Pages

20 June, 2017

[Review buku] The silkworm

Judul: The Silkworm
Penulis: Robert Galbraith
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 536 hlm, 23 cm, cetakan pertama 2014
ISBN: 978 602 03 0981 1

Bermula dari permintaan Leonora Quine yang meminta bantuan Strike mencari suaminya, ternyata berkembang menjadi kasus pembunuhan terencana yang keji. Owen Quine, penulis yang baru saja menyelesaikan novel terbarunya berjudul Bombyx Mori, ditemukan mati terbunuh dalam keadaan usunya hilang, rusaknya wajah dan TKP karena ceceran asam hidroklorida yang korosif serta penataan mayat di tengah meja makan yang dikelilingi piring berjumlah tujuh orang.

Persisi sebagaimana adegan yang ada di novel terakhir penulis tersebut yang awalnya masih rahasia. Semakin ditelusuri, semakin banyak kejanggalan dan kepedihan masa lalu yang ditemukan oleh Strike. Ditambah kegalauan Strike akan mantan pacarnya yang menikah dan keputusasaan Robin akan sikap permusuhan tunangannya, menimbulkan atmosfer ketertarikan halus yang berusaha dienyahkan keduanya.

J.K. Rowling yang menyamarkan dirinya dengan nama pena baru Robert Galbraith membuktikan kepiawaiannya dalam menulis genre crime, detective, dan seidkit thriller. Buku keduanya setelah The Cuckoo's Calling ini mengingatkan saya akan adegan CSI dan Castle. Hanya di beberapa part agak memusingkan bahasa terjemahannya dan sedikit kecewa sih dengan perkembangan hubungan Strike-Robin hehe.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Tiada kecemasan yang tidak berkesudahan melebihi pikiran-pikiran manusia sendiri." (H.35)

"Beberapa orang memang tak bisa mengerti; paling banter, pekerjaan berarti status dan gaji bagi mereka, tidak memiliki makna." (H.317)

"Cara paling aman untuk mengamankan informasi rahasia agar tidak bocor adalah dengan tidak memberitahu siapa pun." (H.498)

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik