Pages

18 June, 2016

[Review buku] Problem at Pollensa Bay

Judul: Problem at Pollensa Bay (Masalah di Teluk Pollensia)
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: 296 hlm, 18 cm, cetakan kelima Juli 2011
ISBN: 978 979 22 7231 4

Agatha Christie identik dengan Hercule Poirotnya yang eksentrik. Tapi di buku ini, dibilang "Parker Pyne" Stories sedangkan pada kalimat pembuka kasusnya diterangkan ada tokoh Poirot di dalamnya. Ada yang membingungkan saya, apakah Poirot dan Pyne orang yang sama atau bukan? Juga pada tokoh Mr. Harley Quin yang misterius dan sedikit surealis. Sebab kehadirannya seperti hantu atau tokoh rekaan psikologis Mr. Satterthwaite?

Ada delapan cerita dalam buku ini:
1. Masalah di Teluk Pollensa
Kasus anak mami yang berusaha memperjuangkan cintanya dengan mendapat restu sang ibu dengan bantuan Parker Pyne.

2. Gong kedua
Pembunuhan lelaki eksentrik yang dikira bunuh diri, namun berhasil dipecahkan oleh Hercule Poirot.

3. Bunga Iris Kuning
Percobaan pembunuhan dengan memakai modus kasus pembunuhan empat tahun lalu yang berhasil dipecahkan oleh Hercule Poirot.

4. Perangkat minum teh harlequin
Percobaan pembunuhan seorang ibu pada anak tirinya yang buta warna, namun berhasil dicegah Mr. Satterthwaite.

5. Misteri regatta
Komplotan pencuri yang menyamar demi mendapatkan berlian Morning Star, yang berhasil ditangkap Parker Pyne.

6. Detektif-detektif cinta
Kasus pembunuhan yang mengambinghitamkan kepala pelayan berhasil diluruskan oleh Mr. Satterthwaite.

7. Lebih penting dari seekor anjing
Ini lebih seperti cerita romansa dan kesetiaan seekor anjing. Tidak ada detektif yang terlibat ataupun pembunuhan meski anjingnya mati.

8. Sekuntum magnolia
Kasus cinta, selingkuh, dan suami yang menjual istrinya demi menyelamatkan diri. Pun tidak ada kasus pembunuhan. Namun saya bertanya-tanya tentang endingnya, sekuntun magnolia yang jatuh itu makna sebenarnya atau kiasan untuk istri yang akhirnya bunuh diri?

Membaca agatha christie dengan beragam tokohnya, terutama poirot, tidak semudah memahami sir arthur conan doyle dan sherlock holmesnya. Kadang saya terjebak pada banyaknya deskripsi dan kurang mengerti khasnya orang Inggris, Amerika, dsb di masa itu--tahun 1930an. Sehingga kadang saya perlu mengulangi untuk memahami fakta dan data yang mengiring hingga sampai ke premis dan konklusi sebuah kasus. Namun, hal itu tak mengurangi kesukaan saya pada karyanya. Tetap menarik dengan cita rasa vintage.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik