Pages

01 May, 2017

[Review buku] Pretty Prita

Judul: Pretty Prita
Penulis: Andrei aksana
Penerbit: Gramedia
Dimensi: 264 hlm, 21 cm, cetakan pertama november 2005
ISBN: 979 22 1642 1

Farrel dan Gaby adalah pasangan paling perfect bila dilihat kasat mata. Keduanya rupawan, cerdas, dan mandiri. Tapi di balik itu, menjadi pacar Farrel adalah hal yang melelahkan bagi Gaby. Tiga tahun tanpa kepastian akan dilamar. Belum segala komentar pedas selama pacaran. Romantis? Jangan harap! Gaby harus selalu paham tentang Farrel, tapi Farrel bahkan tidak punya waktu untuk memahami Gaby.

Puncak kesabaran Gaby adalah saat ulang tahunnya dan Farrel melupakannya. Di tengah hujan, ia berdoa agar Farrel merasakan apa yang ia rasakan dengan menjadi wanita dan hanya akan kembali normal jika ia bahagia menjadi wanita.

Hujan adalah saat mustajab untuk berdoa. Doa itu pun dikabulkan. Farrel terbangun sebagai Prita. Farrel melalui beragam kejadian menyakitkan sebagai wanita, mulai dari merawat diri, sakit saat haid, hingga menjaga diri dari cowok brengsek yang mengincar virginitynya. Akankah Farrel kembali menjadi Farrel? Atau selamanya ia akan menjelma Prita si cewek cantik?

Lucu membaca buku ini, membayangkan penulis lelaki yang berusaha memahamkan lelaki lain akan dunia wanita. Betapa tidak mudah menjadi wanita. Meski menurut saya di beberapa part aneh dan kurang logis.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Membaca novel bisa memperkaya pengalaman hidup kita. Novel menceritakan tragedi hidup, kamu bisa memetik hikmah tanpa harus mengalaminya sendiri." (H.58)

"Jabatan baru berarti tanggung jawab lebih besar. Artinya membutuhkan konsentrasi lebih besar juga." (H.69)

"Tugas terberat perempuan, bukan bagaimana menggiring laki-laki ke tempat tidur, tapi bagaimana menyeretnya ke pelaminan." (H.146)

"Kemenangan terbesar adalah saat kita tidak kehilangan orang yang kita cintai." (H.237)

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik