Pages

10 March, 2026

Kapan harus bertahan dan kapan harus bercerai?

MEMBLUDAKNYA KASUS PERCERAIAN SAAT RAMADAN: KAPAN HARUS BERTAHAN DAN KAPAN HARUS BERCERAI?

Meta morfillah

Sejak 26 Februari 2026 viral membludaknya pemohon cerai talak dan cerai gugat di Pengadilan Agama Surabaya. Suasana ramadan ternyata tak mampu meredam konflik yang dialami tiap pasangan, meski ada penumpukan administrasi juga sebab libur panjang imlek (https://www.detik.com/jatim/berita/d-8380625/ratusan-pemohon-cerai-tiap-hari-padati-pa-surabaya-saat-ramadan). Ibadah terpanjang seumur hidup manusia ini ternyata memang tak mudah dijalani. Lalu bagaimana cara mengetahui kapan kita harus bercerai dan kapan kita harus berpisah? Kapan kita harus memaafkan kesalahan berulang pasangan dan kapan harus memilih cukup?

Menyimak kajian Ustad Rifky Ja'far Abu Thalib tentang Kitab berjudul Tata cara Rasulullah menyelesaikan masalah-masalah rumah tangga ada lima pertimbangan sebelum memutuskan berpisah, yaitu:

1. Rumah tanggaku untuk ibadah
Apakah bila masih bersama, keluarga/pasangan kita bisa menjadi wasilah ibadah kita lebih baik atau malah jadi tidak bisa fokus beribadah? Meski ibadah yang dijalani tidak selalu menyenangkan jiwa, sebab Rasul bersabda bahwa surga memang diliputi oleh hal-hal yang tak disukai jiwa. Saat kita menjadikan rumah tangga kita untuk beribadah pada Allah, Allah tidak akan melepaskan. Allah akan menurunkan bantuan, membimbing ke arah kebaikan. Maka saat berumah tangga tidak ada tolong menolong dalam kebaikan, tidak membuat kita mendulang pahala, malah menambah dosa, boleh kita pertimbangkan untuk berpisah.

2. Rumah tanggaku adalah sarana menggapai ridha Allah
Bisa jadi seorang istri mendapatkan ridha dari Allah ketika dia memahami kesalahan berulang suaminya, dan sebaliknya. Sebab ia sadar yang dinikahinya adalah manusia biasa, ia ridha dengan kelemahannya, maka Allah pun ridha padanya. Saat Allah mencintai seorang hamba, Allah akan mengujinya dari yang dicintainya. Maka bisa jadi pasangan dan anak menjadi ujian untuk kita. Ridha di awal saat ujian menimpa adalah tanda kita masih bisa mempertahankan pernikahan. Bila tidak ridha, maka bisa dipikirkan untuk berpisah.

3. Kesabaran dalam rumah tangga mengantarkan pada surga
Kalau memang dengan sabar kita mendapatkan surga, lalu mengapa kita memilih tidak bersabar? Pertanyaannya, sampai kapan kita harus bersabar menerima kesalahan pasangan? Sampai mana kita harus bertahan dengan luka yang diberi? Jawabannya tergantung kekuatan kita bersabar menghadapi mereka. Tenang saja, kemenangan selalu menemani orang yang bersabar. Hasil kesabaran kita selain surga, bisa jadi Allah turunkan dengan perubahan sifat pasangan, kebahagiaan dengan anak, dan lainnya. Selama kita masih yakin bahwa kesabaran kita akan berbuah manis, maka pertahankan. Bila tidak, maka pertimbangkan untuk berpisah.

4. Sejauh husnudzan (prasangka baik) kita pada pasangan
Bila memang pasangan melakukan dosa besar dan kita tidak salah saat meminta cerai, tapi kita masih bisa berhusnudzan (berprasangka baik) padanya, maka pertahankan. Namun bila ikhtiar sudah dilakukan, dimaafkan berulang kali, hingga akhirnya kita tak bisa lagi berhusnudzan pada pasangan, malah banyak su'udzan (berprasangka buruk), maka itu pertimbangan untuk berpisah.

5. Musyawarah
Pilih 2 penengah, 1 dari pihak suami dan 1 dari pihak istri. Atau pilih 1 orang yang netral (bukan dari pihak suami atau istri), seperti psikolog, ustad, orang yang memiliki kapasitas keilmuan dan adil. Keduanya pun harus tulus ingin memperbaiki, agar Allah mudahkan kebaikan pada keduanya.

Apabila kelima pertimbangan itu sudah kita jalani, apa pun hasilnya semoga terbaik dan kita ridha pada ketentuan Allah. Sebab kita sudah mengikuti petunjuk dari yang paling mengerti diri ini: Pencipta kita.

Wallahua'lam bishshawwab.

[Review buku] The Infinite Quest

Judul: The Infinite Quest (kasus 2 Sugi & Laura)
Penulis: Fino Y. K.
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 41 bab epub, cetakan pertama 2022, edisi digital RBK
ISBN: 9786230037016

Berawal dari pencarian Gading, sepupunya yang kabur dari rumah, Laura justru mengendus hal besar di baliknya. Bersama Sugi, ia menemukan hal janggal terkait hilangnya beberapa gelandangan di Jakarta dan plat palsu mobil Satpol PP. Saat ditelusuri, jejak itu mengarah pada pengusaha besar di Indonesia bernama Artawan Narpati. Demi menggali lebih jauh, Laura pun menyamar dan berusaha menarik perhatian Artawan. Apa sebenarnya hal yang disembunyikan Artawan terkait hilangnya para gelandangan di Jakarta? Di mana dan untuk apa mereka diculik?

Kasus duet kedua Sugi dan Laura yang saya baca. Kembali mengobati rindu pasangan detektif polisi seperti karya Robert Galbraith (Strike). Namun untuk konflik serta ending memang masih belum begitu kuat, sehingga rasanya biasa saja. Menariknya di bab terakhir diberitahu siapa itu The Master yang ternyata terkait dengan Damarjati, ayahnya Artawan. Mirip ending squid game season 1. Untuk cover entah mengapa saya tidak nyambung, sebab tidak ada kaitan ular di novel ini, mengapa malah itu yang ditampilkan? Kenapa bukan kucing? Agak terganggu dengan pikiran ini hehe.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, polisi, dan kasus Sugi-Laura.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

07 March, 2026

[Review buku] Hingga ujung cakrawala



Judul: Hingga ujung cakrawala
Penulis: Titi Sanaria
Penerbit: GPU
Dimensi: 376 hal/36 bab epub, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786020670034

Anjani tidak memiliki waktu memikirkan asmara sebab waktunya tersita memikirkan kesehatan ibunya, uang sekolah Rayan, dan kebutuhan sehari-hari. Maka saat kedua sahabatnya, Alita dan Kiera, tertarik melihat Dhyas dan 3 temannya di cafe, ia tidak menoleh sedikit pun. Hal itu justru menjadi daya tarik yang membuat Dhyas mengingat wajahnya. Saat bertemu kembali, ketertarikan itu berkembang menjadi rasa nyaman dan berlanjut ke hubungan serius. Sayangnya, latar belakang keluarga yang jauh berbeda, terutama status ekonomi membuat ibu Dhyas tidak menyetujui hubungan mereka. Bisakah mereka meyakinkan sang ibu dan lanjut ke pernikahan atau justru harus kandas meski saling cinta?

Baru kali ini saya membaca romance yang realistis dan banyak menyuarakan pikiran pembaca. Meski tetap happy ending, tapi prosesnya alamiah sebagaimana kehidupan nyata. Hal menarik justru di persahabatan ala lelaki dan perempuan. Itu part paling seru, tektok candaannya khas banget memang. Meski sedikit, tapi hubungan sedalam itu mahal. Penulis bisa mendeskripsikan perbedaan karakter yang saling menguatkan bukan bermusuhan.

Cocok dibaca bagi yang suka romance dengan karakter dewasa dan realistis.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

03 March, 2026

[Review buku] Rumah lebah



Judul: Rumah lebah
Penulis: Ruwi Meita
Penerbit: Bhuana Sastra
Dimensi: 16 bab epub, cetakan pertama 2019, edisi digital RBK
ISBN: 9786232164840

Nawai dan Wiyana menyadari bahwa anaknya, Mala bukan gadis biasa. Ia sering membicarakan Abuela yang mengajarkannya bahasa Spanyol, Wilis monster hijau teman mainnya, Tante Ana, dan Satira yang menakutkan. Awalnya mereka itu hanyalah teman imaji, namun seiring usia Mala bertambah ternyata makin melekat dan mengganggu kehidupan sosialnya. Hingga akhirnya mereka memilih pindah ke desa dan homeschooling untuk Mala. Saat terjadi kasus pembunuhan wartawan di dekat rumah, petunjuk mengarah pada keluarga mereka. Kejutan demi kejutan mengungkap sebuah fakta yang memutarbalik kehidupan tenang mereka. Siapakah pelakunya?

Awal membaca saya kira Mala memang indigo dan genre novel ini horor. Namun semakin dikupas, twist yang hadir makin mengarah ke split personality. Terutama saat pertemuan makan Rayhan dan keluarga Winaya. Saya teringat film Banyu Biru yang dibintangi Dian Sastro dengan isu sejenis. Terbayang Nawai seperti itu saat diinterogasi. Potongan masa lalu pemicunya membuat kita bersimpati sebab ia pun mengalami pelecehan parah oleh ayahnya. Trauma mendalam membuatnya melindungi diri. Sayangnya, Mala kecil menanggung beban besar. Penyakit kejiwaan yang tak diobati bisa memicu pada keturunan. Itu yang dispill penulis dengan munculnya Inara. Sedih sekali, lagi-lagi isu keluarga, orangtua yang merusak anak dan generasinya, serta suami yang tak terlalu peduli pada keluhan istri sampai tidak tahu asal usul serta kegiatan istrinya.

Cocok dibaca bagi yang suka misteri, thriller, dan isu split personality.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

Agar yang dicinta tak jadi musuh

AGAR YANG DICINTA TAK JADI MUSUH

Meta morfillah

"Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Saat kutadabburi Al Quran surat At Tagabun ayat 14 ini, sungguh dalam insight yang kudapat. Pasangan dan anak, adalah orang yang paling tahu seluk beluk diri kita. Merekalah saksi utama dan pertama di pengadilan Allah kelak. Bisa jadi citra kita di luar rumah keren, tapi di dalam rumah berbanding terbalik.

Merekalah orang yang kita cinta, kita jaga, tapi justru menjadi ujian terberat. Perbedaan pendapat, pilihan, dan visi hidup bisa membuat mereka malah menjadi musuh utama kita. Bisa jadi pula ragam masalah bersumber dari mereka. Sebagaimana kita lihat di kasus viral belum lama ini, tentang seorang istri yang mengeluarkan pendapatnya di media sosial dan malah membahayakan status beasiswa suaminya sebab dinilai tidak berterima kasih pada negara. Ada pula kasus di mana istri tidak bisa memegang rahasia kantor yang diceritakan suami dan malah mengumbar hingga sang suami dipecat. Banyak pula kisah anak yang menjadi ujian bagi orangtuanya dengan perilaku mereka yang melanggar norma.

Namun sesungguhnya, sebelum mereka menjadi musuh atau ujian bagi kita, Allah telah memberikan petunjuk. Kita diminta berhati-hati dalam tindakan. Lalu bila mereka salah, harus berlapang dada memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni sebab kita pun berharap Allah mengampuni kita kelak. Langkah-langkah tersebut pada akhirnya menuntut kita untuk mengenal pasangan dan anak dengan ilmu agar tidak salah memberi perlakuan. Kita harus tahu bagaimana mereka ingin dicintai dengan cara mereka. Paling utama adalah sikap kita yang juga harus lembut dan sabar.

Sungguh, Allah menguji kita dengan apa yang kita cintai. Sebagaimana Ibrahim diuji dengan cinta pada anak yang telah lama dinanti, yakni Ismail. Allah memintanya untuk menyembelih, semata untuk bukti bahwa tidak ada cinta yang melebihi cinta pada Allah, meskipun itu cinta kepada anak sendiri. Maka, keluarga yang kita jaga dan harapkan masuk surga bersama, tetaplah tidak boleh mengalahkan perintah dan laranganNya.

Di bulan ramadan ini, adalah momen terbaik untuk memupuk cinta kita pada keluarga menuju cinta Allah. Perkuat bonding dengan ibadah bersama, waktu berkualitas saat sahur dan berbuka, serta luaskan lagi kesabaran. Semoga kita tidak menjadi musuh bagi yang dicinta.

01 March, 2026

[Review buku] After all this time



Judul: After all this time
Penulis: Ollyjayzee
Penerbit: GPU
Dimensi: 408 hal, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786020664767

Rara tidak kaget bila atasannya Pak Hilmy akan menyerang bahkan mungkin memecatnya atas kesalahan yang tidak ia lakukan. Tapi Rara sangat kaget saat tahu mantan dosennya yang dahulu terlibat kasus pelecehan seksual kini datang menyelamatkannya dan mengambil alih proyek. Rahman Hartala, tidak berubah banyak setelah 11 tahun dan masih mendebarkan baginya. Namun, masa lalunya yang tidak sesuai dengan prinsip hidup Rara membuatnya galau untuk melanjutkan hubungan ke jenjang serius. Akankah hubungan mereka berakhir dengan pernikahan atau malah berkesudahan?

Pilihan acak di RBK dengan filter buku terbaru di sana, tertarik pada judulnya yang menyiratkan perjalanan waktu/masa lalu. Secara detail dan latar saya suka sebab membuka wawasan tentang dunia konstruksi, sipil, proyek hingga politik. Namun secara genre romancenya, bagi saya kurang menarik. Meski kedua tokoh dewasa, tapi rasanya kurang flirting dan kaku. Konfliknya pun tidak setajam yang saya duga di awal.

Cocok dibaca bagi yang suka romance dengan tokoh dewasa (30 dan 40 tahun), serta dunia proyek/civil engineering.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

23 February, 2026

[Review buku] Silent demon



Judul: Silent Demon (Kasus #1 Sugi & Laura)
Penulis: Fino Y. K. 
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 44 bab epub, cetakan pertama 2022, edisi digital RBK
ISBN: 9786230031489

Jakarta terancam senjata biologis mematikan. Hal ini terungkap sebab kasus terbunuhnya intelijen Inggris di MRT. Saat ditelusuri ternyata seorang hacker yang kecewa pada negara, menyasar pemerintah dengan virus mematikan. Bayangkan virus ebola yang ganas direkombinasikan dengan virus flu yang bisa menular cepat melalui udara. Tentu saja semua itu bisa dilaksanakan bila ada kekuasaan dan dana. Sada telah mengumpulkan keduanya dan siap melaksanakan aksi gilanya. Ia bahkan memiliki rekan kerja sekaligus mata-mata di pemerintahan. Sayangnya, lawan ia adalah Sugi dan Laura, polisi berintegritas yang memiliki kekuatan serta kenekatan di atas rata-rata. Meski mereka disingkirkan dari penyelidikan, keduanya tetap melanjutkan kerjasama untuk menangkap Sada dan komplotannya. Berhasilkah mereka?

Awal membaca rasanya menarik, pembangunan katakter dan detail deskripsinya membuat saya bisa membayangkan lokasi kejadian. Sayangnya di tengah, konflik menegangkan terasa kurang match dengan motif para pelaku. Deskripsinya terasa "Tell, not show" sehingga sensenya kurang ngena bagi saya. Apalagi resolusi dan endingnya biasa banget. Sempat berekspektasi ada romansa antara Sugi dan Laura. Tapi ternyata tidak. Apakah sebab ini kasus pertama mereka, sehingga kemistrinya baru terbangun? Jadi teringat karya Robert Galbraith dan S. Mara Gd. tapi level di bawah itu.

Cocok dibaca bagi yang suka thriller dan reset negara dengan senjata biologis.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

18 February, 2026

[Review buku] Perjamuan arwah



Judul: Perjamuan arwah
Penulis: Wicak Hidayat
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 6 bab epub, cetakan pertama 2023, edisi digital RBK
ISBN: 9786230051098

Jay hilang dan Mira ingin menemukannya. Besar kemungkinan Jay mencari rumah Ndoro Londo di Depok berdasarkan catatan dan rekaman terakhir yang ada di kosnya. Bersama Saga, teman masa kecil, Mira mencari letak rumah Ndoro Londo yang diyakini bisa mengabulkan segala permintaan. Namun saat bertemu, keanehan demi keanehan terjadi dalam perjamuan yang dihadiri beberapa orang terkenal. Ada pengusaha sukses dan istri mudanya, peramal wanita yang terkenal di kalangan seleb, peneliti, dan seorang turis Amerika. Setiap makanan yang dimakan mengingatkan tragedi tiap tamu dan menguak kebenaran yang terjadi. Mengapa Jay bisa sampai ke rumah ini? Apa yang ia inginkan dan apa yang akan ia persembahkan? Bagaimana cara Mira membawa Jay pergi dari rumah aneh ini?

Alur yang cepat dan konflik dengan twist berlapis membuat buku ini page turner dan tanpa terasa 1 jam sudah selesai. Sayangnya, selera saya memang bukan horor dan cerita yang begitu menegangkan serta berjalan cepat ini kurang kuat memberikan dasar peristiwa dan karakter. Jadi setelah membaca saya malah banyak merasa kebolongan di beberapa part. Banyak hal yang kurang terjawab dan menggantung tidak jelas. Seperti apa peran Saga dan apa yang terjadi padanya? Bahkan motif dasar Jay pun kurang kuat bagi saya, apa trigger yang memicunya ke rumah Ndoro Londo itu? Meski begitu, ceritanya tetap menghibur dan barangkali bisa mengatasi reading slump.

Cocok dibaca bagi yang suka horor, pace cepat, dan bisa selesai sekali duduk.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

16 February, 2026

[Review buku] A wedding come true




Judul: A wedding come true
Penulis: Ika Vihara
Penerbit: Elex Media Komputindo
Dimensi: 27 bab epub, cetakan pertama 2020, edisi digital RBK
ISBN: 9786230015960

Alesha mendapat gelar 2 doktor di bidang kesehatan mental dan berjuang melawan depresinya sendiri. Namun saat Mama Silvia--orangtua Elmar, mantan sahabat dan pacarnya yang telah menikah dan memiliki anak dengan wanita lain--memintanya menikah dengan Elmar sebelum meninggal, ia mengiyakan dengan mudah. Lima tahun memutuskan hubungan dengan Elmar, salah satu penyebab depresinya, seperti sia-sia sebab ia kembali jatuh cinta pada orang yang sama. Bedanya, Elmar telah memiliki Kaisla, anak perempuan cantik sepeninggal wafatnya Jossie. Satu-satunya lelaki yang ia cintai dari dulu hingga saat ini, bukanlah lelaki yang sama. Bisakah Alesha membuat Elmar mencintainya lagi dan menjalankan pernikahan seperti ayah ibu serta mertuanya yang harmonis?

Di antara kisah keluarga Karlsson, kisah Elmar ini begitu biasa dari sisi romansa. Masih lebih menarik kisah adik-adiknya. Namun, dari sisi pembelajaran pernikahan, novel ini tetap menarik. Isu bunuh diri, depresi, dan kesehatan mental yang menjadi bidang pekerjaan Alesha membantu kita memahami sudut pandang penderita dan bagaimana cara menemani orang yang sedang mengalami itu semua. Apalagi terkait trauma anak kecil yang menjadi saksi bunuh diri ibunya, serta kesiapan seorang wanita menjadi ibu. Romansa yang dibangun tentu saja dewasa dan cukup serius sebab percintaan Alesha dan Elmar mewakili karakter keduanya di usia yang sudah matang dan cerdas.

Cocok dibaca bagi yang suka romance rumah tangga dan kisah keluarga Karlsson.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

15 February, 2026

REFLEKSI AL INSYIRAH AYAT 7: SINGLE TASKING DAN MINDFULNESS AGAR OTAK TIDAK LELAH

REFLEKSI AL INSYIRAH AYAT 7: SINGLE TASKING DAN MINDFULNESS AGAR OTAK TIDAK LELAH

Meta morfillah

Dalam podcast bersama Rory Asyari, Dr. Rizki Edmi Edison (Apllied Cognitive Neuroscientist) menjelaskan bahwa multitasking itu mitos. Kebenarannya adalah otak dipaksa pindah fokus secara cepat (rapid switching) dan itulah yang menyebabkan otak kita terasa lelah atau lemot meski sedang tidak bekerja berat. Sebab perpindahan itu membutuhkan glukosa dan protein. 

Maka solusi untuk mengurangi kelelahan otak itu adalah lakukan single tasking. Fokus melakukan sesuatu selama 20 menit tanpa distraksi, lalu bangun dan bergerak 5 menit. Berdiri itu penting untuk mengaktifkan aliran darah dari kaki ke jantung. Makanya betis sering dibilang "jantung kedua" kita. Jangan malah scrolling media sosial, sebab itu bukan istirahat melainkan pindah kerjaan. Kembali ke konsep awal tadi, saat melihat media sosial, otak kita dipaksa mencerna banyak informasi dalam waktu pendek. Dan itu melelahkan.

Dari pernyataan itu, saya terngiang Q. S. Al Insyirah ayat 7.

Dari tafsir ringkas Kementerian Agama RI:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Bila engkau menyelesaikan suatu urusan dunia atau berdakwah, bergegaslah bersimpuh di hadapan tuhanmu. Begitu engkau selesai beribadah, bersungguh-sungguhlah dalam ber'doa. Demikian seterusnya.

Saat saya resapi, ayat ini justru berbicara tentang single tasking dan mindfulness dalam segala urusan kita. Kerjakanlah suatu urusan, bersungguh-sungguhlah di dalamnya, lalu saat selesai, baru beralih ke urusan lainnya. Lagi-lagi, saya takjub akan ayatNya yang sudah memberikan pedoman hidup tapi seringkali kita tak pandai menafsirkannya. Bedanya saya dengan salafus shalih, mereka langsung sami'na wa atho'na, menjalankan perintah Allah dengan keyakinan. Sementara saya masih mencari dalil penelitian yang menguatkan dan kadang baru yakin setelah ada sains pendukung atau istilah keren. Astaghfirullah.

Dan dari tafsir ayat itu pula, kita diminta tidak berhenti mengisi waktu dengan ibadah. Yang paling dianjurkan justru berdzikir atau muhasabah. Selaras dengan perkataan Dr. Edmi bahwa "Kesehatan otak dimulai dari kemampuanmu untuk tidak tahu segala hal."

Beliau justru menganjurkan untuk refleksi, membaca buku, atau bengong saja. Agar otak kita fokus pada satu kegiatan dan menikmati jalannya waktu. Dan dalam konsep Islam, berdzikir dan bermuhasabah bernilai besar bahkan berganjar surga, meski terlihat seperti tidak ngapa-ngapain. Dunia tidak akan kiamat saat kita tidak scrolling media sosial 1 jam. Hidup kita tetap baik-baik saja meski ketinggalan berita. Betapa beruntungnya kita menikmati Islam yang bila kita tadabburi semakin dalam, semakin kita temukan petunjuk benderang menjalani hidup di dunia dengan bahagia dan sehat mental.

Text Widget