Pages

31 July, 2026

[Review buku] Kereta Semar Lembu

Judul: Kereta Semar Lembu
Penulis: Zaky Yamani
Penerbit: GPU
Dimensi: 320 hal, cetakan pertama 2022, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020664637

Lembu lahir pada tahun rel kereta api pertama di Jawa dibuat di Kemijen. Tahun 1865 dengan budaya ronggeng dan bunuh membunuh akibat rebutan pelacur begitu biasa. Bersamanya, ada sebuah kerincing yang menempel saat ia lahir. Penanda serta pengutuk agar ia tidak bisa keluar atau jauh dari rel kereta api. Seratus tahun, Lembu hidup sebagai manusia, menyusuri rel kereta di Jawa, melihat pergantian zaman dari Belanda, Jepang, kemerdekaan, hingga komunis menguasai Indonesia. Lima puluh tahun ia gentayangan sebagai hantu sebab kematiannya yang mengerikan akibat siksaan serta penguburan yang tak layak. Hingga tiba masanya ia dijemput oleh kereta Sang Dalang. Sebelum pergi, ia ceritakan kembali hidupnya sebagai manusia dan hantu selama 150 tahun. Apa saja yang ia saksikan serta perjalanan hidupnya yang magis.

Awal membaca mengingatkan saya pada buku Cantik Itu Luka sebab terbangun dari kubur. Lalu saat flashback masa kelahiran dan kehidupan manusia, unsur fantasi dan magisnya dengan poros stasiun membuat saya kian tertarik. Apalagi saat tokoh-tokoh yang bersinggungan dan kelak mengukir sejarah negeri berdialog dengan Lembu. Bagi yang suka baca his-fic, pasti akan familier dengan orang, tempat, serta situasi di tahun yang dijelaskan di sini. Meski begitu, dengan aspek magisnya buku ini menawarkan sudut pandang baru dengan PoV Lembu yang bisa melihat dunia arwah dan dijaga para punakawan. Keunikan itu yang membuat saya merasa pantas saja karya ini diganjar juara 1 oleh DKJ. Hanya saja, memang karya sejenis ini ada unsur vulgarnya meski bahasanya sudah diperhalus. Itulah yang membuat saya agak tak nyaman saat membaca, ditambah keyakinan yang berbeda tentang reinkarnasi.

Cocok dibaca bagi yang suka surealis, fiksi sejarah, serta kisah 4 punakawan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

No comments:

Post a Comment

Text Widget