Pages

05 February, 2017

[Mentoring] Tantangan shalih di era digital

TANTANGAN SHALIH DI ERA DIGITAL

Ustad Hilman Rosyad
31 Des 2016

Kehidupan maya sudah melekat dengan kehidupan nyata. Terlihat dari fenomena ojek online dan layanan lainnya. Ada kecemasan terhadap dunia internet bahwa lebih banyak mudharatnya.

Namun menurut saya kurang bijak jika menarik diri dari internet, sebab potensinya sangat besar.

Di dunia maya tidak ada instruksi "Kamu harus begini, begitu". Adanya tutorial/tuntunan teknis, sehingga pegiat medsos harus kreatif.

Ingatlah "SAYA MUSLIM" sebelum melakukan sesuatu di dunia maya. Seperti tentang bicara, tentang aurat di medsos (jaga mulai dari mata). Sebab dalam Islam tertulis dan nyata itu sama.

Misalnya di whatsapp ada yang minta didoakan, jangan langsung komen aamiin. Tapi diam sejenak, doakan, baru balas aaamiin. Benar-benar dilakukan apa yang tertulis.

Konteks memilah/menerima informasi, segera tabayun dan pastikan apakah benar, akurat, dan lengkap.

الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ    ؕ  اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ هَدٰٮهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰٓئِكَ هُمْ اُولُوا الْاَلْبَابِ
"(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat."(QS. Az-Zumar: Ayat 18)

Konsep menyebarkan informasi:
Apakah berita itu BENAR untuk disebar?
Apakah berita itu PENTING untuk disebar?
Apakah berita itu PERLU disebar?

Semua itu perlu diperhatikan sebab medsos bebas nilai. Etika bermedsos pun harus ghadul bashar, bukan sekadar menundukkan mata, tetapi mengalihkan perhatian ke hal yang lebih baik. Saat ada gambar kurang sopan, segera beralihlah!

Tidak semua pertanyaan harus dijawab di medsos. Terutama bila yang syariat tidak mewajibkan untuk tahu. Seperti bertanya tentang shalat hajat, tasbih, dll sementara shalat wajib dan rawatibnya belum lengkap. Fokus pada yang wajib.

Guyonan ustad Hari Sanusi:
Iman di medsos terdiri dari 3 level,
1. Iman paling lemah adalah mengelike
2. Iman sedang adalah dengan komentar
3. Iman paling tinggi adalah dengan mengeshare.

So, hati-hati dengan medsosmu!

#catatansepemahamanpenulis

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik