Pages

09 July, 2017

Ngomong sama ayam


"Met, kenapa ya lebih susah ngasih tahu orang yang pintar atau sudah paham dibanding yang belum tahu apa-apa?"

"Ya karena dia sudah punya pengetahuan tentang itu. Dia merasa sudah paham dan lebih tahu dari kamu. Coba saja kamu kalau diberitahu sesuatu yang sudah kamu tahu, malas gak dengarnya?"

"Iya, sih. Tapi kan manusia suka lupa, makanya harus sering nasehat-menasehati."

"Betul, tapi butuh kelapangan dada menerima sebuah nasehat. Butuh kejernihan hati untuk terus mau belajar. Butuh kebesaran hati untuk mau mengosongkan pikiran saat menerima ilmu atau nasehat. Agar kita selalu merasa kita butuh, kita beruntung, dan kita baru saja mendapat ilmu dan nasehat tersebut."

"Iya ya, Met. Kalau nyari calon mending cari yang sekalian ummi (belum tahu apa-apa) dari pada yang sudah paham tapi gak mau dengar nasehat ya?"

"Lebih baik cari yang paham dan mau mendengar, mau belajar. Tapi ya kitanya juga harus adil. Kita pun harus bersikap seperti itu. Sebab hidup adalah pelajaran dan ujian terus menerus, yang hanya akan berhenti saat kita mati."

Jangan bosan mengingatkan dalam kebaikan, dengan cara yang baik, perkataan yang benar, dan adab yang menjadi teladan. Apalagi ingetin meta, orangnya suka lupaan, ditulis aja suka lupa, apalagi enggak. Biarin aja dia nulis, biar dia baca lagi tuh tulisan buat nasehat dirinya sendiri. Maapin meta yaaak!

*Kadang lebih gampang ngomong sama ayam daripada sama manusia. Ayam gak bisa membantah soalnya haha

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik