Pages

29 November, 2015

[Kajian] Peran rumah dalam pendidikan anak

PERAN RUMAH DALAM PENDIDIKAN ANAK

Minggu, 29 Nov 2015
Ust. Herfi Ghulam Faizi

Kebanyakan orang berilmu/datang ke majelis ilmu, tapi tidak diulangi lagi ilmunya di rumah. Banyak beli buku parenting, tapi tidak belajar dari Al Quran. Semangat belajar, tapi tidak semangat mengajarkan. Padahal ilmu yang didapatkan itu adalah benda mati, ia hanya akan hidup jika kita menghidupkannya dengan cara mengamalkan.

Optimalisasi rumah untuk melahirkan generasi muslim yang istimewa.

Ingat, bahwa orangtualah yang bertanggung jawab terhadap anak, bukan guru! Yang akan dihisab oleh Allah tentang baik buruknya anak adalah orangtua, bukan guru.

Ingatlah cerita pada saat kekhalifahan Umar bin Khattab, yang akan menghukum seorang anak lelaki. Lalu anak itu bertanya pada Umar, apa saja hak seorang anak dari orangtuanya. Umar menjawab ada 3 hak anak:
1. Hak dipilihkan ibu yang baik
2. Hak diberikan nama yang baik
3. Hak diberikan pendidikan yang baik

Lalu anak itu mengaku bahwa ia tidak mendapatkan ketiga hal tersebut dari orangtuanya. Maka sesungguhnya, orangtua tersebut telah zalim pada sang anak, jauh sebelum sang anak menjadi durhaka.

Jangan juga kita paksakan anak kita menjadi seseorang atau sesuatu yang kita inginkan. Misal, kita memiliki klinik besar, maka anak kita harus menjadi dokter untuk mewarisi klinik tersebut. Padahal anak kita tidak ingin menjadi dokter, lalu kita paksa.

Saya sendiri--red: ustad--saat anak saya didaftarkan di sekolah favorit lalu tidak lulus, ya sudah tidak saya paksa. Banyak yang orangtuanya berhasil dalam akademis, tapi anaknya tidak. Ya sudah, tidak usah dipaksa harus seperti orangtuanya.

Pentingnya rumah yang baik:
"Dan TANAH YANG BAIK, tanaman-tanamannya TUMBUH SUBUR dengan izin Allah, dan TANAH YANG BURUK, tanaman-tanamannya yang TUMBUH MERANA." (Q. S. 7 [Al A'raf]: 58)

Dari ayat tersebut, menunjukkan bahwa baiknya iklim/lingkungan di rumah, akan menghasilkan generasi yang baik.

Pesan Imam Gazhali:
Saat lahir, fisik anak belum disempurnakan oleh Allah. Orangtualah yang menyempurnakan fisiknya dengan memberi asupan makanan bergizi. Begitu pun jiwanya. Orangtualah yang menyempurnakan jiwa anak dengan memberikan pendidikan dan akhlak yang baik. Bila anak dibiasakan baik, maka orangtua akan bahagia dunia akhirat. Bila anak dibiasakan buruk, maka orangtua akan sengsara dan binasa.

Rumah kita bukanlah rumah laba-laba!
"Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui." (Q. S. 29 [Al Ankabut]: 41)

Karakteristik rumah laba-laba:
1. Laba-laba betina (secara fisik, bentuknya lebih besar daripada pejantan) yang membangun rumah.
2. Laba-laba betina tidak lagi butuh pejantan setelah dibuahi.
3. Laba-laba pejantan akan lari dari rumah setelah membuahi.
4. Anak laba-laba akan memakan induknya setelah dewasa.

Secara ilmiah, rumah laba-laba adalah rumah terkuat. Seratnya sangat kokoh 5x lipat dibanding baja. Namun, mengapa Allah mengatakan rumah laba-laba adalah rumah terlemah/teringkih?
Sebab rumah laba-laba bukan untuk dihuni, melainkan untuk menjebak mangsa. Rumah laba-laba meskipun kuat, namun tidak menghasilkan rasa tenteram, tenang (sakinah) bagi penghuninya.

Runah tangga islami, tidaklah seperti itu, melainkan dinilai dari seberapa besar sakinahnya, bukan dari besarnya atau kokohnya bangunan.

Karakteristik rumah islami:
1. Suami yang jadi qawammah.
2. Istri saleha yang menghadirkan sakinah.
3. Suami dan istri yang mengasuh buah hatinya secara bersama-sama dengan baik.
4. Buah hati yang menjadi penyejuk mata di dunia dan tabungan di akhirat.

Yang harus ada dalam rumah:
1. Pendidikan spiritual dalam keluarga muslim
2. Pendidikan akhlak dalam keluarga muslim
3. Pendidikan sosial dalam keluarga muslim
4. Pendidikan ekonomi dalam keluarga muslim
5. Pendidikan militer dalam keluarga muslim

NB: Saya--penulis--jadi teringat sebuah nasihat, "Jangan mencari suami yang baik untuk dirimu. Tapi carilah ayah yang baik, untuk anakmu kelak."
Semoga... aaamiin

*catatan sepemahaman penulis

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik