Pages

27 August, 2015

[Cerita lirik] Human

I can hold my breath
I can bite my tongue
I can stay awake for days
If that's what you want
Be your number one

"Kamu terlalu asyik dengan mereka. Sadarkah kamu terlalu mendominasi? Seperti bukan dirimu yang kukenal dahulu."

Kalimatmu membuatku berpikir lamat-lamat. Seketika anak-anak di grup ramai membelaku. Mengatakan bahwa kalimatmu itu hanya ungkapan kecemburuan padaku. Aku yang kamu kenalkan pada mereka. Lalu menjadi jauh lebih akrab, memenangkan perhatian, dan begitu disayang mereka dalam hitungan bulan. Jauh lebih tenar dan bersinar, kata Jo. Kamu berang mendengar jawaban mereka. Kamu pun keluar dari grup. Mereka tak kehilanganmu, bahkan menghiburku.

Aku memang tersenyum dan bertingkah seolah-olah semua baik-baik saja. Menerima hiburan mereka dengan senyum. Padahal hatiku sakit. Satu kata bergaung di kepalaku.

Mendominasi.

Apakah aku telah mendominasi?

I can fake a smile
I can force a laugh
I can dance and play the part
If that's what you ask
Give you all I am

Tentu saja aku membujukmu untuk kembali. Apa rasanya ketika orang yang mengenalkanmu, membawamu pada dunia yang ceria, lalu pergi memendam sakit hati karenamu? Aku tak ingin hal itu terjadi. Aku bahkan menjanjikan hal tak perlu. Bahwa aku tidak akan banyak bicara lagi di grup. Tidak akan dekat-dekat lagi dengan orang yang kamu kurang sukai. Tidak akan tertawa, tersenyum, apa pun yang kamu minta, bahkan bersedia pergi, asalkan kamu kembali.

Tapi aku bodoh. Malah kalimat ini yang aku dapatkan.

"Kembalilah ke mereka. Kamu yang disayangi mereka, bukan aku. Tidak usah membujuk dan berharap aku akan kembali ke kelompok kalian yang eksklusif itu."

Apa kau lupa, siapa pendiri kelompok eksklusif itu? Siapa yang membawaku ke sana?

But I'm only human
And I bleed when I fall down
I'm only human
And I crash and I break down
Your words in my head, knives in my heart
You build me up and then I fall apart
'Cause I'm only human

Aku menyerah. Kurasa tidak perlu ada yang harus diperjuangkan menilik sikapmu padaku. Aku tetap menjalani hariku, meski menyayangkan hubungan kita yang retak. Sekuat tenaga aku menahan diri untuk tidak membenci dirimu dan diriku. Sekuat hati aku mencoba bersikap biasa bila tak sengaja bertemu denganmu, meski kau membuang muka.

Lama-lama hatiku mendingin. Saat aku berpikir ulang tentang kesalahanku di masa lalu. Tidak ada niat sedikit pun untuk mendominasi. Aku selalu berusaha menjaga batas tahu diri, bahwa aku adalah anak baru. Lalu, salahkah bila ternyata aku dicintai? Aku tak pernah meminta cinta mereka. Berharap pun tidak. Mengapa aku harus bersalah? Mungkin bintang yang terlalu bersinar terang, akan menyilaukan dan menyakiti sekitarnya. Bintang itu harus rela meredupkan sinarnya. Maka kulakukan itu, seiring redup dan dinginnya hatiku.

Dua tahun berlalu, perkataanmu tetap menancap di hatiku. Bekasnya tak pernah hilang. Menimbulkan sedikit trauma. Tanpa dinyana, aku kembali menghadapi hal sama. Dengan orang lain. Kali ini, aku memutuskan untuk memutus rasa didominasi itu sebelum hubunganku dengannya retak.

I can turn it on
Be a good machine
I can hold the weight of worlds
If that's what you need
Be your everything

I can do it
I'll get through it

I can take so much
'Til I've had enough

But I'm only human
Just a little human

Sejauh ini... aku bisa menghadapi semuanya. Aku bisa melakukannya sendirian. Tapi, ada saat di mana aku ingin berteriak pada kalian, bahwa aku juga hanyalah manusia biasa. Bahwa tawaku, senyumku terkadang dijalin di atas luka. Palsu. Aku tak setegar yang kalian kira. Bila aku terus tersenyum, bukanlah karena aku bahagia. Semata aku lupa bagaimana aku harus bersedih atau membalas marah. Aku lelah.

Mengapa aku harus menjaga perasaan kalian? Kapan kalian yang akan menjaga perasaanku? Kapan kalian akan mendengarkan apa yang tidak kukatakan?

*cerita lirik Human - Christina Perri

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik