Pages

19 June, 2016

[Review buku] Muslim kok Nyebelin

Judul: Muslim Kok Nyebelin?
Penulis: Satria Dharma
Penerbit: Bunyan (Bentang)
Dimensi: x + 254 hlm, 20.5 cm, cetakan pertama desember 2013
ISBN: 978 602 7888 68 5

Buku ini terbagi menjadi 4 bab utama: Membangkitkan tradisi kemajuan islam, teologi islam yang rasional, beragama secara autentik,  dan beragama lebih membumi.

Gaya bahasa penulis santai dan bermula dari pengamatan keseharian atau diskusi. Hampir sebagian besar tulisan ini adalah pendapat dari sisi penulis. Semacam pertanyaan dan pemikirannya terhadap fenomena seputar islam, baik ritual ibadah maupun muamalah. Namun menurut saya pribadi, buku ini haruslah dibaca oleh orang yang sudah paham tentang Islam. Sebab, agak berbahaya bila pemikiran dalam buku ini dibaca oleh orang awam yang langsung mencernanya bulat-bulat tanpa membaca referensi lain. Penulis menurut saya cukup liberal, amat mengedepankan logika. Saya sendiri sampai kadang berpikir mengikuti alur pikirnya. Hingga kadang menerbitkan ragu yang aneh dan tak nyaman. Makanya buku ini agak lama saya selesaikan, sebab saya membaca buku lain yang mengimbangi pendapat penulis buku ini. Banyak poin yang membuat saya 'ngeri' bila buku ini dibaca oleh orang yang jarang baca buku terutama terkait Islam. Contohnya:

"...umat Islam menyatakan bahwa Adam adalah manusia pertama di dunia. Tentu saja ini tidak benar. Adam bahkan bukan nabi pertama di dunia. Sebelum Nabi Adam ada, telah hidup manusia dalam berbagai komunitas di belahan dunia ini." (Hlm. 60)

"Akan tetapi, kenapa ya, umat Islam takut sekali kalau ucapan selamat natal dapat merusak akidahnya? Kehati-hatian atau kebodohan? Ya karena terpengaruh mitos tadi... kemungkinan akidahnya 'tercemar' hanya karena ucapan selamat natal pada umat nasrani adalah ilusi yang sangat... sangat liar." (Hlm. 130)

"Jadi, kalau ada saintis yang menyatakan perlunya Tuhan dilibatkan dalam teori ilmiah apa pun, itu sungguh ganjil. Itu dua ranah yang berbeda bidang operasinya...  Tidak ada satu pun teori yang bicara tentang kehadiran Tuhan. Teori evolusi dianggap sebagai teori yang kafir. Harun yahya, penentang paling serius dari teori ini, lantas didapuk menjadi 'pahlawan penyelamat akidah' yang selama ini telah dibikin sesat oleh teori evolusi. Sungguh menggelikan sebenarnya." (Hlm. 180)

Tapi, dari buku terburuk pun kita tetap bisa belajar. Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

"Dengan kemampuan membaca yang membudaya dalam diri setiap anak, tingkat keberhasilan di sekolah maupun dalam kehidupan di masyarakat akan membuka peluang kesuksesan hidup yang lebih baik." (Hlm. 6)

"When you speak, your words echo only across the room or down the hall. But when you write, your words echo down the ages." (Hlm. 17)

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik