Judul: Perempuan bersampur merah
Penulis: Intan Andaru
Penerbit: GPU
Dimensi: 216 hal, cetakan pertama 2019, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020621951
Sejak tragedi pembunuhan Bapaknya yang dituduh dukun santet tahun 1998, Sari menjalani hidup dengan menyimpan banyak tanya dan daftar nama. Ia meminta tolong pada sahabatnya, Ahmad dan Rama untuk mengumpulkan informasi orang-orang yang ada di daftar itu. Waktu berlalu, kesedihan akan kehilangan Bapak mengantarkan Sari menjadi penari gandrung. Ragam hal mistis terkait tradisi gandrung ia pelajari dari Mak Rebyak dan Mbak Nena. Seperti keistimewaan sampur merah yang dimilikinya dari Mbak Nena. Namun pertanyaan seumur hidupnya tentang Bapak baru terjawab saat ia ingin memulai hidup bersama Rama. Alasan tidak adil yang terjadi bersamaan di penjuru negeri, hanya sebab hasutan iri seseorang adalah penyebab Bapaknya yang baik dibunuh. Semua kembali pada tahun 1998 kelam itu. Siapakah penghasutnya? Apa alasan Bapaknya dibunuh? Mengapa tahun 1998 begitu kelam di Banyuwangi dan negeri ini?
Alur maju mundur dengan bahasa yang sederhana dan terasa akrab dengan jawa khas banyuwangi membuat buku ini tidak membosankan. Bahkan beberapa tradisi yang mulai terlupakan, dijelaskan melalui alur hidup tokoh utama. Seperti puasa hari weton (lahir), ganti nama sebab sakit-sakitan, dan hitung-hitungan ala Jawa. Dibalut isu sosial di pedesaan serta politik yang memanas di tahun 1998, menjelaskan pula dampaknya pada kesenian, utamanya tari gandrung. Kesedihan Sari dan ketegaran ibunya membuat cerita menjadi istimewa. Mereka yang bertahan meski tersakiti di tanah kelahiran, mencoba berdamai meski peluang keberhasilan saat pindah terbuka lebar, menjadi bentuk cinta dan benci pada hal yang melekat (rumah, tanah, sejarah). Saya suka cara penulis mendeskripsikan budaya/tradisi yang detail dengan bahasa sederhana sehingga tertarik membaca karya penulis lainnya.
Cocok untuk kamu yang suka romance dengan isu lokal dan sosial sejarah tentang negeri ini.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
@metamorfillah X @temanipusnas
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

