Pages

02 March, 2017

Embun penyejuk hati

Tadi di pelatihan, pemateri menyuruh kami menulis sebanyak-banyaknya alasan mengapa saya ada di sini, hari ini, sebagai guru. Teman saya pun berlomba banyak-banyakan. Tapi saya dengan yakin hanya ada satu alasan mengapa saya menjadi guru di sini, sekarang.

Pematerinya pun heran, melihat saya sudah selesai dalam beberapa detik. Saat ditanya siapa yang terbanyak, rata-rata 5-13 alasan. Lalu diberi hadiah. Saat ditanya yang tersedikit, jawabannya saya. Hanya satu alasan. Dikasih hadiah juga.

Mau tahu, apa alasan saya?

RIDHA MAMA.

Dari semua alasan mengapa saya pindah domisili ke Bogor, belajar mencintai kota hujan yang sering membuat saya kedinginan dan masuk angin, bahkan melebur menjadi warganya dengan bekerja di sini dan mengurangi frekuensi ke Jakarta adalah ridha mama.

Kalau saja Mama masih meridhai saya di perusahaan lama, tidak akan saya ada di sini. Menjadi guru itu, meski sekolahnya keren luar biasa, tetap tidak akan membuat kaya seperti kayanya pengusaha. Jalur pendidikan itu bukan bisnis. Salah besar kalau menjadi guru mengharapkan kekayaan materi.

Justru saya sadar bahwa jadi guru itu siap miskin materi, siap lelah ngurusin anak orang, siap capek dikomplen orangtua, siap menjadi superman sebab harus sempurna untuk digugu dan ditiru. Makanya saya tidak memilih profesi guru sebagai pilihan pertama.

Tapi, mama meridhai saya di sana. Sejauh apa pun saya berlari, mengelak dari takdir, nyatanya doa mama saya jauh lebih didengar Allah. Bermula dari berat hati menjadi jatuh hati. Hati-hati. Ucapan orangtua terutama ibu adalah doa yang mustajab, tak ada hijab, langsung didengarkan Allah.

Maka ridha mama adalah keutamaan saya melangkah selama saya masih belum menikah. Lain halnya jika saya telah menikah, saya akan menuruti yang diridhai suami saya.

Saat saya ceritakan kejadian hari ini, raut muka mama sukar ditebak. Beliau hanya diam. Hanya saja saya melihat beliau memperlama doa setelah shalatnya dan bergetar pundaknya. Ah, Mama...

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik