Pages

20 December, 2015

[Cerita lirik] Desember

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi
Di balik awan hitam

Desember kerap datang bersama awan hitam yang terlampau berat mengandung air. Bagai rindu yang ingin melimpah ruah namun tertahan selama sebelas bulan sebelumnya. Penghujung tahun, awan-awan cumulonimbus pun bersepakat melepaskan bebannya. Simfoni hujan menari hampir tiap hari. Tak jarang, banjir menampakkan dirinya, baik di kota besar atau desa. Para penyair dan penulis pun kerap mengalami banjir inspirasi. Maklum saja, hujan seringkali membangkitkan genangan dan kenangan. Banyak yang bernyanyi dan melukiskan eleginya dalam beragam cara. Begitu pekatnya luka dan duka di bulan desember. Mungkin hujan berniat membasuhnya. Mungkin.

Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini,
Menanti..
Seperti pelangi setia menunggu hujan reda

Seberapa pun tabahnya sang hujan, tetap saja banyak yang merindukan terang. Berharap sisi gelap pun mendapat cahaya hingga mampu menguapkan segala kekurangan. Maka penantian adalah sebuah upaya. Upaya setia menanti akan sebuah janji yang lebih baik, seperti pelangi begitu setia menanti hujan selesai menari dan memberikan penutup yang indah dengan ketujuh spektrum warnanya.

Aku selalu suka sehabis hujan di bulan desember...
Di bulan desember...

Itulah ending yang selalu kusuka. Sehabis hujan. Meski kadang kota yang kudiami seakan berantakan dan harus berbenah ulang. Desember seakan selalu ingin membasuh semua luka dan duka yang tertahan, dengan menambah porsi awan hitam. Memaksa orang untuk membuang apa yang tidak diperlukan lagi, ketimbang menyimpan sampah-sampah perasaan, masa lalu yang tak usai dan tak kunjung bertemu jawab. Atau bila mereka tetap berkeras kepala, maka siaplah menampung semua itu dan membusuk bersamanya.

Sampai nanti ketika hujan tak lagi
Meneteskan duka
Meretas luka
Sampai hujan memulihkan luka

Lalu saat hujan tak lagi meneteskan duka, meretas luka, dan berhasil memulihkan luka, kita semua bersiap menghadapi sebuah tahun, waktu, kisah yang baru. Menanam beragam resolusi, pengharapan akan kehidupan yang lenih menjanjikan di bulan Januari. Meski sesekali, hujan menyambangi sehari-hari, kita sudah siap. Kita sudah selesai dengan luka dan elegi kita masing-masing.

*cerita lirik lagu Desember - Efek Rumah Kaca

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik