Pages

24 December, 2016

Tentang film "Cinta Laki-laki biasa"

Wow, banyak yang minta diceritain tentang film "Cinta Laki-laki Biasa" ini. Well, demi kalian langsung aku buat nih!

Film ini diadaptasi dari sebuah cerpen yang kubaca waktu awal kuliah. Ternyata dipanjangkan dan detail alurnya menjadi sebuah novel. Persis seperti film "Ketika Mas Gagah Pergi". Penulisnya pun salah satu penulis favoritku, @asmanadia.

Kisah film ini simple, tentang gadis bungsu sebuah keluarga kaya yang orientasi materi dan pamor duniawi, bernama Nania. Nania berbeda dari 3 kakak wanitanya dan mamanya. Dia tidak girly dan memilih menjadi arsitek yang magang di kantor pengembang rumah sederhana. Di sanalah ia bertemu Rafli, seorang kepala mandor, lelaki biasa yang tegas, baik, rajin ibadah, dan menjadi mentor Nania. Hanya sebatas hubungan kerja, dan berakhir seiring akhir masa magang Nania. Dua tahun berlalu, Rafli hadir dan mengajak Nania ta'aruf. Padahal keluarga Nania sudah memilihkan calon suami untuk Nania, seorang dokter tampan, kaya, dan cerdas bernama Tio. Tapi, Nania memilih menikah bersama Rafli.

Sungguh, itu tidak mudah diterima. Rafli hanya kepala mandor, lulusan D3, tidak kaya dan terkenal. Apa yang dapat menjanjikan kebahagiaan Nania? Sampai Raflo disidang oleh ayah dan para kakak ipar Nania yang sangat mapan dan terkenal.

Finally, mereka menikah. Meski banyak konflik terutama dari pihak keluarga Nania yang tak mengerti mengapa Nania yang sempurna memilih Rafli yang biasa saja.

Tapi Allah selalu memberikan ujian terbaiknya dalam hidup yang dirasa Nania begitu sempurna dan bahagia bersama Rafli. Nania kecelakaan dan mengalami kelumpuhan serta amnesia. Memori bahagianya bersama Rafli dan anak-anaknya tertutup. Butuh waktu lama untuk memantik memori itu kembali. Di sanalah Rafli tampil sebagai suami, ayah, yang bertanggung jawab. Biaya perawatan hingga menjual rumah mereka, juga perawatan kedua anaknya selama Nania sakit dijalankannya dengan baik. Meski beberapa kali, Rafli tak sabar dan sedih. Hingga memori itu kembali, suara-suara bising dari keluarga Nania pun hilang. Mereka akhirnya paham mengapa Rafli yang menjadi suami Nania. Tidak akan ada suami sesabar dan setegar Rafli jika diberi cobaan seperti itu.

Aku puas banget nonton ini. Emosi Rafli dan Nania tersampaikan dengan baik. Good job @devamahenra dan @velove.

Pembelajaran yang aku ambil pun banyak, terkait ta'aruf juga konflik dalam keluarga. Beberapa part seakan refleksi diriku sendiri. Well, cukup berat menjadi anak bungsu yang memiliki persepsi serta prinsip berbeda dari keluarga dan mempertahankannya seorang diri dengan kekeraskepalaan. I feel similar things like Nania.

And I hope, I will find my tree of life soon. Tempat aku bersandar dan mengokohkan pijakan untuk bertahan pada prinsip yang kuyakini.

"Laki-laki yang mengajak perempuan ta'aruf, itu laki-laki yang yakin bahwa perempuan itu cocok dengannya."

"Raffli hanya laki-laki biasa. Keistimewaannya cuma satu. Seumur hidupnya dia tidak pernah memyakiti saya, ibunya. Insyaa allah dia akan berlaku sama pada istrinya."

"Cinta bukan sesuatu untuk dipelajari, Nania. Cinta tumbuh dan menguat karena apa yang kita alami di masa lalu."

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik