Judul: Katri
Penulis: Adeste Adipriyanti
Penerbit: KPG
Dimensi: 249 hal, cetakan pertama Juni 2025
ISBN: 9786231343833
𝘼𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩.
𝙐𝙨𝙞𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙡𝙚𝙬𝙖𝙩 70 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩.
𝘼𝙣𝙖𝙠𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩.
𝙃𝙞𝙙𝙪𝙥𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙞𝙖-𝙨𝙞𝙖.
Tak disangka, afirmasi yang Katri tulis saat dipenjara dan hampir mati nyata mewujud. Meski ia sempat ragu saat pipinya bolong ditembak usia 18 tahun, atau bisakah ia mengecap usia 25 tahun bila disiksa tanpa ampun dan direndahkan lebih dari hewan tiap harinya. Demi anaknya, ia bertahan. Orangtuanya yang setia menjenguk dan selalu mendukung meski mengasihani pilihan hidupnya juga menjadi obat. Berpindah-pindah penjara dan disebut sebagai orang penting karena suaminya, Agus, yang kabur membuat siksaan terhadap Katri lebih banyak. Padahal tak pernah ia tahu apa yang dilakukan Agus di luar sana dan apa pentingnya. Walau pahit banyak ia cecap, Katri tetap bersyukur bertemu Hendro dan menjalani hidup tanpa ambisi yang muluk.
Sehabis baca buku ini, aku nangis. Memang bukan buku pertama tentang nasib tapol di tahun 1965 dan kacaunya keadaan di semua tempat yang pernah kubaca. Tapi detail dan deskripsi penulis membuat lebih dalam tertancap di hati. Katri bagai simbol perlawanan wanita terhadap tirani dengan bertahan hidup dan meyakini selepas sulit ada bahagia, meski pernah ia baby blues dan depresi. Apalagi saat membaca pertemuan penulis dengan sosok Katri sebenarnya (jadi based on true story), ada banyak hal yang kubayangkan betapa beratnya meski yang diceritakan telah berlalu puluhan tahun. Tahun 1965 di Indonesia tak habis jadi ide cerita sebab banyaknya PoV yang tak terungkap saking kelamnya masa itu.
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tentang nasib tapol di tahun 1965 dan apa saja yang dialami.
Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku