Pages

12 September, 2016

Berbahagia dalam ketidaktahuan

BERBAHAGIA DALAM KETIDAKTAHUAN

Kadang, ketidaktahuan kita akan perasaan seseorang yang mencintai kita jauh lebih baik daripada mengetahuinya. Meski dia tidak memperlihatkan bagaimana caranya dia memperjuangkan kita. Meski dia tak hadir secara fisik di hadapan kita. Meski dia tidak sedikit pun mengusik keseharian kita. Namun, semua akan membuat kita terusik sebab kita sadar akan perasaan yang tengah tumbuh kembang di hatinya.

Sayangnya, cinta dia untuk kita adalah haknya. Kita tak berhak memangkasnya sedikit pun, sebab cinta itu tumbuh dalam hatinya, bukan hati kita. Namun, kita berhak menentukan sikap atas perasaannya. Akankah kita menerima, menolak, atau menghindar?

Maka, berbahagialah dalam ketidaktahuanmu. Sebab, mengetahui sesuatu yang sebaiknya tidak kamu tahu justru akan meresahkan. Membuatmu menakar-nakar perasaan agar semua tampak baik-baik saja, sementara kamu tahu bahwa ada yang tidak baik-baik saja. Mencari tahu sesuatu yang tak berwujud sebagaimana perasaan adalah upaya menyakiti diri sendiri. Maka, berhentilah mencari tahu perasaan seseorang terhadapmu.

Tak perlu menjadi kuat dengan mengendalikan air, udara, dan lainnya. Kamu... cukup mengendalikan perasaanmu, hatimu.

Meta morfillah

1 comment:

  1. Soal hati, biarkan hati yang menerka. Tapi kok rasanya pendapat ini diperuntukkan bagi mereka yang hatinya kuat mengendalikan. kebanyakan tidak begitu. Buktinya banyak korban PHP.

    Recent Post: [Buku] Where The Mountain Meets The Moon by Grace Lin

    ReplyDelete

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik