Judul: It's in his kiss
Penulis: Julia Quinn
Penerbit: GPU
Dimensi: 440 hal, cetakan pertama Oktober 2010, edisi digital ipusnas/ijak
ISBN: 9786020608082
Hyacinth masuk ke tahun ketiga debutnya, namun lamaran yang datang kian menurun hingga tidak ada tahun ini. Tentu ia sangat ingin menikah, namun kecerdasan dan sikapnya yang begitu percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri membuat para lelaki tidak yakin menjadikannya istri. Sementara itu, Gareth St. Clair yang terkenal dengan ketidakseriusannya dan tidak pernah mendekati wanita baik-baik kerap muncul sebagai cucu kesayangan yang baik Lady Danbury. Rutinitas membaca buku di Selasa siang mempertemukan Hyacinth dan Gareth. Terlebih saat mereka berdua mencoba memecahkan teka-teki yang ada di surat Isabella, nenek Gareth dari pihak ayahnya, yang berbahasa Italia. Mereka ternyata cukup kompak dan saling melengkapi. Akankah mereka bersatu dalam pernikahan?
Waah, sampai juga di romansa cewek bungsu Bridgerton ini. Di mana sekitarnya mulai menua dan sedikit tokoh yang kukenal dari kisah-kisah sebelumnya. Sebab rumah mulai sepi dan semua sibuk dengan keluarganya. Meski begitu, jangan ragukan hubungan keluarga mereka. Tetap so sweet. Saling menjaga, peduli, dan memandang positif tiap orang dengan kekhasannya.
Mengikuti serial ini, saya merasa seiring perkembangan waktu dari Daphne yang pertama menikah hingga Hyacinth, pergeseran nilai malu mulai terasa. Bisa dibilang kali ini banyak sekali adegan dewasa dan terlarang sebelum menikah. Mungkin penulis juga menyesuaikan dengan zaman dan nilai yang luntur di sana. Bagi yang membaca series ini dari awal pasti tahu betapa membingungkannya hubungan suami istri bagi para wanita dan kikuknya ibu mereka menjelaskan. Di Hyacinth, ada sedikit tapi dia belajar langsung lewat lelaki, bukan cerita atau ibu.
Cocok dibaca bagi yang suka historical romance terutama anak terakhir Bridgerton (Hyacinth).
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku