Pages

03 March, 2026

[Review buku] Rumah lebah

Judul: Rumah lebah
Penulis: Ruwi Meita
Penerbit: Bhuana Sastra
Dimensi: 16 bab epub, cetakan pertama 2019, edisi digital RBK
ISBN: 9786232164840

Nawai dan Wiyana menyadari bahwa anaknya, Mala bukan gadis biasa. Ia sering membicarakan Abuela yang mengajarkannya bahasa Spanyol, Wilis monster hijau teman mainnya, Tante Ana, dan Satira yang menakutkan. Awalnya mereka itu hanyalah teman imaji, namun seiring usia Mala bertambah ternyata makin melekat dan mengganggu kehidupan sosialnya. Hingga akhirnya mereka memilih pindah ke desa dan homeschooling untuk Mala. Saat terjadi kasus pembunuhan wartawan di dekat rumah, petunjuk mengarah pada keluarga mereka. Kejutan demi kejutan mengungkap sebuah fakta yang memutarbalik kehidupan tenang mereka. Siapakah pelakunya?

Awal membaca saya kira Mala memang indigo dan genre novel ini horor. Namun semakin dikupas, twist yang hadir makin mengarah ke split personality. Terutama saat pertemuan makan Rayhan dan keluarga Winaya. Saya teringat film Banyu Biru yang dibintangi Dian Sastro dengan isu sejenis. Terbayang Nawai seperti itu saat diinterogasi. Potongan masa lalu pemicunya membuat kita bersimpati sebab ia pun mengalami pelecehan parah oleh ayahnya. Trauma mendalam membuatnya melindungi diri. Sayangnya, Mala kecil menanggung beban besar. Penyakit kejiwaan yang tak diobati bisa memicu pada keturunan. Itu yang dispill penulis dengan munculnya Inara. Sedih sekali, lagi-lagi isu keluarga, orangtua yang merusak anak dan generasinya, serta suami yang tak terlalu peduli pada keluhan istri sampai tidak tahu asal usul serta kegiatan istrinya.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, thriller, dan isu split personality.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

No comments:

Post a Comment

Text Widget