Pages

03 November, 2026

[Review buku] Dua dini hari


Judul: Dua dini hari
Penulis: Chandra Bientang
Penerbit: Noura
Dimensi: 248 hal, cetakan pertama 2019
ISBN: 9786023859573

Tiga anak jalanan tewas tergantung di flyover Jatinegara. Penyelidikan polisi dimulai dengan ogah-ogahan. Sebab pemikiran mereka sama: untuk apa mengurusi anak jalanan, justru bagus disingkirkan? Namun keesokan hari kembali ada mayat anak jalanan ditemukan. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa sasarannya anak jalanan? Apakah ada konspirasi atau memang cara mengurangi kriminalitas dengan melenyapkan sebagian masalah yang disebabkan para anak jalanan? Bagaimanakah hasil penyelidikan polisi?

Dengan premis dan blurb seperti itu, amat menarik minat saya saat membaca. Namun, setelah menamatkan justru saya merasakan transisi yang kurang halus antar tokoh. Ada perasaan seakan terlalu cepat padahal belum tuntas, juga part yang kayaknya gak perlu ada, seperti tokoh Ali dan cafe kopinya. Justru saya lebih berharap didalami lagi penokohan Kanti, Elang, dan orangtuanya. Sebab itulah yang jadi kunci klimaks buku ini.

Endingnya cukup menyebalkan, meski tidak digambarkan detail dan ya gitu aja. Meski begitu, saya masih penasaran dengan karya penulis lainnya. Apakah akan lebih seru, sebab ini baru karya pertamanya yang saya baca.

Cocok dibaca bagi yang suka genre CTM, kasus kepolisian dan kematian anak jalanan.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

02 November, 2026

[Review buku] Witch bakery


Judul: Witch bakery
Penulis: Han Su-in
Penerbit: baca
Dimensi: 220 hal, cetakan I Oktober 2025
ISBN: 9786238371495

Lala yang butuh pekerjaan paruh waktu demi melunasi biaya praktik lapangan segera menerima tawaran menjadi asisten toko roti Manyeo. Meski job desc dan perjanjiannya sedikit aneh, tapi upah dan jam kerja yang bagus membuat Lala merasa yakin. Ternyata toko roti itu bukan toko biasa, melainkan toko pengantar jiwa hewan sebelum menuju dunia bawah. Ragam arwah hewan datang dan memiliki harapan mewujudkan keinginan terakhir dengan pemilik sebelumnya. Bersama Manyeo dan Jaerong (kucing berpita hitam), Lala berusaha mewujudkan itu semua sebelum habis masanya, yakni 7 hari. Berhasilkah Lala? Adakah hambatan atau kegagalan yang dialami?

Tertarik pada blurbnya dan judul tentang toko, saya memilih meminjam buku ini dari perpustakaan. Sebab biasanya perpaduan blurb dan judul serupa berhasil bikin heartwarming. Namun kali ini justru saya merasa serba nanggung. Sempat ada rasa, wah mulai mengharukan nih, eh tahunya ganti adegan atau tokoh. Jadi transisinya menurut saya kurang smooth bahkan kadang membingungkan. Entah terjemahannya atau memang gaya penulisnya begitu. Tidak ada yang terlalu berkesan setelah membacanya. Hanya merasa "Oh gitu." dan sudah cukup. Tamat.

Cocok dibaca bagi yang suka genre fantasi, K-lit, dan tentang toko roti pengantar jiwa.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

31 October, 2026

[Review buku] Six of crows


Judul: Six of crows
Penulis: Leigh Bardugo
Penerbit: POP
Dimensi: 620 hal, cetakan kedelapan April 2022
ISBN: 9786024810658

Kaz Brekker, bajingan ulung berjuluk Tangan Kotor di Ketterdam mendapat tawaran mahal namun berujung maut. Misi menembus majelis es dan mengeluarkan seorang tawanan dari penjara Fjerda bagai mengantarkan nyawa. Namun upah yang bahkan dibagi enam masih bisa membeli kebebasan dan masa depannya sebagai orang buangan, membuat Kaz menerima dan mulai mengumpulkan tim yang segila dirinya. Ada Inej, siluman kepercayaan Kaz; Jesper, penembak ulung; Nina, grisha pengoyak jantung; Matthias, druskele Fjerda yang dendam pada Nina; dan Wylan, anak petinggi yang kabur dari ayahnya. Bila bekerja sama besar kemungkinan misi berhasil. Masalahnya mereka berenam pun memiliki dendam dan motif pribadi. Bisakah mereka bersatu dan berhasil? Atau malah terbunuh sebelum memulai?

Berat sekali untuk masuk ke dalam grishaverse penulis ini. Nama yang tidak biasa, dunia imaji yang baru, ditambah mungkin usia dan genre bacaan saya yang sudah jarang ke fantasi, sehingga butuh beberapa kali jeda dan berganti buku lain. Namun setelah pertengahan (halaman 300an) baru saya mulai memahami kota, bahasa, dan keunikan para grisha. Sayangnya, saya juga baru tahu bahwa buku ini berseri. Sehingga endingnya menyebalkan sebab harus segera baca lanjutannya. Memang hanya 2 buku khusus seri ini. Sayangnya, yang meminjamkan saya buku ini pun tidak memiliki buku lanjutannya haha.

Secara alur dan bahasa cukup mudah, hanya memang detail dan pengenalan membuat agak bosan. Tapi bisa dimaklumi sebab ini buku pertama, sehingga konflik memang tidak terlalu tajam, melainkan fokus penokohan. Semoga saja buku keduanya lebih seru dengan klimaks yang diharapkan.

Cocok dibaca bagi yang suka genre fantasi, series (ada 2 buku), dan tertarik dengan kehebatan grisha.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

29 October, 2026

[Review buku] ada nama yang abadi si hati tapi tak bisa dinikahi


Judul: ada nama yang abadi di hati tapi tak bisa dinikahi
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Grasindo
Dimensi: 170 hal, cetakan VII Februari 2025
ISBN: 9786020524047

Saya mendapatkan buku ini dari giveaway penulis di instagram. Tidak tahu kalau buku puisi, tapi judulnya mengena di hati. Saat mulai membaca saya tertarik melihat tampilannya, hardcover, dan foto samping kertas hitam dan putih. Saat dibuka, kertas yang hitam ternyata berwarna-warni, berilustrasi, dan isinya ragam puisi. 

Diksi yang dipakai sederhana, berima a-b-a-b atau a-a-b-b, tapi pas banget. Mungkin sebab saya suka narasi, justru saya jatuh hati dengan kata-kata di lembaran kertas putih. Banyak yang jleb bagi saya. Beberapa bahkan pernah saya baca langsung di buku lain, seperti kutipan dee, b.j. habibie, serta perumpamaan bibtang dan matahari (kalau gak salah di buku chicken soup dan rumah tangga islam gitu).

Entah ya, seiring bertambah usia, saya makin suka buku berjenis ini. Pilihan kata tidak padat tapi kuat, berwarna, ilustrasi menguatkan makna, serta jilid hardcover. Apakah melankolia menuju usia senja? Haha... Kepala empat aja belum, tapi gitu deh rasanya.

Cocok dibaca bagi yang suka puisi, diksi berima, sedang reading slump, atau ingin memanjakan mata dengan warna dan ilustrasi.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

28 October, 2026

[Review buku] The good neighbor


Judul: The good neighbor
Penulis: Ilham Mahendra
Penerbit: Noura
Dimensi: 368 hal, cetakan pertama Juni 2019
ISBN: 9786023858897

Seorang gadis ditemukan terkubur oleh seekor anjing di sebuah tanah kosong komplek Parkville. Saat diidentifikasi, mayat itu adalah Annisa yang telah hilang beberapa pekan dan rumahnya tidak jauh dari area penemuan mayat. Siapakah pembunuhnya? Apa motifnya? Bagaimana karakter korban semasa hidup? Apa saja alibi penghuni Parkville saat terakhir kali Annisa terlihat?

Dengan gaya interogasi ala polisi, cerita dari 13 PoV diurai. Setelahnya ada PoV korban dan flash back ke waktu menjelang kematian. Menarik dari alur dan bahasanya. Twist dan ending juga bagus. Namun saya setuju dengan review di goodreads yang kesal dengan unsur polisi yang tak ada fungsi di sini. Apakah memang penulis sengaja membawa isu tersebut atau harusnya dihilangkan saja tokoh polisinya haha? Sebab tidak seru sekali ketika kasus terpecahkan tanpa adanya kinerja polisi. Satu hal lagi yang mengganggu dan menurut saya ga ada juga gak apa, yaitu pengakuan Ester saat jadi jaksa. 

Kelemahan novel ini memang di karakter yang kurang kuat. Seperti Annisa mengapa dia memiliki sifat seperti itu, kurang didetailkan hubungan pengasuhannya. Akan lebih berkesan bila setiap tindakan dan motif kuat karena karakter tokoh. Insight terpenting: jauhi miras! Parah bapak rudi!

Cocok dibaca bagi yang suka genre CTM terkhusus urban thriller.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

27 October, 2026

[Review buku] Mata di tanah Melus


Judul: Mata di Tanah Melus
Penulis: Okky Madasari
Penerbit: GPU
Dimensi: 192 hal, cetakan pertama 2018, edisi digital epus imigrasi/ipusnas
ISBN: 9786020381329

Matara merasakan keanehan saat Mama mengajaknya pergi berduaan saja ke tanah yang jauh. Meski senang, tapi ia canggung sebab Papa tidak ikut dan hubungannya dengan Mama agak kikuk sebab Mama sibuk menulis dan tidak membolehkannya membaca tulisan Mama. Diawali dengan menabrak sapi dan harus mengganti 20 juta, Mata merasa perjalanannya tidak akan menyenangkan. Saat hendak melakukan ritual meminta izin, tiba-tiba Mata tersesat ke tanah Melus. Mama tidak bisa melihatnya sebab Ema Nain tidak mengizinkan Mata keluar. Bersama Atok, Mata berusaha kembali ke Mama. Ia bertemu dengan kerajaan kupu-kupu dan dewa buaya serta orang jahat dari Bunag dan para pemburu. Bisakah Mata kembali ke Mama dan pulang ke Jakarta?

Novel perdana penulis yang memang diperuntukkan bagi anak-anak. Masih ada seri Mata lainnya. Namun, memang bukan genre saya dan anak-anak belum membaca novel seperti ini, jadi kurang relevan dan seru bagi saya pribadi. Endingnya nanggung dan konflik memang tidak terjelaskan detail apa yang terjadi di keluarga Mata. Setidaknya menambah khasanah bila ada yang bertanya buku middle grade genre fantasi.

Cocok dibaca dari usia 5+, petualangan anak, fantasy.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

24 October, 2026

[Review buku] Ingatkan aku


Judul: Ingatkan aku
Penulis: Fitria NA
Penerbit: Shira Media
Dimensi: 160 hal, cetakan III Juli 2022
ISBN: 9786025921353

Saya membaca dan memiliki buku terbarunya penulis, tapi kurang suka. Sementara saat membaca buku yang ini, banyak kalimat dan gambarnya yang powerful dan saya suka. Tidak heran bila sudah cetak ulang dan jadi best seller. Padahal penerbit yang sama, apakah sebab ukuran, soalnya buku yang ini lebih besar dari buku yang saya baca sebelumnya. I don't know. Rasanya untaian kalimat begitu jujur, reflektif, dan gambar memperkuat makna. Cocok dengan judulnya.

Cocok dibaca bagi yang suka self improvement islami berilustrasi dan berwarna, lagi reading slump atau butuh bacaan sekali duduk.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

23 October, 2026

[Review buku] We were liars


Judul: We were liars
Penulis: E. Lockhart
Penerbit: GPU
Dimensi: 296 hal, cetakan kedua Agustus 2025
ISBN: 9786020684185

Cadence adalah cucu pertama keluarga Sinclair yang kaya, rupawan, dan ternama. Tiap musim panas, ia menghabiskan waktunya bersama keluarga besar Sinclair di pulau pribadi milik kakeknya, Beechwood. Ia sangat dekat dengan para sepupunya, Jhonny, Mirren dan Gat, keponakan kekasih bibinya. Hingga musim panas kelima belas, saat ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan kepalanya sering migrain dan amnesia selektif, dua tahun terlewat tanpa ke Beechwood. Di tahun berikutnya, ia memaksa ke Beechwood guna memulihkan ingatannya. Sesampainya di sana, ingatan-ingatan mulai kembali dan rasanya ada banyak hal janggal. Apa yang sebenarnya terjadi saat ia kecelakaan? Bisakah ia membedakan mana kenyataan dan mana delusi?

Dengan alur maju mundur, penulis mengisahkan bagai mengupas bawang. Perlahan detail dibangun dari satu PoV, Cadence. Sejujurnya, saya sudah bisa menebak akhir saat email-email tak terjawab. Namun belum tahu kronologisnya. Sehingga untuk twist atau suspense terasa kurang greget bagi saya. Bisa jadi, sebab target pembacanya memang remaja atau dewasa awal sehingga konfliknya pun terasa biasa saja bagi saya. Penyebab utamanya kembali pada motif purba: uang. Meski begitu, deskripsi keluarga Sinclair dalam menghadapi duka justru membuat saya bersimpati pada Cadence. Juga clue yang ia bagikan dalam ragam kisah tiga putri atau binatang. Cukup page turner sebab terjemahan bahasanya mudah dan ukuran fontnya tidak terlalu kecil.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi remaja awal bertema keluarga kaya.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

22 October, 2026

[Review buku] Katri


Judul: Katri
Penulis: Adeste Adipriyanti
Penerbit: KPG
Dimensi: 249 hal, cetakan pertama Juni 2025
ISBN: 9786231343833

𝘼𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩.
𝙐𝙨𝙞𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙡𝙚𝙬𝙖𝙩 70 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩.
𝘼𝙣𝙖𝙠𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩.
𝙃𝙞𝙙𝙪𝙥𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙞𝙖-𝙨𝙞𝙖.

Tak disangka, afirmasi yang Katri tulis saat dipenjara dan hampir mati nyata mewujud. Meski ia sempat ragu saat pipinya bolong ditembak usia 18 tahun, atau bisakah ia mengecap usia 25 tahun bila disiksa tanpa ampun dan direndahkan lebih dari hewan tiap harinya. Demi anaknya, ia bertahan. Orangtuanya yang setia menjenguk dan selalu mendukung meski mengasihani pilihan hidupnya juga menjadi obat. Berpindah-pindah penjara dan disebut sebagai orang penting karena suaminya, Agus, yang kabur membuat siksaan terhadap Katri lebih banyak. Padahal tak pernah ia tahu apa yang dilakukan Agus di luar sana dan apa pentingnya. Walau pahit banyak ia cecap, Katri tetap bersyukur bertemu Hendro dan menjalani hidup tanpa ambisi yang muluk.

Sehabis baca buku ini, aku nangis. Memang bukan buku pertama tentang nasib tapol di tahun 1965 dan kacaunya keadaan di semua tempat yang pernah kubaca. Tapi detail dan deskripsi penulis membuat lebih dalam tertancap di hati. Katri bagai simbol perlawanan wanita terhadap tirani dengan bertahan hidup dan meyakini selepas sulit ada bahagia, meski pernah ia baby blues dan depresi. Apalagi saat membaca pertemuan penulis dengan sosok Katri sebenarnya (jadi based on true story), ada banyak hal yang kubayangkan betapa beratnya meski yang diceritakan telah berlalu puluhan tahun. Tahun 1965 di Indonesia tak habis jadi ide cerita sebab banyaknya PoV yang tak terungkap saking kelamnya masa itu.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tentang nasib tapol di tahun 1965 dan apa saja yang dialami.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

21 October, 2026

[Review buku] Dear moon


Judul: Dear moon
Penulis: Zayneb Haleem
Penerbit: Ebury Press
Dimensi: 129 hal, cetakan pertama 2024, hardcover
ISBN: 9781529932447

Menyikapi berita negatif terutama dari dalam negeri, aku menjaga kewarasanku dengan membaca buku yang menentramkan hati. Salah satunya seperti buku ini. Berisi ayat al quran atau quotes pendek yang terinspirasi dari al quran dengan full ilustrasi serta warna cantik seperti lukisan. Melihatnya menenangkan hati di tengah gemuruh dan hidup yang terburu-buru. Rasanya seperti diajak cooling down, balik lagi ke al quran. Mata dimanjakan seperti membayangkan surga, warna-warni yang indah dan kata-kata menguatkan.

Ditambah jilid hardcover dan kertas yang tebal, memberikan sensasi sentuhan yang nyaman. Saat meminjam buku ini di perpus, aku tidak tahu siapa penulisnya, tapi aku mengenal gambarnya. Ternyata benar, itu adalah gambar salah satu akun yang kuikuti di instagram sebab memang indah karyanya. Aku malah baru tahu nama aslinya dan kenyataan bahwa ia juga penulis. Thanks sudah buat karya seindah ini.

Cocok dibaca bagi yang suka buku berilustrasi, full colour, dan inspirasi dari Al Quran.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

Text Widget