Sumber: google |
Di matamu masih tersimpan
selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat
di keningmu
Kau nampak tua dan lelah,
keringat mengucur deras namun
kau tetap tabah hm...
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan
merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran
perjuangan
Bahumu yang dulu kekar,
legam terbakar matahari kini
kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik
kita
Tapi kerinduan tinggal hanya
kerinduan
Anakmu sekarang banyak
menanggung beban
-----------------------------------------------------------------
Assalammua’alaikum Bapak..
Hari ini tanggal 11 di bulan yang kunanti. Saat mengetik angka 11, selalu
kuingat rentang waktu yang pernah kumiliki bersamamu. Ya,,11 tahun saja ku
dapatkan kesempatan berharga itu. Tanpa pernah kuucapkan TERIMA KASIH ataupun
MAAF dikarenakan pemahamanku yang belum mendalam atas makna kedua kata ajaib
tersebut. Usia yang belia, tapi daya ingatku sangat tinggi saat itu. Banyak
kejadian bersamamu yang kuingat. Dan entah, mengapa hanya kenangan bersamamu
yang ada di ingatanku sampai usia 11 tahun itu. Tanpa kuingat ada kenangan
bersama mama, kakak,dan uda.
Dan saat ini, ditemani lagu Titip Rindu Buat Ayah – Ebit G. Ade kurasai
lagi rindu yang membuncah. Interaksi yang kurindukan bersamamu. Mungkin saat
menatap bulan dapat kudiskusikan denganmu perihal terciptanya alam. Saat
menatap semut dapat kubincangkan denganmu tentang kekuatan fisik mereka nan
hebat. Saat membicarakan perihal teman, dapat kuadukan hal yang menyenangkan
dan menyedihkan yang terjadi padaku. Saat menjelang tidur dapat kutumpahkan
kerisauanku akan hari esok. Namun,,sejak kau tak ada di dunia ini kelamnya
malam kubasuh berdua saja dengan bulan. Risaunya hati akan esok hari kupendam
saja dalam diri. Hanya DIA yang menenangkanku dalam syahdunya muhasabah.
Bapak,,ingin kubicarakan sesuatu tentang kaummu. Yang sangat mengecewakanku.
Ingin sekali kudengar pendapatmu atas segala komentarku. Agar aku bisa
objektif, tidak hanya menilai satu sisi. Sekali lagi itulah keterbatasanku yang
selalu menuntut. Maukah kau mengunjungiku saat ku bermimpi di pertiga malam di
waktu sahur? Kudengar di waktu itu adalah mimpi yang benar, datang dari
ijinNya. Karena waktu sahur itulah waktu turunnya Ilahi ke langit dunia, dan
rahmat di waktu itu jadi dekat, dan ampunan Ilahi pun hampir, dan syaitan
sedang tidak sibuk... Kupinta, kunjungi aku sekali saja di saat itu dan berilah
nasihat petuahmu yang kubutuhkan. Ya Allah,,bolehkah aku meminta hal itu
terjadi dengan ijinMu?
Semua kata dan kalimat yang kuurai hanya ingin menyampaikan bahwa AKU RINDU
PADAMU bapak.. Semoga kau dalam lindunganNya di sana.
Wassalammu’alaikum wr wb..
meta morfillah
11 Oktober 2010
8:31 PM
No comments:
Post a Comment