Judul: Surat untuk Jenaka
Penulis: Gigrey
Penerbit: Akad
Dimensi: 456 hal, cetakan ketujuh Juni 2025
ISBN: 9786235953885
Jenaka yang tak pernah mengenal nenek buyutnya sering merasa bingung akan perlakuan istimewa sang buyut terhadapnya. Hingga sebelum Ayut meninggal, ia mewariskan sebuah gelang berlian buatan kakek buyut. Ternyata gelang itu membawa ia ke masa lalu melalui mesin waktu berupa lemari tua di kamar buyutnya. Ia pun bertemu Cantika, nenek buyutnya di tahun 1923 yang tengah terjerat pertunangan dengan lelaki tua bernama Raden Panji. Di sana ia berkenalan dengan Pram, tuan jaksa, dan Jati, kakek buyutnya. Saat Jenaka berusaha menjodohkan Cantika dengan Jati, Raden Panji ditemukan tewas terbunuh. Tersangka utamanya adalah Cantika. Bersama Pram dan Jati, mereka berusaha mengungkap misteri pembunuh sebenarnya dan mengumpulkan bukti agar Cantika bisa bebas. Berhasilkah mereka? Apakah kejadian masa lalu akan mengubah masa depan Jenaka? Bisakah ia kembali ke tahun 2019 dan menjalani hidupnya seperti sedia kala?
Selesai membaca, bisa dipahami betapa seru dan pantasnya buku ini dicetak ulang hingga tujuh kali. Sebab penulis piawai mengolah diksi yang menjadikannya page turner. Tidak terasa lelah dan penasaran terus akan kejadian di halaman selanjutnya. Romansa Jenaka dan Pram terasa pas dan membuat saya merona membayangkan di masa itu. Berbeda sekali dengan zaman sekarang. Juga cara bicara dengan panggilan Nona dan Tuan, entah mengapa membuat lucu dan manis. Twistnya pun membahagiakan, meski saya penasaran bagaimana cara Pram datang? Tidak sabar ingin meminjam buku keduanya: Kembali ke batavia.
Sayangnya, beberapa kali saya menemukan ada PUEBI atau human error yang terasa seperti tidak disunting. Masih naskah mentah. Sebab cukup mengganggu alur dan kenyamanan membaca meski minor. Semoga menjadi masukan agar cetakan selanjutnya lebih diperhatikan.
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tema time travel, misteri, hukum, dan romansa.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku