Pages

10 April, 2016

[Review buku] Wonderful family

Judul: Wonderful family
Penulis: Cahyadi Takariawan
Penerbit: Era Adicitra Intermedia
Dimensi: xxii + 250 hlm, 14.5 cm, cetakan kelima januari 2015
ISBN: 978 602 8237 82 6

Banyak orang mengibaratkan kehidupan setelah pernikahan itu samudra yang luas dan dalam. Keluarga adalah kapal yang tengah melintasinya. Pada awal mengawali, kapal berjalan aman dan lancar. Ada pemandangan indah dan menyenangkan hingga membuai semua penumpang kapal. Setelah perjalanan semakin jauh, mulailah bertemu angin kencang, cuaca tidak tetap, gelombang ganas bahkan badai! Lalu bagaimana menghadapinya agar tidak oleng, berubah haluan atau bahkan karam?

Buku ini menyajikan 10 catatan penulis mengenai wonderful family, sesuai dengan pengetahuan dan pengalamannya selama menjalani pernikahan 20 tahun yang dikaruniai 3 pasang anak. Wonderful family adalah sebuah keluarga yang selalu merasakan kebahagiaan karena dilandasi oleh syukur. Mereka merasakan ketenangan dalam kehidupan berkeluarha karena dilandasi hati yang bersih. Mereka mendapatkan keindahan karena selalu berpikir positif dan mereka kuat karena bersandar hanya kepada Dzat Yang Maha Kuat.

Catatan pertama mengulik tentanf motivasi menikah dan perumpamaan bahwa menikah bukanlah seperti memakai sepatu, yang bila tak sesuai bisa diganti atau dibuang. Catatan kedua berkisah tentang visi keluarga yang seharusnya diletakkan sangat jauh, yakni visi akhirat: surga. Catatan ketiga mengenai peta kasih, yaitu mengenali jalan menuju hati pasangan. Catatan keempat tentang cara memandang dan menikmati positif betapa banyak kebaikan pasangan kita hingga tetap menjaga rasa suka. Catatan kelima mengenai kesepakatan tentang pembagian peran hingga hal terkecil, sehingga di antara anggota keluarga tidak ada yang merasa terbebani dan paling banyak kerja di antara yang lain. Catatan keenam mengenai fitrah perbedaan wanita dan pria, bahwa sampai kapan pun memang tidak akan pernah sama sebab penciptaannya memang berbeda. Catatan ketujuh mengenai kuantitas dan kualitas komunikasi, dengan memperbanyak ngobrol bersama pasangan. Catatan kedelapan tentang menyongsong badai dimulai dari tindakan pra, saat, dan pasca konflik. Catatan kesembilan tentang meredakan ketegangan dan menghadirkan kehangatan yang tidak mengabaikan hal kecil serta memperbesar rasa toleran. Catatan kesepuluh tentang menyelamatkan generasi. Ada delapan sisi yang harus ditanamkan dalam proses pendidikan integratif keluarga: pendidikan iman, pendidikan moral, pendidikan fisik, pendidikan intelektual, pendidikan emosi/psikis, pendidikan sosial, pendidikan seksual, dan pendidikan politik.

Secara kemasan buku ini unik, bentuknya memanjang, landscape dengan hard cover. Secara isi pun menarik, penulis sering membuat perumpamaan dan analogi yang memudahkan pembaca paham. Tentunya buku ini pun spesial sebab berawal dari sebuah karya yang dipersembahkan sebagai hadiah bagi sang istri untuk anniversary 20 tahun usia pernikahan mereka. Di tiap lembaran catatan awal disertakan foto penulis dengan istri atau keluarganya dan ilustrasi komikal. Dan ternyata buku ini berseri. Ada wonderful wife, wonderful husband. Oke sip, saya akan melanjutkan wonderful wife, karena husbandnya belum ada hahahaha.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Mencoba merasakan apa-apa yang dia berikan sebagai sesuatu ungkapan cinta dan kerinduan. Belajar memahami ungkapan kemesraan yang tak selalu sempurna terucap lewat kata-kata dan tingkah laku istri kita. Menikmati keluguan demi keluguan orang yang tengah belajar mencinra dan dicinta." (Hlm. 67)

"Diungkapkan oleh Virginia Satir, terapis keluarga dari Amerika bahwa pelukan bisa menjauhkan dari perceraian. Ia menyatakan, Kalau rumah tangga Anda di ambang kehancuran maka peluklah pasangan Anda 20 kali setiap hari. Saya yakin Anda berdua tidak akan bercerai. Menurut studi psikologis, setiap orang memerlukan 4 kali pelukan setiap hari untuk tetap hidup, 8 kali sehari untuk sehat, dan 12 kali untuk awet muda serta bahagia." (Hlm. 209)

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik