Judul: Dua muka daun pintu
Penulis: Triskaidekaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 191 hal, cetakan pertama September 2021, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020656403
Apakah daun pintu harus selalu membuka atau menutup?
Dilema dan pencarian jati diri selembar daun pintu yang menjaga Garda di sebuah sel isolasi rahasia. Ia mendengar, berbincang, dan menyimpan banyak rahasia kehidupan Garda di balik diamnya. Saat ia masuk ke dalam Forum Pintu Sedunia, ia mulai menyusun cara untuk mewujudkan keinginan Garda: kebebasan. Di forum itu pula ia mendengar banyak kisah dari pintu-pintu lain tentang apa yang ada di balik mereka dan bagaimana akhir hidup mereka. Akankah ia menjadi legenda atau sekadar pintu biasa yang tak dikenal?
Awal membaca saya sangat terhibur sebab melihat dari PoV berbeda. Sebuah pintu. Menarik sekali ide penulis satu ini. Namun perlahan saya merasakan kerumitan berpikir dan jalan cerita yang dibuat membingungkan. Jadi sebenarnya apa identitas pintu ini? Siapa yang berbohong? Cerita mana yang benar? Lalu saat di ending, saya merasa kurang gong sebab ketidakjelasan hubungan Kusuma, Tantri, dan Garda. Seperti dipaksakan berkonflik, meski saya paham kondisi mentalnya, tapi apa tujuan mereka. Aneh dan tidak ada clue. Jadi saat menamatkan saya malah pusing. Meski begitu, penulis kembali menggunakan beberapa kata yang jarang saya baca, sempat pula ada tipografi berbentuk tanda tanya seakan puisi. Mungkin itulah mengapa novel ini masuk kategori sastra. Tipis tapi berat.
Cocok untuk yang suka sastra dan PoV benda mati.
Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.
Meta Morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku