Judul: Makhluk bumi
Penulis: Sayaka Murata
Penerbit: GPU
Dimensi: 264 hal, cetakan pertama 2025
ISBN: 9786020681900
Natsuki selalu merasa dirinya berbeda di keluarganya. Ia berasal dari planet Pohapipinpobopia dan Pyut (boneka landaknya) adalah temannya yang berasal dari planet yang sama. Ia adalah penyihir yang diutus untuk menyelamatkan dunia. Ayah, ibu, dan kakaknya tidak pernah memahaminya. Hanya Yuu, sepupunya yang paham. Mereka hanya bisa bertemu setahun sekali di rumah nenek, di Akishina saat perayaan obon. Demi bertahan hidup di bumi yang seperti pabrik pencetak manusia, mereka berpura-pura menjadi makhluk bumi. Banyak rahasia kelam yang mereka pendam sebab saat bercerita malah disalahkan. Bisakah mereka menjadi makhluk bumi sepenuhnya?
Buku kedua penulis, setelah gadis minimarket, membuat saya memahami sisi gelap yang digali sebagai isu utama. Namun, kali ini jauh lebih menjijikkan meski penulis menggunakan metafora dan imajinasi. Saran saya, jangan dibaca saat sedang makan atau jika kamu orangnya jijikan. Saya sendiri mual setelah menamatkannya.
Tapi, saya juga ingin mengutuk orang-orang dewasa di sekitar Natsuki dan Yuu, terutama orangtuanya. Lagi-lagi, semua itu terjadi akibat pengasuhan yang tidak hadir. Isu patriarki di Jepang pun masih tergambar ketika deskripsi kelelahan ibunya yang bekerja juga harus menjadi istri dan menantu yang baik bagi keluarga suaminya. Memang kelelahan ibu disebabkan banyak variabel, salah satunya tidak ads support system. Semoga tidak ada Natsuki dan Yuu di sekitar kita. Moralitas dipertanyakan saat keacuhan merajalela.
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi dark/gore, teralienasi, serta tidak jijikan.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku
No comments:
Post a Comment