Pages

09 October, 2016

Perahu mimpi

"Mas, Teta kan enggak pernah minta kado pas milad ya? Bahkan kue juga enggak..."

Ketiga ponakanku mengangguk.

"Nah, milad Teta kali ini Teta mau dapat hadiah dari kalian. Wajib. Teta lagi butuh ini, ini, itu, itu, dan ini (menyebut beberapa kebutuhan). Harganya kira-kira segini. Tentuin aja kalian mau kasih Teta yang mana, yang harganya terjangkau sama kalian. Tapi enggak boleh samaan hadiahnya."

"Yaudah, aku ini." Ponakan pertama menjawab.

"Yah, uangku enggak cukup untuk yang itu." Ponakan kedua mengkalkulasi.

"Aku mau beliin Teta boneka aja." Ponakan ketiga memutuskan memberi hadiah yang tidak ada di list.

"Iya, enggak apa. Yang penting Teta harus dapat hadiah dari kalian. Jangan lupa!"

"Okeee..."

"Padahal, kan, Teta bisa beli sendiri yang Teta pengin tadi. Malah ada yang harusnya udah dibeli karena udah rusak dan Teta butuh. Kenapa nunggu dari kita? Lama, loh!"

"Iya... biar saja. Teta lagi pengin dapat hadiah dari kalian. Teta tunggu."

Biasanya, saya tak suka hari milad saya. Saya tak pernah menunggu hari itu. Sebab saya akan disadarkan akan usia dan sisa waktu saya di dunia. Saya juga tak mengizinkan keluarga, teman dan sahabat saya memberikan kejutan, bahkan berupa kue. Saya tak suka. Tapi... tahun ini berbeda.

Saya ingin membiarkan segala perhatian dan kejutan orang terdekat mengalir. Saya akan menunggu. Saya akan mengizinkan diri saya kembali bertingkah seperti gadis remaja. Saya akan menyambut segala doa dan kebaikan tulus di hari itu, asal tidak berlebihan tentunya.

Sebab... beberapa tahun belakangan, bahkan tahun ini, diri saya sudah banyak mengambil keputusan besar yang mengubah jalan hidup saya. Saya kira, diri saya layak mendapatkan apresiasi besar. Sayangnya, saya tak bisa memberi kejutan dua tahun terakhir untuk diri saya sendiri. Maka, biarlah tahun ini saya dikejutkan oleh orang sekitar saya.

Boleh dianggap ini sebagai hadiah untuk keputusan besar yang telah diambil dan sedang saya pikirkan saat ini. Keputusan yang mungkin akan mengubah hidup saya dan hidup orang yang saya sayangi.

Sesekali saya ingin membawa perahu mimpi saya keluar jendela. Menabrak batas pikiran yang ada. Melakukan hal yang tak pernah saya lakukan karena banyak sebab. Menghilangkan segala kekhawatiran, ketakutan, ketidaksukaan, ketakrelaan.

Let surprise me!

Meta morfillah


No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik