Pages

25 July, 2026

[Review buku] Stories for rainy days

Judul: Stories for rainy days
Penulis: Naela Ali
Penerbit: POP
Dimensi: 198 hal, cetakan pertama Mei 2016, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786024240608

Tiga puluh lima short stories dengan ilustrasi dan jumlah kata yang variatif. Tema utamanya kali ini adalah past, present, and possibilities of future. Dituliskan dalam bahasa inggris yang mudah dimengerti, kisah-kisah ini memang cocok sekali dibaca saat hujan. Memberi kehangatan, memanggil kenangan dan membuat sendu dengan refleksi. 

Saya suka dengan konsep dan bahasanya yang mengajak belajar lagi dalam bahasa inggris. Namun, sebab saya sudah membaca buku keduanya, di buku pertama ini saya merasa diksinya tidak sekuat buku kedua. Juga ilustrasinya, entah mengapa lebih berkesan yang kedua. Mungkin sebab penulis lebih matang dan banyak perbaikan dari buku pertama ini.

Cocok dibaca bagi yang suka bacaan dalam bahasa inggris easy dan puitis, dilengkapi ilustrasi, romance-kontemplasi, dan tipis (<200 halaman).

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

24 July, 2026

[Review buku] Ferris wheel at night

Judul: Ferris wheel at night
Penulis: Minato kanae
Penerbit: Haru
Dimensi: 428 hal, cetakan pertama September 2021
ISBN: 9786237351801

Keluarga Takahasi merupakan sosok keluarga yang terlihat sempurna. Rumahnya besar, bergaya keren, suami istri tak pernah bertengkar, anak-anaknya pintar dan rupawan, amat cocok dengan lingkungan elit Bukit Hibari. Hingga suatu malam, sang ayah mati akibat dipukul oleh sang istri. Anak-anaknya sedang tak di rumah. Para tetangga yang sempat mendengar suara jeritan Shinji dan ibunya kaget. Bila ada pembunuhan, lebih cocok terjadi di keluarga Endo, tetangga mereka yang sering ribut. Apa kebenaran yang menjadi motif sang ibu membunuh sang ayah? Bagaimana status anak-anak mereka, anak korban pembunuhan atau anak pembunuh? Apa peran tetangga setelah kasus terjadi?

Buku ketiga karya penulis yang kubaca ini menawarkan sudut pandang berbeda dari buku-buku sebelumnya. Hal menarik pertama adalah, tidak adanya penjelasan dari pelaku dan korban. Sehingga sampai ending, kita tetap tidak tahu apa perasaan dan motif sesungguhnya. Lalu, kejadian di sebuah keluarga di perumahan elit ini justru digambarkan dari sudut pandang 2 keluarga tetangga terdekatnya. Seperti sebuah sindiran akan hubungan sosial para tetangga di sebuah lingkungan. Seakan menyatakan bahwa pembunuhan itu bisa dicegah, bila tetangganya tidak berasumsi dan mau sedikit peduli. Meski di zaman sekarang ini, kita juga bingung dengan batasan bertetangga yang baik dan terlalu ikut campur itu seperti apa. Sosok Kojima cukup mewakili ironi itu. Terakhir, dari judul dan covernya kali ini lebih deep bagi saya. Sebab ternyata jawaban makna judul yang dipilih justru ada di paragraf terakhir ending buku ini. Tak terduga!

Cocok untuk penyuka genre CTM dan kritik sosial tentang peran dan batasan tetangga di perumahan elit.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

21 July, 2026

[Review buku] Imprisonment

Judul: Imprisonment
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 276 hal, cetakan pertama Desember 2023
ISBN: 9786235467191

Yukie kewalahan menjalani peran sebagai perawat, istri, dan ibu. Ia memutuskan resign di malam natal. Hari terakhir ia bekerja, mengambil sif malam, dan menitipkan Maiko, anaknya pada sang suami yang juga tenaga medis dan sedang mengambil cuti. Tetapi firasat buruk menghampirinya saat sang suami tidak membalas pesan atau mengangkat telepon. Padahal ia ingin meninggalkan kesan baik sebelum resign, tapi pikirannya malah tidak tenang. Sebenarnya apa yang dilakukan suaminya?

Di antara karya penulis yang sudah saya baca, buku ini termasuk yang B aja. Plot twistnya ada menjelang ending, tapi tidak terlalu seru, sebab seperti dua kebetulan bertumpuk. Meski demikian, saya tetap suka cara bercerita penulis yang kali ini menyuarakan isi hati wanita pekerja yang lelah harus menjadi tenaga medis profesional yang merawat banyak orang, ibu yang selalu hadir saat anaknya membutuhkan, serta istri yang ketumpuan segala tanggung jawab di sistem patriarki. Dialog di halaman 26-27 pun saya alami dalam kehidupan nyata. Kadang terlalu banyak mental load yang dihadapi istri dan ibu. Bantuan 'memikirkan menu makan' atau 'reminder jadwal sepekan' amat sangat berarti dan mengurangi kelelahan. Sebab dari pikiran itu, akibatnya bisa ke lelah mental, lelah fisik, hingga libido turun dan mengakibatkan sexless. Pada akhirnya, lagi-lagi perempuan yang disalahkan bila ada masalah dalam rumah tangganya.

Cocok untuk penggemar Akiyoshi, penyuka genre CTM dan yang ingin tahu dinamika pekerjaan tenaga medis (utamanya perawat).

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

17 July, 2026

[Review buku] Silence

Judul: Silence
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 326 hal, cetakan keempat Juli 2022
ISBN: 9786237351986

Miyuki yang besar di pulau terpencil dengan salju banyak tiap tahunnya, bermimpi menjadi idola di Tokyo. Sayangnya, kesempatan emas saat kecil yang ditentang orangtuanya tidak terulang dua kali. Mimpi yang gagal namun tetap menjadikannya ingin tinggal di Tokyo melebihi apa pun. Sayangnya, saat ia mengajak Toshiaki untuk menikah sekaligus pulang kampung, ia merasa dewa Simatama penjaga pulau tidak mengizinkannya pergi dari sana. Niat jahat Toshiaki pun terbongkar dan alasan kembali ke Tokyo sudah tidak ada. Miyuki hidup bahagia dan menikah dengan Tatsuya. Hingga ia menemukan sebuah rahasia bagaimana Simatama melindungi para penduduk pulau.

Turning point cluenya adalah saat jas pinjaman bernama Suzuki dikenali oleh Tomoko. Merinding dan mulai tertebak plot twist tapi tetap menyangkal. Saat kebenaran terkuak, apalagi dialog Miyuki dan ibu mertuanya di akhir membuat saya ngeri, sih. Seperti ada hukum kuat di pulau itu yang saling menjaga entah apa pun caranya. Dan yang dijaga hanya bisa berterima kasih meski kenyataannya berlumur darah. Bisa tenang gak sih hidup yang seperti itu? Judul silence sendiri menyiratkan kerjasama penduduk yang solid tanpa banyak kata didukung salju yang meredam segala suara. 

Cocok untuk penggemar Akiyoshi, penyuka genre CTM dan kehidupan warga desa di pulau terpencil.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

16 July, 2026

[Review buku] The dead returns

Judul: The dead returns
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Dimensi: 248 hal, cetakan kesembilan Maret 2019
ISBN: 9786025385803

Koyama Nobuo terbangun dalam tubuh Takahashi Shinji yang rupawan, setelah ia didorong jatuh dari sebuah tebing. Kesempatan hidup tak terduga, ia manfaatkan untuk mencari tahu siapa pelaku yang membunuhnya. Meski harus berpura-pura menjalani hidup sebagai Shinji yang berbeda 180° kepribadiannya, ia kembali ke sekolah lamanya. Ada 35 orang tersangka, teman sekelasnya di kelas 2A. Berhasilkah ia menemukan pembunuhnya? Bisakah ia kembali sebagai Nobuo?

Salah satu cara efektif bagi saya mengatasi reading slump memang dengan bacaan CTM. Satu buku sehari amatlah mudah, apalagi penulisnya macam Akiyoshi-sensei. Tak diragukan lagi. Meski kali ini saya terkejut, sebab sungguh ada horornya. Biasanya tulisan sensei itu logis dan bisa dijelaskan dengan akal, kali ini beda. Dengan ragam twist, keraguan akan tebakan pelaku, dan ending yang membuat haru bahkan hati hangat meski tidak logis dengan efek hantunya, saya tetap terhibur dan mendapat insight tentang kehidupan anak SMA di Jepang. Konflik yang mungkin terlihat kecil bagi orang dewasa, ternyata berat bagi mereka.

Cocok untuk penggemar Akiyoshi, penyuka genre CTM dan horor.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

15 July, 2026

[Review buku] Seporsi mie ayam sebelum mati

Judul: Seporsi mie ayam sebelum mati
Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Grasindo0,
Dimensi: 216 hal, cetakan ketiga puluh empat Juni 2025
ISBN: 9786020531328

Ale yang bertubuh tinggi 189 cm, berat 138 kg, berkulit hitam, dan memiliki masalah bau badan ingin mengakhiri hidupnya 24 jam ke depan. Ia sudah lelah bertahan tanpa dihargai, dipaksa kuat dan tidak boleh menangis, serta dianggap tidak berguna apalagi menarik. Depresi akut yang dideritanya ternyata terjadi sejak ia kecil dan berasal dari orangtuanya sendiri yang hingga kini pun tidak pernah meminta maaf padanya. Namun 5 menit sebelum memutuskan bunuh diri, Ale ingin memakan mie ayam langganannya dan ia merasa itu hak yang harus dipenuhi sebelum meninggalkan dunia yang jahat ini. Perjalanan menemukan mie ayam itu membuatnya berkenalan dengan Murad, Mami Louisse, Ibu Murni, Pak Uju, dan Pak Jipren yang membuatnya mengubah sudut pandang tentang hidup. Sebulan dari keputusan bunuh dirinya, ia menemukan makna baru. Apa makna yang ia dapat dalam sebulan itu? Akankah ia tetap bunuh diri atau bertahan hidup?

Bagi saya, penyintas depresi 2 bulan, membaca ini cukup trigger mengingat masa-masa kelam saat depresi. Terutama dialog Ale dengan Pak Jipren di halaman 190-191. Saya merasakan kemuakan itu, ketika orang sekitar menyuruh kita sabar, mengambil hikmah, berdoa dan beribadah ketika sedang down. Untungnya saya memilih berobat ke psikiater, sebab bukan ruhani yang sakit, tapi mental. Itu juga bagian ikhtiar dari doa. Empati pada Ale jadi personal bagi saya. Fakta menarik lainnya, penulis menyambungkan persinggungan hidup Ale dengan beberapa tokoh di bukunya yang lain, seperti Juleha di "Sisi tergelap surga" dan "Bandung menjelang pagi". Meski terasa agak bertumpuk keajaiban peristiwa dalam hidup Ale, dari action hingga slice of life, tapi endingnya masih realistis dan tidak terkesan happily ever after.

Cocok untuk kamu yang ingin tahu gambaran depresi akut serta novel inspiratif dalam memaknai hidup yang tidak melulu bahagia.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

13 July, 2026

[Review buku] The woman in cabin 10

Judul: The woman in cabin 10
Penulis: Ruth Ware
Penerbit: Noura books
Dimensi: 473 hal, cetakan pertama 2016, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786023852840

Laura Blacklock (Lo) kira dirinya beruntung menggantikan Rowan untuk liputan di kapal pesiar mewah: Aurora. Sayangnya, kejadian pembobolan rumahnya sebelum keberangkatan menyebabkan ia sulit tidur dan panic attacknya kambuh. Interaksinya dengan wanita di kabin 10 untuk meminjam maskara dan kesaksiannya mendengar bunyi ceburan disertai noda darah di kabin itu, membuat ia diragukan. Sebab kabin itu kosong dan ia cukup mabuk saat menyatakan kesaksiannya. Namun, insting Lo begitu yakin, bahwa wanita itu dibunuh. Namun siapa sebenarnya wanita itu? Mengapa tidak ada yang tahu identitasnya? Staff dan para tamu pun tidak ada yang mengenali, apakah memang ia berkhayal ataukah ada yang menutupi kejadian itu? Apa motifnya?

