Pages

30 June, 2017

Bekerjasama dengan Sensing

Mungkin karena terbiasa kerja dengan dominasi orang Sensing, jadi saya paham gitu ketika banyak ketidakjelasan, ketidakpraktisan, orang Sensing akan rungsing. Sebab karakter utama orang Sensing adalah BUTUH KEPASTIAN, PRAKTIS, dan BUKTIKAN!

Jangan banyak janji, jangan banyak wacana, jangan memberi opsi terbuka. Lebih baik langsung jelas, to the point ke sasarannya, kalau kayak gitu instruksinya... Sensing akan langsung mengerjakan instruksi kita. Sebab karakter lainnya adalah PELAKSANA TERPRAKTIS dan PATUH.

Nah, ketika #Sensing dijadikan pemimpin namun dia merasa KURANG TERFASILITASI dan PROSESNYA RIBET, kerjanya pun akan menurun, puncaknya adalah dia akan kabur di situasi yang menurut dia ribet-banget-sih-buat-gitu-aja. Orientasi kerja dia adalah TUGAS dan HASIL. Jadi jangan lama di proses tanpa menjanjikan hasil, juga jangan ga enakan gitu mau minta tolong atau ngasih tugas ke Sensing. Dia malah lebih senang instruksi tugas yang banyak dan JELAS. Soalnya memang Sensing itu alamiahnya banyak gerak, banyak kerja. Tapi ingat kembali harus jelas ya.

Maka, Sensing biasanya tidak suka sama orang yang ikut-ikutan dan tidak jelas. Kalau kata partner saya, "Malas ikuti orang yang gak punya pendirian. Tar dikit-dikit ganti, bikin pusing!"

Nah, kadang saya merasa praktik Feeling mendukung Sensing saat kritis itu. Seperti tiba-tiba saya merasakan wah teman saya udah BT nih, maka langsung saya beri instruksi tegas, jelas, dan kepastian. Bila melibatkan banyak orang biasanya saya yang handle dulu. Biar hati Sensing tenang kembali. Cuma kadang, Feeling itu kan kalau udah ceplas ceplos nyakitin, lidahnta setajam silet. Nah, saya suka lupa tuh kalau sudah berbicara pakai bukti dan data kinerja, omongan saya pedas, sikap saya kayak Thinking yang dingin, gak peduli perasaan yang lain, yang menurut saya mengganggu stabilitas. Padahal saya sendiri sebal lihat orang Thinking kalau lagi keluar DINGINnya.

Haha... masih harus belajar banyak untuk menaikkan maqam Feeling saya. Biar gak baperan, gak nyelekit kalau ngomong, dan kelemahan Feeling lainnya. Menuju bijak itu... tidak sepasti menuju puncak. Saya tak pernah tahu kapan akan mencapainya, berapa lama waktu yang dibutuhkannya.

#yukbelajar #STIFIn #lebihpeka #humanis #bijak

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik