 dari 5 bintang untuk buku ini.

Berikut adalah cuplikan 18 cerpen tersebut:
1. Cara-cara mati yang kurang aduhai
Cerita seorang kawan yang terkena vonis kanker pankreas dan maut yang rahasia.

2. Dosa besar no. 14
Cerita tentang dosa besar yang dilakukan tokoh utama di waktu remaja.

3. Sebelum peluncuran
Cerita seorang penulis yang berusaha mendapatkan tubuh atletis.

4. Edelweiss melayat ke ciputat
Cerita tentang orang yang edelweiss benci dimutilasi dan mantan suaminya.

5. Tiga lelaki dan seekor anjing yang berlari
Cerita tiga lelaki dan seekor anjing tua yang gemar memakan kotoran, berlari melintasi gurun.

6. Telur rebus dan kulit kasim
Cerita strategi masuk ke sebuah desa dengan membeli kulit kasim yang masih hidup.

7. Penyakit-penyakit yang mengundang tawa
Cerita beragam penyakit yang sepele namun mengundang tawa dan maut.

8. Rumah kopi singa tertawa
Cerita beragan cerita di tiap meja sebuah rumah kopi.

9. Kabut permata
Cerita hilangnya permata yang tak diketahui oleh keluarganya.

10. Kabut suami
Cerita suami rosamund yang menjelma kabut demi mengetahui kadar cinta istrinya.

11. Sengatan Gwen
Cerita gwen dan pesonanya yang mengundang cinta terlarang bagi sam.

12. Ajal anwar sadat di cempaka putih
Cerita kematian anwar sadat yang memiliki kebetulan dengan perbuatannya di masa kecil.

13. Durma sambat
Cerita durma sambat yang sering disalahpahami.

14. Dari dapur bu sewon
Cerita tetangga yang selalu mengantarkan masakannya yang tak enak.

15. Tiga maria dan satu mariam
Cerita tiga wanita bernama maria dan satu wanita bernama mariam yang tidak saling berkaitan.

16. Dua kisah pendek tentang punakawan
Cerita tentang togog tejamantri dan petruk.

17. Laki-laki di ujung jalan
Cerita tentang laki-laki di ujung jalan dan kebiasaan anehnya.

18. Hukum Murphy membelit orang-orang karangapi
Cerita orang-orang karangapi yang terkena hukum murphy, kesialan karena perilaku yang kurang baik.

Meta morfillah

18 April, 2015

[Review buku] Sarelgaz dan cerita-cerita lainnya

Judul: Sarelgaz dan cerita-cerita lainnya
Penulis: Sungging Raga
Penerbit: Indie book corner
Dimensi: 144 hlm, 12 x 18 cm, cetakan pertama oktober 2014
ISBN: 978 602 3090 06 8

Ini adalah buku yang berisi 17 cerita pendek karya Sungging Raga. Beberapa di antaranya, ada yang sudah saya baca melalui blognya. Dari awal saya mengenal tulisan sungging raga di blognya www.surgakata.wordpress.com saya sudah jatuh cinta dengan gayanya bercerita. Ia pun memiliki semacam ciri khas, seperti nama tokohnya yang sering menggunakan nama Nalea, Alesia, Oxymora; juga lokasi desa bernama ensifera, yang sampai membuat saya merasa desa itu benar-benar ada. Semua ceritanya menarik. Tapi kalau ditanya yang paling saya suka di antara 17 cerpen ini, saya punya favorit: Alesia. Meski saya sudah membaca cerita itu di blognya, tak bosan membaca ulang dan tetap sama kesan yang saya dapat setelah membacanya.

Meski secara pengemasan saya agak menyayangkan, sebab jenis font yang digunakan adalah jenis font berkait dengan ukuran yang kecil, sehingga membuat orang cepat mengantuk saat membacanya. Ditambah banyak pemenggalan kata yang ditandai "-" yang menurut saya kurang tepat dan agak mengganggu. Saya tetap memberi 5 dari 5 bintang. Kualitas sungging raga tak patut diragukan lagi.

Berikut cuplikan ketujuh belas cerita pendek tersebut:
1. Sepertiga malam terakhir
Cerita anak kecil dan doanya di sepertiga malam.

2. Hipotenusa
Cerita anak setengah manusia-iblis yang bingung menentukan jati dirinya.

3. Sifat sedih hujan
Cerita tentang hujan dan doa seorang gadis yang tidak menginginkan kehadirannya.

4. Alesia
Cerita anak kecil dengan ibunya yang sakit dan malaikat.

5. Kutukan kurir kematian
Cerita awal mula sebuah profesi hingga sejarah mengulang kembali dirinya.

6. Nehalenia
Cerita jenis kekasih dari dunia hantu.

7. Pesugihan zombie
Cerita sepasang kekasih yang memilih pesugihan zombie dan pada akhirnya terpisah selamanya.

8. Perempuan yang berjalan di tengah rel
Cerita perempuan yang berjalan di tengah rel dengan tujuan yang hanya ia sendiri dan Tuhan yang tahu.

9. Dongeng balas dendam
Cerita keisengan leluhur yang menjelma kerusakan dua buah negeri.

10. Bidadari serayu
Cerita tentang awal mula pencemaran sungai serayu.

11. Sarelgaz
Cerita tentang sarelgaz dan ratu laba-laba.

12. Gadis pelukis mimpi
Cerita gadis dan lukisan karya ayahnya.

13. Laut kesedihan
Cerita seorang gadis yang membangun laut kesedihan hingga akhirnya laut meniadakannya.

14. Isara
Cerita isara dan lelaki yang dicintainya dengan stasiun lempuyangan sebagai saksi.

15. Sebuah patung menangis
Cerita mitos patung menangis yang menentukan lama atau tidaknya sepasang kekasih bertahan.

16. Surat dari janelle
Cerita tentang surat dari janelle dan balasannya.

17. Abnormabilia
Cerita oxymora, anak setengah manusia-iblis yang jatuh cinta pada guru SD nya.

Meta morfillah

[Review buku] Kamu: cerita yang tidak perlu dipercaya

Judul: Kamu - cerita yang tidak perlu dipercaya
Penulis: Sabda Armandio
Penerbit: Moka media
Dimensi: viii + 348 hlm, 11 x 17 cm, cetakan pertama 2015
ISBN: 979 795 961 9

Benar-benar cerita yang tidak perlu dipercaya. Bahkan sampai menamatkan buku ini, saya masih ga percaya... cerita apa sih ini sebenarnya? Tapi asyik. Pernah merasa terkesima mendengar seseorang bercerita tentang pengalamannya, meski aneh dan kadang tak masuk logika, tapi kamu menerima dan menikmatinya. Persis seperti itu rasanya membaca buku ini.

Uniknya, tokoh utama di sini tak bernama. Hanya aku dan kamu dan tokoh pendukung lain yang beberapa tak juga bernama. Dengan alur maju mundur, sebaiknya kamu mempunyai pegangan agar tak bingung membedakan realitas dan urutan cerita. Secara isi, saya menikmati cerita yang sepertinya hanya menikmati bagaimana bercerita ini. Gaya bahasanya pun meski seenaknya, yang terasa banget penulisnya anak muda, tapi tetap berbobot, bahkan kadang agak puitis. Namun masih banyak typo dan kurang spasi di beberapa bagian yang cukup mengganggu. Secara tampilan saya suka covernya. Simpel tapi terasa kekinian banget ala anak muda. Biru dan kuning, kayak seragam olahraga smk telkom saya hahaha. Saya beri nilai 4 dari 5 bintang.

Meski tak ada tema khusus, sebab ini cerita tentang kenormalan hidup dan apa saja yang dipikirkan sang tokoh, tapi ada beberapa kalimat yang saya suka dan cukup dalam untuk diresapi. Seperti ini contohnya,

"Keramaian adalah dengung yang semakin didengarkan justru membuatmu kesepian. Orang-orang terus bicara; berbagai jenis suara berlintasan hingga telingamu penuh tetapi kepalamu kosong. Tidak mengerti apa-apa, bukan bagian dari apa-apa." (Hlm. 17)

"Menurutku jatuh cinta itu nggak indah-indah amat. Kau buka hatimu supaya seseorang masuk ke dalam, kau jaga dia agar betah dan sehat, dan seterusnya, dan seterusnya. Seperti memelihara orang lain di dalam tubuh sendiri. Sialnya, kau nggak punya perangkat untuk sepenuhnya memahami orang lain." (Hlm. 279)

"Kita ini sangat ingin dibilang orang kota, sampai-sampai kita lupa, kampungan memiliki makna yang romantis. Dan si orang kota ini terus-menerus mengeluh soal betapa buruknya tata kota, kemacetan, dan membanding-bandingkan keadaan dulu dan sekarang. Lalu mereka dengan tak tahu diri memuja-muja harum tanah basah, mencari udara segar ke hutan, memotret langit senja di gunung atau matahari terbenam di laut, tapi nggak ada yang mau hidup di kampung atau merubuhkan kita mereka dan menjadikannya kampung lagi. Mereka takut kehilangan kemapanan yang merela bangun untuk menunjang hidup enak dan praktis. Yang bisa mereka lakukan hanyalah mengkhayal tentang kehidupan desa sambil minum kopi," (Hlm. 291)

Meta morfillah

15 April, 2015

Film The Cobbler

Film The Cobbler

Awalnya niat nonton ini tuh untuk menghibur diri. Karena review di tv lucu dan Adam Sandler yang main. Diajak nonton filosofi kopi, tha tolak. Alasannya "Lagi ga mau yang serius dan buat keluar air mata." Ternyata film ini jauh nguras air mata. Tapi, nangisnya setelah nonton, soalnya ga enak sama teman yang nemenin. Hahahha...

Filosofi hidup yang tha dapat dari film ini cukup dalam dan ngena. Pepatah bilang "Don't judge people from their cover, until you walk on their shoes." Film ini benar-benar mengandaikan bila kita memakai sepatu orang lain, it means 'walk on their shoes', kita akan tahu kehidupannya serta cara pandangnya selama ini. Max Simmin, melalui kecelakaan karena mesin jahit sepatunya rusak, terpaksa memakai mesin jahit sepatu lama warisan ayahnya. Takdir bekerja dengan caranya sesuai skenario Tuhan. Max menemukan keajaiban. Semua sepatu yang dijahit memakai mesin itu membuat Max bisa berubah menjadi pemilik sepatu.

Adegan paling menyentuh adalah saat Max memberikan hadiah terbaik dan terindah kepada ibunya, tanpa ia tahu bahwa itu juga akan menjadi hadiah terakhirnya.

Betapa konflik batin yang dialami Max memuncak, manakala ditinggalkan oleh satu-satunya orang yang ia cintai. Max hampir kehilangan jati diri. Ia menganggap hidupnya selama ini adalah loser, hingga ia tak mampu membelikan nisan yang layak untuk ibu tercinta. Hal-hal buruk pun ia alami saat ia mencoba lari dari kenyataan dengan mengubah diri menjadi orang lain. Hingga ia mendapat kejutan yang membuat ia merasa bahagia kembali.

Memang agak membosankan di beberapa part, tapi saya hargai 8 dari 10. Sebab filosofi hidup yang berat dapat saya maknai dalam film ringan ini. Yakinlah bahwa berkorban untuk keluargamu, terutama orang tuamu tak akan pernah jadi hal yang sia-sia. Meski pun selama kau memberikan waktumu pada mereka, kau tidak menjadi orang hebat yang dikenal dunia. Tapi setidaknya kau telah menjadi dunia bagi mereka. Dan jangan pernah menjudge sepihak dari sisi yang ditinggalkan. Ada banyak hal yang mungkin belum waktunya untuk kamu mengerti saat ini, tapi jangan pernah membenci. Meski itu terlihat buruk bagimu, kau tak pernah tahu kebaikan di baliknya.

Meta morfillah

11 April, 2015

[Review buku] Fatimah

Judul: Fatimah: The Greates Woman In Islamic History
Penulis: Ali Syariati
Penerbit: Mizan Media Utama
Dimensi: xxxiii + 326, cetakan I Juli 2008
ISBN: 978 979 18258 0 1

KAGET!!!
Itulah yang saya rasakan saat membaca buku ini. Ekspektasi saya adalah penjelasan tentang pribadi Fatimah, namun yang saya dapati hingga bab keenam adalah tentang pemikiran Syiah. Saat saya membaca kata pengantarnya, barulah saya paham, ternyata penulisnya berasal dari Iran yang mengaku orang Syiah Alawiyyah, bukan syiah syafawiyyah. Begitu gamblangnya pemujaan terhadap Ali dan Fatimah dibandingkan kekalifahan sahabat. Bahkan sampai ada penyebutan Imam 12, turunan Ali. Saya kaget, mengapa saya bisa memiliki buku ini. Secara logika pun saya agak aneh. Ada beberapa hal yang absurd, seperti mengakui tuhan lain. Menurut saya buku ini menyeramkan bagi orang awam.

Berikut salah satu kalimat aneh yang ingin menjelaskan tentang air mata atau menangis adalah bentuk cinta.

"Mereka menangis agar dapat mengikatkan hati mereka secara mendalam kepada keluarga tercinta ini. Itulah tempat pemujaan yang sesungguhnya, Olimpia sejati tempat bersemayamnya tuhan-tuhan yang tidak mengenal bahasa lain kecuali air mata." (Hlm. 34)

Mengapa harus diumpamakan ke olimpia dan tuhan-tuhan lain?

Juga kronologis usia yang janggal di halaman 197 "Istri Nabi, Khadijah, sudah sangat tua, barangkali tujuh puluh tahun. Dia telah menjalani kehidupan sepuluh tahun masa kenabian dan tiga tahun dalam pengepungan itu."

Padahal di halaman 201, dijelaskan bahwa Nabi berusia 25 tahun, dan Khadijah 40 saat menikah. Berarti selisih usia mereka 15. Nabi diangkat menjadi rasul di usia 40 tahun. Kalau 10 tahun masa kenabian, seharusnya usia nabi 50 tahun dan khadijah 65 tahun, bukan 70 tahun.

Aneh. Sifat Fatimah dan Ali pun begitu aneh di buku ini. Mengejutkan, saya memiliki buku ini. Tertumpuk di tumpukan bawah yang baru sempat saya baca.

Kalau harus memberi bintang, saya beri 1 dari 5 bintang.

Meta morfillah

08 April, 2015

Film Theory of Everything

Film yang mengisahkan hidup Stephen Hawking dari remaja hingga tua, berusia 72 tahun. Sisi romantis dan humanis begitu dalam saya temui. Dari film ini saya belajar memaknai lagi cinta dengan makna sederhana namun dalam. Cinta adalah komunikasi.

Ada suatu kalimat bijak berbunyi "Carilah pasangan yang asyik diajak ngobrol. Sebab saat tua nanti, saat kalian sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi, kalian hanya bisa menghabiskan waktu dengan mengobrol."

Seperti Jane saat mengenal Hawking dan berani mengambil keputusan menikahinya, meski Hawking divonis hanya mampu bertahan dua tahun. Jane sangat mengenali Hawking, dia mampu memahami apa yang ingin Hawking katakan. Di sanalah cinta menguat. Komunikasi mereka, saling mengerti. Lalu, cinta bisa berubah seperti hukum kekekalan energi. Cinta tidak hilang, melainkan berubah bentuk.

Saat Jane sadar, bahwa dia butuh lelaki normal yang mampu menemani dan membantunya menanggung beban hidup yang cukup menyesakkan. Namun dia tetap setia pada Hawking. Cintanya mulai berubah... pada Hawking, ia tak bisa kehilangan. Ia mencintainya. Meski ada cinta lain juga untuk Jonathan.

Lalu, saat kehadiran Elaine yang dengan cepat mampu memahami komunikasi Hawking yang begitu terbatas. Hawking tahu, bahwa cintanya pada Jane yang begitu besar harus sepadan dengan besarnya kekuatan untuk melepaskan Jane dari sisinya. Sebab, ada hal-hal yang tak mampu ia penuhi. Dan sudah ada Elaine yang mampu membantunya dalam berkomunikasi. Jane pada akhirnya menemukan kebahagiaan bersama Jonathan. Meski cintanya pada Stephen Hawking tetap ada, dan cinta itu berubah menjadi rasa sayang sebagai sahabat.

Jadi... siapakah yang mampu memahamimu dengan baik? Mampu kauajak berkomunikasi dengan asyik? Mungkin dialah cintamu...

Meta morfillah

07 April, 2015

[Review buku] Garis batas

Judul: Garis Batas
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: xiv + 510 hlm, 13.5 x 20 cm, cetakan pertama April 2011
ISBN: 978 979 22 6884 3

Tajikistan yang terlihat modern dengan mobil, namun harga bensin selangit. Kirgiztan, negara pertama yang memproklamirkan kemerdekaan dari Moskow (jajahan Uni Soviet). Kazakhstan yang memindahkan ibu kotanya dari kota kosmopolitan Almaty ke padang gembala Astana. Uzbekistan dengan nilai mata uangnya yang begitu anjlok bahkan kurang dihargai oleh warga negaranya sendiri. Hingga Turkmenistan yang begitu makmur namun terisolasi dari dunia, seperti hidup di negara khayalan. Tak perlu bekerja, tak perlu gaji dan propaganda serta doktrin dari sang pemimpin Turkmenbashi yang membuat warganya puas dan bangga akan tanah airnya sendiri.

Melalui garis batas, agustinus mengajak pembaca memaknai kembali tentang nasionalisme. Dari perjalanannya di lima negeri Asia tengah yang berakhiran Stan, saya belajar beragam kultur, agama, demografis hingga sisi humanis tiap warga negara. Betapa ada banyak hal yang begitu saya syukuri terhadap tanah air Indonesia setelah menikmati perjalanan Agustinus di buku ini. Terkadang, boleh jadi kita menganggap negeri lain lebih indah dan seperti surga, tanpa menyadari bahwa surga bisa dibangun di tanah kita sendiri.

Betapa beruntungnya saya, menemukan buku ini di Gramedia Sale Botani Square Bogor seharga 15 ribu rupiah. Oh ya, agak mengharukan ketika saya membaca bagian penutup buku yang dituliskan oleh penulis, bahwa buku ini dipersembahkan untuk mamanya yang sakit kanker, tanpa sempat melihat terbitnya buku ini.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

05 April, 2015

[Review buku] Surga yang tak dirindukan

Judul: Surga yang tak dirindukan
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: AsmaNadia Publishing House
Dimensi: xii + 308 hlm, 20.5 cm, cetakan keempat Juni 2014
ISBN: 978 602 9055 21 4

"Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak cukup membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?"

Apa artinya rumah yang selama ini kerap dianggap sebagai surga, jika tak lagi menjadi pelabuhan yang ramah dan tak lagi dirindukan oleh pemiliknya? Begitulah suasana yang ditampilkan dalam novel ini. Isu poligami yang diangkat dari sisi agama dan kultural di Indonesia. Memotret tiap rasa dari semua sisi: sisi suami, sisi "korban"--dalam hal ini istri pertama-dan sisi perempuan pemilik istana kedua.

Melalui tokoh Arini, seorang istri yang soleha, cerdas, berkarir sebagai penulis, membaktikan diri pada suami. Sosok yang mendekati sempurna, dikaruniai tiga anak yang sehat, dan pernikahan yang harmonis selama sepuluh tahun. Tak pernah menyangka bahwa suaminya, Pras, akan menikah lagi. Alasan apa yang membuat Pras rela membangun istana kedua bersama Mei Rose, wanita peranakan Cina, mualaf dan memiliki satu anak, sementara kehidupan mereka berdua begitu sempurna bagai di negeri dongeng. Seharusnya segalanya berjalan indah, happily ever after.

Membacanya, mengingatkan saya pada kalimat "It's too good to be true, it means not true." Juga kalimat bijak lainnya "Sesuatu yang terlalu... seperti terlalu baik, menandakan bahwa itu tidak baik." Yaa... hidup yang terlalu sempurna seharusnya hanya ada di surga.

Menarik sekali, ketika saya membaca pengantar dari penulis dan ragam komentar dari pembaca buku di fanpage asma nadia mengenai tanggapan "Apa yang akan kamu lakukan jika ayah/suami/abang/anak lelakimu menikah lagi?"

Pro dan kontra nampak jelas di sana. Saya sendiri, tak dapat membayangkan apa keputusan yang akan saya ambil dalam posisi tokoh Arini. Ending yang dibuat oleh mbak Asma pun begitu menggantung. Membebaskan pembacanya menginterpretasikan sendiri, apakah tokoh utama pro atau kontra terhadap poligami.

Ah... isu ini begitu rumit. Sebab, kita berbicara dengan perasaan. Meski memaksa logika turut mewarnainya, akan tetap ada hati yang limbung, terluka, teriris perih bahkan kehilangan identitas.

Baiklah, saya beri 4 dari 5 bintang untuk novel dengan bahasa yang ringan dicerna ini.

Meta morfillah

04 April, 2015

[Review buku] Menata spiritual muslimah

Judul: Menata spiritual muslimah
Penulis: Ninih Muthmainnah
Penerbit: Tasdiqiya Publisher
Dimensi: xi + 206 hlm, cetakan kedua Juli 2012
ISBN: 978 602 18495 0 7

Buku ini dihadiahkan oleh salah seorang teman lelaki di bulan Agustus 2012. Namun baru saya baca hari ini, karena baru saja dikembalikan oleh kerabat yang meminjamnya.

Buku ini begitu simpel, bahasanya mudah dicerna dan to the point. Memang judulnya diperuntukkan bagi muslimah, tapi lelaki pun bisa membacanya. Sebab  menurut saya ulasan dalam buku ini masih bersifat general.

Terbagi menjadi 5 bab, Teh Ninih mengawali dengan bab "Menguatkan keyakinan pada Allah SWT" dengan sub tentang tauhid, sabar dan shalat, lalu pendalaman terhadap wahyu pertama yakni Iqra'.  Berlanjut ke bab "Meraih ampunan Allah SWT" dengan sub tentang taubat, memohon keselamatan imam dan kesucian saat kita kembali fitri di hari raya. Bab ketiga "Menenteramkan jiwa dengan ibadah" dengan sub tentang ikhlas, bahaya riya terhadap amal dan berbagai amalan yang disukai Allah. Selanjutnya bab "Mengisi hidup dengan akhlak mulia" dengan sub tentang pemanfaatan waktu dan harta, silahturrahim, menjaga lisan, pandangan dan pendengaran serta menjadikan rasul sebagai teladan. Lalu bab terakhir, yang membuat buku ini dikhususkan untuk muslimah, bab "Mengoptimalkan fitrah wanita" dengan sub tentang karir, fitrah wanita, mendidik anak, keutamaan ibu dan belajar dari sosok mulia seperti Khadijah dan Aisyah.

Buku ini cocok untuk mengingatkan kembali diri kita akan hakikat muslimah sebenarnya. Bisa dibaca di sela waktu sibuk atau pun saat santai, sebab bahasanya begitu halus dan mudah dicerna. Tak membuat kening berkerut-kerut.

Saya memberikan 3 dari 5 bintang

[Review buku] The God Of Small Things

Judul: The God Of Small Things (Yang Maha Kecil)
Penulis: Arundhati Roy
Penerbit: Yayasan Obor Indonesia
Dimensi: xxxii + 420, 13.5 x 18.5 cm, cetakan kelima Mei 2009
ISBN: 978 979 461 402 0

Berlatar belakang sebuah desa di india, novel ini mengangkat banyak isu seperti gender, seksualitas, SARA, sejarah dan budaya pengklasifikasian kelas/strata di India. Secara cerita, novel ini mengalir tanpa ada twist, sebab semuanya telah ditampilkan di awal. Namun, semakin membaca kelanjutannya, kita akan dibawa maju mundur. Yaa... novel ini memiliki alur maju mundur yang membuat pembacanya harus konsen agar tak kehilangan pegangan, sedang ada di fase manakah saat membacanya. Semua cerita dipusatkan pada kedatangan hingga kematian Sophie Mol, anak Paman Chackoo yang berasal dari London. Satu hari yang mengubah segalanya.

Melalui sudut pandang Rahel kecil dan Rahel dewasa, serta sudut pandang ketiga, novel ini memusatkan cerita pada sebuah keluarga terhormat di Ayemenem. Mamachi, nenek Rahel yang terbiasa disakiti oleh suaminya, Papachi. Chackoo, paman Rahel yang merupakan lulusan Oxford, menyuarakan kesetaraan namun meniduri para pekerja wanitanya. Baby Kochamma, bibi Rahel yang mengalami kandasnya cinta pertama sehingga mengubah agamanya. Ammu, ibunda Rahel yang jatuh cinta pada Velutha dari kasta rendahan, The Untochable. Serta Rahel dan Estha, saudara kembarnya yang pernah mengalami pelecehan seksual di gedung bioskop.

Menurut saya, novel ini begitu berat. Sarat akan banyaknya pengungkapan akan keadaan India di masa itu. Pantas saja, bila di negaranya sendiri, novel ini begitu dihujat dan dilarang terbit. Namun, sebuah karya yang bagus tetaplah bersinar. Novel debut pertama Arundhati Roy ini memenangkan sebuah penghargaan literasi bergengsi.

Secara isi, gaya bahasa, saya agak menemukan kesulitan dalam menangkap makna-makna kalimat atau frase yang dihidangkan. Mungkin, karena memang ada beberapa kata yang sulit dicari padanannya dalam bahasa kita, sehingga agak menghilangkan estetikanya.

Secara tampilan, selayaknya buku sastra lainnya. Novel tebal ini, kurang cantik dikemas. Font yang digunakan begitu rapat, penuh, dan membuat ngantuk. Entahlah, saya masih saja mengharapkan novel-novel sastra dikemas dengan gaya kekinian, yang membuat orang tertarik membacanya. Tidak seperti buku teks yang langsung menjemukan dan harus mengumpulkan niat lebih untuk membacanya... hahaha.

Secara keseluruhan, saya memberi 4,5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

03 April, 2015

[Review buku] Kota-kota imajiner

Judul: Kota-kota imajiner
Penulis: Italo Calvino
Penerbit: Fresh Book
Dimensi: v + 185 hlm, cetakan I April 2006
ISBN: 979 98459 9 8

"Jika Anda menyukai 'Mimpi-mimpi Einstein'nya Alan Lightman, maka Anda harus membaca novel ini. Karena ialah pelopornya." Editor Fresh Book.

Yup, gaya berceritanya seperti novel Alan Lightman. Saya berkata seperti ini karena saya lebih dulu membaca novel Alan, sebelum membaca novel ini.

Bagaimana yaaa... tidak mudah menjelaskan novel ini. Saya sudah berusaha untuk membuat reviewnya dengan cara saya yang biasa, namun rasanya tetap kurang pas. Berkali saya baca ulang, saya hanya merasa terhanyut pada keindahan bahasa puitisnya, juga gambaran kota yang terkadang memiliki sifat seperti manusia, surealis. Kemustahilan imajinasi bertemu dengan pasangan sempurnanya, kefasihan bercerita. Beginilah rasanya. Tak sadar kamu dibuai cerita di dalamnya, meski akal agak protes, karena surealisnya kadang tak masuk logika.

Pada intinya, tokoh Marco polo sebagai sang pencerita beragam kota mengelompokkan menjadi:
1. Kota-kota & kenangan
2. Kota-kota & keinginan
3. Kota-kota & tanda-tanda
4. Kota-kota kecil
5. Kota-kota niaga
6. Kota-kota & mata-mata
7. Kota-kota & nama-nama
8. Kota-kota & kematian
9. Kota-kota & langit
10. Kota-kota berlanjut
11. Kota-kota tersembunyi

Masing-masing kelompok memiliki 5 cerita. Jadi, totalnya ada 55 cerpen tentang kota yang berbeda.

Saya beri 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

02 April, 2015

[Review buku] Renjana dalam bejana

Judul: Renjana dalam bejana
Penulis: Nabila Budayana
Penerbit: Nulisbuku.com
Tahun: 2013

Buku ini dihadiahkan pada saya saat di Yogya. Lina, gadis yang memberikan buku ini, saya curiga bahwa dia pun mengenal cukup baik penulis buku ini.

Buku ini adalah kumpulan cerpen yang terdiri dari 13 kisah. Satu di antaranya berjudul "Renjana dalam bejana". Secara isi, saya suka dengan diksi dan metafora yang digunakan. Namun, ada beberapa cerita yang tidak saya pahami maksudnya. Interpretasi terlalu bebas, dengan gaya metafora sang penulis membuat saya agak lama mencerna tiap kisah. Bukunya sih tipis, tapi dahi saya berkerut lama memikirkan "Maksud cerita ini apa? Tahu-tahu sudah selesai, tapi saya bingung."

Saya sadari, bahwa buku ini diterbitkan self publishing. Bukan mendiskreditkan self publishingnya, tapi di buku ini saya agak kecewa karena editannya yang kurang rapi. Ada beberapa EyD yang kurang tepat, juga typo yang cukup fatal karena mengubah makna, letak preposisi dan prefiks kata di- yang kurang tepat, serta penulisan alinea. Saya menyayangkan, kualitas self publishing seharusnya tetap dijaga dengan self edit, minimal. Sebab hal tersebut sungguh mengganggu dan sempat menyurutkan minat saya melanjutkan baca buku ini.

Berikut cuplikan 13 cerpen tersebut:

1. Kawan dan malam
Menceritakan seorang gadis yang berkawan dengan malam hingga ia dewasa.

2. Perjalanan kenangan
Menceritakan perjalanan kenangan seorang lelaki yang menanti kekasih wanitanya hingga menua di stasiun.

3.Tiga wanita dan toko buku kecil
Menceritakan keterkaitan masa lalu, masa kini dan masa depan tiga wanita di sebuah toko buku kecil, disebabkan ulah seorang lelaki.

4. Berawal dari kepala
Menceritakan tentang ilusi rumah kenangan yang ada di kepala seorang cucu wanita.

5. Kuteks hijau
Menceritakan tentang seorang wanita, sejarah kelahirannya dan kuteks hijau yang selalu diingatnya.

6. Beri tempat semanggiku
Menceritakan perjuangan seorang penjual pecel semanggi di tengah kota dan roda zaman yang menggilas.

7. Sampul ungu tua
Menceritakan kisah cinta sejati nenek dan kakek yang tak berujung pernikahan, namun tetap awet sebagai cinta pertama mereka.

8. Melodi tanah air dalam kotak mimpi
Menceritakan pilihan jalan hidup sebagai musisi.

9. Semu merah pada wajah
Menceritakan seorang wanita yang bersemu merah dan mampu menaklukkan hati lelaki mana pun, namun sebenarnya banyak kepahitan yang tersembunyi di balik semu wajahnya.

10. Sepasang payung berdebu
Menceritakan kisah sepasang pemain sirkus yang saling memendam rasa hingga menua.

11. Renjana dalam bejana
Menceritakan seseorang yang siap dan telah mencintai kematian, lalu menjadi gila saat menghadapi kematian orang terdekatnya.

12. Encore
Menceritakan dua tokoh wanita lintas waktu dan zaman yang terhubung dalam satu tempat.

13. Menemukan manusia
Menceritakan sepasang kekasih yang mencoba menjadi lebih manusiawi dan pasrah pada takdir, tanpa ketergantungan terhadap teknologi.

Secara keseluruhan, saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik