Pages

27 August, 2017

Larutkan emosi negatif dalam air kesibukan positif

Saya pernah baca buku berjudul "Larutkan kesedihanmu dalam air kesibukan". Dan ternyata, tidak hanya kesedihan, masalah juga emosi negatif lainnya bisa dilarutkan dalam kesibukan. Kesibukan dalam kebaikan.

Sibuk belajar, sibuk menolong orang, sibuk bekerja agar bisa bersedekah hebat, sibuk menulis agar banyak yang membaca dan tergerak berbuat baik, sibuk membahagiakan orang lain, dan sibuk baik lainnya.

Saking sibuknya, sampai kita lupa sama gadget sebab lebih peka melihat yang nyata. Saking sibuknya, sudah gak semangat buang waktu haha hihi gak jelas di mall atau diskusi yang gak berfaedah. Saking sibuknya, gak minat bahas yang bikin baper atau mikirin kenapa orang itu jahat sama kita. Yang ada di pikiran hanya: sibukkan diri dengan kebaikan! Kebaikan apalagi nih yang bisa aku lakukan, meski terbatas jarak, waktu, dana, tenaga, dll?

Kita jadi kreatif dan memunculkan energi positif. Meski ada yang sering memicu emosi negatif kita untuk timbul, kita jadi tidak meladeninya. Selesaikan dengan cara meminta maaf, berlaku baik dan kembali stay on the track, menuju goals kebaikan pengantar ke surga. Kita lagi lomba. Fastabiqul khairat. Dengan segala daya upaya kita.

Gak perlu minder, kecil hati, jika ternyata peran kita gak terlalu besar. Mungkin memang di peran figuran itu, kita berkesempatan membuat kebaikan besar. Coba kalau semua mau jadi peran utama, siapa yang akan jadi figuran? Semua kebaikan kita, pada dasarnya karena Allah mudahkan untuk melaksanakannya. Jadi kalau berhasil dengan satu kebaikan, jangan sombong. Terus cari kebaikan lain, bersyukur kalau dikasih kesempatan.

Alhamdulillah... kurangi mengeluh, banyakin bersyukur. Itu pembelajaran yang saya alami beberapa waktu ini.

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget