Judul: Seporsi mie ayam sebelum mati
Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Grasindo0,
Dimensi: 216 hal, cetakan ketiga puluh empat Juni 2025
ISBN: 9786020531328
Ale yang bertubuh tinggi 189 cm, berat 138 kg, berkulit hitam, dan memiliki masalah bau badan ingin mengakhiri hidupnya 24 jam ke depan. Ia sudah lelah bertahan tanpa dihargai, dipaksa kuat dan tidak boleh menangis, serta dianggap tidak berguna apalagi menarik. Depresi akut yang dideritanya ternyata terjadi sejak ia kecil dan berasal dari orangtuanya sendiri yang hingga kini pun tidak pernah meminta maaf padanya. Namun 5 menit sebelum memutuskan bunuh diri, Ale ingin memakan mie ayam langganannya dan ia merasa itu hak yang harus dipenuhi sebelum meninggalkan dunia yang jahat ini. Perjalanan menemukan mie ayam itu membuatnya berkenalan dengan Murad, Mami Louisse, Ibu Murni, Pak Uju, dan Pak Jipren yang membuatnya mengubah sudut pandang tentang hidup. Sebulan dari keputusan bunuh dirinya, ia menemukan makna baru. Apa makna yang ia dapat dalam sebulan itu? Akankah ia tetap bunuh diri atau bertahan hidup?
Bagi saya, penyintas depresi 2 bulan, membaca ini cukup trigger mengingat masa-masa kelam saat depresi. Terutama dialog Ale dengan Pak Jipren di halaman 190-191. Saya merasakan kemuakan itu, ketika orang sekitar menyuruh kita sabar, mengambil hikmah, berdoa dan beribadah ketika sedang down. Untungnya saya memilih berobat ke psikiater, sebab bukan ruhani yang sakit, tapi mental. Itu juga bagian ikhtiar dari doa. Empati pada Ale jadi personal bagi saya. Fakta menarik lainnya, penulis menyambungkan persinggungan hidup Ale dengan beberapa tokoh di bukunya yang lain, seperti Juleha di "Sisi tergelap surga" dan "Bandung menjelang pagi". Meski terasa agak bertumpuk keajaiban peristiwa dalam hidup Ale, dari action hingga slice of life, tapi endingnya masih realistis dan tidak terkesan happily ever after.
Cocok untuk kamu yang ingin tahu gambaran depresi akut serta novel inspiratif dalam memaknai hidup yang tidak melulu bahagia.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku
No comments:
Post a Comment