Judul: Randu
Penulis: Evelyn Fania
Penerbit: Haru
Dimensi: 136 hal, cetakan pertama Juni 2026
ISBN: 9786235467467
Arjanti terpaksa kembali ke rumah neneknya di desa sebab utang suaminya, Irwan, yang banyak membuat mereka dikejar rentenir. Padahal ia tengah hamil tua dan sebuah mitos puluhan tahun di desanya meyakini bahwa wanita hamil harus keluar dari desa. Bila itu tidak dilakukan, maka ia akan keguguran sebab ada setan pemakan bayi berwujud nenek-nenek berjarik merah akibat darah. Hingga ditemukan puluhan tengkorak bayi di bawah pohon randu di depan rumah neneknya. Benarkah mitos itu? Berhasilkah Arjanti melewati persalinannya dan memastikan bayinya hidup? Adakah rahasia yang tersembunyi di desa neneknya itu?
Alurnya dari awal sudah mencekam dan page turner bagiku. Meski dikisahkan dari banyak PoV (Arjanti, Clara, Irwan, Ayu, dan Widarí) tapi semua saling melengkapi. Masing-masing tokoh memiliki perjuangan dan kisah kelamnya. Tanpa direncanakan, ulah mereka seperti sebuah teror yang dilakukan satu orang dan penegas mitos. Padahal manusia dengan penyakit di hatinya jauh lebih menyeramkan daripada setan. Itulah insight yang saya dapatkan selesai membaca novel ini.
Apalagi pernyataan Arjanti tentang dirinya sebagai istri yang tidak beda dengan hewan tunggangan (hal. 21) membuat saya sedih. Semoga tidak banyak perempuan Indonesia yang berpikir membenarkan stereotipe seperti itu. Diri perempuan itu berharga apalagi saat ia berperan sebagai istri dan ibu. Tokoh Irwan yang red flag ini menyebalkan sekali. Harusnya dia saja yang mati, bukan anaknya!
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi iyamisu (eksplorasi sisi kelam manusia) dikaitkan dengan mitos setempat.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku