Judul: Bandit-bandit berkelas
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 368 hal, cetakan pertama
ISBN: 9786238882267
Sebulan setelah kejadian di Bhutan, Zaman mendatangi Bujang di kediaman keluarga Tong. Ia menyampaikan bahwa ada wasiat dari ayahnya, Samad melalui teka-teki. Dari petunjuk yang ditinggalkan, Bujang dan Zaman pergi ke toko antik di Hong Kong, mengajak White bergabung dan terlibat pertikaian dengan kudeta Master Dragon. Berhasil pergi, mereka mengejar petunjuk ke Berlin dan berakhir di Museum Louvre, Paris. Tempat warisan berupa serum super itu diamankan. Berkejaran dengan waktu dan Diego, kakak tirinya, Bujang meminta bantuan pada si kembar Yuki-Kiko, yang ternyata mengajak rombongan berlibur: Salonga, Junior, Thomas. Tak lupa bergabung Ayako, yang dikira mati ternyata selamat. Berhasilkah mereka mencegah Diego mendapatkan serum itu?
Setelah mengikuti banyak buku karya penulis, mulai ada keterikatan tokoh dengan buku-buku sebelumnya. Di luar serial aksi, tentu saja Zaman membuat saya kaget. Sebab dia ada di buku tersendiri dengan genre berbeda (Tentang kamu, Sri Ningsih). Secara ide seru, bila dibayangkan aksi kalau dibuat series. Tapi saat baca di buku, justru agak membosankan. Sebab beberapa kali ada pengulangan, hanya berbeda tempat. Contoh seperti adegan Edwin menyalakan jet, sama persis. Juga ada flash back dari buku sebelumnya yang menghabiskan 1-2 halaman. Ditambah adegan bertarungnya, banyak efek suara dan teriakan yang rasanya buat nambah-nambahin halaman juga hehe. Jadi banyak yang saya skip karena kurang terpakai detailnya.
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tema action dan mengikuti kisah Bujang, Thomas, dkk (buku kedelapan secara urutan terbit, tapi stand alone).
Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku