Judul: Yang telah lama pergi
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Sabakgrip
Dimensi: 444 hal, cetakan pertama l
ISBN: 9786238829606
Mas'ud adalah ahli pembuat peta (kartografer) di abad 13. Secara turun temurun, bakat itu terwarisi pada anak lelaki di keluarganya. Setelah ayahnya meninggal, Mas'ud bertanggung jawab menyelesaikan peta pulau Swarnadipa (Sumatra), meski harus meninggalkan istrinya yang hamil tua. Dalam perjalanannya, ia terjebak di kapal Remasut, Raja Perompak. Tidak hanya itu, ia pun terlibat dalam misi besar melawan Kerajaan Sriwijaya. Bersama Biksu Tsing, Pembayun, Emishi, Ajwad, serta persatuan perompak, mereka berusaha membalas dendam dan mengembalikan hak-hak rakyat yang dirampas oknum kerajaan. Berhasilkah mereka? Akankah hal-hal baik yang telah lama pergi bisa kembali seperti dulu?
Jangan berekspektasi dari judul ya. Kesannya akan berkisah tentang romansa pria dan wanita, tapi nyatanya novel ini adalah sindiran khas penulis terhadap keadaan negeri tercinta. Meski latar waktunya abad 13, komoditas yang disebut rempah, tapi narasinya sungguh mirip dengan keadaan Pulau Sumatra yang terkena bencana di 2026 ini akibat konsesi lahan. Bahkan di halaman 434 penulis sampai menuliskan nama tokoh yang membuat kita geram haha (geser slide).
So far, buku ini begitu seru dengan aksi dan cerita lebay khas bajak laut. Di awal rasanya kayak adegan film one piece ketika Luffy mengumpulkan timnya. Hanya saja memang di akhir agak antiklimaks sebab penulis berusaha menyadarkan realita oknum akan terus ada hingga kiamat. Mas'ud sendiri meski menjadi PoV utama, nyatanya perannya tidaklah utama. Justru Remasut titik utamanya.
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre petualangan, sedikit historis, dan penggemar Tere Liye.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku
No comments:
Post a Comment