Ini buku ketiga karya penulis yang saya baca, dan saya suka sekali. Bagi kamu, penggemar Agatha Christie, pasti akan merasa deja vu dan terobati kangennya dengan gaya penulisan di buku ini. Bahkan nickname MissJaneMarple menjurus ke salah satu tokoh terkenal karya Agatha. Dengan lokasi kapal pesiar mewah di tengah lautan, lepas dari hukum dan kemudahan menghilangkan seseorang dengan menceburkannya di laut, Lo menemukan banyak rintangan. Tapi perjuangannya meski diragukan akan membuat kita jatuh hati. Belum lagi saat mengupas alibi dan melihat cela di tiap tokoh, membuat kita akan terombang-ambing menebak siapa pelaku dan apa alasannya.

Cocok untuk kamu yang suka genre CTM dan gaya klasik agatha christie.

Saya apresiasi 4,5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

08 July, 2026

[Review buku] Fallen petals

Judul: Fallen petals
Penulis: Pandu Firmansyah
Penerbit: Haru
Dimensi: 224 hal, cetakan pertama Desember 2025
ISBN: 9786235467412

Penemuan kepala lelaki yang dimakan anjing di Tyrol, Austria membawa penyelidikan polisi ke sebuah rumah berjarak 1,5 km. Keadaan penghuni rumah sungguh mengenaskan dan membuka cerita menyedihkan yang berawal dari pengkhianatan. Empat suara bercerita dari sudut pandang mereka: Camellia (istri), Jeorg (sahabat), Pillar (suami), dan Mattia (editor). Bagaimana sesungguhnya kronologi kejadian? Siapa yang bersalah? Adakah fakta yang disembunyikan?

Dari awal buku ini menarik perhatian dengan klimaks yang dicetak di halaman gelap. Makin ngeri ketika mendengar penuturan Camelia dalam jurnalnya, Jeorg dalam pengakuannya kepada Romo, Pillar dan Mattia dengan sudut pandangnya. Alur yang awalnya mundur, menjadi maju mundur sebab ada bias ingatan di penuturan beberapa tokoh, sehingga kejadian yang sebenarnya tertutupi, hingga mengubah siapa pelaku dan siapa korban. Clue terakhir tentang luka keloid Camelia sungguh mengubah arah dan ending. Tapi terprediksi. Hanya saja yang menjadi plot hole bagi saya justru kebenaran yang diketahui Thomas yang menginspirasinya. Seingat saya hanya jurnal dan catatan yang tersisa, pengakuan Jeorg, Pilar, dan Mattia tidak ada yang bisa mendengar sebab mereka semua sudah mati. Jika begitu, harusnya Thomas tidak tahu kronologi sesungguhnya yang menjadi alasan terbunuhnya Mattia. Bagaimana bisa ia terinspirasi?

Btw, ilustratornya iseng juga sih. Gambarnya ngagetin meski cuma 1 halaman haha. Untung gak baca malam-malam.

Cocok untuk kamu yang suka genre CTM, khususnya iyamisu dan dark pshycology.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku 

06 July, 2026

[Review buku] One by one

Judul: One by one
Penulis: Ruth Ware
Penerbit: Noura
Dimensi: 90 bab epub, cetakan pertama Februari 2023, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786232423787

Di ketinggian Pegunungan Alpen yang bersalju, tim inti perusahaan Snooper yang bergerak di bidang musik mengadakan retret. Perjalanan untuk ber-ski perlahan berubah menjadi tragedi sebab pemicu rapat singkat yang diadakan Eva terkait buyout. Seseorang tampak tidak senang, hingga memilih menghabisi satu per satu yang mendesaknya. Dimulai dari kehilangan Eva, pembunuhan Eliot dan Ani, longsor salju membuat mereka terperangkap. Tersisa Topher, Rik, Carl, Miranda, Tiger, Inigo, dan Liz dari tim Snooper. Sementara penjaga Chalet hanya ada Danny dan Erin. Dalam kegelapan akibat listrik mati dan air membeku, mereka saling mencurigai. Siapa pembunuhnya? Apa motifnya? Yang paling mengerikan, siapa selanjutnya?

Buku kedua karya penulis yang kubaca, dan kali ini jauh lebih thriller. Meski hanya dari PoV Erin dan Liz yang bergantian, kesatuan cerita benar-benar seperti film menegangkan yang dikupas perlahan. Alur maju mundur dengan kilasan kejadian dan rahasia yang ditutupi beberapa tokoh, membuat prediksiku akan identitas pelaku pun goyah dan berganti-ganti. Meski pada akhirnya, clue terbesar ada di 2 PoV tersebut, seakan mewakili orang di dalam sistem Snoope dan orang di luar sistem. Situasi yang dibangun mencekam dan detail membuat ketagihan dan page turner. Juga deskripsi perusahaan rintisan yang mendekati Spotify, merupakan ide menarik dan seru. Sayangnya di ending, menurutku kurang klimaks. Atau memang sengaja antiklimaks? Serta sikap Liz terhadap keluarganya menyisakan pertanyaan. Ada indikasi kejahatan pertamanya terkait orangtua, tapi tidak dijelaskan. Itulah yang membuat saya tidak memberi 5 bintang.

Cocok untuk kamu yang suka genre CTM dan penyuka karya Ruth Ware.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

@metamorfillah X @temanipusnas

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku 

03 July, 2026

[Review buku] Perempuan bersampur merah

Judul: Perempuan bersampur merah
Penulis: Intan Andaru
Penerbit: GPU
Dimensi: 216 hal, cetakan pertama 2019, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020621951

Sejak tragedi pembunuhan Bapaknya yang dituduh dukun santet tahun 1998, Sari menjalani hidup dengan menyimpan banyak tanya dan daftar nama. Ia meminta tolong pada sahabatnya, Ahmad dan Rama untuk mengumpulkan informasi orang-orang yang ada di daftar itu. Waktu berlalu, kesedihan akan kehilangan Bapak mengantarkan Sari menjadi penari gandrung. Ragam hal mistis terkait tradisi gandrung ia pelajari dari Mak Rebyak dan Mbak Nena. Seperti keistimewaan sampur merah yang dimilikinya dari Mbak Nena. Namun pertanyaan seumur hidupnya tentang Bapak baru terjawab saat ia ingin memulai hidup bersama Rama. Alasan tidak adil yang terjadi bersamaan di penjuru negeri, hanya sebab hasutan iri seseorang adalah penyebab Bapaknya yang baik dibunuh. Semua kembali pada tahun 1998 kelam itu. Siapakah penghasutnya? Apa alasan Bapaknya dibunuh? Mengapa tahun 1998 begitu kelam di Banyuwangi dan negeri ini?

Alur maju mundur dengan bahasa yang sederhana dan terasa akrab dengan jawa khas banyuwangi membuat buku ini tidak membosankan. Bahkan beberapa tradisi yang mulai terlupakan, dijelaskan melalui alur hidup tokoh utama. Seperti puasa hari weton (lahir), ganti nama sebab sakit-sakitan, dan hitung-hitungan ala Jawa. Dibalut isu sosial di pedesaan serta politik yang memanas di tahun 1998, menjelaskan pula dampaknya pada kesenian, utamanya tari gandrung. Kesedihan Sari dan ketegaran ibunya membuat cerita menjadi istimewa. Mereka yang bertahan meski tersakiti di tanah kelahiran, mencoba berdamai meski peluang keberhasilan saat pindah terbuka lebar, menjadi bentuk cinta dan benci pada hal yang melekat (rumah, tanah, sejarah). Saya suka cara penulis mendeskripsikan budaya/tradisi yang detail dengan bahasa sederhana sehingga tertarik membaca karya penulis lainnya.

Cocok untuk kamu yang suka romance dengan isu lokal dan sosial sejarah tentang negeri ini.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

@metamorfillah X @temanipusnas

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

Text Widget