Pages

15 May, 2026

[Review buku] I want to die but i want to eat tteokpokki

Judul: I want to die but i want to eat tteokpokki
Penulis: Baek Se Hee
Penerbit: Haru
Dimensi: 236 hal, cetakan kedua puluh tujuh Februari 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786237351030

Kadang kita merasa ingin mati, lalu saat mendengarkan suara hati, kita ingin makan tteokpokki. Suatu gambaran kontras akan beratnya hidup namun tetap bisa dinikmati dengan kebahagiaan kecil. Juga menggambarkan rumitnya perasaan orang yang depresi. Di hari-hari yang gelap, ia berusaha mencari motivasi hidup sesaat lagi dengan hal yang terlihat remeh. Padahal itu upaya besar agar tidak kehilangan ketertarikan yang normal pada aktivitas sehari-hari, mencegah produktivitas berkurang dan meminimalisir perasaan tidak layak. 

Begitulah isi buku ini yang ditulis seperti dialog antara psikiater dengan pasiennya. Pembaca dibuat serasa sedang pergi ke psikiater sungguhan. Buku yang memperlihatkan interaksi antara psikiater yang tidak sempurna dengan seorang pasien yang juga tidak sempurna. Namun, ini sama-sama membuat mereka bertumbuh. Karena pada akhirnya, tujuan manusia bukanlah menjadi sempurna, melainkan menjadi semakin baik dan bertumbuh.

Saya baca versi digital dan secara look sangat manis. Warna² pastel yang lembut serta highlight di beberapa tulisan membuat kita mudah menangkap pesan penulis. Namun beberapa terjemahan memang agak kaku dan terasa kurang di bagian kesimpulan. Ada buku keduanya, apakah di buku itu baru terselesaikan dengan apik? Saat membaca ini, saya pun sedang berjuang dan berobat ke psikiater untuk depresi. Jadi saya merasa dipahami dan memahami diri sendiri sejak membaca kata pengantar buku ini oleh dr. Jiemi.

Cocok untuk yang ingin memahami atau sedang depresi/dystimia/cemas, gambaran ke psikiater, dan self improvement.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

14 May, 2026

[Review buku] Dua muka daun pintu

Judul: Dua muka daun pintu
Penulis: Triskaidekaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 191 hal, cetakan pertama September 2021, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020656403

Apakah daun pintu harus selalu membuka atau menutup?
Dilema dan pencarian jati diri selembar daun pintu yang menjaga Garda di sebuah sel isolasi rahasia. Ia mendengar, berbincang, dan menyimpan banyak rahasia kehidupan Garda di balik diamnya. Saat ia masuk ke dalam Forum Pintu Sedunia, ia mulai menyusun cara untuk mewujudkan keinginan Garda: kebebasan. Di forum itu pula ia mendengar banyak kisah dari pintu-pintu lain tentang apa yang ada di balik mereka dan bagaimana akhir hidup mereka. Akankah ia menjadi legenda atau sekadar pintu biasa yang tak dikenal?

Awal membaca saya sangat terhibur sebab melihat dari PoV berbeda. Sebuah pintu. Menarik sekali ide penulis satu ini. Namun perlahan saya merasakan kerumitan berpikir dan jalan cerita yang dibuat membingungkan. Jadi sebenarnya apa identitas pintu ini? Siapa yang berbohong? Cerita mana yang benar? Lalu saat di ending, saya merasa kurang gong sebab ketidakjelasan hubungan Kusuma, Tantri, dan Garda. Seperti dipaksakan berkonflik, meski saya paham kondisi mentalnya, tapi apa tujuan mereka. Aneh dan tidak ada clue. Jadi saat menamatkan saya malah pusing. Meski begitu, penulis kembali menggunakan beberapa kata yang jarang saya baca, sempat pula ada tipografi berbentuk tanda tanya seakan puisi. Mungkin itulah mengapa novel ini masuk kategori sastra. Tipis tapi berat.

Cocok untuk yang suka sastra dan PoV benda mati.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

09 May, 2026

[Review buku] Zenitendo 6

Judul: Zenitendo 6
Penulis: Reiko Hiroshima
Penerbit: POP
Dimensi: 153 hal, cetakan pertama Januari 2025 
ISBN: 9786231342881

Kisah kali ini, Beniko masuk angin sehingga melakukan beberapa kekeliruan. Biasanya produk yang direkomendasikan sesuai dengan keinginan dan membahagiakan pelanggannya. Tapi sebab sakit, ia jadi tidak fokus dan membuat jajanannya kembali dalam keadaan rusak seperti "Kalong Ngemong" atau harus diganti sebab salah subjek seperti "Pretzel Rapunzel" dan "Wafer Maha Berangan". Belum lagi keefektifan solusi seperti "Biskuit Seimbang" yang dirasakan pelanggan, apakah perlu sampai memberikan dua pada pasangan itu? Kecerobohan menjatuhkan jajanan seperti "Pensil Sabar" pun belum teratasi. Memikirkan itu semua, bahkan mengingat Beniko bisa sakit saja merupakan hal aneh. Hingga di epilog terjawablah penyebab kejanggalan itu yang akan berlanjut pada buku ketujuh: membalas tantangan Kaido dan Yodomi.

Buku berseri yang dikhususkan U+13 ini salah satu yang saya suka dan nantikan kehadirannya. Bila ada rezeki, niat koleksi pribadi buat anak. Sebab memang seru dan selalu ada hikmah yang bisa dipetik tanpa merasa digurui. Pelanggannya pun beragam dari berbagai usia, bahkan tidak hanya manusia.

Cocok untuk anak-anak dan dewasa yang menyukai genre fantasi, bacaan ringan dan menghibur, disertai pelajaran moral yang baik.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku 

08 May, 2026

[Review buku] Girls in the dark

Judul: Girls in the dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 288 hlm, cetakan kedua puluh satu November 2025
ISBN: 9786025297281

Kematian Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi meninggalkan pertanyaan besar. Sebab ada setangkai bunga lily di tangannya, seakan itu adalah dying message. Apakah ia mati bunuh diri atau dibunuh? Gosip pun beredar bahwa pelakunya ada di antara 6 anggota klub. Sepekan setelahnya, pertemuan wajib dengan ritual tahunan yang menjadi tradisi klub mengenang Itsumi melalui cerita pendek yang dibuat masing-masing anggota. Mengejutkannya, naskah mereka saling menjelaskan dan menunjuk nama seorang pelaku. Juga interpretasi berbeda akan arti bunga lily yang dipegang Itsumi. Siapakah pelaku sebenarnya? Manakah naskah yang benar?

Sepanjang membaca, menarik sekali diajak menyelami PoV enam gadis. Meski ada pertentangan, tapi ada pula persamaan terhadap sebuah kejadian. Di situlah clue, motif, dan kepalsuan terendus. Plot twistnya ada di ending, naskah yang dibacakan Sayuri, ketua klub baru dan kenyataan selama tradisi Yami-nabe berlangsung. Hati² mual sih, baiknya jangan makan saat baca buku ini haha.

Meski begitu, saya masih merasakan keanehan Sayuri dan memikirkan apa yang terjadi setelahnya. Sebab kelogisan berkata, tak segampang itu melenyapkan nyawa beserta konsekuensinya. Sayangnya cerita hanya berakhir di sana. Entah kelanjutan sekolah dan para gadis klub sastra.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller, iyamisu, dan misteri pembunuhan di SMA Putri.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

07 May, 2026

[Review buku] The perfect husband

Judul: The perfect husband
Penulis: Indah Riyana
Penerbit: Romancious
Dimensi: 576 hlm, cetakan kedua 2016
ISBN: 9786026922311

Ayla tak menyangka ayahnya masih menganut nilai konservatif seperti perjodohan. Meski calon suami yang dipilihkan oke, tapi Ayla ingin menikah karena cinta bukan paksaan. Usia 25 tahun, ia terpaksa mengiyakan lamaran Arsen, sebab kebrengsekan pacarnya yang ternyata suami orang. Tanpa peduli sedikit pun tentang Arsen, ia melanjutkan hidupnya seperti belum menikah saja, hanya pindah rumah. Bahkan ia tidak tahu pekerjaan dan aktivitas Arsen. Semua ia ketahui belakangan dan dari orang lain. Di saat terlambat, benih cintanya pada Arsen baru tumbuh. Bisakah ia mendapatkan hati Arsen setelah ia sakiti berulang kali?

Setelah beberapa kali baca genre iyamisu, lalu saya selingi baca buku roman macam ini, rasanya memang jomplang sih. Datar dan mudah terbaca arahnya. Namun berkat keimutan ukuran buku dan pemilihan jenis font yang tidak bikin ngantuk, tetap bisa saya selesaikan sehari. Jujur saja, ada beberapa part yang bagi saya kurang masuk akal, sebab gak gitu amat sih kehidupan pernikahan dan plin plan karkter Ayla serta Arsennya. Sampai saya berkesimpulan entah penulisnya belum menikah atau memang genre roman di wattpad ya 11-12, gak jauh dari perjodohan, dll. Konfliknya kurang tajam dan endingnya kurang klimaks sih, padahal ada beberapa part yang saya rasa akan seru kalau skenarionya beda. Hehe, tapi tetap happy ending is a must kayaknya di wattpad gini ya.

Cocok dibaca bagi yang suka romance dan gambaran kehidupan pernikahan dengan pilot.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

06 May, 2026

[Review buku] Pasien

Judul: Pasien
Penulis: Naomi Midori
Penerbit: Haru
Dimensi: 120 hlm, cetakan pertama Januari 2024
ISBN: 9786235467214

Sebuah tragedi mengenaskan menimpa keluarga beranggotakan 6 orang. Mereka mati dibunuh, bahkan ada yang dimutilasi. Pembunuhnya sendiri adalah kakak adik yang menjalin hubungan terlarang (incest) dan saling membunuh setelah membunuh 4 anggota keluarga lainnya. Diduga masalah perebutan harta waris. Hingga kasus itu ditutup oleh polisi, tidak ada yang tahu bahwa semua itu adalah rencana seseorang dan kedua kakak adik itu pun dibunuh oleh pelaku sebenarnya. Hanya pembunuh dan psikolognya saja yang tahu kebenaran itu.

Saya tak menyangka bahwa penulisnya dari Indonesia, sebab namanya jepang banget. Genrenya iyamisu pula. Tapi saat membaca memang unsur lokal seperti klenik sajen, dukun, dan adatnya terasa Indonesia sekali. Meski tipis dibanding novel sejenisnya, cerita mengalir begitu enak. Membuat kita tak ingin lepas dan segera menamatkannya. Twistnya memang bisa ditebak sedari awal bagi yang biasa baca thriller, sebab ada beberapa hal janggal yang menjadi clue. Hanya saja, tetap di ending membuat saya masih kebingungan tentang keaslian cerita, profesi asli pelaku, dan kisah asli si pasien. Agak merinding juga ketika baca catatan penulisnya bahwa kisah ini berdasarkan kisah nyata dari temannya.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller psikologis, misteri, dan kesehatan mental.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

04 May, 2026

[Review buku] Jingga jenaka

Judul: Jingga jenaka
Penulis: Annisa Rizkiana Rahmasari
Penerbit: KPG
Dimensi: 118 hlm, cetakan pertama 2019, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786024811105

Kalau kamu lagi capek dan ingin baca hal yang ringan, hangat, serta memanjakan mata, buku ini cocok banget. Puisi-puisi yang ada di dalamnya mengingatkan kita pada masa kecil, ketika inspirasi begitu mudah didapat dalam keseharian, sederhana dan bebas berimajinasi. Ditambah pemilihan font yang lucu dan menambah kesan kanak-kanak, warna-warna pastel yang membuat kita berseru "Lucu, gemas!", dan ilustrasi komik 4 panel serta dongeng lepas yang menarik. Bisa kamu selesaikan dalam sekali duduk, tapi kalau aku sih agak lama. Sebab membayangkan masa kecil dulu hehe.

Cocok dibaca bagi yang suka buku berilustrasi, puisi sederhana, warna menggemaskan, dan lagi reading slump.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

03 May, 2026

[Review buku] Generasi Emas

Judul: Generasi emas
Penulis: Ahmad Rifa'i Rif'an
Penerbit: Quanta
Dimensi: 359 hlm, cetakan kedua Desember 2019
ISBN: 9786020497907

Bagi kamu yang pernah baca karya penulis, pasti setuju kalau gaya bahasanya ringan, tidak berpanjang kata, dan intinya mudah dipahami. Buku ini pun membawa vibes positif sepanjang membacanya. Ada 100 artikel pendek yang menjelaskan apa saja cara menjadi generasi unggul, berprestasi, dan berkontribusi dalam kebaikan. Motivasi islami yang bisa dipraktikkan bahkan oleh non muslim.

Artikel sepanjang 2-3 halaman yang kemudian ditutup dengan quote di tiap tulisan membuatnya bisa dibaca acak. Hanya saja saya menemukan banyak typo yang cukup mengganggu, padahal sudah cetakan kedua. Sepertinya penerbit perlu cek lagi naskah sebelum dicetak ulang.

Cocok dibaca bagi yang ingin positive vibes dan generasi emas yang Allah ridhai.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

[Review buku] Absolute Justice

Judul: Absolute Justice
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 268 hlm, cetakan kedua Juli 2018
ISBN: 9786025186011

Bila ada seorang pahlawan kebenaran, orang itu adalah Noriko. Ia berani dan bertekad mengikuti aturan sebab mendewakan kebenaran. Meski hasilnya bisa saja menyakiti orang terdekatnya. Itulah yang dialami Kazuki, Yumiko, Riho, dan Reika. Keempat teman SMA Noriko yang awalnya memuja bahkan merasa ditolong oleh Noriko, perlahan menyadari bahwa semua yang dilakukan Noriko bukan sebab tulus atau hubungan baik, tetapi dasar benar atau salah secara hukum. Rasa kagum pun perlahan menjadi sesak, benci dan ingin Noriko tiada. Bisakah manusia hidup tanpa kesalahan?

Serius, baca ini kesal banget sama Noriko. Rigid banget, beneran kayak robot. Sampai aku berpikir, beneran dia gak punya salah atau masalah dalam hidupnya yang bikin dia keliru gitu? Lalu suaminya beneran bisa hidup sama pasangan kayak gitu? Capek mental, gak, sih? Lalu aku teringat kata-kata seorang guru, bahwa gak ada kebenaran absolut di dunia ini, selama aturan itu masih berasal dari manusia. Kebenaran absolut hanya bisa bersumber dari Allah. Nah, di novel ini aku jadi memahami perkataan guruku itu. Iya, ya, sulit untuk manusia bersikap adil dan lurus. Berat sekali menjadi/membuat hukum, makanya perlu Tuhan. Sebab gak semua hal bisa diselesaikan dengan benar saja, tapi juga butuh hasil yang baik.

Dari segi cerita, bahasa, dan twist semuanya seru, bahkan khas penulis yang membuka kisah dari PoV tiap tokoh. Menggali latar dan sisi kelam mereka. Hanya saja bagi saya kurang lengkap sebab tidak ada PoV ayah atau suami Noriko. Penasaran bagaimana lelaki bertahan dengan perempuan seperti itu.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller dan konsep kebenaran absolut.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

30 April, 2026

[Review buku] Penance

Judul: Penance
Penulis: Minato Kanae
Penerbit: Haru
Dimensi: 356 hlm, cetakan kesembilan Februari 2026
ISBN: 9786237351375

Emily dibunuh dan dilecehkan oleh seorang laki-laki. Keempat temannya (Sae, Maki, Akiko, Yuka) yang melihat wajah pelaku tidak bisa bersaksi dengan jelas akibat shock saat menemukan jenazahnya. Sehingga pelakunya pun tidak tertangkap. Asako, ibu Emily, tidak bisa menerima kesaksian keempat anak itu dan mengancam mereka untuk menemukan pelaku sebelum kasus kedaluwarsa. Jika tidak, ia akan membalas dendam sebab ia memiliki uang dan kekuasaan. Lima belas tahun berlalu, mendekati waktu kedaluwarsa kasus, keempat anak itu tumbuh dengan trauma yang mengubah jalan hidup mereka. Siapakah pelakunya? Apa motifnya? Salahkah mereka berempat?

Banyak banget pelajaran yang kuambil dari novel ini. Di antaranya:
1. Hati-hati berbicara pada anak kecil, kalimat orang dewasa itu menancap dalam bagi seorang anak
2. Jika tertimpa musibah, cek dosa dan kesalahan diri sendiri dulu, jangan blaming sembarangan meski sedang terluka
3. Kejujuran jauh lebih baik dari kenyataan yang tidak diungkapkan

Dari sisi ending mengingatkanku pada sesaknya kenyataan seperti di film "Maharaja" India. Penulis berhasil mengupas dengan perlahan gesekan pergaulan anak-anak, trauma dan penyikapan berbeda tiap anak, keresahan adaptasi orang kaya dengan orang biasa/miskin, serta dosa orangtua yang berdampak ke anak. 

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, thriller, dan psikologis tentang trauma masa kecil.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

29 April, 2026

[Review buku] Cara berbahagia tanpa kepala

Judul: Cara berbahagia tanpa kepala
Penulis: Triskaidekaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 300 hlm, cetakan pertama Mei 2019, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020629940

Sempati yang lelah dengan pikiran di kepalanya memilih program ilegal "Bebaskan kepalamu" agar hidupnya tidak lagi perlu ia pikirkan. Namun, sebuah kecelakaan terjadi, ia kehilangan kepalanya yang diletakkan di rumah terkunci saat ia ke warung depan. Saat mencari pertolongan ke kantor eksekutornya, M4, ia malah menemukan M4 hilang dan kantor sudah ditutup. Bila ia tidak segera menemukan kepalanya, ia akan segera mati atau ditangkap polisi sebab program ilegal. Dalam pencariannya ia malah menemukan rahasia keluarga yang selama ini disimpan ayah dan ibunya. Berhasilkah Sempati menemukan kepalanya dan kembali hidup? Apa dampak rahasia orangtuanya bagi hidup Sempati?

Wah gila! Itu sih pikiran awalku baca bab pertama buku ini. Kok bisa-bisanya penulis kepikiran ide absurd macam ini. Menyeramkan tapi bisa dipahami juga dari sisi beban hidup di kota urban ini. Namun semakin ke ending, terutama setelah terkuak dari PoV Semanggi, Derai Cemara, dan Merpati, saya malah teringat surealisnya "Cantik itu luka". Tentang kematian yang berlapis seperti kenyataan di film "Inception", membuat saya hilang arah mana awal, mana akhir. Hanya saja bahasa penulis di sini lebih asing (banyak kosakata yang jarang saya temui) dan juga puitis. Tipografi di beberapa halaman pun serupa puisi. Endingnya tentu saja menyisakan banyak tanya dan ketidakpahaman saya akan cerita.

Cocok dibaca bagi yang suka sastra thriller bercampur surealis.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

23 April, 2026

[Review buku] Minimarket yang merepotkan

Judul: Minimarket yang merepotkan
Penulis: Kim Ho-Yeon
Penerbit: Haru
Dimensi: 400 hlm, edisi kedua cetakan kedua Februari 2026
ISBN: 9786235467313

Berawal dari dompet yang tertinggal di Stasiun Seoul, nenek bernama Yeom Yeongsuk bertemu dengan Dokgo, seorang tunawisma yang hilang ingatan. Yeongsuk yang merupakan pensiunan guru sejarah menilai Dokgo adalah orang yang baik dan tulus, hingga ia memberikan kesempatan pada Dokgo untuk menjadi karyawan shift malam minimarketnya. Kesempatan itu membuat banyak perubahan baik dalam hidup mereka yang bertemu Dokgo. Gadis muda yang tadinya bingung akan menjadi apa, menemukan tujuan hidupnya. Ibu yang kesulitan berkomunikasi dengan anaknya, memulai mendengar sang anak. Kepala keluarga yang tertekan akibat pekerjaan dan asing dengan keluarganya memulai pendekatan pada istri dan anak kembarnya. Penulis naskah yang ingin pensiun menemukan ide tulisan masterpiecenya. Sayangnya, misteri siapakah Dokgo belum terjawab. Bisakah ia mengingat identitasnya dan kembali pada kehidupannya lagi?

Sebagaimana novel slice of life, konfliknya tidak berat, tapi membuat hangat hati. Pertemuan kecil yang mungkin tidak kita sadari kadang menjadi makna yang begitu besar bagi yang bertemu diri kita. Semua orang berjuang dengan takdirnya, maka berusahalah ramah pada tiap orang yang kautemui. Juga tentang penyesalan, pertobatan, dan kesempatan untuk memperbaiki hidup. Jangan menyerah, selagi nafas masih ada.

Cocok dibaca bagi yang suka slice of life, kesempatan kedua, dan pertemuan yang mengubah hidup.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

19 April, 2026

[Review buku] Buku panduan matematika terapan

Judul: Buku panduan matematika terapan
Penulis: Triskaidekaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 359 hlm, cetakan pertama 2018, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020624587

Berawal dari pertanyaan P-NP (sesuatu yang bisa diperhitungkan - sesuatu yang tidak bisa diperhitungkan), Prima dengan keterbatasan fisiknya mencoba menjawab seumur hidupnya. Dalam pencarian jawaban itu, ia bertemu Tarsa yang cerdas dan Mantisa yang membuat cinta. Semua teori matematika ia terapkan dan coba gabungkan untuk membuktikan bahwa semua bisa diperhitungkan. Sayangnya, tidak ada yang bisa menghitung serta mengetahui kapan ia akan mati. Tidak semua pertanyaan harus memiliki jawaban.

Buku ini salah satu TBR yang saya cicil sejak tahun lalu. Bukan sebab bahasanya, tapi filosofinya yang dalam. Rumus-rumus yang menunjang ketika diterapkan dalam kehidupan ternyata bisa sedalam itu maknanya. Ditambah berganti-ganti PoV, ada yang PoV orang pertama, PoV orang kedua, dan PoV orang ketiga. Paket lengkap memang. Beberapa diksi pun tidak umum, hingga kadang harus saya cari tahu artinya di kbbi. Itulah kelebihan sekaligus kekurangan buku ini. Seperti ingin bilang, buku ini bagus, tapi memang agak sulit dimengerti. Tapi saat kau tahu keindahannya, bisa dirasakan, sulit dijelaskan.

Cocok dibaca bagi yang suka matematika, filsafat, dan banyak pertanyaan tentang kehidupan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku 

17 April, 2026

[Review buku] Holy mother

Judul: Holy mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 280 hlm, cetakan kedua belas Oktober 2025
ISBN: 9786025385810

Honami tak tenang saat mendengar berita pembunuhan anak laki-laki berusia 4 tahun di kota kecil domisilinya. Korban diperkosa setelah dibunuh. Ia pun takut akan keselamatan putri tunggalnya yang susah payah ia lahirkan. Kepolisian tidak bisa diandalkan, hanya ia yang dapat melindungi putrinya, meski harus mengorbankan nyawa dan jiwanya. Apa yang bisa ia lakukan?

Dari 3 PoV (Honami, Makoto, dan petugas polisi) cerita saling melengkapi dan menguatkan motif internal serta latar. Di bab awal, ada beberapa clue yang saya rasa janggal dalam kalimat, tapi di ending akhirnya terjawab bahwa itu adalah foreshadow. Teknik untuk membuat plot twist berlapis yang membuat kita terkejut di akhir. Saya sampai membaca dua kali terutama di PoV Honami untuk memastikan kalimat janggal di awal. Endingnya, saya malah nangis karena sesak dan haru membayangkan jadi Honami. Judul dan covernya jadi kuat banget setelah selesai baca. Ibu yang hatinya suci dan bagai malaikat rela mengotori tangannya dan menjelma iblis demi putri satu-satunya. Perjuangan perawatan kemandulannya juga bikin haru.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri pembunuhan, pengorbanan/kasih sayang ibu, dan trauma yang belum pulih.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

15 April, 2026

[Review buku] Confessions

Judul: Confessions
Penulis: Minato Kanae
Penerbit: Haru
Dimensi: 304 hlm, cetakan ketiga belas 2024
ISBN: 9786025385889

Manami, gadis kecil berusia 4 tahun ditemukan meninggal di kolam renang sekolah. Ibunya, Moriguchi Yuko, guru SMP menemukan bukti bahwa anaknya dibunuh oleh dua muridnya, bukan jatuh terpeleset. Ia pun ingin membalas dendam sebagai ibu, tapi profesinya sebagai guru menghalangi moral dan etika. Saat ia memutuskan berhenti menjadi guru, di hari terakhir ia membuat pengakuan dan memulai aksi balas dendamnya. Semua itu adalah awal dari kengerian yang melebar dan memakan korban lain.

Keren banget nih buku! Kukira udah cukup plot twistnya sampai di tengah, ternyata sampai ending dar der dornya tetap. Dari 5 PoV (Moriguchi, Mizuki, Ibu Naoki, Naoki, dan Shuya) semua melengkapi gambaran dan detail yang terkelupas kecil tentang kebenarannya. Moral pembaca rasanya seperti diaduk, harus bersimpati pada siapa? Korban atau pelaku? Sebab motif internal yang disampaikan membuat kita perlahan berpihak dan kasihan. Tapi endingnya luar biasa, sih! Langsung dan menghancurkan. Saya membayangkan bagaimana Shuya menggila atau hancur psikologisnya.

Pelajaran terpenting yang saya dapat, dendam itu ya gak habis-habis. Diikuti makin merusak diri, meski memaafkan itu berat tapi sangat layak diperjuangkan demi kedamaian diri. Ditambah, saat balas dendam bisa jadi memakan banyak korban tak bersalah. Luka lama yang menyebabkan luka baru. Pun pentingnya reparenting untuk memutus luka pengasuhan. Cukup berhenti di kamu, jangan diwariskan.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller psikologis, misteri, dan balas dendam.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

14 April, 2026

[Review buku] Komik ga jelas 2

Judul: Komik ga jelas 2
Penulis: Jasmine H. Surkatty
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: - hlm, cetakan pertama 2018
ISBN: 9786020454474

Jilid kedua dari seri komik ga jelas, masih didominasi dengan tokoh Budi. Ada tambahan sedikit dari tokoh Bro dan teka-teki ga jelas yang saya lampirkan di slide 2. Idenya memang kadang ga jelas dan agak absurd, tapi cukup menghibur.

Cocok dibaca bagi yang lagi reading slump atau butuh bacaan ringan.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

12 April, 2026

[Review buku] Jalan tak ada ujung

Judul: Jalan tak ada ujung
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Dimensi: 166 hlm, cetakan 7 Februari 2016, edisi digital RBK
ISBN: 97989794619803

Kondisi Jakarta tahun 1946, lepas kemerdekaan tapi masih dibayang-bayangi NICA dan kepemimpinan yang kebingungan. Sebagian (kaum tua) ingin kembali ke masa Belanda sebab kerja tenang dan sebagian lagi (kaum muda) berjuang melawan Belanda yang masih berusaha menjajah dengan kekerasan. Di tengah itu semua, Guru Isa bertahan mengajar, meski gaji kian tak cukup hingga utang menumpuk. Usianya yang terpaut jauh dengan sang istri, Fatimah, serta ketidakmampuannya memberikan keturunan membuat hubungan pernikahannya dingin. Kepada musik, lewat biola ia menemukan ketenangan. Lewat musik pula ia berkenalan dengan Hazil, pemuda pejuang yang begitu berani. Ia yang takut, tapi tak bisa menolak mengalami konflik batin yang kian hari menggerus fisiknya. Kapankah jalan tak ada ujung ini berakhir? Akankah hari damai datang kembali?

Menarik membaca sastra lama yang berisi perjuangan setelah kemerdekaan, kondisi Jakarta, hingga budaya bahasa di masa itu. Meski tidak ejaan lama banget, tapi ada beberapa kata yang masih terdengar puitis dan maknanya agak berbeda dengan masa kini (contoh "apabila", maknanya di buku ini serupa "kapan" atau menunjukkan waktu). Isu pengkhianatan selain di perjuangan kemerdekaan, juga terjadi dalam kehidupan pernikahan Guru Isa.

Cocok dibaca bagi yang suka sastra lama dan nuansa sejarah perjuangan setelah kemerdekaan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

11 April, 2026

[Review buku] Testimony of N

Judul: Testimony of N
Penulis: Minato Kanae
Penerbit: Penerbit Haru
Dimensi: 312 hlm, cetakan pertama Maret 2026
ISBN: 9786235467436

Sepasang suami istri ditemukan mati di apartemen mewahnya. Mereka adalah Noguchi dan istrinya Naoko. Empat anak muda yang berada di TKP memberi kesaksian yang melengkapi potongan cerita, hingga salah satunya dipenjara. Semuanya jelas, tidak ada yang aneh. Tapi 10 tahun kemudian, mereka mulai memikirkan beberapa kebohongan kecil yang dikatakan teman-temannya. Mengapa kebohongan itu dikatakan? Siapa yang dilindungi dari kebohongan itu? Bagaimana kejadian sebenarnya yang menewaskan pasangan itu?

Ini adalah karya pertama penulis yang saya baca. Meski yang terkenal adalah confession dan saya juga punya, tapi saya penasaran buku terbarunya ini (aslinya gak baru sih, 2014 terbit di Jepang). Awal membaca, saya sampai bolak-balik lihat nama penulis di depan, sebab rasanya mirip seperti baca karya Keigo. Perlahan baru agak berbeda sebab fokusnya lebih ke batin para saksi dan latar belakang hidup mereka yang memengaruhi keputusan masing-masing. Terasa psikologisnya lebih kuat, sebab penulisnya perempuan. Sementara di Keigo, saya merasa lebih detail dan teknis sebab penulisnya laki-laki.

Ceritanya seru, mengalir dan mengupas perlahan misteri yang ada. Page turner, dan tetap menyisakan ruang penasaran. Mengapa endingnya begini, harusnya bisa lebih baik. Hubungan yang terbentuk mengapa jadi seperti itu. Sangat saya sayangkan. Juga keunikan marga semua tokoh yang berinisial N. Bisa-bisanya membuat saya penasaran siapa N yang dimaksud, ternyata... Haha.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, pembunuhan, dan hubungan yang saling melindungi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

09 April, 2026

[ Review buku] Penumpang ke Frankfurt

Judul: Penumpang ke Frankfurt
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: GPU
Dimensi: 376 hlm, cetakan pertama 1994
ISBN: 9796050331

Sir Stafford Nye menolong seorang penumpang wanita di Frankfurt yang mengaku akan dibunuh dengan merelakan paspornya dipakai. Ia tertarik dengan gagasan aneh yang ditawarkan wanita itu untuk meloloskan diri. Tanpa ia tahu, bahwa ternyata wanita itu adalah agen Inggris yang kompeten dan kelak akan bertemu lagi dengannya untuk sebuah misi: menyelamatkan dunia dari kekuatan tak kasat mata yang anarkis dengan memanfaatkan kaum muda. Seperti mengulang masa Hitler dan NAZInya mempropagandakan ras super, ditandai swastika.

Karya ratu kriminal kali ini tidak terlalu menarik bagi saya. Sebab deskripsi detail justru agak membuat ngantuk. Tidak ada satu tokoh penghubung seperti Poirot, tapi ada empat tokoh sentral yang berupaya mengungkap aksi spionase dan aliran uang yang mendanainya. Twist di ending juga tidak mengejutkan sebab clue sudah diberikan beberapa kali. Kesulitan utama bagi saya adalah menempatkan PoV di tahun kejadian dan budaya negara. Satu hal yang membekas adalah teori Hitler bertukar peran di RSJ saat kejatuhannya.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, politik dan gerakan kaum muda, serta Hitler dan propagandanya.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

07 April, 2026

[Review buku] Reset

Judul: Reset
Penulis: L. Zeth
Penerbit: GPU
Dimensi: 296 hlm, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786020672847

Dimas menyaksikan semua teman masa kecilnya dibunuh. Hingga tersisa ia yang berhadapan dengan si pembunuh, orang yang ia kenal baik dan berteman lama. Detik terakhir ia berdoa semoga bisa menyelamatkan Jovanka dan Handy. Lalu terjadilah pengulangan waktu. Polanya sama, tiap dua orang terbunuh, maju sejam mendekati waktu kematian mereka, maka akan kembali lagi. Seperti membaca buku yang sama berulang kali. Awalnya Dimas mencoba mengikuti skrip, lalu ia sadar bila ingin menyelamatkan maka harus ada yang diubah. Sayangnya perubahan itu berdampak pada skrip yang tak bisa diduga. Akankah Dimas berhasil menyelamatkan teman-temannya? Siapa dan apa motif pelaku sebenarnya?

Wah daebak! Keren banget penulisnya bisa bikin aku tercekam. Rasanya kayak nonton film Tom Cruise yang time loop digabung Raditya Dika yang horor itu. Dialognya yang berulang pun gak membosankan sebab ada analisis di sana. Page turner abis dan detailnya kayak ngupas bawang, perlahan, berlapis, hingga mengerucut pada 2 nama. Bahkan ada part yang saya bisa pahami banget karena lagi relate sama keadaan saya sekarang: Ester kabur ditemui temannya. Saya paham mengapa se-ekstrem itu sebab dia lagi butuh ruang dan waktu, tapi teman-temannya memaksa masuk ke teritori itu dan ia jadi benci. Sayangnya, agak menggantung ketika ending sama saja seperti 5 tahun lalu. Saya berharap ada sekuelnya sih. Soalnya gak semudah itu toh melenyapkan manusia. Masak iya gada yang curiga?

Cocok dibaca bagi yang suka thriller, time loop (pengulangan waktu), dan persahabatan dari kecil.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

06 April, 2026

[Review buku] Komik ga jelas 1

Judul: Komik ga jelas 1 - Penghilang stress
Penulis: Jasmine H. Surkatty
Penerbit: Elex Media komputindo
Dimensi: 164 hlm, cetakan pertama 2018
ISBN: 9786020478210

Dikasih buku ini sama teman, ada 2 jilid. Baca blurb belakangnya bikin ketawa sih karena ribet akan ketidakjelasan dan kejelasan. Lalu saat mulai baca ternyata ada 1 tokoh sentral namanya budi. Banyak kisah tentang dia dengan keluarganya, temannya, hingga gebetannya. Agak lucu dari segi gambar sebab bulat-bulat gitu aja karakternya. Secara isi, gak semua bikin ngakak sih, bahkan ya sesuai judulnya, bikin mikir "Apa sih ini? Gak jelas." sambil senyum atau sambil sebel. Tujuan penulis tercapai.

Gaya jilid komiknya juga agak beda dari komik yang biasa saya baca. Cukup unik, dan kertasnya pas dengan tinta hitam dan merah.

Cocok dibaca bagi yang lagi reading slump, butuh bacaan ringan sekali duduk, gak mikir berat.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

04 April, 2026

[Review buku] Make it happen

Judul: Make it happen
Penulis: Prita Ghozie
Penerbit: GPU
Dimensi: 260 hlm, cetakan kelima 2018, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020385242

Sebelumnya saya suka dengar podcast dengan bintang tamu penulis buku ini, tapi baru kali ini berkesempatan membaca karyanya dalam bentuk tulisan. Ternyata memang tetap seasyik di podcast bahkan lebih detail membantu dengan latihan serta simulasi data keuangannya. Meski terbit tahun 2018, masih sangat relate ilmunya untuk diaplikasikan saat ini.

Buku ini dibuka dengan impian terbesar kita yang kebanyakan melibatkan keluarga. Lalu kita diminta mengecek kesehatan keuangan kita. Bila belum oke, maka harus diperbaiki dahulu bukan berpikir investasi. Jika sudah sehat, baru lanjut ke bab berikutnya merencanakan keuangan untuk tujuan/mimpi yang ingin dicapai. Setelah perencanaan maka belajar memilih ragam produk investasi yang disesuaikan dengan tujuan keuangan serta waktu. Jika salah pilih, bisa berbahaya dan kalah sama inflasi. Maka akan berpengaruh ke profil risiko, ada beberapa yang kita harus sabar dan konsisten terkait waktu, ada pula yang mungkin butuh agresif atau moderat.

Baru setelah itu dikupas per bab cara mencapai impian yang umum dimiliki orang Indonesia: memiliki rumah, dana pendidikan anak, pleasure (jalan-jalan, kuliner, belanja), dan pensiun dengan nyaman tanpa harus menurunkan gaya hidup.

Cocok dibaca bagi yang ingin belajar merencanakan keuangan demi menggapai mimpi.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

03 April, 2026

[Review buku] Margo dan rahasia setengah abad

Judul: Margo dan rahasia setengah abad
Penulis: Aghnia Sofyan
Penerbit: Clover
Dimensi: 300 hlm, cetakan pertama 2021
ISBN: 9786230304590

Margo berhasil mendapatkan beasiswa masuk SMA Manggala Utama yang ngetop dan merupakan sekolah almarhum ayahnya dulu. Ia memiliki mimpi menjadi anggota Manggala Future untuk mengembangkan relasi yang mendukung bisnis impiannya. Sayangnya, usaha itu dijegal oleh Raja, yang memiliki orangtua berpengaruh dan bisa mengubah kebijakan sekolah. Hari yang dilalui Margo di Manggala tidaklah mudah hingga ia menemukan petunjuk dan tulisan ayahnya di MPost bahwa ada harta karun Prof. Emil, pendiri sekolah. Bersama Gilang dan Tati, ia memecahkan misteri yang ternyata berbahaya dan hampir merenggut nyawa mereka. Berhasilkah mereka menemukan harta itu? Apa wujud sebenarnya harta itu?

Kategori novel ini memang untuk remaja (U13+) tapi tetap seru dibaca bagi saya yang suka tema seperti ini. Apalagi aksi Margo ketika mengambil deduksi dan kesimpulan, mirip Conan. Hanya saja, masih ada misteri yang mengganjal di kepala, yakni tentang retaknya hubungan ayah dan ibu Margo, serta siapa orang yang dihubungi Bu Anggie? Entahlah, apa akan ada sekuelnya.

Cocok dibaca bagi yang suka tema petualangan remaja, persahabatan, dan teka-teki harta karun.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

28 March, 2026

[Review buku] How to kill your husband

Judul: How to kill your husband
Penulis: Aghnia Sofyan
Penerbit: Pop
Dimensi: 265 hlm, cetakan kedua November 2025
ISBN: 9786231343758

Seorang pengusaha tewas karena jatuh di ketinggian gedung proyeknya. Dari kejanggalan yang ditemukan, semua mengarah pada pembunuhan. Tentu saja orang pertama yang dicurigai adalah pasangan korban. Apalagi saat Inspektur Bonita menelusuri ada dugaan perselingkuhan serta blog tentang cara membunuh suami yang selingkuh dengan nama alias Persephone. Namun saat ditelusuri, ternyata kasus ini tidak sesederhana yang dikira. Ada kaitan masa lalu dan masa depan. Siapakah pelaku sebenarnya?

Untuk kategori proyek menulis, kasus di novel ini cukup baik. Membuat kita terus penasaran ingin menamatkannya. Meski jembatan saat masuk kasus 20 tahun silam bagi saya agak kurang mulus dan terasa sederhana tapi dipaksakan. Secara keseluruhan penulis pandai mengecoh pembaca agar kembali pada kecurigaan awal.

Cocok dibaca bagi yang suka tema misteri pembunuhan, pernikahan dan isu perselingkuhan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

23 March, 2026

[Review buku] When you disappeared

Judul: When you disappeared
Penulis: John Marrs
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 22 bab epub, cetakan pertama 2020, edisi digital RBK
ISBN: 9786230021046

Simon menghilang di suatu pagi, tanpa ada petunjuk sedikit pun tentang alasannya pergi. Catherine dan 3 anaknya terguncang setelah kepergian Simon. Dimulai dari kesulitan finansial, penghakiman sekitar, hingga trauma pada tiap anak. Dua puluh lima tahun kemudian, Simon kembali dan menjelaskan apa yang terjadi. Namun semakin dikupas, sesuatu yang amat salah dan semua bersumber pada diri Simon menjadi titik balik menyesakkan untuk kebodohan tidak terkonfirmasi. Kehidupan sempurna mereka hancur hanya sebab prasangka dan kepengecutan Simon, yang selama ini ia kira akibat kesalahan Catherine.

Sepertinya tema novel penulis ini terlihat sederhana tapi berlapis plot twist. Tidak sesederhana itu, saat didalami. Menguras emosi dan psikologi pembaca. Selesai membaca, betapa kita akan setuju Simon mati saja sedari awal. Alasan insecure atau luka pengasuhan Simon menjadi tidak relevan setelah melihat perjuangan Catherine. Semua kembali pada jiwa dan usaha saat dewasa. Siap-siap kesal sih baca buku ini hehe.

Cocok dibaca bagi yang suka tema keluarga, hubungan suami istri, dan psikologi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

21 March, 2026

[Review buku] Lalu, Baton diserahkan

Judul: Lalu, Baton diserahkan
Penulis: Maiko Seo
Penerbit: GPU
Dimensi: 33 bab epub, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786020673639

Yuko mengalami ganti nama keluarga beberapa kali sebab ia memiliki 3 ayah dan 2 ibu. Meski begitu, ia menjalani hidup yang baik sebab semua ayah dan ibunya sungguh menyayanginya. Terutama Morimiya, yang tak pernah ia panggil ayah sebab profilnya yang muda dan tak cocok menjadi ayah seorang gadis remaja. Tidak ada hubungan darah di antara mereka, tapi bahasa cinta melalui makanan dan saling menghargai membuat keduanya selalu memiliki pembicaraan hangat. Sahabat Yuko pun mengakui itu dan iri dengan hubungan Yuko dan Morimiya sebagai ayahnya.

Tentu saja, sesungguhnya ada luka yang dirasa Yuko di antaranya ketakutan ditinggalkan orangtua hingga ia menjaga diri dengan baik dan beradaptasi sesegera mungkin. Hingga usia dewasa dan tiba saatnya ia akan menikah, ia baru menapaktilasi emosi yang ia rasakan dulu serta akhirnya mendapat pemahaman utuh tentang hidupnya yang bergonta-ganti nama keluarga. Apa yang terjadi pada orangtua kandungnya, Rika, Izumigahara hingga berakhir di Morimiya. Saat meminta restu adalah hal paling seru, sebab lucu percakapan serta sikap protektif Morimiya.

Cocok dibaca bagi yang suka tema keluarga, hubungan orangtua dan anak.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

10 March, 2026

Kapan harus bertahan dan kapan harus bercerai?

MEMBLUDAKNYA KASUS PERCERAIAN SAAT RAMADAN: KAPAN HARUS BERTAHAN DAN KAPAN HARUS BERCERAI?

Meta morfillah

Sejak 26 Februari 2026 viral membludaknya pemohon cerai talak dan cerai gugat di Pengadilan Agama Surabaya. Suasana ramadan ternyata tak mampu meredam konflik yang dialami tiap pasangan, meski ada penumpukan administrasi juga sebab libur panjang imlek (https://www.detik.com/jatim/berita/d-8380625/ratusan-pemohon-cerai-tiap-hari-padati-pa-surabaya-saat-ramadan). Ibadah terpanjang seumur hidup manusia ini ternyata memang tak mudah dijalani. Lalu bagaimana cara mengetahui kapan kita harus bercerai dan kapan kita harus berpisah? Kapan kita harus memaafkan kesalahan berulang pasangan dan kapan harus memilih cukup?

Menyimak kajian Ustad Rifky Ja'far Abu Thalib tentang Kitab berjudul Tata cara Rasulullah menyelesaikan masalah-masalah rumah tangga ada lima pertimbangan sebelum memutuskan berpisah, yaitu:

1. Rumah tanggaku untuk ibadah
Apakah bila masih bersama, keluarga/pasangan kita bisa menjadi wasilah ibadah kita lebih baik atau malah jadi tidak bisa fokus beribadah? Meski ibadah yang dijalani tidak selalu menyenangkan jiwa, sebab Rasul bersabda bahwa surga memang diliputi oleh hal-hal yang tak disukai jiwa. Saat kita menjadikan rumah tangga kita untuk beribadah pada Allah, Allah tidak akan melepaskan. Allah akan menurunkan bantuan, membimbing ke arah kebaikan. Maka saat berumah tangga tidak ada tolong menolong dalam kebaikan, tidak membuat kita mendulang pahala, malah menambah dosa, boleh kita pertimbangkan untuk berpisah.

2. Rumah tanggaku adalah sarana menggapai ridha Allah
Bisa jadi seorang istri mendapatkan ridha dari Allah ketika dia memahami kesalahan berulang suaminya, dan sebaliknya. Sebab ia sadar yang dinikahinya adalah manusia biasa, ia ridha dengan kelemahannya, maka Allah pun ridha padanya. Saat Allah mencintai seorang hamba, Allah akan mengujinya dari yang dicintainya. Maka bisa jadi pasangan dan anak menjadi ujian untuk kita. Ridha di awal saat ujian menimpa adalah tanda kita masih bisa mempertahankan pernikahan. Bila tidak ridha, maka bisa dipikirkan untuk berpisah.

3. Kesabaran dalam rumah tangga mengantarkan pada surga
Kalau memang dengan sabar kita mendapatkan surga, lalu mengapa kita memilih tidak bersabar? Pertanyaannya, sampai kapan kita harus bersabar menerima kesalahan pasangan? Sampai mana kita harus bertahan dengan luka yang diberi? Jawabannya tergantung kekuatan kita bersabar menghadapi mereka. Tenang saja, kemenangan selalu menemani orang yang bersabar. Hasil kesabaran kita selain surga, bisa jadi Allah turunkan dengan perubahan sifat pasangan, kebahagiaan dengan anak, dan lainnya. Selama kita masih yakin bahwa kesabaran kita akan berbuah manis, maka pertahankan. Bila tidak, maka pertimbangkan untuk berpisah.

4. Sejauh husnudzan (prasangka baik) kita pada pasangan
Bila memang pasangan melakukan dosa besar dan kita tidak salah saat meminta cerai, tapi kita masih bisa berhusnudzan (berprasangka baik) padanya, maka pertahankan. Namun bila ikhtiar sudah dilakukan, dimaafkan berulang kali, hingga akhirnya kita tak bisa lagi berhusnudzan pada pasangan, malah banyak su'udzan (berprasangka buruk), maka itu pertimbangan untuk berpisah.

5. Musyawarah
Pilih 2 penengah, 1 dari pihak suami dan 1 dari pihak istri. Atau pilih 1 orang yang netral (bukan dari pihak suami atau istri), seperti psikolog, ustad, orang yang memiliki kapasitas keilmuan dan adil. Keduanya pun harus tulus ingin memperbaiki, agar Allah mudahkan kebaikan pada keduanya.

Apabila kelima pertimbangan itu sudah kita jalani, apa pun hasilnya semoga terbaik dan kita ridha pada ketentuan Allah. Sebab kita sudah mengikuti petunjuk dari yang paling mengerti diri ini: Pencipta kita.

Wallahua'lam bishshawwab.

[Review buku] The Infinite Quest

Judul: The Infinite Quest (kasus 2 Sugi & Laura)
Penulis: Fino Y. K.
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 41 bab epub, cetakan pertama 2022, edisi digital RBK
ISBN: 9786230037016

Berawal dari pencarian Gading, sepupunya yang kabur dari rumah, Laura justru mengendus hal besar di baliknya. Bersama Sugi, ia menemukan hal janggal terkait hilangnya beberapa gelandangan di Jakarta dan plat palsu mobil Satpol PP. Saat ditelusuri, jejak itu mengarah pada pengusaha besar di Indonesia bernama Artawan Narpati. Demi menggali lebih jauh, Laura pun menyamar dan berusaha menarik perhatian Artawan. Apa sebenarnya hal yang disembunyikan Artawan terkait hilangnya para gelandangan di Jakarta? Di mana dan untuk apa mereka diculik?

Kasus duet kedua Sugi dan Laura yang saya baca. Kembali mengobati rindu pasangan detektif polisi seperti karya Robert Galbraith (Strike). Namun untuk konflik serta ending memang masih belum begitu kuat, sehingga rasanya biasa saja. Menariknya di bab terakhir diberitahu siapa itu The Master yang ternyata terkait dengan Damarjati, ayahnya Artawan. Mirip ending squid game season 1. Untuk cover entah mengapa saya tidak nyambung, sebab tidak ada kaitan ular di novel ini, mengapa malah itu yang ditampilkan? Kenapa bukan kucing? Agak terganggu dengan pikiran ini hehe.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, polisi, dan kasus Sugi-Laura.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

07 March, 2026

[Review buku] Hingga ujung cakrawala



Judul: Hingga ujung cakrawala
Penulis: Titi Sanaria
Penerbit: GPU
Dimensi: 376 hal/36 bab epub, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786020670034

Anjani tidak memiliki waktu memikirkan asmara sebab waktunya tersita memikirkan kesehatan ibunya, uang sekolah Rayan, dan kebutuhan sehari-hari. Maka saat kedua sahabatnya, Alita dan Kiera, tertarik melihat Dhyas dan 3 temannya di cafe, ia tidak menoleh sedikit pun. Hal itu justru menjadi daya tarik yang membuat Dhyas mengingat wajahnya. Saat bertemu kembali, ketertarikan itu berkembang menjadi rasa nyaman dan berlanjut ke hubungan serius. Sayangnya, latar belakang keluarga yang jauh berbeda, terutama status ekonomi membuat ibu Dhyas tidak menyetujui hubungan mereka. Bisakah mereka meyakinkan sang ibu dan lanjut ke pernikahan atau justru harus kandas meski saling cinta?

Baru kali ini saya membaca romance yang realistis dan banyak menyuarakan pikiran pembaca. Meski tetap happy ending, tapi prosesnya alamiah sebagaimana kehidupan nyata. Hal menarik justru di persahabatan ala lelaki dan perempuan. Itu part paling seru, tektok candaannya khas banget memang. Meski sedikit, tapi hubungan sedalam itu mahal. Penulis bisa mendeskripsikan perbedaan karakter yang saling menguatkan bukan bermusuhan.

Cocok dibaca bagi yang suka romance dengan karakter dewasa dan realistis.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

03 March, 2026

[Review buku] Rumah lebah



Judul: Rumah lebah
Penulis: Ruwi Meita
Penerbit: Bhuana Sastra
Dimensi: 16 bab epub, cetakan pertama 2019, edisi digital RBK
ISBN: 9786232164840

Nawai dan Wiyana menyadari bahwa anaknya, Mala bukan gadis biasa. Ia sering membicarakan Abuela yang mengajarkannya bahasa Spanyol, Wilis monster hijau teman mainnya, Tante Ana, dan Satira yang menakutkan. Awalnya mereka itu hanyalah teman imaji, namun seiring usia Mala bertambah ternyata makin melekat dan mengganggu kehidupan sosialnya. Hingga akhirnya mereka memilih pindah ke desa dan homeschooling untuk Mala. Saat terjadi kasus pembunuhan wartawan di dekat rumah, petunjuk mengarah pada keluarga mereka. Kejutan demi kejutan mengungkap sebuah fakta yang memutarbalik kehidupan tenang mereka. Siapakah pelakunya?

Awal membaca saya kira Mala memang indigo dan genre novel ini horor. Namun semakin dikupas, twist yang hadir makin mengarah ke split personality. Terutama saat pertemuan makan Rayhan dan keluarga Winaya. Saya teringat film Banyu Biru yang dibintangi Dian Sastro dengan isu sejenis. Terbayang Nawai seperti itu saat diinterogasi. Potongan masa lalu pemicunya membuat kita bersimpati sebab ia pun mengalami pelecehan parah oleh ayahnya. Trauma mendalam membuatnya melindungi diri. Sayangnya, Mala kecil menanggung beban besar. Penyakit kejiwaan yang tak diobati bisa memicu pada keturunan. Itu yang dispill penulis dengan munculnya Inara. Sedih sekali, lagi-lagi isu keluarga, orangtua yang merusak anak dan generasinya, serta suami yang tak terlalu peduli pada keluhan istri sampai tidak tahu asal usul serta kegiatan istrinya.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, thriller, dan isu split personality.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

Agar yang dicinta tak jadi musuh

AGAR YANG DICINTA TAK JADI MUSUH

Meta morfillah

"Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Saat kutadabburi Al Quran surat At Tagabun ayat 14 ini, sungguh dalam insight yang kudapat. Pasangan dan anak, adalah orang yang paling tahu seluk beluk diri kita. Merekalah saksi utama dan pertama di pengadilan Allah kelak. Bisa jadi citra kita di luar rumah keren, tapi di dalam rumah berbanding terbalik.

Merekalah orang yang kita cinta, kita jaga, tapi justru menjadi ujian terberat. Perbedaan pendapat, pilihan, dan visi hidup bisa membuat mereka malah menjadi musuh utama kita. Bisa jadi pula ragam masalah bersumber dari mereka. Sebagaimana kita lihat di kasus viral belum lama ini, tentang seorang istri yang mengeluarkan pendapatnya di media sosial dan malah membahayakan status beasiswa suaminya sebab dinilai tidak berterima kasih pada negara. Ada pula kasus di mana istri tidak bisa memegang rahasia kantor yang diceritakan suami dan malah mengumbar hingga sang suami dipecat. Banyak pula kisah anak yang menjadi ujian bagi orangtuanya dengan perilaku mereka yang melanggar norma.

Namun sesungguhnya, sebelum mereka menjadi musuh atau ujian bagi kita, Allah telah memberikan petunjuk. Kita diminta berhati-hati dalam tindakan. Lalu bila mereka salah, harus berlapang dada memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni sebab kita pun berharap Allah mengampuni kita kelak. Langkah-langkah tersebut pada akhirnya menuntut kita untuk mengenal pasangan dan anak dengan ilmu agar tidak salah memberi perlakuan. Kita harus tahu bagaimana mereka ingin dicintai dengan cara mereka. Paling utama adalah sikap kita yang juga harus lembut dan sabar.

Sungguh, Allah menguji kita dengan apa yang kita cintai. Sebagaimana Ibrahim diuji dengan cinta pada anak yang telah lama dinanti, yakni Ismail. Allah memintanya untuk menyembelih, semata untuk bukti bahwa tidak ada cinta yang melebihi cinta pada Allah, meskipun itu cinta kepada anak sendiri. Maka, keluarga yang kita jaga dan harapkan masuk surga bersama, tetaplah tidak boleh mengalahkan perintah dan laranganNya.

Di bulan ramadan ini, adalah momen terbaik untuk memupuk cinta kita pada keluarga menuju cinta Allah. Perkuat bonding dengan ibadah bersama, waktu berkualitas saat sahur dan berbuka, serta luaskan lagi kesabaran. Semoga kita tidak menjadi musuh bagi yang dicinta.

01 March, 2026

[Review buku] After all this time



Judul: After all this time
Penulis: Ollyjayzee
Penerbit: GPU
Dimensi: 408 hal, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786020664767

Rara tidak kaget bila atasannya Pak Hilmy akan menyerang bahkan mungkin memecatnya atas kesalahan yang tidak ia lakukan. Tapi Rara sangat kaget saat tahu mantan dosennya yang dahulu terlibat kasus pelecehan seksual kini datang menyelamatkannya dan mengambil alih proyek. Rahman Hartala, tidak berubah banyak setelah 11 tahun dan masih mendebarkan baginya. Namun, masa lalunya yang tidak sesuai dengan prinsip hidup Rara membuatnya galau untuk melanjutkan hubungan ke jenjang serius. Akankah hubungan mereka berakhir dengan pernikahan atau malah berkesudahan?

Pilihan acak di RBK dengan filter buku terbaru di sana, tertarik pada judulnya yang menyiratkan perjalanan waktu/masa lalu. Secara detail dan latar saya suka sebab membuka wawasan tentang dunia konstruksi, sipil, proyek hingga politik. Namun secara genre romancenya, bagi saya kurang menarik. Meski kedua tokoh dewasa, tapi rasanya kurang flirting dan kaku. Konfliknya pun tidak setajam yang saya duga di awal.

Cocok dibaca bagi yang suka romance dengan tokoh dewasa (30 dan 40 tahun), serta dunia proyek/civil engineering.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

23 February, 2026

[Review buku] Silent demon



Judul: Silent Demon (Kasus #1 Sugi & Laura)
Penulis: Fino Y. K. 
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 44 bab epub, cetakan pertama 2022, edisi digital RBK
ISBN: 9786230031489

Jakarta terancam senjata biologis mematikan. Hal ini terungkap sebab kasus terbunuhnya intelijen Inggris di MRT. Saat ditelusuri ternyata seorang hacker yang kecewa pada negara, menyasar pemerintah dengan virus mematikan. Bayangkan virus ebola yang ganas direkombinasikan dengan virus flu yang bisa menular cepat melalui udara. Tentu saja semua itu bisa dilaksanakan bila ada kekuasaan dan dana. Sada telah mengumpulkan keduanya dan siap melaksanakan aksi gilanya. Ia bahkan memiliki rekan kerja sekaligus mata-mata di pemerintahan. Sayangnya, lawan ia adalah Sugi dan Laura, polisi berintegritas yang memiliki kekuatan serta kenekatan di atas rata-rata. Meski mereka disingkirkan dari penyelidikan, keduanya tetap melanjutkan kerjasama untuk menangkap Sada dan komplotannya. Berhasilkah mereka?

Awal membaca rasanya menarik, pembangunan katakter dan detail deskripsinya membuat saya bisa membayangkan lokasi kejadian. Sayangnya di tengah, konflik menegangkan terasa kurang match dengan motif para pelaku. Deskripsinya terasa "Tell, not show" sehingga sensenya kurang ngena bagi saya. Apalagi resolusi dan endingnya biasa banget. Sempat berekspektasi ada romansa antara Sugi dan Laura. Tapi ternyata tidak. Apakah sebab ini kasus pertama mereka, sehingga kemistrinya baru terbangun? Jadi teringat karya Robert Galbraith dan S. Mara Gd. tapi level di bawah itu.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller dan reset negara dengan senjata biologis.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

18 February, 2026

[Review buku] Perjamuan arwah



Judul: Perjamuan arwah
Penulis: Wicak Hidayat
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 6 bab epub, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786230051098

Jay hilang dan Mira ingin menemukannya. Besar kemungkinan Jay mencari rumah Ndoro Londo di Depok berdasarkan catatan dan rekaman terakhir yang ada di kosnya. Bersama Saga, teman masa kecil, Mira mencari letak rumah Ndoro Londo yang diyakini bisa mengabulkan segala permintaan. Namun saat bertemu, keanehan demi keanehan terjadi dalam perjamuan yang dihadiri beberapa orang terkenal. Ada pengusaha sukses dan istri mudanya, peramal wanita yang terkenal di kalangan seleb, peneliti, dan seorang turis Amerika. Setiap makanan yang dimakan mengingatkan tragedi tiap tamu dan menguak kebenaran yang terjadi. Mengapa Jay bisa sampai ke rumah ini? Apa yang ia inginkan dan apa yang akan ia persembahkan? Bagaimana cara Mira membawa Jay pergi dari rumah aneh ini?

Alur yang cepat dan konflik dengan twist berlapis membuat buku ini page turner dan tanpa terasa 1 jam sudah selesai. Sayangnya, selera saya memang bukan horor dan cerita yang begitu menegangkan serta berjalan cepat ini kurang kuat memberikan dasar peristiwa dan karakter. Jadi setelah membaca saya malah banyak merasa kebolongan di beberapa part. Banyak hal yang kurang terjawab dan menggantung tidak jelas. Seperti apa peran Saga dan apa yang terjadi padanya? Bahkan motif dasar Jay pun kurang kuat bagi saya, apa trigger yang memicunya ke rumah Ndoro Londo itu? Meski begitu, ceritanya tetap menghibur dan barangkali bisa mengatasi reading slump.

Cocok dibaca bagi yang suka horor, pace cepat, dan bisa selesai sekali duduk.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

16 February, 2026

[Review buku] A wedding come true




Judul: A wedding come true
Penulis: Ika Vihara
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 27 bab epub, cetakan pertama 2020, edisi digital RBK
ISBN: 9786230015960

Alesha mendapat gelar 2 doktor di bidang kesehatan mental dan berjuang melawan depresinya sendiri. Namun saat Mama Silvia--orangtua Elmar, mantan sahabat dan pacarnya yang telah menikah dan memiliki anak dengan wanita lain--memintanya menikah dengan Elmar sebelum meninggal, ia mengiyakan dengan mudah. Lima tahun memutuskan hubungan dengan Elmar, salah satu penyebab depresinya, seperti sia-sia sebab ia kembali jatuh cinta pada orang yang sama. Bedanya, Elmar telah memiliki Kaisla, anak perempuan cantik sepeninggal wafatnya Jossie. Satu-satunya lelaki yang ia cintai dari dulu hingga saat ini, bukanlah lelaki yang sama. Bisakah Alesha membuat Elmar mencintainya lagi dan menjalankan pernikahan seperti ayah ibu serta mertuanya yang harmonis?

Di antara kisah keluarga Karlsson, kisah Elmar ini begitu biasa dari sisi romansa. Masih lebih menarik kisah adik-adiknya. Namun, dari sisi pembelajaran pernikahan, novel ini tetap menarik. Isu bunuh diri, depresi, dan kesehatan mental yang menjadi bidang pekerjaan Alesha membantu kita memahami sudut pandang penderita dan bagaimana cara menemani orang yang sedang mengalami itu semua. Apalagi terkait trauma anak kecil yang menjadi saksi bunuh diri ibunya, serta kesiapan seorang wanita menjadi ibu. Romansa yang dibangun tentu saja dewasa dan cukup serius sebab percintaan Alesha dan Elmar mewakili karakter keduanya di usia yang sudah matang dan cerdas.

Cocok dibaca bagi yang suka romance rumah tangga dan kisah keluarga Karlsson.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

15 February, 2026

REFLEKSI AL INSYIRAH AYAT 7: SINGLE TASKING DAN MINDFULNESS AGAR OTAK TIDAK LELAH

REFLEKSI AL INSYIRAH AYAT 7: SINGLE TASKING DAN MINDFULNESS AGAR OTAK TIDAK LELAH

Meta morfillah

Dalam podcast bersama Rory Asyari, Dr. Rizki Edmi Edison (Apllied Cognitive Neuroscientist) menjelaskan bahwa multitasking itu mitos. Kebenarannya adalah otak dipaksa pindah fokus secara cepat (rapid switching) dan itulah yang menyebabkan otak kita terasa lelah atau lemot meski sedang tidak bekerja berat. Sebab perpindahan itu membutuhkan glukosa dan protein. 

Maka solusi untuk mengurangi kelelahan otak itu adalah lakukan single tasking. Fokus melakukan sesuatu selama 20 menit tanpa distraksi, lalu bangun dan bergerak 5 menit. Berdiri itu penting untuk mengaktifkan aliran darah dari kaki ke jantung. Makanya betis sering dibilang "jantung kedua" kita. Jangan malah scrolling media sosial, sebab itu bukan istirahat melainkan pindah kerjaan. Kembali ke konsep awal tadi, saat melihat media sosial, otak kita dipaksa mencerna banyak informasi dalam waktu pendek. Dan itu melelahkan.

Dari pernyataan itu, saya terngiang Q. S. Al Insyirah ayat 7.

Dari tafsir ringkas Kementerian Agama RI:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Bila engkau menyelesaikan suatu urusan dunia atau berdakwah, bergegaslah bersimpuh di hadapan tuhanmu. Begitu engkau selesai beribadah, bersungguh-sungguhlah dalam ber'doa. Demikian seterusnya.

Saat saya resapi, ayat ini justru berbicara tentang single tasking dan mindfulness dalam segala urusan kita. Kerjakanlah suatu urusan, bersungguh-sungguhlah di dalamnya, lalu saat selesai, baru beralih ke urusan lainnya. Lagi-lagi, saya takjub akan ayatNya yang sudah memberikan pedoman hidup tapi seringkali kita tak pandai menafsirkannya. Bedanya saya dengan salafus shalih, mereka langsung sami'na wa atho'na, menjalankan perintah Allah dengan keyakinan. Sementara saya masih mencari dalil penelitian yang menguatkan dan kadang baru yakin setelah ada sains pendukung atau istilah keren. Astaghfirullah.

Dan dari tafsir ayat itu pula, kita diminta tidak berhenti mengisi waktu dengan ibadah. Yang paling dianjurkan justru berdzikir atau muhasabah. Selaras dengan perkataan Dr. Edmi bahwa "Kesehatan otak dimulai dari kemampuanmu untuk tidak tahu segala hal."

Beliau justru menganjurkan untuk refleksi, membaca buku, atau bengong saja. Agar otak kita fokus pada satu kegiatan dan menikmati jalannya waktu. Dan dalam konsep Islam, berdzikir dan bermuhasabah bernilai besar bahkan berganjar surga, meski terlihat seperti tidak ngapa-ngapain. Dunia tidak akan kiamat saat kita tidak scrolling media sosial 1 jam. Hidup kita tetap baik-baik saja meski ketinggalan berita. Betapa beruntungnya kita menikmati Islam yang bila kita tadabburi semakin dalam, semakin kita temukan petunjuk benderang menjalani hidup di dunia dengan bahagia dan sehat mental.

[Review buku] Untuk Indonesia yang kuat: 100 langkah untuk tidak miskin



Judul: Untuk Indonesia yang kuat: 100 langkah untuk tidak miskin
Penulis: Ligwina Hananto
Penerbit: Literati
Dimensi: 240 hal, cetakan pertama 2010
ISBN: 9786028740135

Buku ini ditulis tahun 2010, namun rasanya masih relate untuk diaplikasikan di 2026. Meski angka dan data berubah, tapi konsepnya sama. Berawal dari krisis 1998 dan 2008 yang membuka mata bahwa golongan menengah di Indonesia adalah golongan penggerak roda ekonomi. Mereka pula yang terdampak lebih keras terhadap krisis atau inflasi. Lalu siapa yang dimaksud golongan menengah? Dijelaskan dalam bab 2 buku ini.

Saya pribadi merasa masuk ke dalam golongan ini, meski belum tough secara penghasilan tapi dalam literasi keuangan dan langkah perencanaan keuangan keluarga yang saya pegang, saya melakukan hal-hal yang disarankan penulis di buku ini. Bab paling mencerahkan bagi saya adalah bab 3 yang membahas tentang menabung saja tidak cukup. Ada pembahasan tentang simulasi dana pendidikan dan dana pensiun yang dipisahkan menurut tujuan keuangan dan waktu yang ternyata amat berpengaruh. Jadi insight utamanya adalah investasi itu seni melatih kesabaran memetik hasil, setelah memahami profil keuangan pribadi.

Jangan kaget juga bila kita menemukan orang banyak bisnisnya tapi tidak punya dana darurat/pendidikan anak. Sebab indikator utama kemandirian finansial bukanlah banyaknya penghasilan, tapi seberapa banyak yang bisa Anda selamatkan untuk masa depan.

Cocok dibaca bagi yang merasa dirinya golongan menengah, ingin memperbaiki perencanaan keuangan dan mencapai kemandirian finansial.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

11 February, 2026

[Review buku] The good samaritan



Judul: The Good Samaritan
Penulis: John Marrs
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 384 hal, cetakan 2021, edisi digital RBK
ISBN: 9786230022623

End of the line adalah layanan sukarela untuk mendengarkan curhatmu dan tidak menghakimi keputusanmu memilih bunuh diri. Pada umumnya, kebanyakan penelepon justru urung bunuh diri setelah berbicara dengan para relawan. Berbeda dengan misi End of the line, Laura justru bergabung menjadi relawan untuk menyuruh kandidat potensial melaksanakan aksi bunuh dirinya, sehingga tingkat bunuh diri di cabang Laura menjadi tinggi. Selama ini Laura tak terdeteksi sebab kehebatannya dalam mengatur strategi, hingga kematian Charlotte membuat suaminya curiga. Dari kecurigaan itulah tergali masa lalu dan kebenaran yang mencengangkan.

Kaget, meski di bagian blurb dikatakan novel ini thriller, tapi covernya entah mengapa mengingatkan saya pada karya Mitch Albom yang berjudul Telepon dari surga. Sehingga ekspektasi saya thrillernya ya gak sadis amat. Ternyata, page turner abis! Bikin saya gak bisa berhenti dan penasaran aksinya Laura, reaksi balasan Ryan, serta tindakan Effie, Tony, dan Janine. Apalagi saat PoV Laura dan Ryan saling melengkapi, duh dalam sekali! Semua berakar dari trauma masa kecil Laura yang membuat ia memilih hidup dalam manipulasinya sendiri. Sakit, banget! Tapi dia juga cerdas dan berani sampai memikirkan jangka panjang akibat perbuatannya, dan udah dimitigasi. Ending paling epic ya dari PoV anaknya. Duh, jadi menurun dah!

Insight yang kudapat sih, hati-hati memang kalau mau curhat. Meskipun layanan profesional, tapi memang harus pilih yang terpercaya dan punya ilmunya. Kalau salah orang, ya malah berakhir tragis.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller, twist berlapis, tokoh manipulatif, dan isu bunuh diri.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

09 February, 2026

Manusia dan narasinya

*MANUSIA DAN NARASINYA*

*Meta morfillah*

Dalam hidup, saat menemukan orang yang tidak menyenangkan, seringkali kita langsung menempatkan orang itu sebagai karakter jahat dalam narasi kita. Sebab ia mengganggu alur hidup yang seharusnya menyenangkan menjadi ada sandungan ketidakbahagiaan. Contohnya seperti karyawan yang ingin pulang tepat waktu sebab ada janji dengan kekasih, namun tiba-tiba bosnya meminta tolong untuk lembur dadakan. Bisa dibayangkan, si bos langsung jadi antagonis dalam narasi hidup karyawan itu. Penyebab karyawan itu gagal memenuhi janji. Fokus kita adalah narasi hidup sang karyawan.

Pernahkah kita berpikir bahwa dalam narasi sebaliknya, bisa jadi kitalah yang menjadi orang jahatnya? Tanpa sadar atau memang kita sadari. Contohnya seperti dalam buku Harry Potter, dari judulnya saja kita tahu akan fokus pada narasi hidup siapa. Tentu ke Harry Potter. Selama 5 edisi buku kita menganggap Snape adalah tokoh jahatnya selama ini. Hingga menjelang _ending_ terbukalah rahasia mengharukan tentang hidup Snape, di mana ia begitu melindungi Harry Potter demi cintanya pada ibu Harry. Padahal bisa saja ia memilih jahat sebab kelakuan ayah Harry yang merundungnya. Terkejutlah pembaca dengan karakter Snape sebagai villain, dan melihat narasi lain dari hidupnya.

Lalu bagaimana bila dalam narasi hidup orang lain, kita adalah penjahatnya?

Bagaimana bila selama ini kita berburuk sangka pada Allah, padahal narasi sebenarnya adalah sebab kesalahan kita?

Bukankah sering kita mudah kecewa dan menyalahkan Allah atas hal yang kita pinta tapi belum terwujud jua?

Beruntunglah Allah Maha Baik dengan menyediakan *penghapus* untuk memperbaiki narasi hidup kita, yakni *istighfar.*

Untuk semua kelalaian kita yang disengaja maupun tidak, kezaliman akibat kebodohan kita sendiri, serta kefaqiran sebab keterbatasan diri, Allah memberikan jalan keluar sebagaimana dalam Q. S. Nuh ayat 10-12:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا﴿١٠﴾يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا﴿١١﴾وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

_“Maka aku katakan kepada mereka, *‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’,* sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”._

Narasi hidup kita yang sebelumnya banyak menjadi tokoh jahat bagi hidup orang lain, kita hapus perlahan dengan istighfar. Tentu selain lisan, diiringi perbuatan. Hal pertama menyadari bahwa kita pasti memiliki salah, lalu meminta maaf dan memaafkan mereka yang salah dalam narasi hidup kita hari ini adalah cara kita membuat narasi hidup yang lebih baik. Memang kita adalah tokoh utama dalam narasi kita, namun janganlah jadi tokoh utama yang diharapkan segera mencapai _ending_ sebab banyak merusak narasi hidup orang lain. Buatlah _ending_ terbaik untuk narasi hidup kita dengan banyak bertaubat dan beristighfar. Bukan merasa si paling, sebagaimana Iblis yang kita tahu _ending_ narasi hidupnya nanti.

06 February, 2026

[Review buku] Diary of a void



Judul: Diary of a void
Penulis: Emi Yagi
Penerbit: Bentang
Dimensi: 196 hal, cetakan 2024
ISBN: 9786231862815

Semenjak pura-pura hamil Shibata merasakan banyak kemewahan yang didapatkannya. Padahal awal ia berbohong karena bosan mengerjakan tugas-tugas tambahan tak tertulis yang jadi kewajibannya hanya karena ia satu-satunya wanita di kantor. Seperti menyediakan kopi, mencuci gelas tamu dll. Ia kaget ketika diizinkan pulang lebih cepat dan bisa belanja sayur serta lauk yang segar. Tidak seperti saat ia dianggap lajang, selalu kehabisan sesuatu yang segar. Demi mendukung kebohongannya, ia sampai mengunduh aplikasi kehamilan dan ikut komunitas aerobik ibu hamil. Tanpa ia sadari, kadang ia lupa mana realitas dan mana halusinasi.

Dengan gaya bahasa ringkas dan to the point, penulis menggambarkan 'kehamilan' Shibata melalui jurnal pekanan. Terasa juga betapa sepi hidup wanita lajang mandiri di usia 30an. Tidak ada waktu bersosialisasi sebab sibuk bekerja demi membayar tagihan dan bertahan hidup. Teman pun memiliki kehidupan masing-masing dan jarang bertemu. Pulang ke rumah orangtua juga tak terasa sama. Hingga kebohongan hamil tanpa suami membuat ia merasa lebih istimewa dan dimanjakan. Apakah harus hamil dulu dan memproduksi anak laki-laki baru seorang wanita itu berharga?

Meski begitu, saya agak bingung dengan realitas saat Shibata pergi USG dan dokternya melihat sang bayi. Apa yang dia pakai ya? Plot twist juga di ending, ketika dia tetap melanjutkan kebohongan dan mengakui seorang anak di IG sebagai anak yang dilahirkannya. Sakit, sih!

Cocok dibaca bagi yang suka literatur Jepang, isu kesetaraan gender di dunia kerja, kesepian di usia 30an, dan patriarki.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

05 February, 2026

[Review buku] CADL



Judul: CADL
Penulis: Triskaid*kaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 282 hal, cetakan 2020, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020639581

Saat diktator Zaliman Yang Mulia naik tahta, sebuah kebijakan baru dimulai. Penghapusan huruf itu (E) di nama warga Wiranacita, jalan, hingga buku-buku gencar dilakukan. Tentu saja hal itu banyak merepotkan warga dan mengeluarkan banyak biaya. Sementara kebutuhan pokok berupa pisang mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Tapi warga hanya bisa menerima kebijakan tanpa tahu alasan di baliknya, yang ternyata hanya masa lalu sang diktator. Sementara itu, Lamin penasaran akan sebuah buku berjudul CADL yang ditulis oleh Bagus Prihardana. Ia tak tahu bahwa rasa ingin tahunya itu bisa berbahaya dan mengancam nyawa di sekitarnya.

Ekspektasi saya saat membaca buku ini kiranya akan membahas tentang orang cadel dan pisang, tapi ternyata jauh lebih kompleks. Ada negeri distopia yang politiknya seperti sindiran kondisi pemerintahan masa kini. Keunikan utama buku ini tentu saja kalian tidak akan menemukan huruf E dari awal hingga akhir cerita. Dengan PoV campuran (PoV 1 untuk Lamin, dan PoV 3 untuk lainnya), kisah ini saling melengkapi bagian yang rumpang. Namun di awal, jujur saja agak membingungkan bagi saya dan baru menarik setelah konflik buku Bagus keluar.

Cocok dibaca bagi yang penasaran novel unik tanpa huruf E dan akibat penghapusan sebuah huruf di suatu negeri.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

04 February, 2026

BUKAN INGIN MATI, TAPI BINGUNG PAKAI BAHASA APA LAGI?: REFLEKSI BUNUH DIRI SISWA (10 TAHUN) DI NTT SEBAB TAK MAMPU BELI PULPEN DAN BUKU

BUKAN INGIN MATI, TAPI BINGUNG PAKAI BAHASA APA LAGI?: 
REFLEKSI BUNUH DIRI SISWA (10 TAHUN) DI NTT SEBAB TAK MAMPU BELI PULPEN DAN BUKU

Meta morfillah

Saat melihat surat yang ditinggalkan korban (YBS), benakku terngiang pasal UUD 1945 yang dulu kuhafalkan di usianya. Terutama pasal 31 ayat 4 yang berbunyi Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Kubayangkan logika "Jika-maka", pasal itu diaplikasikan dengan benar, tak perlulah YBS bunuh diri sebab pena dan buku sudah termasuk penyediaan dari anggaran. Namun, fokus utama negara kita saat ini lebih kepada Makanan Bergizi Gratis (MBG) daripada penyelenggaraan pendidikan lebih berkualitas. 

Usia 10 tahun, di mana seorang anak harusnya merasa optimis memandang dunia, namun ia malah kehilangan kata. Tidak ada anak yang ingin mati, ia bunuh diri sebab tak tahu harus pakai bahasa apa lagi? Bila ditelusuri lebih jauh, tentu tidak dalam sehari ia memutuskan akan bunuh diri. Serapan emosi atau stress dari orangtua terkait tingkat ekonomi membuat anak berpikir praktis dan pendek, bahwa mungkin semua akan lebih baik jika aku tak ada. Anak yang jiwanya masih bertumbuh, merasa dirinya adalah beban, dan ia tak ingin orang yang dicintai (terutama orangtuanya) kesulitan karenanya.

Kasus sederhana ini, sesungguhnya tidaklah sesederhana itu. Ada banyak kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya, terutama jiwa kecil itu. Dari segi kebijakan ekonomi yang menyebabkan sulitnya bertahan hidup saat ini, pendidikan yang terasa semakin sulit bagi kaum marjinal, literasi kesehatan mental yang belum mencapai daerah-daerah, hingga ketahanan keluarga di Indonesia. Bagaimana bangsa ini akan berjaya atau bahkan mencapai Indonesia Emas, bila dari unit terkecil (keluarga) saja sudah dipenuhi rasa cemas?

Adik YBS, semoga kau tenang di sana. Maafkan kami.
Maafkan aku, yang hanya bisa menuliskan ceritamu setelah kepergianmu.

02 February, 2026

[Review buku] Kemarau di Sedanau



Judul: Kemarau di Sedanau
Penulis: Asroruddin Zoechni
Penerbit: Bhuana sastra
Dimensi: 317 hal, cetakan 2023, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786230416484

Salman, remaja asal Sedanau, Natuna bercita-cita menjadi dokter. Meski kerap diremehkan sebab keluarganya yang miskin (ayah nelayan, ibu pedagang), ia tetap melaju dengan mimpinya sebab didukung 100% oleh doa orangtuanya. Perjuangan mendapatkan beasiswa dari PEMDA, konflik dengan Abrar untuk memenangkan beasiswa serta Hamidah, kehilangan ayah, ibu, serta kekasih hati yang berujung PTSD membuat jalan Salman menggapai gelar dokter tidak mudah. Belum lagi mencari uang untuk bertahan hidup dan belajar keras. Semua itu tidak seringan yang ia kira. Berhasillah ia memenuhi mimpinya?

Mengikuti kisah Salman membuat saya terharu biru dan terbayang betapa sulitnya menjadi dokter. Butuh usaha keras, kemauan baja, uang banyak, dan keyakinan kuat pada Allah. Jika tidak ada itu semua, rasanya mudah sekali menyerah. Belum lagi kisah ini mengambil latar di daerah yang cukup jauh di mana keinginan belajar itu masih belum tinggi sebab kesulitan hidup untuk bertahan sehari-hari. Di awal saya sempat merasa seperti membaca gaya penulisan Andrea Hirata dan Ahmad Fuadi. Tapi saat di akhir, terasa berbeda memang. Terlebih saya menyayangkan mengapa tidak ada penyelesaian jelas antara Salman dan Hamidah. Bisa sih dibuat bahan sekuel. Tapi kesal karena prolognya itu, tapi endingnya gantung. Ada missed 2016 putus dengan Raisa, 2019 ketemu Hamidah melahirkan.

Cocok dibaca bagi yang suka novel inspiratif dan detail perjalanan jadi dokter.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

29 January, 2026

[Review buku] Dalam pelukan rahim tanah



Judul: Dalam pelukan rahim tanah
Penulis: Jemmy Piran
Penerbit: Basabasi
Dimensi: 164 hal, cetakan 2021
ISBN: 9786233052047

Wunga Bango, remaja wanita asal Flores yang tidak melanjutkan pendidikan sebab biaya, menjadi TKI ke Malaysia. Namun, saat ia kembali ke tanah air, tinggallah jasadnya saja. Rohnya yang menuntut keadilan marah dan bercerita bagaimana ia bisa sampai mati di sana. Semua bermula dari dokumen yang tak lengkap, penyaluran ilegal, majikan yang suka menyiksa, demam tinggi, hingga perkosaan brutal oleh beberapa lelaki pemabuk.

Awal membaca, saya suka dengan pengantar dan sudut pandang baru dalam penceritaannya. Isu besar seperti human trafickking, derita TKI di tanah rantau, hingga pemalsuan data ilegal. Sayangnya, pertengahan penulis hanya berfokus pada penceritaan yang lompat tentang sebelum Bango dikirim ke Malaysia. Adat dan kepercayaan Abanya untuk memperbaiki sebua yang justru mendatangkan bencana. Belum lagi, romansa antara Peha dan Bango diulang-ulang tanpa kejelasan.

Saya kira akan ada penekanan seperti di film drama korea berjudul 49 Days, apa intinya. Tapi penulis hanya berkisah datar saja. Bahkan konflik yang sebenarnya cukup kejam jadi tergambar biasa. Meski begitu, saya dapat pelajaran penting bahwa perlakukanlah jenazah dengan baik sebagai penghormatan terakhir padanya, lalu doakan. Betapa ia menantikan doa untuk dirinya.

Cocok dibaca bagi yang suka novel kritik sosial dengan isu kekerasan pada TKI dan gambaran human traficking.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_januari

27 January, 2026

[Cerita lirik] Sendiri di sini

Cerita lirik "Sendiri di sini" - Valovadinata

Kini, semua yang t'lah kita lewati
Semua yang kita jalani, tak berarti
Pergi, kau tinggalkanku di sini
Sepi, tanpa kau aku sendiri

Adi menatap hampa rumah yang kosong tanpa istrinya. Tujuh tahun bersama Tari berakhir begitu saja. Tari mendiamkannya dan memilih pergi untuk tak kembali lagi. Berhenti mencintainya.

Terlintas masa saat bersama
Jauh sebelum hening ini ada
Kau sempurna ku dimanja
Tapi kini semuanya sirna

Adi teringat masa lalu saat bersama Tari. Begitu menyenangkannya hidup. Tari adalah sosok istri sempurna baginya. Begitu hangat, pengertian, mendukung, dan memanjakannya. Ia bahkan tak perlu meminta atau khawatir, sebab Tari sudah menyediakan semua kebutuhannya. Kelelahan yang dirasakan dari kantor, sirna bila ia pulang ke rumah. Hatinya damai bersama sang istri. Mereka saling melengkapi. Maka saat Tari tiba-tiba diam, tak bisa diajak berdiskusi, dan berakhir menggugat cerai, Adi terkejut. Apa yang salah?

Sayang, harusnya beri tahu aku
Salahku, kurangku bagimu
Malah begini hanya diam
Tinggalkanku dengan pertanyaan

Adi sungguh tak mengerti apa yang terjadi pada istrinya. Selama ini mereka baik-baik saja, bahkan dipuji sebagai pasangan romantis dan banyak yang ingin seperti mereka. Bagi Adi, lebih baik diberitahu kesalahan atau kekurangannya. Ia tak suka menerka pikiran istrinya. Ia tidak mau disalahkan atas kekeliruannya. Lebih baik diberitahu lalu ia perbaiki, daripada berinisiatif yang mungkin membuat istrinya semakin marah. Tari pun biasanya tidak suka drama, tapi kali ini berbeda. Ia bilang lelah dan hanya ingin diam. Membiarkan Adi dengan pertanyaan dalam benaknya.

Hening yang kini menggema
Tinggalkan semua tanya
Sisa rasa yang tak lagi berarti
Dalam sepi, ku kan terus menanti

Rumah menjadi hening, tapi bukan hening yang damai. Gemanya justru membuat hati nelangsa. Sosok yang menghidupkan jiwa rumah telah tiada. Bahkan cinta yang masih tersisa tidak lagi berarti, sebab tak ada sang puan.

Kini kau pergi, ku tak berarti
Hari-hari sepi, rasaku mati
Ku hanya bisa menerka-nerka
Apa iya, aku tak lagi ada di sana?

Perlahan Adi merasa dirinya tak berarti. Sepi dan rasanya telah mati. Ia kalah dalam pertarungan terbesar hidupnya. Apakah ia kurang berjuang, sehingga sang istri meninggalkannya? Apakah tak ada sedikit pun dirinya dalam hati istrinya kini? Hingga kini ia hanya menerka-nerka apa penyebab perpisahan mereka. Apa yang harus ia sesali dan perbaiki?

***

Sementara di sisi Tari, ia sudah lelah mendukung tanpa didukung. Banyak hal ia korbankan untuk suaminya, tapi saat ia mengutarakan pada suaminya kapan ia butuh dukungan, kadang suaminya menganggap itu rajukan biasa atau tidak dianggap serius. Pada dasarnya ia hanyalah wanita, tidak melulu kuat, dan ingin dimanja, diberi kejutan, diluangkan waktu berdua tanpa ada tanggung jawab domestik dan lainnya. Saat tangki cintanya kosong dan suaminya tidak bisa memenuhinya, meledaklah kekecewaan yang selama ini ia tolerir. Cinta menguap saat qawwamah tak kuat. Butuh dua orang hebat untuk mengusahakan cinta. Tari tak ingin lagi berjuang sendiri.

Meta morfillah

Text Widget