Pages

01 January, 2017

Menjadi bungsu

MENJADI BUNGSU

Identik dengan manja dan menjadi kesayangan. Di balik itu ada beban moril menjadi bungsu. Terutama bungsu yang diharapkan dan menjadi tempat orangtua bercerita. Bila kakaknya sukses, maka ia akan diharapkan jauh lebih sukses. Bila kakaknya kurang berhasil, maka ia akan diharapkan bisa berhasil. Menjadi bungsu tak boleh gagal, sebab banyak harapan terakhir berada di pundakmu.

Menjadi bungsu pula, paling banyak menghabiskan waktu dengan orangtua. Di saat para kakak mendewasa, ia masih lucu dan pastinya menjadi hiburan bagi orangtua. Saat kakaknya sudah memiliki banyak problema dengan keluarga baru, ia baru mulai mencecap dunia kedewasaan. Selamanya ia akan dianggap anak kecil, penghibur dan teman orangtua. Saat rumah perlahan ditinggalkan oleh para kakak, bungsu harus tetap ada dan menjaga. Ialah harapan teman di kala senja orangtuanya.

Menghabiskan banyak waktu dan menyaksikan fase di mana orangtua perlahan kembali bertingkah menjadi bayi, membuat pemahaman si bungsu akan lebih dalam memutuskan teman hidup. Dalam doanya, ia akan berharap seorang lelaki dengan keluarga baik yang bisa mengerti bahwa ia tak sanggup membiarkan orangtuanya jauh dan sendiri tanpanya. Pemahaman hidup berikutnya adalah, bahwa ia adalah sosok yang sangat diharapkan tidak meninggalkan rumah dan orangtuanya.

Begitulah menjadi bungsu, apakah kamu sanggup mendalami pola pikir menjadi bungsu? Jika iya, mungkin padamu terletak takdir. Aku menemukanmu!

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik