Judul: Bedebah di ujung tanduk
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 415 hal, cetakan pertama Oktober 2021
ISBN: 9786239726218
Thomas baru saja menyelesaikan transaksi kawasan yang mengandung plutonium di Bhutan. Ia tidak menyangka bahwa kawasan itu keramat sebab milik Teratai Emas sang penguasa jalur sutra dan kekuatan shadow economy lama. Ia dan pembelinya, J. J. Costello pun menjadi incaran Roh Drukpa XX. Bersama Bujang, Salonga, dan Junior mereka melawan dan bertahan. Hingga bantuan datang dari Ayako, Yuki, Kiko, dan White membuat mereka sadar siapa lawan kali ini. Sejarah yang luput membuat hidup mereka kini di ujung tanduk. Bisakah mereka selamat dari pembalasan Roh Drukpa dan Teratai Emas?
Awal membaca buku ini sungguh berbeda dengan serial aksi sebelumnya. Ketegangan intens serta aksi sejak awal sudah langsung klimaks. Baru agak mereda setelah mereka bertemu Roh Drukpa dan menantang 3 pertandingan. Biasanya, kalau sudah seseru itu, buku akan habis saya baca tidak sampai sehari. Tapi kali ini justru saya agak lama sebab saya tertarik dengan latar tempatnya. Sembari membaca, saya mencari tahu kondisi negara Bhutan yang terkenal sebagai negeri seribu benteng, bentuk dzong, serta pakaian khas mereka. Sungguh menarik dan membuat ingin travelling ke sana.
Untuk karakter di buku ini, meski Thomas jadi inti konflik, semua terdeskripsi dengan baik. Malah membuat saya jatuh hati pada nilai² dan kehormatan petarung yang para bedebah ini pegang. Padahal bedebah, tapi masih terhormat karena memegang janji dan sadar diri bahwa mereka tidak suci. Semua memiliki kehebatan dan pertumbuhan maksimal, dan saya paling suka kekuatan Ayako dan kisahnya. Meski di ending ada harapan ia tetap hidup. Ya, seperti biasa, penulis membuat ending tanggung untuk berlanjut ke novel berikutnya: TANAH PARA BANDIT. Entah akan selesai di buku keberapa haha.
Cocok dibaca bagi yang suka serial aksi, terutama yang mengikuti kisah Bujang dan Thomas.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku





