REFLEKSI AL INSYIRAH AYAT 7: SINGLE TASKING DAN MINDFULNESS AGAR OTAK TIDAK LELAH
Meta morfillah
Dalam podcast bersama Rory Asyari, Dr. Rizki Edmi Edison (Apllied Cognitive Neuroscientist) menjelaskan bahwa multitasking itu mitos. Kebenarannya adalah otak dipaksa pindah fokus secara cepat (rapid switching) dan itulah yang menyebabkan otak kita terasa lelah atau lemot meski sedang tidak bekerja berat. Sebab perpindahan itu membutuhkan glukosa dan protein.
Maka solusi untuk mengurangi kelelahan otak itu adalah lakukan single tasking. Fokus melakukan sesuatu selama 20 menit tanpa distraksi, lalu bangun dan bergerak 5 menit. Berdiri itu penting untuk mengaktifkan aliran darah dari kaki ke jantung. Makanya betis sering dibilang "jantung kedua" kita. Jangan malah scrolling media sosial, sebab itu bukan istirahat melainkan pindah kerjaan. Kembali ke konsep awal tadi, saat melihat media sosial, otak kita dipaksa mencerna banyak informasi dalam waktu pendek. Dan itu melelahkan.
Dari pernyataan itu, saya terngiang Q. S. Al Insyirah ayat 7.
Dari tafsir ringkas Kementerian Agama RI:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Bila engkau menyelesaikan suatu urusan dunia atau berdakwah, bergegaslah bersimpuh di hadapan tuhanmu. Begitu engkau selesai beribadah, bersungguh-sungguhlah dalam ber'doa. Demikian seterusnya.
Saat saya resapi, ayat ini justru berbicara tentang single tasking dan mindfulness dalam segala urusan kita. Kerjakanlah suatu urusan, bersungguh-sungguhlah di dalamnya, lalu saat selesai, baru beralih ke urusan lainnya. Lagi-lagi, saya takjub akan ayatNya yang sudah memberikan pedoman hidup tapi seringkali kita tak pandai menafsirkannya. Bedanya saya dengan salafus shalih, mereka langsung sami'na wa atho'na, menjalankan perintah Allah dengan keyakinan. Sementara saya masih mencari dalil penelitian yang menguatkan dan kadang baru yakin setelah ada sains pendukung atau istilah keren. Astaghfirullah.
Dan dari tafsir ayat itu pula, kita diminta tidak berhenti mengisi waktu dengan ibadah. Yang paling dianjurkan justru berdzikir atau muhasabah. Selaras dengan perkataan Dr. Edmi bahwa "Kesehatan otak dimulai dari kemampuanmu untuk tidak tahu segala hal."
Beliau justru menganjurkan untuk refleksi, membaca buku, atau bengong saja. Agar otak kita fokus pada satu kegiatan dan menikmati jalannya waktu. Dan dalam konsep Islam, berdzikir dan bermuhasabah bernilai besar bahkan berganjar surga, meski terlihat seperti tidak ngapa-ngapain. Dunia tidak akan kiamat saat kita tidak scrolling media sosial 1 jam. Hidup kita tetap baik-baik saja meski ketinggalan berita. Betapa beruntungnya kita menikmati Islam yang bila kita tadabburi semakin dalam, semakin kita temukan petunjuk benderang menjalani hidup di dunia dengan bahagia dan sehat mental.
No comments:
Post a Comment