Pages

Showing posts with label #30haribercerita. Show all posts
Showing posts with label #30haribercerita. Show all posts

24 January, 2017

#Day25 HBC Mengarang

Jika kamu adalah mie instan, maka aku adalah cabe rawitnya. Tanpaku hidupmu akan terasa hambar, seperti kurang lengkap. Meski kita berseberangan, kamu buatan dan kimia, aku alami dan organik, tapi saat kita menyatu akan dahsyat hasilnya. Membuat orang berkeringat, megap-megap seperti ikan mas koki, tapi menagih. Kangen terus dengan kehadiran kita. Apalagi tengah malam yang dingin, kehadiran kita selalu dinanti, asalkan besok tidak hujan. Kalau besoknya hujan... hmm... siap-siap saja antrean kamar mandi mengular. Kita kuras habis isi perut yang menyukai kita.

Namun, aku tak mau menjadi sekadar pacarmu. Sebab aku tak mau dimarahi Allah. Kan aku tak boleh pacaran. Jadi jangan cintai aku hanya untuk sesaat, sekadar pacar ya!? Jangan berlaku norak, sok menyatakan cinta lewat media sosial, dilihat orang banyak, apalagi pakai surprise memberi bunga, coklat, dan boneka segala. Duuh... akan kutolak mentah-mentah meski kamu kusuka. Aku tidak mau hubungan semu seperti pacaran, yang kalau sudah tak suka tinggal putus. Setelah putus, koleksi mantan. Duuh, mendingan aku nanam cabai deh, atau sekalian nanam padi di sawah... karena aku lebih suka jadi petani daripada mantan pacarmu.

Meta morfillah

19 January, 2017

Kapan waktu yang tepat untuk menulis?

Kapan waktu yang tepat untuk menulis?

Saat kata membelukar di kepala, meminta dikeluarkan.
Saat diri menuntut kejujuran, membebaskan ekspresi.
Saat berjuta rasa yang ingin disampaikan, kelu dikatakan.
Saat hati sesak dan ingin dibersihkan sebelum tidur nyenyak.
Saat pikiran segar dan ingatan kembali sehabis lelap.
Saat sekeliling memberikan inspirasi di terik, hujan, badai, panas, dingin, apa pun itu.

Kapan waktu yang tepat untuk menulis?

Kapan saja.

Meta morfillah

14 January, 2017

#Day15 Lagu untukmu

#Day15 Lagu untukmu

sebening tetesan embun pagi
secerah sinarnya mentari
bilaku tatap wajahmu ibu
ada kehangatan di dalam hatiku

air wudhu slalu membasahimu
ayat suci selalu dikumandangkan
suara lembut penuh keluh dan kesah
berdoa untuk putra putrinya

oh ibuku…
engkaulah wanita
yang kucinta selama hidupku
maafkan anakmu bila ada salah
pengorbananmu tanpa balas jasa

ya Allah ampuni dosanya
sayangilah dia seperti menyayangiku
berilah dia kebahagiaan
di dunia juga di akhirat
---------
Tiap dengar lagu Sakha yang judulnya Ibu, mata dan hati saya menghangat. Bahkan rembes. Ingat sosok yang begitu hebat dan menginspirasi saya seumur hidup. Idola nyata saya.

Lirik lagu ini begitu identik dengan sosoknya dalam keseharian. Sering saya mendengar lirih doanya menyebut nama anak-anaknya, keluarga, dan orang lain saat tahajud. Meminta segala kemudahan urusan dan kebahagiaan dunia akhirat yang didoakan. Bahkan tanpa diminta.

Saya tak pernah habis pikir ada makhluk seindah, serapuh, setegar, dan sebaik ini. Makhluk bernama Ibu yang membuat saya membayangkan betapa bahagianya dicintai Allah, bila cinta Ibu saja yang merepresentasikan sedikit cintaNya telah menenteramkan.

Mom, you are my best rival and my best friend too. Love you because of Allah. I'm so blessed having you as my mother.

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbclagu

#Day14 Photograph

#Day14 PHOTOGRAPH

Kangen Bapak. Lelaki yang suka memotret dengan kamera kodak hitam manualnya. Yang rajin mengabadikan momen, mencetaknya dan mengurutkan dalam album. Bahkan mengetik sendiri keterangan tiap foto.

Kangen Bapak. Tiap kangen, jadi buka album foto yang tersisa di lemari. Sebab sebagian besar kenangan hanyut terbawa banjir di Jakarta. Dari foto-foto aku sadar bahwa masa kecilku begitu bahagia. Segala aktivitas dari tiap foto kuingat selalu membuat tersenyum. Tak pernah berpikir memalukan bergaya begini-begitu. It so natural.

Kangen Bapak. Lelaki yang saat meninggalkan dunia ini, meninggalkan jejaknya dalam tiap foto yang diambilnya. Kehilangan dirinya, kehilangan pula tiap momen berharga yang bisa diabadikan. Ketiadaan Bapak membuat produksi album foto di keluarga terhenti. Kameranya tak tersentuh lagi, tergilas zaman pula oleh kamera digital. Tak ada lagi lelaki yang rajin mencetak foto ukuran 4R dan mengurutkannya. Hanya ada dua album tambahan, album saat ia dimakamkan. Album yang berisi kesedihan, penuh warna hitam. Berduka.

Kangen Bapak. Seakan ada kesepakatan tak terucap, mengenang beliau dalam hening masing-masing. 

Dan kangen itu semakin besar bagi anak gadisnya yang beranjak dewasa. Yang begitu memerlukan sosok Bapak sebagai walinya. Namun, di dunia ini selalu ada hal yang tak akan pernah berhasil kita dapatkan sekeras apa pun kita berusaha dan berdoa. Aku tak akan pernah bisa membuat Bapak hidup kembali, meski aku sangat merindu hadirnya. 

Terus sayangi orangtuamu, selagi masih ada. Jangan sampai merindu hingga kebiasaan kecilnya, bahkan cerewet atau diamnya.

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1714

10 January, 2017

#Day11 Tribute to pekerja: Penulis yang mendakwahkan Islam

#Day11 Tribute to pekerja: Penulis yang mendakwahkan Islam

Penulis yang berdakwah itu pekerja bukan? Whatever lah yaa... bagi saya itu adalah pekerjaan impian. Dulu dan hingga kini, saya sangat ingin menjadi penulis yang mengenalkan keindahan Islam. Tidak melulu tentang ta'aruf, tapi holistik. Mulai dari sejarah Islam sampai pengaturan Islam dalam kehidupan.

Namun, saya sadar diri masih "sekadar pengin". Buktinya saya belum menelurkan sebuah buku dengan subjek yang saya inginkan tersebut. Saya lebih sering menjadi penikmat penulis lainnya. Saya juga masih ragu akan kemandirian seorang penulis, apakah hasilnya mampu menghidupi jika saya ingin menunggalkannya sebagai pilihan hidup?

Itulah sebab saya maju mundur di dunia ini. Masih banyak tidak percaya dirinya, meski banyak yang mendukung saya untuk self publishing.

Terlepas itu semua, saya selalu suka melihat kehidupan para penulis yang menurut saya berhasil mendakwahkan Islam, sebut saja Ustad Salim A. Fillah, Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Habiburrahman el shirazy, dan lainnya. Prestasi mereka meroket, gaya hidup mereka sehat, keluarga mereka harmonis, kebahagiaan duniawi terlihat tak menggelapkan tujuan akhirat: surga.

Saya sering membayangkan betapa kesabaran mereka begitu teruji jauh sebelum mereka terkenal. Betapa tangguh jiwa mereka dilalap beragam cobaan bahkan saat telah terkenal. Dari mana amunisi semua kehebatan itu kalau bukan dari sujud panjang, doa sepertiga malam, dan keyakinan pada Rabbnya? Yang kita lihat saat ini hanya manisnya saja.

Perjuangannya? Sakitnya? Banyak pikirannya? Hatersnya? Jadwal padatnya? Safarinya hingga jauh dari yang dicintanya? Belajar public speakingnya? Belajar mendalami agamanya? Melatih kepekaannya?

Kita hanya mampu melihat apa yang terlihat dan apa yang ingin kita lihat.

Meta morfillah

@30haribercerita #30hbc1711 #30haribercerita #tema #tributetopekerja

#Day10 Peran

#Day10 Peran

Setiap kita memilik banyak peran dalam hidupnya. Peran sebagai seorang hamba, anak, kakak, adik, sepupu, teman, sahabat, tetangga, pelajar, pekerja, pasangan, orangtua, saudara, aktivis, figur publik, dan lainnya. Dalam tiap peran itu, apakah kita sudah optimal menjalaninya?

Misal, peran anak saat di rumah. Apakah kita benar-benar menghadirkan jiwa kita sebagai anak saat di rumah? Ya membantu orangtua, menemani, berbincang dari hati ke hati, menghormati, dan sebagainya. Atau malah saat di rumah kita lupa akan peran kita sebagai anak, malah tetap asyik dengan peran pekerja. Masuk kamar, mengerjakan beragam tugas dan tak peduli pada family time. Padahal keluargamu juga punya hak atas dirimu.

Pun sebaliknya. Saat belajar atau bekerja, apakah kita sudah optimal atas peran kita dengan belajar bersungguh-sungguh, menuntaskan tugas tepat waktu dan benar, dan lainnya. Atau malah asyik membuang waktu dan jadinya korupsi waktu? Hanya saat ada reward dan imbalan kita bersemangat dan mengakui peran kita. Hmm...

Lebih bahaya lagi adalah bila kita lupa menjalankan peran kita sebagai hamba Allah. Peran kita untuk beribadah padaNya, menaati segala perintah, menjauhi segala larangan, menjadi rahmat bagi semesta, yang bila kita hadir orang lain berbahagia.

Sadarkah kita akan peran-peran itu? Betapa ada banyak kewajiban dibanding waktu yang tersedia. Ada banyak hak orang lain yang menuntut peran kita. Sudahkah kita mencoba usaha terbaik kita? Atau malah kita adalah manusia yang merugi bahkan celaka, sebab begitu lamban menjalankan peran kita.

Jangan sampai terlambat... nanti kita menyesal. Segera optimalkan peranmu! Hayo, asah 'gergaji' kita (habit ketujuh dalam 7 habits karya Steven covey).

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1710

09 January, 2017

#Day9 Jauh dekat

#Day9 Jauh dekat

Pada usia ini, ujian yang paling sering datang adalah ujian perasaan. Namun selalu ingat bahwa tak selamanya dekat itu menguatkan dan tak selamanya jauh itu memudarkan.

Bila belum mampu bersatu dalam ikatan suci, maka menjauh adalah pilihan terbaik. Menjaga dan menata hati agar ridha pada takdirNya. Memaksa untuk selalu dekat dengannya, mencuri kesempatan melihat atau menemuinya hanya akan membuatmu sakit hati saat yang kamu harapkan tak terjadi.

Maka menghilanglah dari lingkarannya, jika kamu tak kuat menjauhinya. Keputusan itu harus kamu pilih.

Sebab konsep cinta dalam Islam begitu agung dan unik. Para pecintanya sering kali jarang bertemu, namun doanya melangit dan banyak menyebut namamu. Mereka tak bermain cinta di bumi. Mereka meminta langsung pada Allah dan didengar penduduk langit.

Dalam setiap doa, mintalah agar diberikan pilihan terbaik yang Allah ridhai dan aku pun ridha pada ketetapanNya.

Sebab bisa jadi, terhambatnya sesuatu sebab kita kurang ridha atau ada orang lain yang belum mengikhlaskanmu. Percayalah, jika dia memang cinta sejatimu, ia akan kembali dan terus memiliki alasan untuk memperjuangkanmu meski keadaan tak mendukungnya.

Sabar ya salihah...
Sibukkan diri dengan hal positif.

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1709

08 January, 2017

#Day8 Waktu SMA

#Day8 Waktu SMA

Well, mulai hari kedelapan ada tema untuk @30haribercerita . Tema itu akan aku jadikan judul seterusnya.

Waktu SMA... tepatnya waktu SMK bagiku. Awalnya amat sangat menyebalkan, sebab aku 'kecemplung' masuk SMK TELKOM SPJ (Wulan, kalau kamu baca, jangan ketawa. Yang pengin sekolah di sana kan kamu, malah aku yang diterima). Kali pertama belajar tentang dunia lelaki, main elektronika, kesetrum, kena solder, desain teknik dan seabrek aktivitas lelaki lainnya. Ditempatkan di jurusan switching. Aku pun enggak paham apa maksudnya.

Sampai dapat nilai merah di rapor pada dua mata pelajaran. Oh my Allah... selama ini berprestasi masuk 10 besar tiba-tiba dapat merah. Kzl banget dah! Tapi bisa diremed. Soalnya bukan aku enggak bisa, tapi terlalu aneh pelajarannya. Sungguh kayak alienasi, berasa enggak normal hahaha (karena aku punya plan sekolah di SMA 78 dan mau masuk kelas bahasa lalu ikut program pertukaran pelajar ke Jepang).

Tapi seiring berjalannya waktu, ketemu teman-teman yang asyik. Rata-rata memang lelaki. Soalnya sekolah ini diliput majalah Gadis sebagai "Sekolah dengan perempuan di sarang penyamun". Meski kami dikenal anak STM, alhamdulillah enggak ada kata tawuran dalam kamus hidup kami. Kami cinta damai, love, and gaul!

Jam belajar kami sangat padat, tidak seperti anak SMA yang pulang pukul 15.00, kami sampai menjelang maghrib. Juga tiap hari Sabtu masuk sebab guru asli karyawan Telkom kebanyakan baru bisa mengajar di Sabtu. Ditambah ada magang 3 bulan di divisi Telkom sejabodetabek. Penempatannya acak. Untung aku dapat di kota dan ketemu para bapak super baik yang menganggap aku kayak anaknya sendiri.

Memang, semenyebalkan apa pun masa SMA, akan selalu terkenang. Sebab temannya solid banget. Kita sering touring bareng. Pokoknya happy! Masa SMA juga menjadi titik balik hidupku. Menjelang kelas 3, aku memutuskan untuk berhijab.

Nah, ini fotoku zaman SMA. Sengaja enggak yang rame bareng akhwat, soalnya beberapa sudah berhijab sekarang. Aku menjaga aurat kalian.

Buat teman-teman SMAku, semoga kalian sukses dunia akhirat. Semoga kita bisa kembali berkumpul di jannahNya kelak.

With love,

Meta morfillah

#30haribercerita #30hbc1708

06 January, 2017

#Day7 Tempat paling nyaman di muka bumi

#Day7 Tempat ternyaman di muka bumi

Bagiku ada tiga tempat ternyaman di muka bumi, di mana aku merasa menjadi diriku tanpa melupakan fitrahku. Yakni rumah tercinta yang dipenuhi orang terkasih, perpustakaan yang dipenuhi buku sumber ilmu, dan masjid yang dipenuhi doa dari jamaah penuntut ilmu.

Di rumah dan di perpustakaan, mungkin lebih pada kenyamanan individual. Memuaskan jasad dan otakku. Membenamkanku pada duniaku sendiri.

Tapi di masjid, itu berbeda. Aku nyaman berjamaah. Aku menanti ibadah berjamaah, sibuk berjamaah, mengamati orang-orang lain dan tentunya kedamaian berjamaah. Dalam jamaah aku merasa utuh.

Dalam jamaah aku tetap bisa berdua. Berbincang mesra denganNya jauh lebih khusyuk. Lirih doaku seakan digemakan oleh dinding masjid, menggetarkan arsyNya. Aku merasa doa menjadi seribu kali lebih kuat di dalam masjid.

Meski terbaik bagi wanita adalah beribadah di tempat yang tidak terlihat, namun masjid selalu menarikku untuk mendatanginya. Meski hanya aku jamaah wanitanya, aku tak peduli. Aku ingin mendapat kesempatan yang sama dalam hal ibadah satu ini. Mencintai masjid dengan beri'tikaf.

Maka dalam doaku, selalu kuharap penggenap yang hatinya terpaut pada masjid. Shalat awal waktu, berjamaah, di masjid, tanpa pernah terputus/berhalangan, maka kamulah lelaki terkece di dunia.

Semoga pada salah satu tempat yang paling nyaman di dunia menurut versiku ini kita menyatu dalam akad suci. Aaamiiin...

Meta morfillah

@30haribercerita #30hbc1707 #30haribercerita

05 January, 2017

#Day6 Sungguh cinta

#Day6 Sungguh cinta

Dia yang mencintaimu setengah mati, sesungguhnya tidak mencintaimu. Terlebih jika lakunya mengobral murah namamu di hadapan manusia lain. Hingga dirimu dijadikan candaan dan disanding-sandingkan dengannya. Menjaga dengan penjagaan yang salah. Dia tidak paham bagaimana menghargaimu. Seakan nyata kamu menjadi fitnah bagi dirinya.

Dia yang mencintaimu, akan diam dalam kata namun aksinya nyata. Dia menyebut namamu di sepertiga malam, meminta langsung pada penciptamu. Tidak akan dia menunjukkan rasanya dan mengumbar namamu sedemikian mudah. Ia tahu, bahwa hatimu perlu dijaga. Bahwa ketidaktahuanmu akan perasaannya adalah penjagaan terbaik untukmu.

Hingga tiba saatnya dia yakin dan kesempatan telah ia ciptakan. Dia akan memperjuangkanmu dengan gigih. Tentu dengan segala persiapannya. Dia akan memastikan keluarganya siap menerimamu dan keluargamu. Kamu akan tersanjung dengan cara dia memperjuangkanmu.

Kamu akan jatuh hati pada prosesnya. Pada hal-hal yang kelak kamu akan ketahui dari dia bila kamu bersanding dengannya. Bahwa dia mendoakanmu di setiap sujudnya. Bahwa dia turut andil menyelesaikan masalahmu dari jauh.

Indah, bukan?

Meta morfillah

04 January, 2017

#Day5 Mengenali diri dengan STIFIn

#Day5 Mengenali diri dengan STIFIn

Kenali dirimu, maka akan kaukenali Tuhanmu.

Beberapa tes sudah saya lalui. Hasilnya saya plegmatis-sanguinis (teori Hipocrates Galenus), gaul-harmoni (Tipologi M-Knows), ENFP (tes MBTI), Influence (teori DISC), acak-abstrak, internal locus of control dan lemah di spasial-visual serta musik (multiple intelligences). Selama ini pun saya hanya tahu sedikit penjabaran hasil tes tersebut, mengenali kelebihan dan kekurangan saya. Menurut saya yaa cukuplah. Beberapa memang terwakilkan.

Lalu saat bergabung menjadi guru Sekolah Islam Ibnu Hajar (SIIHA), saya dites STIFIn. Hasilnya Feeling introvert. Setelahnya saya diberi pembekalan tentang STIFIn dasar, STIFIn learning dan STIFIn teaching. Kadang menyerempet dikit ke aplikasi STIFIn untuk perjodohan.

Awalnya saya biasa saja, tapi setelah didalami, hal ini semakin menarik. Beberapa perilaku saya yang kadang aneh dan dipandang rekan kerja "Bu Meta kok Fi, tapi enggak kayak Fi ya? Feeling abal-abal." Ternyata ada penjelasannya. Tentu ini sebab faktor lingkungan dan pengalaman hidup saya juga (besar di Jakarta dan budaya otak saya).

Hampir semua dikupas tuntas, sehingga saya tahu bagaimana cara saya belajar dan mengajar. Mengapa saya kadang nyaman, kadang lesu, keras kepala, dan lainnya. Saya suka ilmu ini.

Namun setiap ilmu harus dipertanggungjawabkan. Sekolah saya mencoba berdedikasi mengaplikasikan STIFIn. Sehingga sekolah ini adalah pioneer sedunia bahkan (bila dikatakan senasional masih kecil, hehe). Tuntutannya tak ringan. Kami sebagai guru harus ekstra berpikir holistik juga detail.

Tapi semua proses memang tak mengkhianati hasil. Saya semakin menemukan kebesaran Allah serta bergantung padanya. Pada murid, saya berusaha menjadi yang terbaik, tidak seperti pengalaman saya yang sekadar mengajar dahulu. Sekarang saya harus mendidik.

Hai murid hebat, kita kerjasama ya, biar kita semua hebat bersama. Kalian disorot nasional, loh! Fokus positif yaa, Ibu yakin kalian baca tulisan di instagram ini.

Jangan lupa shalat yaa...
Rabbi habli minasshaalihiin

Meta morfillah

@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc1705

03 January, 2017

#Day4 SABAR YANG INDAH

#Day4 SABAR YANG INDAH

"Fashbir shabran jamiila."
Maka bersabarlah Engkau dengan sabar yang baik/indah.

Bagaimanakah sabar yang baik/indah itu?
Sabar menjalankan perintah Allah, sabar menjauhi kemaksiatan, dan sabar ketika harus MENAHAN DIRI dari musibah.

Kalau begitu, sabar dalam ketiga hal tersebut bernada pasif atau aktif?
Ya aktif... progresif.
Kita menjalankan perintah Allah meski kita kadang ingin lalai, tapi kita menahan diri untuk tetap taat.
Kita menjauhi kemaksiatan, dengan bergerak ke arah positif.
Kita menahan diri saat terkena musibah, dengan memikirkan atau mengerjakan hal lain yang merupakan amanah kita. Tak melulu larut dalam kesedihan.

Maka, bersabar yang baik adalah dengan tetap melanjutkan hidup dengan usaha terbaik. Tetap berusaha profesional, menyelesaikan amanah setelah sedikit berduka.

Kehilangan, tak disikapi dengan berlinangan air mata dan meratapi masa lalu. Tapi kita alihkan ke hal positif dan melihat masih banyak orang lain yang membutuhkan perhatian kita.

Pun ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa, menyikapi dengan sabar yang baik adalah tidak berfokus pada kemalangan, melainkan apa yang tersisa, yang masih bisa kita usahakan.

Begitu pun sabarku dalam mewujudkanmu, bukan diam dalam penantian. Tapi merelakan apa yang sudah kelar, dan tak lagi kukejar. Menata hati yang baru, bersiap menyambut yang memperjuangkanku dan aku pun mendukung perjuangannya. Paling penting adalah meredefinisi tentang KAMU, yang diridhai olehNya dan aku pun ridha terhadap takdirNya. Kamu adalah siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

Meta morfillah

#Day3 People

#Day3 People

People come, people go.
The best will stay.

Dari sekian milyar manusia di bumi ini, hanya beberapa yang menjadi dekat dengan kita. Dari sekian banyak yang datang dan pergi, yang terbaik akan tetap tinggal. Bertahan mencintai dari kekurangan hingga kelebihanmu.

Saat yang lain mengingatkanmu makan, ia akan menyajikan dan menemanimu makan.
Saat yang lain berkata jangan bersedih, ia akan duduk geming di sisimu, menyediakan pundak untuk menangis.
Saat yang lain menjanjikan, ia mewujudkan.
Saat yang lain pergi dan menghilang, ia tetap ada.

Jika kau memiliki orang dekat seperti itu, mungkin keluarga, sahabat, atau belahan jiwa, bersyukurlah. Sebab hanya sedikit orang yang seperti itu. Orang yang menjadikanmu sebagai alasan hidupnya. Orang yang menganggap dirimu adalah dunianya.

Sungguh, itu adalah rizki terhebat setelah iman, islam, dan sehat.

Bersyukurlah!

Meta morfillah

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1703

02 January, 2017

#Day2 PINTU

#Day2 PINTU

"Aku akan membuka pintu hati kalau pintu rumah sudah diketuk."

Aku menuliskan kalimat itu pada media sosialku. Status macam itu--berkaitan dengan hati, jodoh, cinta, atau galau--seringkali mendapat perhatian lebih banyak. Benar saja... tak lama berselang aku panen "like" dan "comment". Komentarnya rata-rata mengaamiinkan, menggoda, dan menantang.

Aku hanya bilang, "Siiaaapp."

Hari pun berlalu. Aku kembali tenggelam dalam rutinitas. Tanpa tahu bahwa dari seorang sahabat ke sahabat lain ada yang meneruskan statusku itu. Ia menyikapi dengan serius bahwa aku sudah siap. Hingga terdengarlah ke telinga seorang lelaki yang baik.

Temanku bertanya alamatku, ia bilang ingin tahu untuk mengirimkan sesuatu. Tanpa curiga, kupikir ia akan memberikanku hadiah berupa buku, maka kuberi ia alamatku. Ternyata, ia meneruskannya pada lelaki yang baik itu.

Dan suatu siang, saat aku tengah bekerja, Mama meneleponku. Menyuruh segera pulang, ada hal penting yang mau dibicarakan. Aku menduga-duga, apakah hal penting itu? Mama jarang menelepon hanya untuk bicara, sebab kami sering sekali bicara di rumah. Berdua.

Penasaran, aku selesaikan pekerjaan dan pulang agak tergesa. Sesampainya di rumah, mama langsung memberitahuku bahwa ada yang datang. Tak kuduga, lelaki baik itu benar-benar datang dan menyatakan keberaniannya untuk meminangku. Ia berjanji akan datang minggu depan membawa keluarganya.

Siapa sangka, berawal dari status nyatanya menjadi serius.

Meta morfillah

@30haribercerita
#30haribercerita #30hbc1702

01 January, 2017

#Day1 Mamaku yang akan kautemui

Adalah mama, yang paling mengkhawatirkan kesehatanku. Sehingga aku akan berusaha untuk tidak pernah sakit dan tidak pernah mengeluh jika tak terlalu parah. Menjaga agar mama tidak kelelahan di usia rembang petangnya hingga memaksa diri stand by demi diriku dan berkata, "Tenang, mama ada di sini."

Adalah mama, yang begitu peduli pada kebutuhanku. Sehingga aku akan berusaha bercukupan dengan rezeki yang didapat. Agar mama tidak khawatir bahwa kebutuhanku tidak terpenuhi.

Adalah mama, yang begitu menyayangi teman yang kusayangi. Sehingga aku menjaga pergaulanku dan membuat mama tidak perlu takut aku terjerumus hal yang salah.

Adalah mama, yang akan kautemui saat kau datang ke rumahku dengan segenap keberanianmu. Mamaku yang begitu berharga dan memahami siapa yang terbaik untuk putrinya. Mamaku yang menghargai itikad baikmu. Jawaban itu akan dipikirkan hingga beliau memberikan saran dan kembali padaku. Apakah kita akan menjadi pasangan ataukah akan kembali menjadi teman.

Meta morfillah
*terinspirasi dari Lautan Langit

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc1701

Text Widget