Pages

Showing posts with label #ReviewBuku. Show all posts
Showing posts with label #ReviewBuku. Show all posts

21 September, 2026

[Review buku] Bandit-bandit berkelas


Judul: Bandit-bandit berkelas
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 368 hal, cetakan pertama
ISBN: 9786238882267

Sebulan setelah kejadian di Bhutan, Zaman mendatangi Bujang di kediaman keluarga Tong. Ia menyampaikan bahwa ada wasiat dari ayahnya, Samad melalui teka-teki. Dari petunjuk yang ditinggalkan, Bujang dan Zaman pergi ke toko antik di Hong Kong, mengajak White bergabung dan terlibat pertikaian dengan kudeta Master Dragon. Berhasil pergi, mereka mengejar petunjuk ke Berlin dan berakhir di Museum Louvre, Paris. Tempat warisan berupa serum super itu diamankan. Berkejaran dengan waktu dan Diego, kakak tirinya, Bujang meminta bantuan pada si kembar Yuki-Kiko, yang ternyata mengajak rombongan berlibur: Salonga, Junior, Thomas. Tak lupa bergabung Ayako, yang dikira mati ternyata selamat. Berhasilkah mereka mencegah Diego mendapatkan serum itu?

Setelah mengikuti banyak buku karya penulis, mulai ada keterikatan tokoh dengan buku-buku sebelumnya. Di luar serial aksi, tentu saja Zaman membuat saya kaget. Sebab dia ada di buku tersendiri dengan genre berbeda (Tentang kamu, Sri Ningsih). Secara ide seru, bila dibayangkan aksi kalau dibuat series. Tapi saat baca di buku, justru agak membosankan. Sebab beberapa kali ada pengulangan, hanya berbeda tempat. Contoh seperti adegan Edwin menyalakan jet, sama persis. Juga ada flash back dari buku sebelumnya yang menghabiskan 1-2 halaman. Ditambah adegan bertarungnya, banyak efek suara dan teriakan yang rasanya buat nambah-nambahin halaman juga hehe. Jadi banyak yang saya skip karena kurang terpakai detailnya.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tema action dan mengikuti kisah Bujang, Thomas, dkk (buku kedelapan secara urutan terbit, tapi stand alone).

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

18 September, 2026

[Review buku] Surat untuk Jenaka


Judul: Surat untuk Jenaka
Penulis: Gigrey
Penerbit: Akad
Dimensi: 456 hal, cetakan ketujuh Juni 2025
ISBN: 9786235953885

Jenaka yang tak pernah mengenal nenek buyutnya sering merasa bingung akan perlakuan istimewa sang buyut terhadapnya. Hingga sebelum Ayut meninggal, ia mewariskan sebuah gelang berlian buatan kakek buyut. Ternyata gelang itu membawa ia ke masa lalu melalui mesin waktu berupa lemari tua di kamar buyutnya. Ia pun bertemu Cantika, nenek buyutnya di tahun 1923 yang tengah terjerat pertunangan dengan lelaki tua bernama Raden Panji. Di sana ia berkenalan dengan Pram, tuan jaksa, dan Jati, kakek buyutnya. Saat Jenaka berusaha menjodohkan Cantika dengan Jati, Raden Panji ditemukan tewas terbunuh. Tersangka utamanya adalah Cantika. Bersama Pram dan Jati, mereka berusaha mengungkap misteri pembunuh sebenarnya dan mengumpulkan bukti agar Cantika bisa bebas. Berhasilkah mereka? Apakah kejadian masa lalu akan mengubah masa depan Jenaka? Bisakah ia kembali ke tahun 2019 dan menjalani hidupnya seperti sedia kala?

Selesai membaca, bisa dipahami betapa seru dan pantasnya buku ini dicetak ulang hingga tujuh kali. Sebab penulis piawai mengolah diksi yang menjadikannya page turner. Tidak terasa lelah dan penasaran terus akan kejadian di halaman selanjutnya. Romansa Jenaka dan Pram terasa pas dan membuat saya merona membayangkan di masa itu. Berbeda sekali dengan zaman sekarang. Juga cara bicara dengan panggilan Nona dan Tuan, entah mengapa membuat lucu dan manis. Twistnya pun membahagiakan, meski saya penasaran bagaimana cara Pram datang? Tidak sabar ingin meminjam buku keduanya: Kembali ke batavia.

Sayangnya, beberapa kali saya menemukan ada PUEBI atau human error yang terasa seperti tidak disunting. Masih naskah mentah. Sebab cukup mengganggu alur dan kenyamanan membaca meski minor. Semoga menjadi masukan agar cetakan selanjutnya lebih diperhatikan.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tema time travel, misteri, hukum, dan romansa.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

16 September, 2026

[Review buku] The running grave


Judul: The running grave
Penulis: Robert Galbraith
Penerbit: GPU
Dimensi: 1032 hal, cetakan pertama 2025
ISBN: 9786020682112

Strike diminta mengeluarkan Will, anak orang kaya yang mengikuti sebuah sekte sesat. Dari luar, Gereja Humanitarian Universal (GHU) tampak normal, namun orangtua Will mengendus adanya hal-hal janggal. Mulai dari penampilan Will yang tidak sehat, belum lagi banyaknya penarikan dana perwalian dan tidak bolehnya interaksi Will dengan keluarga. Mantan anggota GHU yang berhasil keluar mengungkapkan beragam kekejian namun tidak ada bukti dan ia pun kalah secara hukum. Demi misi itu, Robin menyamar menjadi jemaat GHU dan mengumpulkan beragam bukti yang memberatkan GHU agar bisa ditumpas hingga ke akar. Sayangnya, indoktrinasi yang kuat, teror mental, serta pencucian otak yang tersistem membuat Robin mulai goyah. Akankah mereka berhasil menyelamatkan Will dan melawan GHU secara hukum? Apa saja kejahatan yang dilakukan GHU?

Dibanding 6 seri sebelumnya, bagi saya buku ketujuh ini pas semuanya. Meski tebalnya makin makin dan mengalahkan Harry Potter, tapi tidak ada kalimat yang membosankan. Semua jelas dan menjelaskan foreshadowing. Ditambah kemajuan hubungan Robin dan Strike dengan pengakuan Strike setelah Charlotte tiada. Akhirnya... Itu yang paling ditunggu pembaca dan mungkin akan jadi ending buku juga. 

Sampai seri berapa kira-kira Strike-Robin ini dibuat oleh penulis? Pastinya akan ada buku kedelapan sebab endingnya menggantung pada sikap Robin. Apakah tebal bukunya akan lebih lagi atau kembali normal? Oh ya, hati-hati bagi yang tak suka LGBTQ, pedofil, dan kejahatan menjijikkan lainnya, sebab deskripsinya cukup detail, agak trigger dan kurang nyaman. Yang seharusnya suci (gereja, orang saleh) malah jadi pusat kekejian macam Epstein.

Cocok dibaca bagi yang suka duet Strike-Robin, fiksi CTM, sekte sesat.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

09 September, 2026

[Review buku] It's in his kiss

Judul: It's in his kiss
Penulis: Julia Quinn
Penerbit: GPU
Dimensi: 440 hal, cetakan pertama Oktober 2010, edisi digital ipusnas/ijak
ISBN: 9786020608082

Hyacinth masuk ke tahun ketiga debutnya, namun lamaran yang datang kian menurun hingga tidak ada tahun ini. Tentu ia sangat ingin menikah, namun kecerdasan dan sikapnya yang begitu percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri membuat para lelaki tidak yakin menjadikannya istri. Sementara itu, Gareth St. Clair yang terkenal dengan ketidakseriusannya dan tidak pernah mendekati wanita baik-baik kerap muncul sebagai cucu kesayangan yang baik Lady Danbury. Rutinitas membaca buku di Selasa siang mempertemukan Hyacinth dan Gareth. Terlebih saat mereka berdua mencoba memecahkan teka-teki yang ada di surat Isabella, nenek Gareth dari pihak ayahnya, yang berbahasa Italia. Mereka ternyata cukup kompak dan saling melengkapi. Akankah mereka bersatu dalam pernikahan?

Waah, sampai juga di romansa cewek bungsu Bridgerton ini. Di mana sekitarnya mulai menua dan sedikit tokoh yang kukenal dari kisah-kisah sebelumnya. Sebab rumah mulai sepi dan semua sibuk dengan keluarganya. Meski begitu, jangan ragukan hubungan keluarga mereka. Tetap so sweet. Saling menjaga, peduli, dan memandang positif tiap orang dengan kekhasannya.

Mengikuti serial ini, saya merasa seiring perkembangan waktu dari Daphne yang pertama menikah hingga Hyacinth, pergeseran nilai malu mulai terasa. Bisa dibilang kali ini banyak sekali adegan dewasa dan terlarang sebelum menikah. Mungkin penulis juga menyesuaikan dengan zaman dan nilai yang luntur di sana. Bagi yang membaca series ini dari awal pasti tahu betapa membingungkannya hubungan suami istri bagi para wanita dan kikuknya ibu mereka menjelaskan. Di Hyacinth, ada sedikit tapi dia belajar langsung lewat lelaki, bukan cerita atau ibu.

Cocok dibaca bagi yang suka historical romance terutama anak terakhir Bridgerton (Hyacinth).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

08 September, 2026

[Review buku] The blanket cats


Judul: The blanket cats
Penulis: Kiyoshi Shigematsu
Penerbit: Pastel books
Dimensi: 320 hal, cetakan pertama Mei 2026
ISBN: 9786235866550

Buku ini berisi tujuh kisah berbeda antara penyewa kucing dan kucing yang disewa. Berlatar belakang Tokyo, terdapat sebuah toko penyewaan kucing bernama The Blanket Cats, sebab tiap kucing memiliki selimut khusus yang harus disertakan saat dipinjam dan dikembalikan. Hal itu dimaksudkan agar para kucing nyaman saat tidur ditemani selimut yang selalu ada, meski tempat dan majikannya berganti-ganti. Maksimal peminjaman 3 hari dengan aturan khusus seperti makanan yang diberikan harus dari toko, tidak sembarangan.

Awal tertarik meminjam buku ini sebab covernya yang menarik. Rasanya seperti heartwarming, ditambah pernyataan International best seller. Namun setelah membaca, saya tidak dapat kesan heartwarming itu. Bahkan semuanya datar dan tidak berkesan. Mengecewakan. Entah memang gaya penulisan aslinya seperti ini, atau terjemahannya yang membuat saya tidak menangkap hal esensial dari tiap kisah. Endingnya gantung dan terbuka sehingga bisa diinterpretasikan bebas oleh pembaca. Sempat saya berharap ada penjelasan dari manajer tokoh atau sudut pandang si kucing dengan misi rahasia. Ternyata tidak.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi slice of life bertemakan kucing.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku 

07 September, 2026

[Review buku] Randu


Judul: Randu
Penulis: Evelyn Fania
Penerbit: Haru
Dimensi: 136 hal, cetakan pertama Juni 2026
ISBN: 9786235467467

Arjanti terpaksa kembali ke rumah neneknya di desa sebab utang suaminya, Irwan, yang banyak membuat mereka dikejar rentenir. Padahal ia tengah hamil tua dan sebuah mitos puluhan tahun di desanya meyakini bahwa wanita hamil harus keluar dari desa. Bila itu tidak dilakukan, maka ia akan keguguran sebab ada setan pemakan bayi berwujud nenek-nenek berjarik merah akibat darah. Hingga ditemukan puluhan tengkorak bayi di bawah pohon randu di depan rumah neneknya. Benarkah mitos itu? Berhasilkah Arjanti melewati persalinannya dan memastikan bayinya hidup? Adakah rahasia yang tersembunyi di desa neneknya itu?

Alurnya dari awal sudah mencekam dan page turner bagiku. Meski dikisahkan dari banyak PoV (Arjanti, Clara, Irwan, Ayu, dan Widarí) tapi semua saling melengkapi. Masing-masing tokoh memiliki perjuangan dan kisah kelamnya. Tanpa direncanakan, ulah mereka seperti sebuah teror yang dilakukan satu orang dan penegas mitos. Padahal manusia dengan penyakit di hatinya jauh lebih menyeramkan daripada setan. Itulah insight yang saya dapatkan selesai membaca novel ini.

Apalagi pernyataan Arjanti tentang dirinya sebagai istri yang tidak beda dengan hewan tunggangan (hal. 21) membuat saya sedih. Semoga tidak banyak perempuan Indonesia yang berpikir membenarkan stereotipe seperti itu. Diri perempuan itu berharga apalagi saat ia berperan sebagai istri dan ibu. Tokoh Irwan yang red flag ini menyebalkan sekali. Harusnya dia saja yang mati, bukan anaknya!

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi iyamisu (eksplorasi sisi kelam manusia) dikaitkan dengan mitos setempat.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku


05 September, 2026

[Review buku] Jika kucing lenyap dari dunia


Judul: Jika kucing lenyap dari dunia
Penulis: Genki Kawamura
Penerbit: Baca
Dimensi: 258 hal, cetakan XI November  2025
ISBN: 9786026486431

Aku--seorang lelaki berusia 30 tahunan yang bekerja sebagai tukang pos dan tidak memiliki banyak teman--divonis kanker otak stadium akhir. Apa yang harus aku lakukan menjelang kematianku? Saat kebingungan, muncul Iblis yang berwujud dirinya dalam kebalikan, memakai kaus Aloha yang ceria. Iblis menawarkan perjanjian untuk memperpanjang usianya dengan syarat menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi setiap harinya. Maukah ia menerima perjanjian itu? Berapa lama dan berapa benda yang akan dihilangkan? Benda apa sajakah yang akan ia pilih?

Novel ini termasuk kategori novel refleksi ringan dari bahasa dan cerita namun memiliki makna dalam dan berat bagiku. Awalnya terasa biasa saja, keseharian yang digambarkan mengenai tokoh Aku rasanya relate dan relevan dengan kehidupan banyak orang. Namun mulai menjadi pertanyaan tentang bagaiman kita menjalani hidup ini, apakah sudah benar-benar baik? Ataukah itu hanya dari sudut pandang kita sendiri?

Kembali pada makna keluarga dan hidup itu sendiri yang menjadi berharga saat kita tahu akan berakhir dengan segera. Dibagi menjadi per hari dengan tiap benda serta dampak dari pemusnahannya di dunia, kukira akan langsung menuju pada lenyapnya kucing di dunia seperti judulnya. Ternyata tidak. Malah, melalui sang kucing, tokoh Aku menemukan lagi kisah lama yang terkubur dalam ingatan dan membuatnya menyadari beberapa hal.

Endingnya, aku tak menyangka aku menangis di bagian surat pendek dari sang ibu. Pantas saja, buku ini sampai cetak ulang berkali-kali sebab memang bagus. Namun tidak kuberi rating sempurna sebab awalan rasanya memang biasa saja, terjemahannya beberapa kali kuràng nyaman/membingungkan, serta endingnya antiklimaks terbuka. Jadi tidak tahu bagaimana akhirnya, apakah tokoh Aku berhasil memperbaiki hubungan dengan ayahnya? Berapa lama waktu yang dimiliki hingga ia mati?

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi ringan dan reflektif tentang makna hidup serta keluarga.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

[Review buku] To Sir Phillip with love


Judul: To Sir Phillip with love
Penulis: Julia Quinn
Penerbit: GPU
Dimensi: 448 hal, cetakan pertama 2010
ISBN: 9789792259070

Berawal dari korespondensi ucapan duka Eloise terhadap kematian Marina, istri Phillip, mereka merasa nyaman bercerita melalui surat. Hingga tak terasa setahun berlalu, membuat Phillip berani meminta Eloise datang ke Romney Hall, rumahnya, untuk prospek menikah dan menjadi ibu kedua anak kembarnya. Eloise yang tengah galau dengan pilihan hidupnya menjadi perawan tua di usia 28 tahun, menganggap undangan serta lamaran itu sebagai sebuah kesempatan. Ia kabur di tengah pesta dansa tanpa memberitahu keluarganya dan membawa pendamping. Akankah kisah ini berakhir baik atau malah menghancurkan reputasinya sebagai keluarga bangsawan Bridgerton?

Berawal dari 4 season seriesnya yang memanjakan mata saya dengan setting lampau kerajaan dan baju-baju princess, ternyata saya suka karakter keluarga Bridgerton yang cukup berbeda nilai pada zamannya. Terutama karakter Eloise, seorang wanita cerdas, gemar baca buku, tak mau tunduk pada aturan yang merendahkan wanita, keras kepala, kuat kemauan, oh sounds familiar! Itulah yang membuat saya membaca buku ini. Kedekatan karakter Eloise membuat saya penasaran pada kisah romansanya. Bisakah ia menemukan cinta yang setara dan menghargainya? 

Bersyukur pula bahwa saya menonton filmnya duluan, sehingga memudahkan saya membayangkan gesture dan wajah Eloise, Phillip, Marina, dan keluarga Bridgerton lainnya. Sepanjang membaca, ekspresi saya berubah-ubah dan seperti sedang menonton filmnya. Saya terharu dengan protektifnya 4 lelaki Bridgerton yang melindungi saudarinya. Kekeluargaan yang berisik, kacau, tapi saling memahami dan melindungi, selalu ada untukmu. I love Bridgerton!

Cocok dibaca bagi yang suka historical romance bersetting kerajaan di London dan penasaran kisah anak kelima Bridgerton (Eloise).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

30 August, 2026

[Review buku] The silent patient


Judul: The silent patient
Penulis: Alex Michaelides
Penerbit: GPU
Dimensi: 400 hal, cetakan pertama 2019
ISBN: 9786020633909

Alicia Berenson ditemukan dalam keadaan berdua dengan Gabriel, suaminya di rumah. Senjata api di lantai, sementara Gabriel terikat di kursi dan wajahnya hancur oleh 5 tembakan. Tidak ada saksi, dan Alicia membisu. Ia tidak membela diri ketika ditahan, disidang, hingga dinyatakan mengalami gangguan mental. Satu-satunya hal yang ia tinggalkan selain suaranya, adalah sebuah lukisan potret dirinya dengan judul Alcestis. Kisah tragedi Yunani tentang istri yang mengorbankan diri demi suaminya, lalu hidup kembali dan membisu selamanya. Apa maksud lukisan itu? Benarkah Alicia yang membunuh Gabriel, padahal mereka pasangan bahagia yang saling mencintai? Adakah cara membuat Alicia bicara kembali dan bercerita tentang malam pembunuhan itu?

Buku ini sempat beredar sebab review bookstagram yang kuikuti dan hampir semuanya menyatakan kesal. Akhirnya aku mengerti mengapa mereka kesal haha. Sebab plot twist yang dimainkan seorang psikoterapis bernama Theo Faber. Alur maju mundur adalah kunci memahami misteri serta motif sebenarnya. Bila tidak bersabar akan detail yang dipaparkan, pastinya cerita ini akan terasa membosankan. Tapi saya justru tertarik dengan istilah psikoterapis dan praktiknya yang menyerap emosi pasien dan memantulkannya seperti cermin. Juga cara menggali masa kecil serta dampak besar dalam kehidupan pernikahan seseorang. Justru banyak belajar tentang kesehatan mental (lagi-lagi!) di fiksi ini.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM, psikoterapis, dan kaitan masa kecil dengan kehidupan pernikahan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

26 August, 2026

[Review buku] Petaka keluarga Inugami


Judul: Petaka keluarga Inugami
Penulis: Seishi Yokomizo
Penerbit: GPU
Dimensi: 376 hal, cetakan pertama 2024
ISBN: 9786020677866

Pada tahun 1940an, Sahei, pemimpin keluarga Inugami meninggal di usia 80 tahun dan berwasiat. Isi wasiat itu sungguh aneh dan membuat keluarga kaya raya namun miskin cinta itu makin dendam dan tidak harmonis. Kosuke Kindaichi yang awalnya tidak menanggapi serius surat kliennya terkait wasiat Sahei itu, akhirnya terlibat sebab kematian tidak wajar klien yang belum sempat ditemuinya. Semakin ia mengenali anggota keluarga Inugami, semakin ia menemukan banyak rahasia gelap, kejam, dan ketidakjelasan identitas yang membuat terjadinya 4 pembunuhan. Siapa pelakunya? Apa motifnya? Bagaimana caranya? Adakah kaitannya dengan masa lalu Sahei dan keluarga Nonomiya?

Menarik, bila dibayangkan latar tahun 1940 saat Perang Dunia melanda sehingga kejadian pertukaran identitas lumrah. Namun mengejutkan bila isu LGBT yang diangkat bahkan menjijikkan bagi saya membayangkan Daini dan istrinya menjalankan praktik terkutuk itu dengan tetap berperan sebagai rohaniwan (penjaga kuil). Tak heran bila hasil perbuatan itu bagai kutukan tak berujung hingga generasi anak cucu. Duh, bahaya zina dan LGBT!

Secara alur dan penokohan, saya selalu suka Kindaichi, meski di buku ini tentang Kakeknya Hajime Kindaichi yang di komik. Sehingga latarnya tentu jauh lebih klasik dibanding komiknya. Saya hanya berpikir, isu LGBT di zaman itu yang begitu ditutupi, sekarang malah mau dilegalkan dan terang-terangan. Betapa beda zaman makin menggerus nilai hidup dan budaya malu ya.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM dan penggemar tokoh Kosuke Kindaichi.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

25 August, 2026

[Review buku] Yang telah lama pergi


Judul: Yang telah lama pergi
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Sabakgrip
Dimensi: 444 hal, cetakan pertama l
ISBN: 9786238829606

Mas'ud adalah ahli pembuat peta (kartografer) di abad 13. Secara turun temurun, bakat itu terwarisi pada anak lelaki di keluarganya. Setelah ayahnya meninggal, Mas'ud bertanggung jawab menyelesaikan peta pulau Swarnadipa (Sumatra), meski harus meninggalkan istrinya yang hamil tua. Dalam perjalanannya, ia terjebak di kapal Remasut, Raja Perompak. Tidak hanya itu, ia pun terlibat dalam misi besar melawan Kerajaan Sriwijaya. Bersama Biksu Tsing, Pembayun, Emishi, Ajwad, serta persatuan perompak, mereka berusaha membalas dendam dan mengembalikan hak-hak rakyat yang dirampas oknum kerajaan. Berhasilkah mereka? Akankah hal-hal baik yang telah lama pergi bisa kembali seperti dulu?

Jangan berekspektasi dari judul ya. Kesannya akan berkisah tentang romansa pria dan wanita, tapi nyatanya novel ini adalah sindiran khas penulis terhadap keadaan negeri tercinta. Meski latar waktunya abad 13, komoditas yang disebut rempah, tapi narasinya sungguh mirip dengan keadaan Pulau Sumatra yang terkena bencana di 2026 ini akibat konsesi lahan. Bahkan di halaman 434 penulis sampai menuliskan nama tokoh yang membuat kita geram haha (geser slide).

So far, buku ini begitu seru dengan aksi dan cerita lebay khas bajak laut. Di awal rasanya kayak adegan film one piece ketika Luffy mengumpulkan timnya. Hanya saja memang di akhir agak antiklimaks sebab penulis berusaha menyadarkan realita oknum akan terus ada hingga kiamat. Mas'ud sendiri meski menjadi PoV utama, nyatanya perannya tidaklah utama. Justru Remasut titik utamanya.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre petualangan, sedikit historis, dan penggemar Tere Liye.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

24 August, 2026

[Review buku] The turn of the key


Judul: The turn of the key
Penulis: Ruth Ware
Penerbit: Noura
Dimensi: 360 hal, cetakan pertama 2019
ISBN: 9786232422810

Rowan Caine, seorang pengasuh anak dijatuhi hukuman mati di Skotlandia karena anak yang diasuhnya jatuh lalu mati dari kamar tempatnya berada. Ia berusaha menjelaskan bahwa bukan ia pelakunya, tetapi polisi dan pengacaranya justru menggiringnya ke hukuman terberat setelah tahu fakta terkait dokumen yang ia berikan. Kehabisan cara, Rowan pun menulis surat pada kuasa hukum terkenal yang sering membela orang yang tampak sulit dibela. Dari surat-surat itu, perlahan kunci kasus mulai terlihat jelas dan membuka tabir penutupnya. Bagaimanakah kejadian sebenarnya? Benarkah Rowan tidak bersalah?

Ini adalah karya keempat penulis yang kubaca dan perlu perjuangan di awal sebab berbentuk surat yang mengulang-ulang sehingga membosankan. Perlahan, saat cerita mulai melibatkan tokoh dan detail rumah dengan teknologi tinggi pada zaman itu (2017) beserta kisah horor pemilik sebelumnya, baru saya merasa penasaran. Sempat baca malam dan thriller berupa teror horornya cukup menegangkan. Tapi saat tahu alasan sebenarnya, siapa Rowan, serta hubungan masa kecilnya, membuat saya terkejut. Apalagi saat memerhatikan latar waktu di surat-surat.

Endingnya cukup membuat saya termenung lama memikirkan keputusan Rowan. Jadi begini, demi melindungi Ellie, atau terprovokasi kalimat Jane di surat? Lalu untuk apa semua surat ini? Ya, kecewa, sedih, dan ingin melaknat bapaknya. Itu kesan kuat setelah membaca.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre misteri dan rumah berteknologi tinggi dengan arsitektur bergaya victoria.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

20 August, 2026

[Review buku] Toko buku kucing hitam

Judul: Toko buku kucing hitam
Penulis: Piergiorgio Pulixi
Penerbit: baca
Dimensi: 300 hal, cetakan pertama 2023
ISBN: 9786238371211

Marzio adalah mantan guru matematika yang peduli pada muridnya hingga terkena kasus setelah memukul orangtua murid yang melakukan kekerasan pada anaknya sendiri. Kehancuran karir itu membawanya pada keputusan membuka toko buku dengan spesialisasi novel misteri bernama Les Chats Noirs (toko buku kucing hitam). Kedatangan dua kucing hitam yang diberi nama Miss Marple dan Poirot menjadi daya tarik toko tersebut di instagram. Juga perkumpulan Detektif Selasa yang pada tahun lalu berhasil membantu polisi memecahkan kasus dingin dari analisis mereka. Kali ini pun mereka diminta memecahkan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan salah satu mantan murid Marzio. Berhasilkah mereka?

Sudah lama saya tidak menemukan buku yang after readnya membekas  dalam seperti buku ini. Pertama, bahasanya ringan. Kedua, semua yang disebut terkait nama penulis CTM, judul karya, kasus di salah satu buku, membuat hati saya bungah seperti diajak kencan ke tempat terindah. Ketiga, awalnya saya benci pada pelaku tapi setelah tahu motif dan siapa, saya malah jatuh iba, villain yang patut dicinta meski perbuatannya tidak benar. Keempat, plot twist di ending yang membuat saya haru dengan hubungan Marzio dan Nunzia. Aaah banyak alasan mencintai buku ini dan berharap benar-benar ada toko buku yang seidealis ini meski pemiliknya agak menyedihkan ketika berbenturan dengan realita. Tapi selalu ada bantuan untuk orang sebaik Marzio.

Kalau pun diminta cari kekurangan, hanya di bagian romansa Marzio dan Angela, tapi mengingat mereka orang Itali, dengan budayanya, jadi menurut saya buku ini perfect.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM ringan (misteri pembunuhan), pengagum Agatha Christie, Edgar Alan Poe, Arthur Conan Doyle, dan penulis misteri tersohor lainnya.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

18 August, 2026

[Review buku] Naoko


Judul: Naoko
Penulis: Keigo Higashino
Penerbit: GPU
Dimensi: 456 hal, cetakan pertama 2026
ISBN: 9786020688930

Pagi yang biasa berubah menjadi bencana bagi Heisuke, saat ia menyaksikan berita tentang bus ski yang ditumpangi Naoko, istrinya dan Monami, putrinya ke Nagano mengalami kecelakaan. Tubuh istrinya ditemukan dalam kondisi melindungi sang putri, sehingga lukanya begitu parah dan meninggal. Sementara putrinya mengalami koma. Namun keanehan terjadi, saat Monami siuman, jiwanya ternyata berisi jiwa Naoko. Semua rahasia suami istri, perkataan, hingga perilakunya mustahil ditiru Monami yang berusia 11 tahun. Bagaimanakah mereka menjalani hidup saat peran ayah-anak dan suami-istri tak jelas batasnya? Adakah yang bisa menjelaskan fenomena ini? Berapa lamakah hal itu akan berlangsung?

Di antara karya sensei yang sudah diterjemahkan ke Indonesia, jujur saja karya ini cukup berbeda dan sederhana. Meski masih di jalur misteri dan tema utamanya: kerasukan/kepribadian ganda, tapi tokoh yang dipilih cukup mengerikan hubungannya. Wajar bila sebagian mual dan berujung DNF membayangkan hubungan suami istri yang bisa dianggap pedofil. Walau begitu, di akhir tetap saja twistnya cukup mengagetkan, sampai saya berharap ada PoV Naoko, seperti novel Memory of Glass karya Akiyoshi Rikako. Di ending itu, justru rasa haru dan sedih melihat kisah cinta Heisuke dan Naoko baru timbul. Dipikir-pikir, Naoko pun punya kebutuhan sebagai istri tapi ia tidak bisa memakai tubuh putrinya sembarangan.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre misteri berupa jiwa yang terperangkap di tubuh manusia lain dan pecinta karya almarhum Keigo Higashino.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

16 August, 2026

[Review buku] The duke and I


Judul: The Duke and I
Penulis: Julia Quinn
Penerbit: GPU
Dimensi: 464 hal, cetakan pertama Januari 2010, edisi digital ipusnas
ISBN: 9789792252149

Sebelum memutuskan membaca buku ini, justru saya sudah menamatkan 4 season series Bridgerton. Sebab penasaran kisah selanjutnya yakni E, F, G, dan H (penamaan khas Bridgerton) maka saya memutuskan membaca bukunya full sembari berharap season 5 segera rilis.

Di buku pertama ini, sesuai season 1. Yakni berpusat pada Daphne dan Simon. Bagaimana mereka berdialog dan membuat strategi agar Daphne dilirik serius oleh para pelamar untuk dijadikan istri, bukan sekadar sahabat menyenangkan, serta Simon aman dari para ibu ambisius yang menawarkan putri-putri mereka untuk dijadikan istri. Awalnya semua tampak sempurna dan win-win solution. Tanpa mereka berdua sadari, cinta perlahan tumbuh dan mereka makin nyaman satu sama lain. Namun, untuk pernikahan apakah benar akan terwujud, sementara Simon memiliki sumpah mati tidak akan menikah akibat penelantaran ayahnya?

Kukira akan bosan dan banyak skip sebab sudah nonton duluan, ternyata justru visualisasi filmnya membantuku membayangkan tiap karakter, adegan, hingga latar lebih kuat dan dialognya lebih menarik. Sedikit perbedaan di film yang kutahu terkait jumlah anak mereka dan jumlah anak Fetherington.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre romance historis kerajaan (masa Raja George & Ratu Charlotte) dan penasaran kisah anak-anak Bridgerton.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

13 August, 2026

[Review buku] Teka-teki gambar aneh


Judul: Teka-teki gambar aneh
Penulis: Uketsu
Penerbit: GPU
Dimensi: 312 hal, cetakan keenam Mei 2026
ISBN: 9786020687209

Berawal dari 5 gambar yang ditemukan di sebuah blog, Kurihara menemukan kejanggalan dan teka-teki berupa pesan tersembunyi dari wanita yang menggambar. Ternyata keingintahuan itu menuntunnya pada kenyataan mengerikan. Gambar yang dibuat seorang anak kecil pada Hari Ibu dan gambar yang dibuat seorang korban pembunuhan pada saat-saat terakhirnya memiliki hubungan takdir yang berkelindan serta menjadi kunci pemecah kasus pembunuhan yang hampir kadaluarsa.

Page turner abis! Niatnya cuma baca selingan karena lagi baca non fiksi yang serius. Ambil buku ini dan ga bisa berhenti sampai tamat! Cukup 3 jam. Saran jangan baca pas malam atau menjelang tidur sih. Terbayang terus gambar pertama hasil analisis psikolog dan merinding. Apalagi saat lihat gambar pohonnya, saya teringat macam² tafsir tes baum (gambar pohon) yang pernah saya baca. Jadi sebelum dijelaskan, saya udah merinding duluan.

Meski seru banget, tapi saya tidak kasih 5 bintang sebab agak janggal dengan Kurihara yang terobsesi mengetahui kasus dari blog. Berawal dari kecurigaan akan gambar, tapi sampai nyambung ke kasus, kok bisa? Padahal ga disebut tentang Takeshi, Naomi, dan Yuta, hubungan tidak langsung, tapi dari mana dia tahu mereka? Itu aja sih plot hole yang kurasakan. Selebihnya oke banget nih buku, makin kece dibanding buku pertamanya (Teka-teki rumah aneh). Jadi penasaran mau baca buku ketiganya, tapi belum diterjemahkan. Apa baca english versionnya dulu? Hmm...

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM, teka-teki, dan menganalisis psikologi dari gambar.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

10 August, 2026

[Review buku] Natisha


Judul: Natisha
Penulis: Khrisna Pabichara
Penerbit: Javanica
Dimensi: 423 hal, cetakan pertama Mei 2016
ISBN: 9786026799128

Maret 1998, saat Indonesia krisis moneter, Tutu juga mengalami krisis dalam hidupnya. Calon mempelainya, Natisha, diguna-guna dan diculik sahabatnya sendiri, Rangka, yang menganut ilmu parakang. Sebuah ilmu hitam kuno yang membuat penganutnya bisa menghilang, kebal senjata, kaya dan awet muda. Untuk menyempurnakan ilmu itu, Rangka membutuhkan 4 perempuan: 2 pernah melahirkan (kedua istrinya) dan 2 masih perawan (Natisha dan Laila yang ia culik). Tabiat perempuan itu pun harus sesuai 4 unsur alam: air, tanah, api, dan angin. Keistimewaan darah leluhur Tutu dan kelahirannya yang sungsang membuat ia mendapat penglihatan serta bisa memecahkan kode rahasia di lontarak kuno. Ia berpacu dengan waktu, terutama setelah 2 mayat istri Rangka ditemukan. Apakah Natisha selanjutnya? Bisakah Tutu menyelamatkan dan menikahi Natisha?

Awal membaca butuh waktu lama bagiku larut dan memahami konteks. Sebab alurnya maju mundur dan tidak langsung ke titik masalah bahwa Natisha diculik, tapi malah dikabarkan silariang (kawin lari). Apalagi yang banyak dibahas justru kenangan Tutu dan Rangka, porsi Natisha sedikit sekali. Membuat saya bingung mengapa yang menjadi judul malah ga dibahas detail? Baru saat jelas tujuan Rangka untuk ritual Parakang, cerita menjadi menarik. Sejarah serta budaya seperti perbedaan kelas Karaeng, Daeng, dan Aga membuat saya jadi paham betapa istimewanya pernikahan Tutu-Natisha. Banyak hal yang baru saya pahami tentang budaya di Sulawesi. Menariknya pula, naskah ini butuh 11 tahun menjadi buku dan 2 bulan untuk diterbitkan setelah dibaweli istri penulis hehe.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM khas Nusantara, khususnya budaya dan tradisi Sulawei.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

08 August, 2026

[Review buku] Mati, bertahun yang lalu


Judul: Mati, bertahun yang lalu
Penulis: Soe Tjen Marching
Penerbit: GPU
Dimensi: 153 hal, cetakan pertama Oktober 2010
ISBN: 9786020611198

Seorang karyawan klinik bedah plastik tiba-tiba mati di meja kerjanya. Namun, jiwanya masih kembali ke kehidupan. Berkali ia berusaha mati yang sesungguhnya, namun justru ia menemukan beragam kenyataan mengejutkan tentang hidup dan orang-orang di sekitarnya. Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Lebih kurang begitu blurb novel ini. Memikat penggemar CTM sepertiku. Ditambah karya penulis berjudul "Dari dalam kubur" sedang viral saat ini. Maka, saat kutemukan nama penulis di ipusnas, kucoba baca dulu karya sebelumnya agar terbayang gaya penulisan di karya barunya itu. Awalnya aku suka dengan humor satir penulis terhadap situasi dan kondisi sekitar tokoh utama. Lalu perlahan, bergeser kisah ke beberapa kehidupan tokoh lain: Eneas, Ayah, Ibu, Sara, dan Rahma. Mulai agak membingungkan, PoV siapa dan sebenarnya siapakah tokoh "aku" ini? Bagaimana kronologi kematiannya sebenarnya?

Ditambah makin dalam pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang hidup dan mati, tidak seperti ajaran agama umumnya. Gongnya, ada pernyataan bahwa bidadari adalah budak seks di surga (h. 56). Rasanya aku makin tak nyaman. Ya, bagus untuk mempertanyakan eksistensi kita di dunia ini, tapi bila melabrak batas-batas (seperti norma agama, dll) rasanya hanya akan berputar di keterbatasan akal. So, bagiku ini novel yang harus hati-hati dibacanya, tidak untuk semua umur.

Cocok dibaca bagi yang suka berpikir filosofis tentang hidup dan mati, gaya surealis serta satire terhadap beragam hal.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

04 August, 2026

[Review buku] Bedebah di ujung tanduk

Judul: Bedebah di ujung tanduk
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 415 hal, cetakan pertama Oktober 2021
ISBN: 9786239726218

Thomas baru saja menyelesaikan transaksi kawasan yang mengandung plutonium di Bhutan. Ia tidak menyangka bahwa kawasan itu keramat sebab milik Teratai Emas sang penguasa jalur sutra dan kekuatan shadow economy lama. Ia dan pembelinya, J. J. Costello pun menjadi incaran Roh Drukpa XX. Bersama Bujang, Salonga, dan Junior mereka melawan dan bertahan. Hingga bantuan datang dari Ayako, Yuki, Kiko, dan White membuat mereka sadar siapa lawan kali ini. Sejarah yang luput membuat hidup mereka kini di ujung tanduk. Bisakah mereka selamat dari pembalasan Roh Drukpa dan Teratai Emas?

Awal membaca buku ini sungguh berbeda dengan serial aksi sebelumnya. Ketegangan intens serta aksi sejak awal sudah langsung klimaks. Baru agak mereda setelah mereka bertemu Roh Drukpa dan menantang 3 pertandingan. Biasanya, kalau sudah seseru itu, buku akan habis saya baca tidak sampai sehari. Tapi kali ini justru saya agak lama sebab saya tertarik dengan latar tempatnya. Sembari membaca, saya mencari tahu kondisi negara Bhutan yang terkenal sebagai negeri seribu benteng, bentuk dzong, serta pakaian khas mereka. Sungguh menarik dan membuat ingin travelling ke sana. 

Untuk karakter di buku ini, meski Thomas jadi inti konflik, semua terdeskripsi dengan baik. Malah membuat saya jatuh hati pada nilai² dan kehormatan petarung yang para bedebah ini pegang. Padahal bedebah, tapi masih terhormat karena memegang janji dan sadar diri bahwa mereka tidak suci. Semua memiliki kehebatan dan pertumbuhan maksimal, dan saya paling suka kekuatan Ayako dan kisahnya. Meski di ending ada harapan ia tetap hidup. Ya, seperti biasa, penulis membuat ending tanggung untuk berlanjut ke novel berikutnya: TANAH PARA BANDIT. Entah akan selesai di buku keberapa haha.

Cocok dibaca bagi yang suka serial aksi, terutama yang mengikuti kisah Bujang dan Thomas.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

31 July, 2026

[Review buku] Seni merayu Tuhan

Judul: Seni merayu Tuhan
Penulis: Husein Ja'far Al Hadar
Penerbit: Mizan
Dimensi: 228 hal, cetakan XVI Februari 2025
ISBN: 9786024412555

Pada dasarnya, kita dimasukkan ke surga bukan sebab banyaknya pahala yang kita peroleh, melainkan rahmat Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus bisa merayu Tuhan agar Dia mau memberikan rahmatnya pada kita. Buku ini menjelaskan bagaimana dan cara apa saja yang bisa dilakukan dalam rangka merayuNya. Dibagi menjadi 4 bab: beragama dengan cinta (merayu bukan mendikte), beragama dengan keberagaman (memberi solusi bukan menghakimi), beragama dengan akhlak (mengajak bukan mengejek), dan beragama dengan tulus (ikhlas bukan culas).

Bagi saya, gaya bahasanya memang ringan dan mudah, sehingga bisa saya selesaikan dalam waktu 4 jam. Hal yang dibahas pun familier. Hanya yang saya notice adalah, sosok yang banyak disebut penulis di buku ini adalah cicit Rasulullah seperti Ali Zainal Abidin, Muhammad Al Baqir, dan habib-habib lainnya. Apa sebab penulisnya juga habib ya, jadi kekhasannya ya para habaib juga hehe. Font, layout, beberapa tipografi dan ilustrasi juga membuat tampilan buku ini bagus.

Cocok dibaca bagi yang suka islam populer dengan bahasa ringan, humoris dan dakwah pada kaum muda (milenial).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

Text Widget