Pages

18 May, 2017

Kepercayaan

KEPERCAYAAN

"Ka, banyak yang pesan, tapi aku gak punya uang untuk talangin. Boleh gak kalau dikirim dulu barangnya, nanti baru kutransfer cash?"

"Boleh ta. Kalau sama kamu mah aku percaya."

Hal senada dilakukan penjual online lain meski belum bertemu muka denganku. Berani sekali mereka mengambil risiko mengirimkan barang dalam jumlah cukup besar dan tidak ada DP. Tahu-tahu saja aku dijapri barang sudah dikirim dan kuterima bahkan belum kubayar.

"Masya Allah ka, kok kamu percaya sama aku? Kita ketemu juga belum. Gak takut kubawa kabur?"

"Hehe, enggaklah. Aku pegang kata-katamu dan sebelumnya aku cari tahu tentang kamu dari teman yang hubungkan kita. Semua bilang kamu komitmen dan amanah kok! Bisnis itu TRUST. Dan aku berani ambil risiko, karena aku YAKIN kamu bisa DIPERCAYA."

Terbayang dalam benakku, betapa Rasulullah SAW sungguhlah teladan. Pantas saja Rasul sukses berbisnis. Sebab kunci bisnis adalah TRUST/PERCAYA. Dan Rasul adalah orang paling dapat dipercaya hingga digelari Al Amin. Bahkan hingga berdakwah pun, orang kafir mendustakan agama/ajaran yang dibawa Rasul, bukan pribadi Rasul yang tetap diakui sebagai Al Amin.

Sebagai manusia, hubungan kita begitu rentan. Butuh dasar yang kuat untuk berpijak agar tak gamang. Kepercayaan adalah pijakannya. Hal yang penting. Bisa dianalogikan kepercayaan bagai keperawanan. Sekali rusak, tidak akan bisa kembali utuh seperti sediakala. Maka menjaganya perlu effort luar biasa. Saat kau merusak kepercayaan orang lain terhadapmu, maka bersiaplah kehilangan satu-satunya yang kaumiliki di dunia ini: Nama Baik!

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik