Pages

09 October, 2016

[Mentoring] Urgensi kekuasaan (part 1)

� Ahad 2 Okt 2016

�Tasmih: Al-Buruj

� Tausiyah : Zy *5 Penyebab Dosa Kecil Bisa Menjadi Dosa Besar* 1. Dilakukan terus-menerus, tanpa pernah bertaubat. 2. Menganggap remeh dosa tersebut. Ingat sifat Ihsan dan Allah selalu memantau kita. 3. Merasa senang menceritakan bahkan membanggakan dosa. Padahal Allah telah menutupi dosa dan aibnya, tapi ia malah membukanya sendiri. 4. Mengajak orang lain melakukan hal serupa. 5. Jika yang melakukannya adalah ulama.

� Materi: Mba Maya URGENSI KEKUASAAN Sumber: Ust. Khozin Abu Fiqih

_Intro_ Apa yang Allah berikan perlu dijaga. Misal hafalan Quran, baiknya sering diulang-ulang. Mendiamkan kemaksiatan adalah bentuk dari dosa. Ibrah dari bencana yang terjadi di Garut & tsunami di Aceh. Bahwa musibah turun bukan hanya pada yang melakukan tapi pada yang tidak mengingatkan juga.

_Materi Inti_ Kekuasaan untuk menegakkan kalimat & agama Allah secara formil. Bukan sekadar membuat keleluasaan berbisnis dan kepentingan pribadi. Ketika kita bukan siapa pun, kita bisa menjadi pemimpin untuk diri sendiri.

Urgensi-urgensinya: 1. Kekuasaan islam membuat kestabilan Q. S. Al baqarah [2] : 251 "...Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam''.

Shalih sendiri atau keluarga saja belumlah cukup. Sebab lawan kita sudah begitu terstruktur. Maka kita perlu memiliki pemimpin dan kekuasaan. Bila tidak, kerusakan akan terus terjadi bila kita diam saja.

Melalui pemimpin yang baik maka akan mencegah kerusakan. Mendiamkan kemaksiatan pada akhirnya akan mengenai kita. Saat Allah menurunkan azabnya, kita pun akan terkena jika itu terjadi di daerah domisili kita, saat kita membiarkannya.

Kisah Thalut & Nabu Daud melawan Jalut semua berkat bantuan/kekuasaan Allah. Allah menciptakan kafir & mukmin. Tetapi posisi kita dalam lauhul mahfudz hanya Allah yang tahu. Untuk itu kita perlu berusaha meningkatkan iman & berprasangka yang baik.

Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan kekosongan pemimpin dalam suatu masa.

Q. S. Al Hajj [22]: 39-41 ''Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.... Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat''.

Maka ketika ada kezaliman kita wajib untuk memerangi. Ketika mukmin menang sholat & zakat bisa didirikan. Shalat mengatur hubungan baik dengan Allah sedang zakat hubungan baik dengan manusia.

2. Rasul meminta kekuasaan pada Allah Rasul pernah diembargo saat Islam belum berkuasa sepeninggal wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

Q. S.Al Isra' [17]: 80 ''Dan katakanlah Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.''

Sesungguhnya kekuasaan itu adalah karunia. Bila kita belum diberi kesempatan untuk berkuasa mungkin adanya ketidaksiapan, sehingga Allah belum kasih kekuasaan itu.

3. Lebih bermanfaat dengan kekuasaan Di antara cara terbaik menjadi manusia yang bermanfaat adalah dengan menegakkan kekuasaan, menolong yang lemah.

Dengan kekuasaan kebaikan bisa lebih banyak terlaksana. Golongan pertama dari 7 golongan yang mendapat naungan Allah adalah Pemimpin yang adil. Kita sebagai jundi harus sami'na wa athona pada qiyadah kita.

Bila calon pemimpin tidak dari jamaah ini maka pilihlah yang paling sedikit mudharatnya. Sehingga perlu pandai mencari strategi dimasyarakat. Jadilah pelopor setelah kita menjadi pengikut. Minimal mengubah mindset masyarakat.

�����

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik