Judul: Petaka keluarga Inugami
Penulis: Seishi Yokomizo
Penerbit: GPU
Dimensi: 376 hal, cetakan pertama 2024
ISBN: 9786020677866
Pada tahun 1940an, Sahei, pemimpin keluarga Inugami meninggal di usia 80 tahun dan berwasiat. Isi wasiat itu sungguh aneh dan membuat keluarga kaya raya namun miskin cinta itu makin dendam dan tidak harmonis. Kosuke Kindaichi yang awalnya tidak menanggapi serius surat kliennya terkait wasiat Sahei itu, akhirnya terlibat sebab kematian tidak wajar klien yang belum sempat ditemuinya. Semakin ia mengenali anggota keluarga Inugami, semakin ia menemukan banyak rahasia gelap, kejam, dan ketidakjelasan identitas yang membuat terjadinya 4 pembunuhan. Siapa pelakunya? Apa motifnya? Bagaimana caranya? Adakah kaitannya dengan masa lalu Sahei dan keluarga Nonomiya?
Menarik, bila dibayangkan latar tahun 1940 saat Perang Dunia melanda sehingga kejadian pertukaran identitas lumrah. Namun mengejutkan bila isu LGBT yang diangkat bahkan menjijikkan bagi saya membayangkan Daini dan istrinya menjalankan praktik terkutuk itu dengan tetap berperan sebagai rohaniwan (penjaga kuil). Tak heran bila hasil perbuatan itu bagai kutukan tak berujung hingga generasi anak cucu. Duh, bahaya zina dan LGBT!
Secara alur dan penokohan, saya selalu suka Kindaichi, meski di buku ini tentang Kakeknya Hajime Kindaichi yang di komik. Sehingga latarnya tentu jauh lebih klasik dibanding komiknya. Saya hanya berpikir, isu LGBT di zaman itu yang begitu ditutupi, sekarang malah mau dilegalkan dan terang-terangan. Betapa beda zaman makin menggerus nilai hidup dan budaya malu ya.
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi genre CTM dan penggemar tokoh Kosuke Kindaichi.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku