Judul: Dua dini hari
Penulis: Chandra Bientang
Penerbit: Noura
Dimensi: 248 hal, cetakan pertama 2019
ISBN: 9786023859573
Tiga anak jalanan tewas tergantung di flyover Jatinegara. Penyelidikan polisi dimulai dengan ogah-ogahan. Sebab pemikiran mereka sama: untuk apa mengurusi anak jalanan, justru bagus disingkirkan? Namun keesokan hari kembali ada mayat anak jalanan ditemukan. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa sasarannya anak jalanan? Apakah ada konspirasi atau memang cara mengurangi kriminalitas dengan melenyapkan sebagian masalah yang disebabkan para anak jalanan? Bagaimanakah hasil penyelidikan polisi?
Dengan premis dan blurb seperti itu, amat menarik minat saya saat membaca. Namun, setelah menamatkan justru saya merasakan transisi yang kurang halus antar tokoh. Ada perasaan seakan terlalu cepat padahal belum tuntas, juga part yang kayaknya gak perlu ada, seperti tokoh Ali dan cafe kopinya. Justru saya lebih berharap didalami lagi penokohan Kanti, Elang, dan orangtuanya. Sebab itulah yang jadi kunci klimaks buku ini.
Endingnya cukup menyebalkan, meski tidak digambarkan detail dan ya gitu aja. Meski begitu, saya masih penasaran dengan karya penulis lainnya. Apakah akan lebih seru, sebab ini baru karya pertamanya yang saya baca.
Cocok dibaca bagi yang suka genre CTM, kasus kepolisian dan kematian anak jalanan.
Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku