Pages

13 November, 2015

[Cerita lirik] Balonku

Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru

Tika sedang gundah. Bahkan lagu balonku yang sedang ia nyanyikan bersama anak-anak di rumah belajar terasa menyindir dan mengingatkan Tika pada sosok itu.

"Haaah... Hatiku ini bukan balon yang ada lima. Hatiku cuma satu. Mengapa lagu ini jadi seperti menyindir aku, sih? Baper deh..." batinnya.

Mengapa cinta seringkali tak tepat waktu? Saat aku tak menyukainya, dia menyukaiku. Saat dia sudah tak menyukaiku, aku perlahan menyukainya. Dan sulit bagiku untuk melupakan bila sudah menyukai seseorang. Menyebalkan. Tika melanjutkan keluhannya dalam hati, sementara mulutnya terus menyanyi bersama anak-anak dan senyum terus terpasang, diiringi gerakannya  yang lincah. Betapa hebatnya wanita! Bisa mengalami dua emosi bersamaan sekaligus menutupi perasaan yang sesungguhnya.

Meletus balon hijau
Dor!!
Hatiku sangat kacau

Yaa... hatiku saat ini sangat kacau. Persis balon hijau itu! Betapa ingin rasanya aku yang menjelma menjadi balon hijau itu di hadapannya. Sekadar untuk mengacaukan hatinya. Aah... tapi boro-boro dia memikirkanku. Dumelan Tika terus berlanjut dalam hati. Otaknya bernyanyi, tapi hatinya menangis.

Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat

Hatiku tetap tinggal satu. Dari awal pun cuma satu. Tapi selepas dia pergi, kupegangi hatiku semakin erat. Begitu erat. Sebab aku takut, bila hatiku terbawa olehnya, tak akan lagi kudapati sepotong hati yang baru.

*cerita lirik "Balonku". Special untuk Chyntiarama Fajriyan Tika.

Meta morfillah

1 comment:

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik