Pages

23 January, 2016

[Review buku] I believe

Judul: I believe (Jomblo bermartabat, Married bermanfaat)
Penulis: @Manjaddawajadaa
Penerbit: QultumMedia
Dimensi: xiv + 154 hlm, 14 x 20 cm, cetakan kedua desember 2013
ISBN: 979 017 262 1

Dibilang jomblo entah mengapa membuat kita kadang gak suka atau gak terima. Nah, buku ini mengubah paradigma itu. Dengan bahasanya yang ringan, crunchy, dan tidak terlalu menggurui, penulis ingin membuat kita bangga menjadi jomblo bermartabat yang bila married akan bermanfaat.

Hanya ada dua pilihan: Jomblo atau menikah! Tidak ada pilihan pacaran. Menurut buku ini, bahkan pacaran adalah ilegal dan tidaj diakui oleh negara! Mengapa? Sebab dalam KTP kita hanya ada status menikah atau belum menikah which is means Jomblo. Hahahha...

Menariknya lagi, paradigma bahwa jomblo itu karena gak laku, diputar balik oleh penulis. Jomblo itu keren, pacaran itu kuno. Tapi jomblo yang bagaimana dulu? Sebab ada 3 tipe jomblo: 1. Jomblo karena belum kepikiran untuk pacaran (sibuk sama aktivitasnya, tapi nggak segan untuk pacaran kalau dipengaruhi oleh temannya), 2. Jomblo tapi pengin banget pacaran (biasanya suka tebar pesona, HTSan), 3. Jomblo karena Allah (tahu bahwa pacaran gak boleh dalam Islam dan sibuk membenahi diri serta beramal saleh). Nah, jadilah jomblo yang nomor 3. Hidup jomblo!

Kelebihan lain buku ini adalah pemaparan tentang asal muasal istilah jomblo dan pacaran yang ternyata memiliki sejarah mulia, namun semakin bergeser dan disalahartikan oleh generasi sekarang. Pacara sebenarnya adalah tradisi orangtua Melayu yang memberikan pacar air atau inai pada dua orang muda-mudi yang ketahuan saling tertarik. Sang pemuda memberitahu ketertarikannya pada keluarga sang gadis dengan mengirimkan tim pembaca pantun, yang kemudian akan berpantun di halaman rumah sang gadis. Jika sang gadis menyambut pantun tersebut, artinya ia bersedia menerima pemuda sebagai pasangan hidupnya. Pacar yang ada di tangan muda-mudi itu akan hilang dalam waktu 3 bulan. Nah, dalam waktu itulah sang pemuda akan mempersiapkan segala kebutuhan untuk melamar sang gadis. Kalau pacar di tangan keduanya hilang dan sang pemuda gak kunjung melamar, maka sang gadis berhak membatalkan pertunangan itu dan menerima pinangan pemuda lain. Tapi jangan bayangkan dalam waktu 3 bulan itu mereka berpacaran seperti anak muda zaman sekarang. Mereka sangat terjaga sebelum pernikahan dilangsungkan. Sang gadis bahkan dipingit. Tradisi ini mirip khitbah dalam Islam. Tuh lihat, jauh banget kan pergeseran pengertian pacaran!

Lalu buku ini masuk ke pembahasan lebih baik memantaskan diri dulu, no khalwat until akad, yang muda yang beriman, bahkan ada tips menjadi wirausaha. Lalu ke pembahasan cinta begitu indah, yang kemudian membahas tentang ta'aruf. Disajikan pula 10 kisah cinta abadi yang terkenal seperti kisah ali dan fatimah, rasul dan khadijah, rasul dan aisyah, yusuf dan zulaikha, abu talhah dan ummu sulaim, dlsb. Terakhir adalah motivasi cinta, ada beberapa indikator wanita saleha itu seperti apa, lelaki saleh itu seperti apa, mengapa bidadari cemburu. Terakhir ditutup dengan beragam pantun tentang jomblo dari beberapa akun twitter.

Secara keseluruhan buku ini menarik. Dari pengemasannya saya suka. Pilihan warna yang soft dan konsisten pink, biru, putih dengan teks hitam. Sederhana tapi manis. Jenis font tidak berkait dan ukurannya ramah pada mata. Strategi promosi dengan menjadikan pembaca yang selfi dengan buku ini di balik cover depan dan belakang pun cukup oke.

Hanya saja terkait isi, di beberapa bab saya merasa hanya pengulangan dan sudah sering dibahas, kurang solutif atau mengajak berpikir. Biasa saja dan membosankan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

1 comment:

  1. Wah cerita tradisi melayunya keren :) baru tahu :) makasih udah sharing :)

    ReplyDelete

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik