Pages

21 August, 2016

[Review buku] T(w)itit!

Judul: T(w)itit!
Penulis: Djenar Maesa Ayu
Penerbit: Gramedia
Dimensi: ix + 99 hlm, cetakan ketigavjuni 2012
ISBN: 978 979 22 7967 2

Ada sebelas cerita pendek dengan tokoh Nayla, namun berbeda kisah. Di cerpen "UGD" berkisah tentang perselingkuhan dengan usia yang terpaut cukup jauh. Di cerpen "Nayla" berkisah tentang ironi rok sekolah yang kependekan dengan akhir perkosaan Nayla. "Mimpi Nayla" berkisah tentang kematian yang dianggap mimpi oleh Nayla. Sementara di kisah "Jinxie", Nayla digambarkan sebagai wanita dengan kepribadian ganda yang berteman dengan seekor anjing. "T(w)itit" berkisah tentang ketidakjujuran seorang penulis demi menyambung hidup dan pendidikan anaknya. "Kosong" berkisah tentang kegalauan seorang penulis wanita yang jatuh hati pada pemilik kafe kopi tempatnya menulis. "Bung" berkisah tentang kebimbangan seorang anak yang hamil karena diperkosa pacar ibunya dan pilihan hendak aborsi atau tidak, dan jadi ibu macam apakah dia nanti. "It takes two to tattoo" berkisah kandasnya hubungan 5 tahun karena tato. "Check in" berkisah perselingkuhan suami istri yang ternyata keduanya adalah lesbian dan gay (juga biseks). "Petasan, setan" berkisah tentang taman imajinasi dan kebencian Nayla pada hari besar yang berujung kebakaran dan matinya kedua orangtuanya. Dan cerpen terakhir "Coffeewar" berkisah tentang kopi yang semakin dingin bagai hubungan yang kandas.

Usaha penulis menghadirkan twist di tiap cerpennya cukup oke. Beberapa diksi, satire/sindiran sosial dan puitisnya pun menarik. Tapi beberapa di antaranya tak saya mengerti. Tentu saja penulis sudah dikenal sebagai penulis dengan aliran sastra basah, yang tak jauh dari membahas ranjang dan judulnya fantastis ke arah sana. Sejujurnya cerpen yang dijadikan judul utama buku ini menurut saya justru tak menarik. Saya lebih suka twist di cerpen "Nayla". Tapi sepertinya itu strategi menjual buku ini. Tapi saya kurang menikmati tulisan ini. Sebab memakai nama tokoh yang sama untuk 11 cerpen dengan kisah yang tak memiliki benang merah tapi temanya hampir semua ironi, pemerkosaan, dan eksploitasi membuat saya bosan dan lelah membacanya. Pantaslah buku ini saya dapatkan seharga 10 ribu

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

No comments:

Post a Comment

Text Widget

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik