Judul: CADL
Penulis: Triskaid*kaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 282 hal, cetakan 2020, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020639581
Saat diktator Zaliman Yang Mulia naik tahta, sebuah kebijakan baru dimulai. Penghapusan huruf itu (E) di nama warga Wiranacita, jalan, hingga buku-buku gencar dilakukan. Tentu saja hal itu banyak merepotkan warga dan mengeluarkan banyak biaya. Sementara kebutuhan pokok berupa pisang mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Tapi warga hanya bisa menerima kebijakan tanpa tahu alasan di baliknya, yang ternyata hanya masa lalu sang diktator. Sementara itu, Lamin penasaran akan sebuah buku berjudul CADL yang ditulis oleh Bagus Prihardana. Ia tak tahu bahwa rasa ingin tahunya itu bisa berbahaya dan mengancam nyawa di sekitarnya.
Ekspektasi saya saat membaca buku ini kiranya akan membahas tentang orang cadel dan pisang, tapi ternyata jauh lebih kompleks. Ada negeri distopia yang politiknya seperti sindiran kondisi pemerintahan masa kini. Keunikan utama buku ini tentu saja kalian tidak akan menemukan huruf E dari awal hingga akhir cerita. Dengan PoV campuran (PoV 1 untuk Lamin, dan PoV 3 untuk lainnya), kisah ini saling melengkapi bagian yang rumpang. Namun di awal, jujur saja agak membingungkan bagi saya dan baru menarik setelah konflik buku Bagus keluar.
Cocok dibaca bagi yang penasaran novel unik tanpa huruf E dan akibat penghapusan sebuah huruf di suatu negeri.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta Morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku
No comments:
Post a Comment