Pages

21 September, 2016

Niat

NIAT

Dalam sebuah hubungan, yang membuat bertahan selamanya dan tidak berubah bukanlah perasaan cinta. Sebab perasaan terlalu absurd untuk dijadikan pegangan seumur hidup. Semua itu bergantung pada kemauan.

Bukan seberapa banyak aku mencintai orang ini, tapi seberapa besar kemauanku menjaga hubungan ini.

Yaa... kemauan.

Pun dalam usaha melupakan seseorang. Susah move on adalah perkara ketidakmauan atau keengganan beranjak dari kenangan manis yang pernah dilalui. Padahal bila kita berkemauan keras, meninggalkan semua hal yang mengingatkan masa lalu amatlah mudah. Menghilang saja dari lingkaran kehidupan orang tersebut.

Menghilang... bukan dari dunia. Tapi dari kehidupannya. Menghindari tempat, waktu, dan kesan yang memiliki keterkaitan dengannya.

Pun mencari... seseorang yang benar-benar ingin ditemukan. Luasnya dunia mampu dipersempit bila ada kemauan menjemput dan menemukannya. Memperjuangkan yang sekiranya layak diperjuangkan.

Semua yang terjadi adalah perkara kemauan.

Dalam agamaku, dikenal dengan NIAT.
Innamal a'maalu bin niyaat, wa inna ma likullimri immanawa.
Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang hanya mendapatkan apa yang diniatkannya. (H. R. Bukhari dan Muslim)

Menjaga niat agar tetap lurus, tak goyah, dan mudah berubah... adalah menjaga kemauan. Butuh keteguhan hati dan tak mudah. Persis bagai kokohnya menara eiffel. Tegak menjulang, tak berombang-ambing dan bimbang.

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik