Pages

30 June, 2026

[Review buku] In a dark, dark wood

Judul: In a dark, dark wood
Penulis: Ruth Ware
Penerbit: Bentang
Dimensi: 422 hal (36 bab epub), cetakan pertama November 2016, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786022912439

Undangan pesta bujang Clare untuk Nora terasa janggal, mengingat hubungan mereka yang terhenti begitu saja 10 tahun lalu. Namun bersama Nina, teman SMAnya, Nora memenuhi undangan tersebut. Selain mereka, ada Flo, yang menggagas acara dan tempat pesta; Tom, teman aktor Clare; dan Melanie, teman kuliah Clare dan Flo yang baru saja memiliki anak berusia 6 bulan. Kepribadian mereka semua terasa aneh dengan Clare yang Nora kenal. Hingga menimbulkan pertanyaan, seperti apa Clare yang sebenarnya? Kejutan lain bagi Nora yaitu Clare akan menikah dengan James, mantan pacar satu-satunya, serta ia tidak diundang ke pernikahan mereka. Sayang, pesta berubah menjadi tragedi saat James mati tertembak. Benarkah itu sebuah ketidaksengajaan atau upaya pembunuhan terencana yang melibatkan dendam?

Dengan alur maju mundur, penulis mengupas detail hubungan masa lalu hingga membangun karakter dan konflik.  Isu persahabatan yang tulus dan berkedok halus pun menjadi utama di sini. Sebagaimana ibu Nora dan Bruce, pacar Tom, yang memiliki intuisi tentang kepribadian asli seseorang. Juga ada isu LGBT yang digambarkan antara hubungan Tom dan Bruce, serta Nina dan Jess. Pelajaran utama yang saya ambil dari kisah ini adalah tentang penyelesaian hubungan. Seburuk apa pun, sebaiknya selesaikan dengan bicara dan tatap muka langsung agar kedua belah pihak merasa semua selesai di sana dan bisa melanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang masa lalu.

Bagi saya, detail cerita justru membuat alur menjadi lambat dan agak membosankan. Saat membaca, saya kembali teringat novel sejenis karya dalam negeri yang berjudul "Reset" nya L. Zet, serta film "Hangout" Raditya Dika. Mirip seperti itu, konsep terjebak di hutan, pembalasan dendam, persahabatan yang tidak tulus, hanya saja kulturnya berbeda.

Cocok untuk kamu yang suka genre CTM, slow pace yang detail, twist berlapis.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

@metamorfillah X @temanipusnas

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

27 June, 2026

[Review buku] Ayah, ini arahnya ke mana, ya?

Judul: Ayah, ini arahnya ke mana, ya?
Penulis: Khoirul Trian
Penerbit: Gradien mediatama
Dimensi: 164 hal, cetakan keempat belas Januari 2026
ISBN: 9786022083795

Buku tipis, yang hampir seluruh halamannya membuatku menangis! Gak nyangka, kata-kata sederhana, to the point, pendek, bisa se-jleb-jleb itu untukku. Meski PoVnya dari penulis lelaki, tapi relate banget bagiku sebagai anak perempuan yang ditinggal meninggal ayah di usia 11 tahun. Permainan font, ilustrasi, warna, makin menguatkan rasa dan gong di akhir dengan surat dari ayah di hari-hari yang paling kubutuhkan kehadirannya (hari kematiannya, hari pernikahan, dan hari ketika memiliki anak).

After effectnya lama dan membekas sangat. Buku yang harus ada di lemari bukuku dan bisa kubaca berulang kalau kangen Bapak. Sayangnya, saat aku bersimbah air mata, kuminta temanku yang hubungannya dengan sang ayah buruk membaca buku ini, dia datar banget. Jadi memang akan ketrigger kalau hubunganmu dengan ayah baik. Kalau tidak, sepertinya tidak menarik bahkan jadi DNF.

Aku jadi penasaran dengan karya lain dari penulis ini. Ada rekomendasi judul berikutnya yang harus kubaca?

Cocok untuk kamu yang lagi reading slump, memiliki hubungan baik dengan ayah, kehilangan ayah, serta rindu ayah.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

26 June, 2026

[Review buku] Rute

Judul: Rute 
Penulis: Ummu Izzi
Penerbit: Rumah Imaji
Dimensi: 248 hal, cetakan kedua Oktober 2024
ISBN: 9786236182413

"Jika aku wafat, kuburkan aku di mana aku diwafatkan."

Pesan tak biasa dari suaminya, Mas Faqih, seakan menjadi petunjuk bahwa rute terakhirnya akan segera tiba. Meski ada ragam pertanda, tapi saat mengalaminya, tetap saja ia luput membaca pertanda itu. Kini, hanya kenangan perjalanan cinta mereka yang tergambar sepanjang mengantarkan suami tercinta ke tempat peristirahatan terakhir. Ummi harus kuat demi keempat anaknya, terutama Mayza yang belum genap 10 tahun dan berat merasakan kehilangan Abinya. Untuk itu terciptalah buku ini, berdasarkan kisah nyata penulis untuk menguatkan diri sebab ditinggal meninggal kekasih hati.

Tidak menyangka, saya akan bersimbah air mata menyelesaikan buku ini. Cukup mentrigger diri saya akan kehilangan Bapak di usia 11 tahun. Saya merasa relate dengan tokoh Mayza dan seakan diajak melihat usaha Mama saya sepeninggal almarhum Bapak, yang hingga kini tidak terucap betapa beratnya hal itu. Yang saya tahu, malam-malam Mama hanya sering menangis terutama saat tahajjud. Kini setelah saya menjadi istri dan ibu, membayangkan ditinggal kekasih hati ternyata bisa menyesakkan dada.

Saya suka dengan alur maju mundur dan gaya bercerita penulis yang sederhana, agak puitis, dan memakai penguat Al Quran dan Hadits yang tidak berlebihan atau terasa menggurui. Hanya saja yang saya sayangkan adalah pada tampilan fisik seperti cover, pemilihan jenis font, serta editingnya. Dari cover, saya tidak tertarik sebab sederhana dan saya tidak mengenal figur yang di foto. Pemilihan jenis font, baiknya jangan yang berkait, jujur itu menimbulkan efek ngantuk. Paling mengganggu adalah editing dasar seperti penulisan huruf kapital setelah tanda titik. Banyak sekali kesalahan di bagian itu. Saya bayangkan bila buku ini digarap dengan baik terutama dilayout dan edit kece, pasti keren!

Cocok untuk aktivis dakwah dan kalian yang ingin tahu gambaran pernikahan islami.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

22 June, 2026

[Review buku] Zenitendo 7

Judul: Zenitendo 7
Penulis: Reiko Hiroshima
Penerbit: Pop
Dimensi: 167 hal, cetakan pertama Januari 2025
ISBN: 9786231343185

Duel antara jajanan dari Zenitendo dan Tatarimedo dilaksanakan. Melalui Kaido, Yodomi menitipkan beberapa jajanan pada Beniko. Para pengunjung dihadapkan pada 2 pilihan: jajanan Zenitendo atau Tatarimedo, tanpa tahu duel tersebut. Tentu semuanya memiliki konsekuensi. Ada 6 jenis jajanan kali ini yang dipilih para pengunjung: kubah impian, roti kering tertawa terakhir, biskuit mentega pemburu, cokelat koki, pir ramah tamah, permen kayu manis tamak lapar. Siapakah yang akan menang? Apa konsekuensi duel itu terhadap Beniko dan Zenitendo?

Meski pembaca dewasa, saya bisa berkaca banyak pada 6 kisah pengunjung Zenitendo. Seperti berhati-hati pada impian yang mengaburkan realitas, proses menikmati menang-kalah dalam hidup, keahlian yang digunakan untuk menolong orang, mengubah sifat sebelum mengubah hasil, menerima kekurangan diri dan berfokus pada kelebihan, serta tidak memaksakan keinginan pada orang lain. Semua itu pemahaman yang saya dapat secara berurut dari jenis jajanan yang saya sebutkan sebelumnya.

Epilognya menjelaskan alasan Yodomi membenci Beniko dan Zenitendo sebab alasan kecil 30 tahun lalu, yang sebenarnya mirip kisah Coklat Iblis. Sifatnya yang jelek, bukan keahlian/kehebatan jajanannya. Sayang, ia tidak menyadarinya. Kali ini juga ada bonus gambar lucu dari buku harian si kucing, Sumimaru.

Cocok untuk anak-anak dan dewasa yang menyukai genre fantasi, bacaan ringan dan menghibur, disertai pelajaran moral yang baik.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

20 June, 2026

[Review buku] Memory of glass

Judul: Memory of glass
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 360 hal, cetakan keempat April 2022
ISBN: 9786237351214

Mayuko melaporkan dirinya membunuh Gouda, namun ia yang mengalami gangguan ingatan segera melupakannya saat polisi datang menangkapnya. Motif dan bukti berasal dari Mitsuharu, suaminya dan catatan di email/tulisan Mayuko. Bagaimana menentukan hukuman bila pelaku pembunuhan tidak bisa merekonstruksi dan kadang mengingkari pengakuannya? Meski bukti di TKP cukup kuat, tapi tidak ada saksi. Hanya Mayuko yang bisa menjawab pertanyaan, benarkah ia seorang pembunuh dan bagaimana ia merencanakan pembunuhan dengan ingatannya yang rapuh seperti kaca (hanya bertahan 10-20 menit)?

Dari karya penulis yang sudah saya baca, kali ini amat relate dengan keseharian. Terutama topik menjadi caregiver orangtua atau birrul walidain dalam Islam. Meski budaya patriarki di Jepang masih kental, tapi melalui sosok Yuka, mewakili perasaan anak wanita yang diamanahi dan dianggap "sudah seharusnya" merawat orangtua. Ditambah keadaan demensia/gangguan ingatan yang menyulitkan perawat. Dari hubungan suami istri Mitsuharu-Mayuko, 20 tahun kebersamaan membuktikan tekad yang berawal dari rasa bersalah mampu melahirkan cinta sejati berwujud pengorbanan. Sempat mengingatkan saya pada film 50 first dates yang dibintangi Drew Barrymore dan Adam Sandler. Sungguh romantis yang membuat haru dan agak tragis. Tergantung sisi mana kamu mau melihatnya.

PoV Mayuko membuat saya memahami betapa berat dan tidak menyenangkannya mengalami gangguan ingatan. Semua terasa bagai tidak pernah memiliki ingatan. Perjuangan besar dari sisi mereka. Alur maju mundur dan klimaks yang digunakan membuat twist di ending terasa smooth dan malah membuat trenyuh.

Cocok untuk yang suka CTM (Crime, Thriller, Mystery), kisah merawat orangtua atau pasangan dengan gangguan ingatan dan penggemar Akiyoshi Rikako.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

18 June, 2026

[Review buku] Kios pasar sore

Judul: Kios pasar sore (dan cerita orang-orang biasa lainnya)
Penulis: Reda Gaudiamo
Penerbit: Shira Media
Dimensi: 126 hal, cetakan XXIV Desember 2025
ISBN: 9786238678235

Sungguh cerita dari orang-orang biasa yang amat dekat dengan keseharian kita. Ada 31 cerita dengan panjang kata berbeda, tema berbeda, ending terbuka yang bebas diinterpretasikan. Sesederhana itu. Di antara cerita-cerita itu yang paling membekas bagi saya salah satunya tentu judul buku ini: Kios pasar sore, yang berkali kebakaran tapi warung kopi Koh Lauw selalu selamat. Selain unik pesannya, saya juga nostalgia dengan almarhum Bapak yang suka mengajak saya membeli kopi giling di Tanah Abang. Saat membaca, saya seperti merasakan lagi aroma kopi-kopi di tabung kaca besar dari beragam daerah itu.

Sementara dari cerita yang agak bikin shock di ending atau gemas, saya suka cerita berjudul Kawin (baca ini ngakak sih saya), Taruni (duh pengin jitak deh!), dan Penulis baru (hiii... Seraam). Memang kualitas penulis membuat saya iri, bisa mengolah cerita biasa menjadi terasa luar biasa. Tanpa ekspektasi berlebih. Namun sebab bukan genre favorit saya dan tidak ada konflik atau twist tajam yang saya suka, saya tidak apresiasi sempurna. Sederhana saja.

Cocok untuk yang suka slice of life, reading slump, dan kumpulan cerita pendek.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

16 June, 2026

[Review buku] 0 mdpl

Judul: 0 mdpl
Penulis: Nurwina Sari
Penerbit: Romancious
Dimensi: 300 hal, cetakan ketiga November 2025
ISBN: 9786233103190

3726 mdpl yang berakhir tidak sesuai harapan Rangga Raja, mempertemukannya dengan Nina yang menyukai 0 mdpl. Ada pula sahabat lama yang menyimpan rasa, Nadia Sahara. Namun ternyata porsi Andini masih utama di pikiran Rangga. Melupakan sesulit itu. Akankah kehadiran Nina dan Nadia membuat Rangga berhasil melangkah dan menemukan dengan siapa ia akan selamanya?

Buku sekuel ini jauh lebih menarik dibanding buku pertamanya. Sebab kisah kehilangan, patah hati, berjuang move on hingga persahabatan amat relate dan diksinya pas banget mengaduk hati. Tidak berlebihan, tapi jleb dan membuat saya banyak merenung hingga banyak quote saya bagikan. Hanya saja memang secara alur akan lama berpusat di move onnya Rangga dan menjelang ending kembali terasa seperti memaksakan selesai dengan alasan sepele yang dibesar-besarkan. Menurut saya harusnya porsi Andini sudah saja, tapi seakan ingin memberi twist dimasukkanlah konflik hubungan dengan Bintang yang rasanya kurang pas. Itu saja yang kurang saya suka dari novel ini.

Sepertinya memang kekuatan penulis pada narasi, deskripsi, dan diksi puitis. Bukan pada konflik, twist, atau ending. 

Cocok untuk penggemar romance, diksi puitis, laut, senja, dan Rangga Raja.

Saya apresiasi 4,5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

11 June, 2026

[Review buku] Lies hidden in my backyard



Judul: Lies hidden in my backyard
Penulis: Kim jin yeong
Penerbit: Noura books
Dimensi: 17 bab, cetakan 1 April 2022, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786232423244

Kim Joo Ran menemukan jari tangan terkubur di taman belakang rumahnya. Beberapa hari sebelumnya pun ia sering mendengar suara-suara yang harusnya tak ada. Lalu saat ia melaporkan hal itu pada suaminya, ia hanya dibilang mengalami delusi akibat shock kehilangan kakak perempuannya dengan cara yang tragis. Ia yang bertekad mencari kebenaran, malah bingung sendiri membedakan delusi dan kehidupan nyata. Hingga ia bertemu Sang Eun yang suaminya mati di malam pertemuan dengan suami Joo Ran. Instingnya mengatakan ada hal yang aneh dan tak benar. Saat delusinya dianggap makin parah dan dianggap pasien sakit jiwa, Joo Ran berusaha mencari bukti dan meluruskan fakta. Apakah sebenarnya yang terjadi? Berhasilkah ia menemukan kebenaran?

Membaca 17 bab dengan kronologi progresif tanggal (9 april 2016- 3 juni 2016) di ipusnas berformat ebook, cukup menyebalkan. Lebih enak bentuk pdf, bernomor halaman, dan scroll ke samping daripada ke bawah. Tapi ceritanya memang menarik, sebab membuat saya bertanya siapa sebenarnya yang jahat? Apa motifnya? Kebenaran apa yang ditutupi?

Saya salut dengan tokoh Joo Ran yang memercayai instingnya meski kadang ia meragukan dirinya sendiri sebab sekitarnya pun menganggap ia tidak normal. Kompleksitas karakter serta konflik yang dialami Joo Ran (sekilas terlihat bahagia, memiliki segalanya) dan Sang Eun (sekilas menyedihkan, ingin memiliki apa yang tak mungkin) saling melengkapi bahwa tidak ada hidup yang sempurna. Tiap orang memiliki kemalangannya masing-masing.

Cocok untuk penggemar misteri dan thriller psikologi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

@metamorfillah X @temanipusnas

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

09 June, 2026

[Review buku] Sebelas



Judul: Sebelas
Penulis: Tere liye
Penerbit: Sabakgrip
Dimensi: 442 hal, cetakan 1 Mei 2025
ISBN: 9786347046024

The Legendary Paul, pemain sepak bola terhebat yang menghilang 20 tahun ternyata ada di Bali. Luntang-lantung sebab marah pada takdir dan membenci sepak bola. Namun misteri takdir mempertemukannya dengan masa lalu dan tantangan membentuk tim sepak bola U17 selama 6 bulan untuk bertanding di Madrid melawan liga dunia. Hal yang tampak mustahil, tapi jalannya begitu mudah. Didukung Pak Hartawan, Pak Made, Uda Hendra, Isabella, dan lainnya, pencarian sebelas pemain untuk dream team pun dimulai. Mulai dari Papua di Timur hingga ke Aceh di Barat, daerah konflik hingga restu orangtua, semua lika-liku itu menyatukan pemain hebat yang pernah dimiliki Indonesia. Bisakah Paul dan timnya membuktikan bahwa sepak bola Indonesia bisa berjaya di dunia, bila tidak disusupi korupsi dan strategi manajemen yang rapi?

Sebagian besar isi buku ini ada di upaya pencarian dan pengumpulan pemain inti. Dengan nama-nama lokal yang mewakili daerah serta karakter, penulis piawai menunjukkan kekayaan Indonesia dan geografisnya. Namun di antara semua karya penulis yang sudah saya baca, jujur saja novel ini tidak terlalu menarik sebab sudah banyak gaya tulisan buku-buku sebelumnya yang mewarnai. Aksi-aksi yang terjadi mengingatkan pada beberapa judul aksi, romance, hingga petualangan karya penulis sebelumnya. Hanya satu ciri khasnya: semua ini kritik untuk sepak bola Indonesia. Bahkan hiperbola seperti "mudahnya" alur menuju Madrid dan beragam kesuksesan yang diliput koran di ending seakan mewakili harapan penggemar timnas namun jadinya miris sebab seperti jauh sekali menuju liga dunia. Novel ini, terasa gaya Indianya sekali, macam film bollywood yang hiperbol tapi lucu.

Cocok untuk remaja 15+, suka komedi satir (menyindir pemerintah/PSSI), dan dunia sepak bola.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

05 June, 2026

[Review buku] Giselle



Judul: Giselle
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 400 hal, cetakan kelima Desember 2024
ISBN: 9786235467245

Setelah 15 tahun dilarang, kini repertoar Giselle justru akan ditampilkan memperingati 20 tahun Tokyo Grand Ballet berdiri. Semua bersemangat, terutama Kanon, Junko, Yukiko, dan Ranmaru. Seiring latihan berjalan, ada rumor bahwa hantu Mayumi, pemeran Giselle 15 tahun lalu muncul. Peristiwa aneh lain pun sering terjadi hingga menyebabkan kecelakaan Chouno, kematian Reina dan Kurebayashi. Bahkan kematian mereka pun mirip dengan kisah tokoh Giselle dan Hillarion.  Benarkah ini semua kutukan Mayumi? Apa yang sebenarnya terjadi 15 tahun lalu hingga Giselle tidak boleh ditampilkan?

Sungguh piawai penulis menjelaskan hal yang tidak biasa tentang dunia balet bagi saya yang awam. Perspektif baru dan minat saya tumbuh tentang balet sejak membaca buku ini. Tidak sesederhana penampakannya. Meski dari segi thriller/misterinya bagi saya kurang, tapi ending yang dihasilkan justru lebih membekas. Sebab terngiang beratnya rasa bersalah, ketakutan, mimpi-mimpi yang berbenturan dengan realitas, dan tentunya menerima perasaan menjadi manusia. Sedih akan pengkhianatan tapi juga senang akan keadilan pembersihan nama baik.

Cocok untuk yang suka thriller, misteri, dan ingin tahu dunia balet.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#FestivalBukuBerjalan2026
#bukuberjalanberkelanjutan
#JalaninBukumu

03 June, 2026

[Review buku] Slammed



Judul: Slammed
Penulis: Collin Hoover
Penerbit: GPU
Dimensi: 336 hal, cetakan pertama April 2013
ISBN: 9789792295184

Kematian mendadak sang ayah akibat serangan jantung mengubah banyak hal dalam hidup Layken. Tahun terakhir SMAnya mengharuskan ia pindah ke Michigan sebab sang ibu tidak mampu membiayai hidup di Texas. Seminggu setelah ulang tahunnya kedelapan belas, mereka memulai hidup di Michigan. Namun perjumpaannya dengan Will dan Caulder, adiknya, membuat Layken mulai menyukai kota itu. Hingga mereka bertemu di sekolah hari pertama. Status Will sebagai guru dan Layken sebagai murid mengancam karir yang menjadi penopang utama hidup Will. Hubungan mereka kandas, namun cinta mereka kuat. Melalui klub Slammed yang membacakan puisi buatan masing-masing setiap kamis malam, mereka saling bertukar perasaan terjujur. Hingga alasan pindah sesungguhnya ibu Layken terkuak, Will tidak lagi sekadar cinta pertama, tapi juga penguat hidup. Apakah yang dirahasiakan sang ibu? Bagaimana Layken menjalani tahun terakhir tanpa memikirkan Will?

Sering mendengar nama penulisnya, tapi belum tertarik membaca romance lagi. Hingga kebosanan mengantarkanku mengambil buku fisik bersegel di lemari ponakanku ini. Seperti yang diduga, memang lagi gak mood baca romance, apalagi dengan tokoh utama remaja SMA dan guru muda yang lagi kuliah. Jadi gak seseru itu, hingga part alasan sesungguhnya sang ibu dan persiapan yang dilakukan mulai menyentuh hati. Saya juga baca perjalanan penulis tentang karyanya ini, merupakan karya pertama yang ia 'paksa' terbitkan hingga membuka jalan melahirkan banyak karya berikutnya sebab karya ini jadi best seller. Wah, kurang cocok di saya ternyata cocok di banyak orang dan di tahun terbitnya.

Cocok untuk yang suka novel romance.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

30 May, 2026

[Review buku] Wingit



Judul: Wingit
Penulis: Sara Wijayanto
Penerbit: Elex media
Dimensi: 245 hal, cetakan pertama 2024, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786230021831

Disclaimer, genre ini not cup of my tea.

Saya membacanya sebab ditantang teman dan memang available banyak di ipusnas. Jadi meski bagus secara penuturan dan enak bacanya hingga selesai, tetap saja saya tidak memberi apresiasi besar sebab bukan genre kesukaan saya.

Tapi ini novel horor pertama yang saya baca dan selesai cepat sebab memang cukup seru. Banyak belajar dari kisah para hantu yang bergentayangan dan kilas balik hidupnya. Ada yang sebab bunuh diri, dibunuh orang yang dicintai, mati dengan cita-cita mulia, hingga hantu manipulatif seperti Ningsih. Penulis yang menjadi medium untuk melihat dan merasakan kisah sang hantu atau istilahnya kesurupan.

Selama membaca ini, tentu ada pergolakan antara keyakinan saya dan kisah yang dituturkan. Sehingga saya tidak berniat membaca genre horor ini selanjutnya. Ditambah ilustrasi menyeramkan, duh gak banget deh. Saya kaget dan ternyata hampir semua tokoh hantu dibuatkan ilustrasinya. Saya banyak skip sebab gak suka lihatnya haha. Jadi hati-hati kalau yang masih takutan ya!

Cocok untuk yang suka novel horor.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

29 May, 2026

[Review buku] As long as the lemon trees grow



Judul: As long as the lemon trees grow
Penulis: Zoulfa katouh
Penerbit: Mizan
Dimensi: 512 hal, edisi kedua, cetakan kedua Oktober 2025
ISBN: 9786024413903

Salama, gadis yang bermimpi menjadi apoteker dipaksa keadaan untuk serba bisa sebab keadaan Suriah yang mencekam. Ia yang awalnya menghafal obat-obatan kini harus bisa membedah, membebat luka, hingga mengoperasi tanpa anestesi. Sementara menolong banyak nyawa, ia pun mengalami trauma atas kehilangan Baba, Mama, dan Hamza kakaknya yang ditangkap oleh tentara militer. Bagi mereka jauh lebih baik mati daripada tertangkap dan disiksa. Ketakutan itu menjelma delusi bernama Khawf. Selama ini ia bertahan sebab ada Layla dan calon bayi Salama, hingga ia mengenal Kenan. Pemuda yang bervisi membebaskan Suriah tanpa gentar, mengenalkannya lagi pada beragam warna hidup. Bisakah mereka menjalani hidup dan cinta suci di tengah ketidakpastian kondisi negara? Kapankah Suriah akan merdeka dan kembali damai?

Awal membaca, jujur saja saya banyak berhenti karena sesak membayangkan kondisi Salama yang mewakilkan saudara muslim di negara konflik seperti Suriah, Palestina, dll. Meski fokusnya banyak di Salama-Layla-Kenan, tapi detail keseharian membuat sedikit paham perbedaan konflik Suriah dengan lainnya. Jadi teringat masa gelap Indonesia ketika militer kebablasan berkuasa, mungkin sedikit seperti itu. Hal paling menyentuh tentu saja, meski sedang trauma berat, ia tetap berusaha menjaga iman. Bikin saya nangis karena tahu rasanya gak mudah. Menjelang hijrah, twist utama terkuak, makinlah saya sedih. Tapi belajar banyak tentang perjuangan realistis tentang cinta tanah air dari Salama dan Kenan. Ilustrasi dan terjemahannya bagus. Pantas saja banyak pujian untuk karya ini, dan tentunya keberanian penulis dan orangtuanya untuk menerbitkan.

Cocok untuk yang ingin tahu tentang Suriah melalui fiksi, perjuangan pengungsi, cinta tanah air dan iman Islam.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

24 May, 2026

[Review buku] Everything becomes F



Judul: Everything becomes F
Penulis: Mori Hiroshi
Penerbit: Haru
Dimensi: 448 hal, cetakan pertama Maret 2025
ISBN: 9786235467351

Profesor Magata Shiki dicurigai sebagai pembunuh orangtuanya, hingga ia harus diisolasi di sebuah pusat riset berteknologi tinggi. Kecerdasan otaknya yang melampaui zaman, kekayaan keluarga, dan split personality yang dialaminya membuat perlakuan itu lazim padanya. Hingga 15 tahun berlalu, di malam saat Saikawa dan Nishinosono bertamu ke pusat riset itu, ruangan isolasi terbuka dan muncul sebuah robot dengan mayat wanita bergaun pengantin serta tangan dan kaki yang dimutilasi. Siapa pelakunya? Apa motifnya? Bagaimana caranya, padahal ruangan itu adalah ruang tertutup canggih yang mustahil diselundupi?

Jujur saja 95 halaman pertama (hingga awal chapter 3), alurnya terasa lambat dan lama orientasinya bagi saya. Hingga butuh waktu sepekan untuk bertahan melanjutkan. Tapi ketika robot mayat keluar dan teka-teki tersajikan, saya tidak bisa berhenti membaca dan selesailah buku ini dalam 3 jam. Bahkan saya sampai membaca ulang penuturan Michiru serta kasus pembunuhan orangtua Shiki untuk memastikan info sebenarnya. Ada ekspektasi sekuelnya macam Holmes ketemu Moriarty, tapi ga berharap banyak, sih pada Saikawa! After tastenya, saya malah berpendapat gila juga sih. Ketika kaya dan pintar tapi tak bertuhan, moral pun dipertanyakan.

Yang bikin aku takjub juga, novel ini rilis pertama di Jepang tahun 1996, sebelum ditranslate ke bahasa Maret 2025. Padahal isu yang dibicarakan kecanggihan zaman now banget! Wah, penulisnya pintar dan visioner sekali ya!

Cocok untuk yang suka thriller, misteri, dan teknologi tingkat tinggi milik orang kaya yang jenius.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

23 May, 2026

[Review buku] Book's kitchen



Judul: Book's kitchen
Penulis: Kim Jee-hye
Penerbit: GPU
Dimensi: 280 hal, cetakan keenam Mei 2025
ISBN: 9786020677286

Pernahkah kamu membaca buku yang alurnya slow, tiada konflik tajam, tapi meresap ke dalam hati lalu membekas hangat?

Seperti itulah gambaran perasaanku saat membaca buku ini. Bahkan aku tidak peduli dengan alasan Yu-jin sebagai pemilik "Soyang-ri book's kitchen" mendirikan usaha ini yang terlihat impulsif dan seperti sedang lari. Makin mendekati ending, aku malah berharap benar-benar ada book's kitchen seperti ini di dunia nyata. Bukan saja sebab fasilitas yang nyaman dan program menarik untuk pecinta buku dan pejuang literasi, tetapi juga memakai hati dan idealisme yang tetap berdasarkan realitas kehidupan sehari-hari. Hingga tamu yang tidak sengaja maupun niat mengunjunginya selalu mendapatkan pengalaman menarik dan mengenali diri lebih baik. Aaah, ingin sekali bertemu orang-orang dengan vibes seperti itu. Ingin berlama-lama jadi tamu di sana. Meski ada sedikit ekspektasi perkembangan hubungan Yu-jin dan Su-hyeok.

Cocok untuk yang suka slice of life, novel ringan dan heartwarming di tengah hidup yang sibuk.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

21 May, 2026

[Review buku] Trending topics of marriage life



Judul: Trending topics of marriage life
Penulis: Eva Nur Khofifah
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 9 bab, cetakan pertama 2022, edisi digital RBK
ISBN: 9786230031663

Buku ini ditulis dalam 9 bab, kebanyakan berasal dari kisah klien yang konseling ke penulis. Bab pertama membahas proses pernikahan ketika cinta berlabuh, bab dua tentang banyak perbedaan pria dan wanita yang bisa menjadi kekuatan atau konflik pernikahan, bab ketiga tentang problem pasutri dan problem solving dari berbagai perspektif, bab keempat tentang sumber masalah pasutri dan problem solvingnya, bab lima tentang dilema pasutri terhadap mertua/orangtua dan problem solvingnya, bab enam tentang dosa suami terhadap istri yang sering terlupa, bab tujuh tentang dosa istri terhadap suami yang jarang disadari, bab delapan tentang beragam ujian yang melanda suami istri, dan terakhir tentang together till jannah, tujuan utama buku ini yang dikemas dengan "you can buy a house but not home".

Membaca buku ini secara digital di RBK membuat saya perlu waktu lama. Sebab termasuk buku yang antri dan tidak bisa perpanjang segera, harus menunggu sepekan untuk bisa meminjam lagi. Meski bahasanya ringan dan hanya 3-5 halaman tiap topik, tapi banyaknya sub bab di tiap bab (rata² 8-10 sub) membuat saya perlu jeda sebelum beralih ke topik lain. Masih banyak saya temukan typo dalam buku ini, sehingga agak terganggu kenyamanan membaca.

Cocok untuk yang ingin memahami A-Z pernikahan dan motivasi Islami.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

15 May, 2026

[Review buku] I want to die but i want to eat tteokpokki



Judul: I want to die but i want to eat tteokpokki
Penulis: Baek Se Hee
Penerbit: Haru
Dimensi: 236 hal, cetakan kedua puluh tujuh Februari 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786237351030

Kadang kita merasa ingin mati, lalu saat mendengarkan suara hati, kita ingin makan tteokpokki. Suatu gambaran kontras akan beratnya hidup namun tetap bisa dinikmati dengan kebahagiaan kecil. Juga menggambarkan rumitnya perasaan orang yang depresi. Di hari-hari yang gelap, ia berusaha mencari motivasi hidup sesaat lagi dengan hal yang terlihat remeh. Padahal itu upaya besar agar tidak kehilangan ketertarikan yang normal pada aktivitas sehari-hari, mencegah produktivitas berkurang dan meminimalisir perasaan tidak layak. 

Begitulah isi buku ini yang ditulis seperti dialog antara psikiater dengan pasiennya. Pembaca dibuat serasa sedang pergi ke psikiater sungguhan. Buku yang memperlihatkan interaksi antara psikiater yang tidak sempurna dengan seorang pasien yang juga tidak sempurna. Namun, ini sama-sama membuat mereka bertumbuh. Karena pada akhirnya, tujuan manusia bukanlah menjadi sempurna, melainkan menjadi semakin baik dan bertumbuh.

Saya baca versi digital dan secara look sangat manis. Warna² pastel yang lembut serta highlight di beberapa tulisan membuat kita mudah menangkap pesan penulis. Namun beberapa terjemahan memang agak kaku dan terasa kurang di bagian kesimpulan. Ada buku keduanya, apakah di buku itu baru terselesaikan dengan apik? Saat membaca ini, saya pun sedang berjuang dan berobat ke psikiater untuk depresi. Jadi saya merasa dipahami dan memahami diri sendiri sejak membaca kata pengantar buku ini oleh dr. Jiemi.

Cocok untuk yang ingin memahami atau sedang depresi/dystimia/cemas, gambaran ke psikiater, dan self improvement.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

14 May, 2026

[Review buku] Dua muka daun pintu



Judul: Dua muka daun pintu
Penulis: Triskaidekaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 191 hal, cetakan pertama September 2021, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020656403

Apakah daun pintu harus selalu membuka atau menutup?
Dilema dan pencarian jati diri selembar daun pintu yang menjaga Garda di sebuah sel isolasi rahasia. Ia mendengar, berbincang, dan menyimpan banyak rahasia kehidupan Garda di balik diamnya. Saat ia masuk ke dalam Forum Pintu Sedunia, ia mulai menyusun cara untuk mewujudkan keinginan Garda: kebebasan. Di forum itu pula ia mendengar banyak kisah dari pintu-pintu lain tentang apa yang ada di balik mereka dan bagaimana akhir hidup mereka. Akankah ia menjadi legenda atau sekadar pintu biasa yang tak dikenal?

Awal membaca saya sangat terhibur sebab melihat dari PoV berbeda. Sebuah pintu. Menarik sekali ide penulis satu ini. Namun perlahan saya merasakan kerumitan berpikir dan jalan cerita yang dibuat membingungkan. Jadi sebenarnya apa identitas pintu ini? Siapa yang berbohong? Cerita mana yang benar? Lalu saat di ending, saya merasa kurang gong sebab ketidakjelasan hubungan Kusuma, Tantri, dan Garda. Seperti dipaksakan berkonflik, meski saya paham kondisi mentalnya, tapi apa tujuan mereka. Aneh dan tidak ada clue. Jadi saat menamatkan saya malah pusing. Meski begitu, penulis kembali menggunakan beberapa kata yang jarang saya baca, sempat pula ada tipografi berbentuk tanda tanya seakan puisi. Mungkin itulah mengapa novel ini masuk kategori sastra. Tipis tapi berat.

Cocok untuk yang suka sastra dan PoV benda mati.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

09 May, 2026

[Review buku] Zenitendo 6



Judul: Zenitendo 6
Penulis: Reiko Hiroshima
Penerbit: POP
Dimensi: 153 hal, cetakan pertama Januari 2025 
ISBN: 9786231342881

Kisah kali ini, Beniko masuk angin sehingga melakukan beberapa kekeliruan. Biasanya produk yang direkomendasikan sesuai dengan keinginan dan membahagiakan pelanggannya. Tapi sebab sakit, ia jadi tidak fokus dan membuat jajanannya kembali dalam keadaan rusak seperti "Kalong Ngemong" atau harus diganti sebab salah subjek seperti "Pretzel Rapunzel" dan "Wafer Maha Berangan". Belum lagi keefektifan solusi seperti "Biskuit Seimbang" yang dirasakan pelanggan, apakah perlu sampai memberikan dua pada pasangan itu? Kecerobohan menjatuhkan jajanan seperti "Pensil Sabar" pun belum teratasi. Memikirkan itu semua, bahkan mengingat Beniko bisa sakit saja merupakan hal aneh. Hingga di epilog terjawablah penyebab kejanggalan itu yang akan berlanjut pada buku ketujuh: membalas tantangan Kaido dan Yodomi.

Buku berseri yang dikhususkan U+13 ini salah satu yang saya suka dan nantikan kehadirannya. Bila ada rezeki, niat koleksi pribadi buat anak. Sebab memang seru dan selalu ada hikmah yang bisa dipetik tanpa merasa digurui. Pelanggannya pun beragam dari berbagai usia, bahkan tidak hanya manusia.

Cocok untuk anak-anak dan dewasa yang menyukai genre fantasi, bacaan ringan dan menghibur, disertai pelajaran moral yang baik.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku 

08 May, 2026

[Review buku] Girls in the dark



Judul: Girls in the dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 288 hlm, cetakan kedua puluh satu November 2025
ISBN: 9786025297281

Kematian Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi meninggalkan pertanyaan besar. Sebab ada setangkai bunga lily di tangannya, seakan itu adalah dying message. Apakah ia mati bunuh diri atau dibunuh? Gosip pun beredar bahwa pelakunya ada di antara 6 anggota klub. Sepekan setelahnya, pertemuan wajib dengan ritual tahunan yang menjadi tradisi klub mengenang Itsumi melalui cerita pendek yang dibuat masing-masing anggota. Mengejutkannya, naskah mereka saling menjelaskan dan menunjuk nama seorang pelaku. Juga interpretasi berbeda akan arti bunga lily yang dipegang Itsumi. Siapakah pelaku sebenarnya? Manakah naskah yang benar?

Sepanjang membaca, menarik sekali diajak menyelami PoV enam gadis. Meski ada pertentangan, tapi ada pula persamaan terhadap sebuah kejadian. Di situlah clue, motif, dan kepalsuan terendus. Plot twistnya ada di ending, naskah yang dibacakan Sayuri, ketua klub baru dan kenyataan selama tradisi Yami-nabe berlangsung. Hati² mual sih, baiknya jangan makan saat baca buku ini haha.

Meski begitu, saya masih merasakan keanehan Sayuri dan memikirkan apa yang terjadi setelahnya. Sebab kelogisan berkata, tak segampang itu melenyapkan nyawa beserta konsekuensinya. Sayangnya cerita hanya berakhir di sana. Entah kelanjutan sekolah dan para gadis klub sastra.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller, iyamisu, dan misteri pembunuhan di SMA Putri.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

07 May, 2026

[Review buku] The perfect husband



Judul: The perfect husband
Penulis: Indah Riyana
Penerbit: Romancious
Dimensi: 576 hlm, cetakan kedua 2016
ISBN: 9786026922311

Ayla tak menyangka ayahnya masih menganut nilai konservatif seperti perjodohan. Meski calon suami yang dipilihkan oke, tapi Ayla ingin menikah karena cinta bukan paksaan. Usia 25 tahun, ia terpaksa mengiyakan lamaran Arsen, sebab kebrengsekan pacarnya yang ternyata suami orang. Tanpa peduli sedikit pun tentang Arsen, ia melanjutkan hidupnya seperti belum menikah saja, hanya pindah rumah. Bahkan ia tidak tahu pekerjaan dan aktivitas Arsen. Semua ia ketahui belakangan dan dari orang lain. Di saat terlambat, benih cintanya pada Arsen baru tumbuh. Bisakah ia mendapatkan hati Arsen setelah ia sakiti berulang kali?

Setelah beberapa kali baca genre iyamisu, lalu saya selingi baca buku roman macam ini, rasanya memang jomplang sih. Datar dan mudah terbaca arahnya. Namun berkat keimutan ukuran buku dan pemilihan jenis font yang tidak bikin ngantuk, tetap bisa saya selesaikan sehari. Jujur saja, ada beberapa part yang bagi saya kurang masuk akal, sebab gak gitu amat sih kehidupan pernikahan dan plin plan karkter Ayla serta Arsennya. Sampai saya berkesimpulan entah penulisnya belum menikah atau memang genre roman di wattpad ya 11-12, gak jauh dari perjodohan, dll. Konfliknya kurang tajam dan endingnya kurang klimaks sih, padahal ada beberapa part yang saya rasa akan seru kalau skenarionya beda. Hehe, tapi tetap happy ending is a must kayaknya di wattpad gini ya.

Cocok dibaca bagi yang suka romance dan gambaran kehidupan pernikahan dengan pilot.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

06 May, 2026

[Review buku] Pasien



Judul: Pasien
Penulis: Naomi Midori
Penerbit: Haru
Dimensi: 120 hlm, cetakan pertama Januari 2024
ISBN: 9786235467214

Sebuah tragedi mengenaskan menimpa keluarga beranggotakan 6 orang. Mereka mati dibunuh, bahkan ada yang dimutilasi. Pembunuhnya sendiri adalah kakak adik yang menjalin hubungan terlarang (incest) dan saling membunuh setelah membunuh 4 anggota keluarga lainnya. Diduga masalah perebutan harta waris. Hingga kasus itu ditutup oleh polisi, tidak ada yang tahu bahwa semua itu adalah rencana seseorang dan kedua kakak adik itu pun dibunuh oleh pelaku sebenarnya. Hanya pembunuh dan psikolognya saja yang tahu kebenaran itu.

Saya tak menyangka bahwa penulisnya dari Indonesia, sebab namanya jepang banget. Genrenya iyamisu pula. Tapi saat membaca memang unsur lokal seperti klenik sajen, dukun, dan adatnya terasa Indonesia sekali. Meski tipis dibanding novel sejenisnya, cerita mengalir begitu enak. Membuat kita tak ingin lepas dan segera menamatkannya. Twistnya memang bisa ditebak sedari awal bagi yang biasa baca thriller, sebab ada beberapa hal janggal yang menjadi clue. Hanya saja, tetap di ending membuat saya masih kebingungan tentang keaslian cerita, profesi asli pelaku, dan kisah asli si pasien. Agak merinding juga ketika baca catatan penulisnya bahwa kisah ini berdasarkan kisah nyata dari temannya.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller psikologis, misteri, dan kesehatan mental.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

04 May, 2026

[Review buku] Jingga jenaka



Judul: Jingga jenaka
Penulis: Annisa Rizkiana Rahmasari
Penerbit: KPG
Dimensi: 118 hlm, cetakan pertama 2019, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786024811105

Kalau kamu lagi capek dan ingin baca hal yang ringan, hangat, serta memanjakan mata, buku ini cocok banget. Puisi-puisi yang ada di dalamnya mengingatkan kita pada masa kecil, ketika inspirasi begitu mudah didapat dalam keseharian, sederhana dan bebas berimajinasi. Ditambah pemilihan font yang lucu dan menambah kesan kanak-kanak, warna-warna pastel yang membuat kita berseru "Lucu, gemas!", dan ilustrasi komik 4 panel serta dongeng lepas yang menarik. Bisa kamu selesaikan dalam sekali duduk, tapi kalau aku sih agak lama. Sebab membayangkan masa kecil dulu hehe.

Cocok dibaca bagi yang suka buku berilustrasi, puisi sederhana, warna menggemaskan, dan lagi reading slump.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

03 May, 2026

[Review buku] Generasi Emas



Judul: Generasi emas
Penulis: Ahmad Rifa'i Rif'an
Penerbit: Quanta
Dimensi: 359 hlm, cetakan kedua Desember 2019
ISBN: 9786020497907

Bagi kamu yang pernah baca karya penulis, pasti setuju kalau gaya bahasanya ringan, tidak berpanjang kata, dan intinya mudah dipahami. Buku ini pun membawa vibes positif sepanjang membacanya. Ada 100 artikel pendek yang menjelaskan apa saja cara menjadi generasi unggul, berprestasi, dan berkontribusi dalam kebaikan. Motivasi islami yang bisa dipraktikkan bahkan oleh non muslim.

Artikel sepanjang 2-3 halaman yang kemudian ditutup dengan quote di tiap tulisan membuatnya bisa dibaca acak. Hanya saja saya menemukan banyak typo yang cukup mengganggu, padahal sudah cetakan kedua. Sepertinya penerbit perlu cek lagi naskah sebelum dicetak ulang.

Cocok dibaca bagi yang ingin positive vibes dan generasi emas yang Allah ridhai.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

[Review buku] Absolute Justice



Judul: Absolute Justice
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 268 hlm, cetakan kedua Juli 2018
ISBN: 9786025186011

Bila ada seorang pahlawan kebenaran, orang itu adalah Noriko. Ia berani dan bertekad mengikuti aturan sebab mendewakan kebenaran. Meski hasilnya bisa saja menyakiti orang terdekatnya. Itulah yang dialami Kazuki, Yumiko, Riho, dan Reika. Keempat teman SMA Noriko yang awalnya memuja bahkan merasa ditolong oleh Noriko, perlahan menyadari bahwa semua yang dilakukan Noriko bukan sebab tulus atau hubungan baik, tetapi dasar benar atau salah secara hukum. Rasa kagum pun perlahan menjadi sesak, benci dan ingin Noriko tiada. Bisakah manusia hidup tanpa kesalahan?

Serius, baca ini kesal banget sama Noriko. Rigid banget, beneran kayak robot. Sampai aku berpikir, beneran dia gak punya salah atau masalah dalam hidupnya yang bikin dia keliru gitu? Lalu suaminya beneran bisa hidup sama pasangan kayak gitu? Capek mental, gak, sih? Lalu aku teringat kata-kata seorang guru, bahwa gak ada kebenaran absolut di dunia ini, selama aturan itu masih berasal dari manusia. Kebenaran absolut hanya bisa bersumber dari Allah. Nah, di novel ini aku jadi memahami perkataan guruku itu. Iya, ya, sulit untuk manusia bersikap adil dan lurus. Berat sekali menjadi/membuat hukum, makanya perlu Tuhan. Sebab gak semua hal bisa diselesaikan dengan benar saja, tapi juga butuh hasil yang baik.

Dari segi cerita, bahasa, dan twist semuanya seru, bahkan khas penulis yang membuka kisah dari PoV tiap tokoh. Menggali latar dan sisi kelam mereka. Hanya saja bagi saya kurang lengkap sebab tidak ada PoV ayah atau suami Noriko. Penasaran bagaimana lelaki bertahan dengan perempuan seperti itu.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller dan konsep kebenaran absolut.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

30 April, 2026

[Review buku] Penance



Judul: Penance
Penulis: Minato Kanae
Penerbit: Haru
Dimensi: 356 hlm, cetakan kesembilan Februari 2026
ISBN: 9786237351375

Emily dibunuh dan dilecehkan oleh seorang laki-laki. Keempat temannya (Sae, Maki, Akiko, Yuka) yang melihat wajah pelaku tidak bisa bersaksi dengan jelas akibat shock saat menemukan jenazahnya. Sehingga pelakunya pun tidak tertangkap. Asako, ibu Emily, tidak bisa menerima kesaksian keempat anak itu dan mengancam mereka untuk menemukan pelaku sebelum kasus kedaluwarsa. Jika tidak, ia akan membalas dendam sebab ia memiliki uang dan kekuasaan. Lima belas tahun berlalu, mendekati waktu kedaluwarsa kasus, keempat anak itu tumbuh dengan trauma yang mengubah jalan hidup mereka. Siapakah pelakunya? Apa motifnya? Salahkah mereka berempat?

Banyak banget pelajaran yang kuambil dari novel ini. Di antaranya:
1. Hati-hati berbicara pada anak kecil, kalimat orang dewasa itu menancap dalam bagi seorang anak
2. Jika tertimpa musibah, cek dosa dan kesalahan diri sendiri dulu, jangan blaming sembarangan meski sedang terluka
3. Kejujuran jauh lebih baik dari kenyataan yang tidak diungkapkan

Dari sisi ending mengingatkanku pada sesaknya kenyataan seperti di film "Maharaja" India. Penulis berhasil mengupas dengan perlahan gesekan pergaulan anak-anak, trauma dan penyikapan berbeda tiap anak, keresahan adaptasi orang kaya dengan orang biasa/miskin, serta dosa orangtua yang berdampak ke anak. 

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, thriller, dan psikologis tentang trauma masa kecil.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

29 April, 2026

[Review buku] Cara berbahagia tanpa kepala



Judul: Cara berbahagia tanpa kepala
Penulis: Triskaidekaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 300 hlm, cetakan pertama Mei 2019, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020629940

Sempati yang lelah dengan pikiran di kepalanya memilih program ilegal "Bebaskan kepalamu" agar hidupnya tidak lagi perlu ia pikirkan. Namun, sebuah kecelakaan terjadi, ia kehilangan kepalanya yang diletakkan di rumah terkunci saat ia ke warung depan. Saat mencari pertolongan ke kantor eksekutornya, M4, ia malah menemukan M4 hilang dan kantor sudah ditutup. Bila ia tidak segera menemukan kepalanya, ia akan segera mati atau ditangkap polisi sebab program ilegal. Dalam pencariannya ia malah menemukan rahasia keluarga yang selama ini disimpan ayah dan ibunya. Berhasilkah Sempati menemukan kepalanya dan kembali hidup? Apa dampak rahasia orangtuanya bagi hidup Sempati?

Wah gila! Itu sih pikiran awalku baca bab pertama buku ini. Kok bisa-bisanya penulis kepikiran ide absurd macam ini. Menyeramkan tapi bisa dipahami juga dari sisi beban hidup di kota urban ini. Namun semakin ke ending, terutama setelah terkuak dari PoV Semanggi, Derai Cemara, dan Merpati, saya malah teringat surealisnya "Cantik itu luka". Tentang kematian yang berlapis seperti kenyataan di film "Inception", membuat saya hilang arah mana awal, mana akhir. Hanya saja bahasa penulis di sini lebih asing (banyak kosakata yang jarang saya temui) dan juga puitis. Tipografi di beberapa halaman pun serupa puisi. Endingnya tentu saja menyisakan banyak tanya dan ketidakpahaman saya akan cerita.

Cocok dibaca bagi yang suka sastra thriller bercampur surealis.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

23 April, 2026

[Review buku] Minimarket yang merepotkan



Judul: Minimarket yang merepotkan
Penulis: Kim Ho-Yeon
Penerbit: Haru
Dimensi: 400 hlm, edisi kedua cetakan kedua Februari 2026
ISBN: 9786235467313

Berawal dari dompet yang tertinggal di Stasiun Seoul, nenek bernama Yeom Yeongsuk bertemu dengan Dokgo, seorang tunawisma yang hilang ingatan. Yeongsuk yang merupakan pensiunan guru sejarah menilai Dokgo adalah orang yang baik dan tulus, hingga ia memberikan kesempatan pada Dokgo untuk menjadi karyawan shift malam minimarketnya. Kesempatan itu membuat banyak perubahan baik dalam hidup mereka yang bertemu Dokgo. Gadis muda yang tadinya bingung akan menjadi apa, menemukan tujuan hidupnya. Ibu yang kesulitan berkomunikasi dengan anaknya, memulai mendengar sang anak. Kepala keluarga yang tertekan akibat pekerjaan dan asing dengan keluarganya memulai pendekatan pada istri dan anak kembarnya. Penulis naskah yang ingin pensiun menemukan ide tulisan masterpiecenya. Sayangnya, misteri siapakah Dokgo belum terjawab. Bisakah ia mengingat identitasnya dan kembali pada kehidupannya lagi?

Sebagaimana novel slice of life, konfliknya tidak berat, tapi membuat hangat hati. Pertemuan kecil yang mungkin tidak kita sadari kadang menjadi makna yang begitu besar bagi yang bertemu diri kita. Semua orang berjuang dengan takdirnya, maka berusahalah ramah pada tiap orang yang kautemui. Juga tentang penyesalan, pertobatan, dan kesempatan untuk memperbaiki hidup. Jangan menyerah, selagi nafas masih ada.

Cocok dibaca bagi yang suka slice of life, kesempatan kedua, dan pertemuan yang mengubah hidup.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

19 April, 2026

[Review buku] Buku panduan matematika terapan



Judul: Buku panduan matematika terapan
Penulis: Triskaidekaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 359 hlm, cetakan pertama 2018, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020624587

Berawal dari pertanyaan P-NP (sesuatu yang bisa diperhitungkan - sesuatu yang tidak bisa diperhitungkan), Prima dengan keterbatasan fisiknya mencoba menjawab seumur hidupnya. Dalam pencarian jawaban itu, ia bertemu Tarsa yang cerdas dan Mantisa yang membuat cinta. Semua teori matematika ia terapkan dan coba gabungkan untuk membuktikan bahwa semua bisa diperhitungkan. Sayangnya, tidak ada yang bisa menghitung serta mengetahui kapan ia akan mati. Tidak semua pertanyaan harus memiliki jawaban.

Buku ini salah satu TBR yang saya cicil sejak tahun lalu. Bukan sebab bahasanya, tapi filosofinya yang dalam. Rumus-rumus yang menunjang ketika diterapkan dalam kehidupan ternyata bisa sedalam itu maknanya. Ditambah berganti-ganti PoV, ada yang PoV orang pertama, PoV orang kedua, dan PoV orang ketiga. Paket lengkap memang. Beberapa diksi pun tidak umum, hingga kadang harus saya cari tahu artinya di kbbi. Itulah kelebihan sekaligus kekurangan buku ini. Seperti ingin bilang, buku ini bagus, tapi memang agak sulit dimengerti. Tapi saat kau tahu keindahannya, bisa dirasakan, sulit dijelaskan.

Cocok dibaca bagi yang suka matematika, filsafat, dan banyak pertanyaan tentang kehidupan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku 

17 April, 2026

[Review buku] Holy mother



Judul: Holy mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 280 hlm, cetakan kedua belas Oktober 2025
ISBN: 9786025385810

Honami tak tenang saat mendengar berita pembunuhan anak laki-laki berusia 4 tahun di kota kecil domisilinya. Korban diperkosa setelah dibunuh. Ia pun takut akan keselamatan putri tunggalnya yang susah payah ia lahirkan. Kepolisian tidak bisa diandalkan, hanya ia yang dapat melindungi putrinya, meski harus mengorbankan nyawa dan jiwanya. Apa yang bisa ia lakukan?

Dari 3 PoV (Honami, Makoto, dan petugas polisi) cerita saling melengkapi dan menguatkan motif internal serta latar. Di bab awal, ada beberapa clue yang saya rasa janggal dalam kalimat, tapi di ending akhirnya terjawab bahwa itu adalah foreshadow. Teknik untuk membuat plot twist berlapis yang membuat kita terkejut di akhir. Saya sampai membaca dua kali terutama di PoV Honami untuk memastikan kalimat janggal di awal. Endingnya, saya malah nangis karena sesak dan haru membayangkan jadi Honami. Judul dan covernya jadi kuat banget setelah selesai baca. Ibu yang hatinya suci dan bagai malaikat rela mengotori tangannya dan menjelma iblis demi putri satu-satunya. Perjuangan perawatan kemandulannya juga bikin haru.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri pembunuhan, pengorbanan/kasih sayang ibu, dan trauma yang belum pulih.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

15 April, 2026

[Review buku] Confessions



Judul: Confessions
Penulis: Minato Kanae
Penerbit: Haru
Dimensi: 304 hlm, cetakan ketiga belas 2024
ISBN: 9786025385889

Manami, gadis kecil berusia 4 tahun ditemukan meninggal di kolam renang sekolah. Ibunya, Moriguchi Yuko, guru SMP menemukan bukti bahwa anaknya dibunuh oleh dua muridnya, bukan jatuh terpeleset. Ia pun ingin membalas dendam sebagai ibu, tapi profesinya sebagai guru menghalangi moral dan etika. Saat ia memutuskan berhenti menjadi guru, di hari terakhir ia membuat pengakuan dan memulai aksi balas dendamnya. Semua itu adalah awal dari kengerian yang melebar dan memakan korban lain.

Keren banget nih buku! Kukira udah cukup plot twistnya sampai di tengah, ternyata sampai ending dar der dornya tetap. Dari 5 PoV (Moriguchi, Mizuki, Ibu Naoki, Naoki, dan Shuya) semua melengkapi gambaran dan detail yang terkelupas kecil tentang kebenarannya. Moral pembaca rasanya seperti diaduk, harus bersimpati pada siapa? Korban atau pelaku? Sebab motif internal yang disampaikan membuat kita perlahan berpihak dan kasihan. Tapi endingnya luar biasa, sih! Langsung dan menghancurkan. Saya membayangkan bagaimana Shuya menggila atau hancur psikologisnya.

Pelajaran terpenting yang saya dapat, dendam itu ya gak habis-habis. Diikuti makin merusak diri, meski memaafkan itu berat tapi sangat layak diperjuangkan demi kedamaian diri. Ditambah, saat balas dendam bisa jadi memakan banyak korban tak bersalah. Luka lama yang menyebabkan luka baru. Pun pentingnya reparenting untuk memutus luka pengasuhan. Cukup berhenti di kamu, jangan diwariskan.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller psikologis, misteri, dan balas dendam.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

14 April, 2026

[Review buku] Komik ga jelas 2



Judul: Komik ga jelas 2
Penulis: Jasmine H. Surkatty
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: - hlm, cetakan pertama 2018
ISBN: 9786020454474

Jilid kedua dari seri komik ga jelas, masih didominasi dengan tokoh Budi. Ada tambahan sedikit dari tokoh Bro dan teka-teki ga jelas yang saya lampirkan di slide 2. Idenya memang kadang ga jelas dan agak absurd, tapi cukup menghibur.

Cocok dibaca bagi yang lagi reading slump atau butuh bacaan ringan.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

12 April, 2026

[Review buku] Jalan tak ada ujung



Judul: Jalan tak ada ujung
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Dimensi: 166 hlm, cetakan 7 Februari 2016, edisi digital RBK
ISBN: 97989794619803

Kondisi Jakarta tahun 1946, lepas kemerdekaan tapi masih dibayang-bayangi NICA dan kepemimpinan yang kebingungan. Sebagian (kaum tua) ingin kembali ke masa Belanda sebab kerja tenang dan sebagian lagi (kaum muda) berjuang melawan Belanda yang masih berusaha menjajah dengan kekerasan. Di tengah itu semua, Guru Isa bertahan mengajar, meski gaji kian tak cukup hingga utang menumpuk. Usianya yang terpaut jauh dengan sang istri, Fatimah, serta ketidakmampuannya memberikan keturunan membuat hubungan pernikahannya dingin. Kepada musik, lewat biola ia menemukan ketenangan. Lewat musik pula ia berkenalan dengan Hazil, pemuda pejuang yang begitu berani. Ia yang takut, tapi tak bisa menolak mengalami konflik batin yang kian hari menggerus fisiknya. Kapankah jalan tak ada ujung ini berakhir? Akankah hari damai datang kembali?

Menarik membaca sastra lama yang berisi perjuangan setelah kemerdekaan, kondisi Jakarta, hingga budaya bahasa di masa itu. Meski tidak ejaan lama banget, tapi ada beberapa kata yang masih terdengar puitis dan maknanya agak berbeda dengan masa kini (contoh "apabila", maknanya di buku ini serupa "kapan" atau menunjukkan waktu). Isu pengkhianatan selain di perjuangan kemerdekaan, juga terjadi dalam kehidupan pernikahan Guru Isa.

Cocok dibaca bagi yang suka sastra lama dan nuansa sejarah perjuangan setelah kemerdekaan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

11 April, 2026

[Review buku] Testimony of N



Judul: Testimony of N
Penulis: Minato Kanae
Penerbit: Penerbit Haru
Dimensi: 312 hlm, cetakan pertama Maret 2026
ISBN: 9786235467436

Sepasang suami istri ditemukan mati di apartemen mewahnya. Mereka adalah Noguchi dan istrinya Naoko. Empat anak muda yang berada di TKP memberi kesaksian yang melengkapi potongan cerita, hingga salah satunya dipenjara. Semuanya jelas, tidak ada yang aneh. Tapi 10 tahun kemudian, mereka mulai memikirkan beberapa kebohongan kecil yang dikatakan teman-temannya. Mengapa kebohongan itu dikatakan? Siapa yang dilindungi dari kebohongan itu? Bagaimana kejadian sebenarnya yang menewaskan pasangan itu?

Ini adalah karya pertama penulis yang saya baca. Meski yang terkenal adalah confession dan saya juga punya, tapi saya penasaran buku terbarunya ini (aslinya gak baru sih, 2014 terbit di Jepang). Awal membaca, saya sampai bolak-balik lihat nama penulis di depan, sebab rasanya mirip seperti baca karya Keigo. Perlahan baru agak berbeda sebab fokusnya lebih ke batin para saksi dan latar belakang hidup mereka yang memengaruhi keputusan masing-masing. Terasa psikologisnya lebih kuat, sebab penulisnya perempuan. Sementara di Keigo, saya merasa lebih detail dan teknis sebab penulisnya laki-laki.

Ceritanya seru, mengalir dan mengupas perlahan misteri yang ada. Page turner, dan tetap menyisakan ruang penasaran. Mengapa endingnya begini, harusnya bisa lebih baik. Hubungan yang terbentuk mengapa jadi seperti itu. Sangat saya sayangkan. Juga keunikan marga semua tokoh yang berinisial N. Bisa-bisanya membuat saya penasaran siapa N yang dimaksud, ternyata... Haha.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, pembunuhan, dan hubungan yang saling melindungi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

09 April, 2026

[ Review buku] Penumpang ke Frankfurt



Judul: Penumpang ke Frankfurt
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: GPU
Dimensi: 376 hlm, cetakan pertama 1994
ISBN: 9796050331

Sir Stafford Nye menolong seorang penumpang wanita di Frankfurt yang mengaku akan dibunuh dengan merelakan paspornya dipakai. Ia tertarik dengan gagasan aneh yang ditawarkan wanita itu untuk meloloskan diri. Tanpa ia tahu, bahwa ternyata wanita itu adalah agen Inggris yang kompeten dan kelak akan bertemu lagi dengannya untuk sebuah misi: menyelamatkan dunia dari kekuatan tak kasat mata yang anarkis dengan memanfaatkan kaum muda. Seperti mengulang masa Hitler dan NAZInya mempropagandakan ras super, ditandai swastika.

Karya ratu kriminal kali ini tidak terlalu menarik bagi saya. Sebab deskripsi detail justru agak membuat ngantuk. Tidak ada satu tokoh penghubung seperti Poirot, tapi ada empat tokoh sentral yang berupaya mengungkap aksi spionase dan aliran uang yang mendanainya. Twist di ending juga tidak mengejutkan sebab clue sudah diberikan beberapa kali. Kesulitan utama bagi saya adalah menempatkan PoV di tahun kejadian dan budaya negara. Satu hal yang membekas adalah teori Hitler bertukar peran di RSJ saat kejatuhannya.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, politik dan gerakan kaum muda, serta Hitler dan propagandanya.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

07 April, 2026

[Review buku] Reset



Judul: Reset
Penulis: L. Zeth
Penerbit: GPU
Dimensi: 296 hlm, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786020672847

Dimas menyaksikan semua teman masa kecilnya dibunuh. Hingga tersisa ia yang berhadapan dengan si pembunuh, orang yang ia kenal baik dan berteman lama. Detik terakhir ia berdoa semoga bisa menyelamatkan Jovanka dan Handy. Lalu terjadilah pengulangan waktu. Polanya sama, tiap dua orang terbunuh, maju sejam mendekati waktu kematian mereka, maka akan kembali lagi. Seperti membaca buku yang sama berulang kali. Awalnya Dimas mencoba mengikuti skrip, lalu ia sadar bila ingin menyelamatkan maka harus ada yang diubah. Sayangnya perubahan itu berdampak pada skrip yang tak bisa diduga. Akankah Dimas berhasil menyelamatkan teman-temannya? Siapa dan apa motif pelaku sebenarnya?

Wah daebak! Keren banget penulisnya bisa bikin aku tercekam. Rasanya kayak nonton film Tom Cruise yang time loop digabung Raditya Dika yang horor itu. Dialognya yang berulang pun gak membosankan sebab ada analisis di sana. Page turner abis dan detailnya kayak ngupas bawang, perlahan, berlapis, hingga mengerucut pada 2 nama. Bahkan ada part yang saya bisa pahami banget karena lagi relate sama keadaan saya sekarang: Ester kabur ditemui temannya. Saya paham mengapa se-ekstrem itu sebab dia lagi butuh ruang dan waktu, tapi teman-temannya memaksa masuk ke teritori itu dan ia jadi benci. Sayangnya, agak menggantung ketika ending sama saja seperti 5 tahun lalu. Saya berharap ada sekuelnya sih. Soalnya gak semudah itu toh melenyapkan manusia. Masak iya gada yang curiga?

Cocok dibaca bagi yang suka thriller, time loop (pengulangan waktu), dan persahabatan dari kecil.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

06 April, 2026

[Review buku] Komik ga jelas 1



Judul: Komik ga jelas 1 - Penghilang stress
Penulis: Jasmine H. Surkatty
Penerbit: Elex Media komputindo
Dimensi: 164 hlm, cetakan pertama 2018
ISBN: 9786020478210

Dikasih buku ini sama teman, ada 2 jilid. Baca blurb belakangnya bikin ketawa sih karena ribet akan ketidakjelasan dan kejelasan. Lalu saat mulai baca ternyata ada 1 tokoh sentral namanya budi. Banyak kisah tentang dia dengan keluarganya, temannya, hingga gebetannya. Agak lucu dari segi gambar sebab bulat-bulat gitu aja karakternya. Secara isi, gak semua bikin ngakak sih, bahkan ya sesuai judulnya, bikin mikir "Apa sih ini? Gak jelas." sambil senyum atau sambil sebel. Tujuan penulis tercapai.

Gaya jilid komiknya juga agak beda dari komik yang biasa saya baca. Cukup unik, dan kertasnya pas dengan tinta hitam dan merah.

Cocok dibaca bagi yang lagi reading slump, butuh bacaan ringan sekali duduk, gak mikir berat.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

04 April, 2026

[Review buku] Make it happen



Judul: Make it happen
Penulis: Prita Ghozie
Penerbit: GPU
Dimensi: 260 hlm, cetakan kelima 2018, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020385242

Sebelumnya saya suka dengar podcast dengan bintang tamu penulis buku ini, tapi baru kali ini berkesempatan membaca karyanya dalam bentuk tulisan. Ternyata memang tetap seasyik di podcast bahkan lebih detail membantu dengan latihan serta simulasi data keuangannya. Meski terbit tahun 2018, masih sangat relate ilmunya untuk diaplikasikan saat ini.

Buku ini dibuka dengan impian terbesar kita yang kebanyakan melibatkan keluarga. Lalu kita diminta mengecek kesehatan keuangan kita. Bila belum oke, maka harus diperbaiki dahulu bukan berpikir investasi. Jika sudah sehat, baru lanjut ke bab berikutnya merencanakan keuangan untuk tujuan/mimpi yang ingin dicapai. Setelah perencanaan maka belajar memilih ragam produk investasi yang disesuaikan dengan tujuan keuangan serta waktu. Jika salah pilih, bisa berbahaya dan kalah sama inflasi. Maka akan berpengaruh ke profil risiko, ada beberapa yang kita harus sabar dan konsisten terkait waktu, ada pula yang mungkin butuh agresif atau moderat.

Baru setelah itu dikupas per bab cara mencapai impian yang umum dimiliki orang Indonesia: memiliki rumah, dana pendidikan anak, pleasure (jalan-jalan, kuliner, belanja), dan pensiun dengan nyaman tanpa harus menurunkan gaya hidup.

Cocok dibaca bagi yang ingin belajar merencanakan keuangan demi menggapai mimpi.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

03 April, 2026

[Review buku] Margo dan rahasia setengah abad



Judul: Margo dan rahasia setengah abad
Penulis: Aghnia Sofyan
Penerbit: Clover
Dimensi: 300 hlm, cetakan pertama 2021
ISBN: 9786230304590

Margo berhasil mendapatkan beasiswa masuk SMA Manggala Utama yang ngetop dan merupakan sekolah almarhum ayahnya dulu. Ia memiliki mimpi menjadi anggota Manggala Future untuk mengembangkan relasi yang mendukung bisnis impiannya. Sayangnya, usaha itu dijegal oleh Raja, yang memiliki orangtua berpengaruh dan bisa mengubah kebijakan sekolah. Hari yang dilalui Margo di Manggala tidaklah mudah hingga ia menemukan petunjuk dan tulisan ayahnya di MPost bahwa ada harta karun Prof. Emil, pendiri sekolah. Bersama Gilang dan Tati, ia memecahkan misteri yang ternyata berbahaya dan hampir merenggut nyawa mereka. Berhasilkah mereka menemukan harta itu? Apa wujud sebenarnya harta itu?

Kategori novel ini memang untuk remaja (U13+) tapi tetap seru dibaca bagi saya yang suka tema seperti ini. Apalagi aksi Margo ketika mengambil deduksi dan kesimpulan, mirip Conan. Hanya saja, masih ada misteri yang mengganjal di kepala, yakni tentang retaknya hubungan ayah dan ibu Margo, serta siapa orang yang dihubungi Bu Anggie? Entahlah, apa akan ada sekuelnya.

Cocok dibaca bagi yang suka tema petualangan remaja, persahabatan, dan teka-teki harta karun.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

28 March, 2026

[Review buku] How to kill your husband



Judul: How to kill your husband
Penulis: Aghnia Sofyan
Penerbit: Pop
Dimensi: 265 hlm, cetakan kedua November 2025
ISBN: 9786231343758

Seorang pengusaha tewas karena jatuh di ketinggian gedung proyeknya. Dari kejanggalan yang ditemukan, semua mengarah pada pembunuhan. Tentu saja orang pertama yang dicurigai adalah pasangan korban. Apalagi saat Inspektur Bonita menelusuri ada dugaan perselingkuhan serta blog tentang cara membunuh suami yang selingkuh dengan nama alias Persephone. Namun saat ditelusuri, ternyata kasus ini tidak sesederhana yang dikira. Ada kaitan masa lalu dan masa depan. Siapakah pelaku sebenarnya?

Untuk kategori proyek menulis, kasus di novel ini cukup baik. Membuat kita terus penasaran ingin menamatkannya. Meski jembatan saat masuk kasus 20 tahun silam bagi saya agak kurang mulus dan terasa sederhana tapi dipaksakan. Secara keseluruhan penulis pandai mengecoh pembaca agar kembali pada kecurigaan awal.

Cocok dibaca bagi yang suka tema misteri pembunuhan, pernikahan dan isu perselingkuhan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

Text Widget