Pages

18 September, 2015

Amanah

"Faizaa faraghta fansoob [Q. S. Al Insyirah: 7]

Maka bila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain."

Jadi ingat perkataan Imam Hasan Al Banna kalau tak salah, bahwa hidup manusia merupakan sepenggal pagi dan malam. Tiap pagi dan malam berlalu, maka berkuranglah hidup manusia. Kita berjuang dalam helai nafas per detik.

Menurutku, hidup kita pun sebenarnya merupakan rangkaian amanah yang tak ada habisnya. Bahkan saat kita tak memegang amanah apa pun, sesungguhnya kita sedang menjaga amanah dari Tuhan: hidup kita sendiri. Tak lain adalah waktu.

Persis seperti ayat yang saya kutip di atas, bahwa kita bagai dalam permainan tentang amanah. Bila amanah diibaratkan sebuah batu di sungai, kita harus segera melompat dari satu batu ke batu lainnya untuk mencapai tujuan. Jangan berhenti terlalu lama. Bergegas dan lekas bila telah selesai dengan satu amanah. Dan tetaplah berusaha keras. Sebab sejatinya tak ada amanah yang mudah. Sekecil apa pun, akan dimintai pertanggungjawabannya di dunia dan akhirat. Dalam memegang sebuah amanah, coba letakkan visi jauh menembus apa yang kasat mata. Visi bahwa sejatinya kita sedang berurusan dengan Tuhan, sebagai wali urusannya di bumi.

Lalu kini, setelah amanahmu selesai, bersiaplah untuk amanah lain yang akan memilihmu. Ingat, bukan kamu yang memilih amanah, tapi amanahlah yang menghampirimu, bahkan meski kamu merasa tak pantas menerimanya!

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik