Pages

02 February, 2026

[Review buku] Kemarau di Sedanau

Judul: Kemarau di Sedanau
Penulis: Asroruddin Zoechni
Penerbit: Bhuana sastra
Dimensi: 317 hal, cetakan 2023, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786230416484

Salman, remaja asal Sedanau, Natuna bercita-cita menjadi dokter. Meski kerap diremehkan sebab keluarganya yang miskin (ayah nelayan, ibu pedagang), ia tetap melaju dengan mimpinya sebab didukung 100% oleh doa orangtuanya. Perjuangan mendapatkan beasiswa dari PEMDA, konflik dengan Abrar untuk memenangkan beasiswa serta Hamidah, kehilangan ayah, ibu, serta kekasih hati yang berujung PTSD membuat jalan Salman menggapai gelar dokter tidak mudah. Belum lagi mencari uang untuk bertahan hidup dan belajar keras. Semua itu tidak seringan yang ia kira. Berhasillah ia memenuhi mimpinya?

Mengikuti kisah Salman membuat saya terharu biru dan terbayang betapa sulitnya menjadi dokter. Butuh usaha keras, kemauan baja, uang banyak, dan keyakinan kuat pada Allah. Jika tidak ada itu semua, rasanya mudah sekali menyerah. Belum lagi kisah ini mengambil latar di daerah yang cukup jauh di mana keinginan belajar itu masih belum tinggi sebab kesulitan hidup untuk bertahan sehari-hari. Di awal saya sempat merasa seperti membaca gaya penulisan Andrea Hirata dan Ahmad Fuadi. Tapi saat di akhir, terasa berbeda memang. Terlebih saya menyayangkan mengapa tidak ada penyelesaian jelas antara Salman dan Hamidah. Bisa sih dibuat bahan sekuel. Tapi kesal karena prolognya itu, tapi endingnya gantung. Ada missed 2016 putus dengan Raisa, 2019 ketemu Hamidah melahirkan.

Cocok dibaca bagi yang suka novel inspiratif dan detail perjalanan jadi dokter.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku

29 January, 2026

[Review buku] Dalam pelukan rahim tanah

Judul: Dalam pelukan rahim tanah
Penulis: Jemmy Piran
Penerbit: Basabasi
Dimensi: 164 hal, cetakan 2021
ISBN: 9786233052047

Wunga Bango, remaja wanita asal Flores yang tidak melanjutkan pendidikan sebab biaya, menjadi TKI ke Malaysia. Namun, saat ia kembali ke tanah air, tinggallah jasadnya saja. Rohnya yang menuntut keadilan marah dan bercerita bagaimana ia bisa sampai mati di sana. Semua bermula dari dokumen yang tak lengkap, penyaluran ilegal, majikan yang suka menyiksa, demam tinggi, hingga perkosaan brutal oleh beberapa lelaki pemabuk.

Awal membaca, saya suka dengan pengantar dan sudut pandang baru dalam penceritaannya. Isu besar seperti human trafickking, derita TKI di tanah rantau, hingga pemalsuan data ilegal. Sayangnya, pertengahan penulis hanya berfokus pada penceritaan yang lompat tentang sebelum Bango dikirim ke Malaysia. Adat dan kepercayaan Abanya untuk memperbaiki sebua yang justru mendatangkan bencana. Belum lagi, romansa antara Peha dan Bango diulang-ulang tanpa kejelasan.

Saya kira akan ada penekanan seperti di film drama korea berjudul 49 Days, apa intinya. Tapi penulis hanya berkisah datar saja. Bahkan konflik yang sebenarnya cukup kejam jadi tergambar biasa. Meski begitu, saya dapat pelajaran penting bahwa perlakukanlah jenazah dengan baik sebagai penghormatan terakhir padanya, lalu doakan. Betapa ia menantikan doa untuk dirinya.

Cocok dibaca bagi yang suka novel kritik sosial dengan isu kekerasan pada TKI dan gambaran human traficking.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_januari

27 January, 2026

[Cerita lirik] Sendiri di sini

Cerita lirik "Sendiri di sini" - Valovadinata

Kini, semua yang t'lah kita lewati
Semua yang kita jalani, tak berarti
Pergi, kau tinggalkanku di sini
Sepi, tanpa kau aku sendiri

Adi menatap hampa rumah yang kosong tanpa istrinya. Tujuh tahun bersama Tari berakhir begitu saja. Tari mendiamkannya dan memilih pergi untuk tak kembali lagi. Berhenti mencintainya.

Terlintas masa saat bersama
Jauh sebelum hening ini ada
Kau sempurna ku dimanja
Tapi kini semuanya sirna

Adi teringat masa lalu saat bersama Tari. Begitu menyenangkannya hidup. Tari adalah sosok istri sempurna baginya. Begitu hangat, pengertian, mendukung, dan memanjakannya. Ia bahkan tak perlu meminta atau khawatir, sebab Tari sudah menyediakan semua kebutuhannya. Kelelahan yang dirasakan dari kantor, sirna bila ia pulang ke rumah. Hatinya damai bersama sang istri. Mereka saling melengkapi. Maka saat Tari tiba-tiba diam, tak bisa diajak berdiskusi, dan berakhir menggugat cerai, Adi terkejut. Apa yang salah?

Sayang, harusnya beri tahu aku
Salahku, kurangku bagimu
Malah begini hanya diam
Tinggalkanku dengan pertanyaan

Adi sungguh tak mengerti apa yang terjadi pada istrinya. Selama ini mereka baik-baik saja, bahkan dipuji sebagai pasangan romantis dan banyak yang ingin seperti mereka. Bagi Adi, lebih baik diberitahu kesalahan atau kekurangannya. Ia tak suka menerka pikiran istrinya. Ia tidak mau disalahkan atas kekeliruannya. Lebih baik diberitahu lalu ia perbaiki, daripada berinisiatif yang mungkin membuat istrinya semakin marah. Tari pun biasanya tidak suka drama, tapi kali ini berbeda. Ia bilang lelah dan hanya ingin diam. Membiarkan Adi dengan pertanyaan dalam benaknya.

Hening yang kini menggema
Tinggalkan semua tanya
Sisa rasa yang tak lagi berarti
Dalam sepi, ku kan terus menanti

Rumah menjadi hening, tapi bukan hening yang damai. Gemanya justru membuat hati nelangsa. Sosok yang menghidupkan jiwa rumah telah tiada. Bahkan cinta yang masih tersisa tidak lagi berarti, sebab tak ada sang puan.

Kini kau pergi, ku tak berarti
Hari-hari sepi, rasaku mati
Ku hanya bisa menerka-nerka
Apa iya, aku tak lagi ada di sana?

Perlahan Adi merasa dirinya tak berarti. Sepi dan rasanya telah mati. Ia kalah dalam pertarungan terbesar hidupnya. Apakah ia kurang berjuang, sehingga sang istri meninggalkannya? Apakah tak ada sedikit pun dirinya dalam hati istrinya kini? Hingga kini ia hanya menerka-nerka apa penyebab perpisahan mereka. Apa yang harus ia sesali dan perbaiki?

***

Sementara di sisi Tari, ia sudah lelah mendukung tanpa didukung. Banyak hal ia korbankan untuk suaminya, tapi saat ia mengutarakan pada suaminya kapan ia butuh dukungan, kadang suaminya menganggap itu rajukan biasa atau tidak dianggap serius. Pada dasarnya ia hanyalah wanita, tidak melulu kuat, dan ingin dimanja, diberi kejutan, diluangkan waktu berdua tanpa ada tanggung jawab domestik dan lainnya. Saat tangki cintanya kosong dan suaminya tidak bisa memenuhinya, meledaklah kekecewaan yang selama ini ia tolerir. Cinta menguap saat qawwamah tak kuat. Butuh dua orang hebat untuk mengusahakan cinta. Tari tak ingin lagi berjuang sendiri.

Meta morfillah

[Review buku] Hana-tara-hata

Judul: Hana-tara-hata
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 384 hal, cetakan Juni 2025
ISBN: 9786347046031

Hana-tara-hata memiliki kemampuan istimewa sedari kecil: membaca alam melalui lebah. Berkat kemampuan itu, dua kali kejadian berbahaya bagi kota Exeos bisa dilalui dan membuat Hana disegani. Sayangnya, setelah memiliki anak, Hana tidak ingin lagi membaca alam sebab tanggung jawab itu ia rasa berat. Ia berfokus mendidik putra semata wayangnya: Mata. Ia berhasil, hingga buah didikannya terlihat 20 tahun kemudian, saat Mata yang tidak berambisi mengikuti festival bunga matahari justru menjadi pemimpin demi membela temannya yang lemah. Petualangan Mata pun dimulai dan Hana sebagai ibu mengalami banyak ujian. Terlebih saat hasil pertarungan tidak sesuai kenyataan, dan ia kehilangan anaknya. Demi mengetahui kejadian sebenarnya, ia pun kembali mengaktifkan kekuatannya yang membutuhkan waktu ratusan tahun. Apakah yang sebenarnya terjadi?

Buku ini adalah spin off yang termasuk seri ketujuh belas dari serial Bumi. Menjelaskan banyak hal tentang sejarah dan awal dari seluruh seri. Endingnya pun memiliki kejutan menyenangkan yang berlanjut ke Aldebaran part 2. Saya suka sekali dengan penggambaran hubungan ibu dan anak, kritik sosial politik khas penulis, hingga persahabatan tim Mata saat bertanding. Terutama konflik batin Hana saat melepas kekuatannya dan memilih menjadi ibu terbaik, relate sekali dengan potret ibu di negeri ini.

Cocok dibaca bagi yang suka novel fantasi petualangan remaja dan mengikuti serial bumi.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

25 January, 2026

[Review buku] The Alchemist

Judul: The Alchemist
Penulis: Paulo Coelho
Penerbit: GPU
Dimensi: 224 hal, cetakan ketiga November 2025, edisi hardcover
ISBN: 9786020681979

Santiago, seorang anak gembala bercita-cita menjadi pengelana dan menemui seorang perempuan Gipsi yang meramalkan masa depannya bahwa ia akan menemukan harta karun. Tak lama ia bertemu seorang yang mengaku raja yang menunjukkannya jalan untuk memenuhi takdir hidupnya. Mulailah ia melakukan perjalanan dari tanah kelahirannya di Spanyol menuju piramida di Mesir. Perjalanan yang awalnya bertujuan menemukan harta duniawi perlahan berubah menjadi penemuan harta di dalam diri. Pertemuan dengan beragam orang seperti Sang Alkemis, pemandu gurun, hingga cinta sejatinya, Fatima, mendewasakan dan mengajarkan banyak hal pada Santiago.

Saya re-read buku ini sebab agak lupa ceritanya dan tertarik dengan edisi hardcover milik ponakan saya. Dari fisiknya jauh lebih bagus dibanding buku pertama yang saya baca. Ukuran font lebih besar dan jenis kertasnya juga lebih enak dipandang mata. Lalu saat re-read, perlahan kerecall kembali beberapa bagian, sehingga saat membacanya jadi lebih cepat. Dulu saya beri bintang 4 di goodreads, tapi setelah re-read saya beri bintang 5 sebab insight yang didapat jauh lebih saya pahami sekarang. Dulu mungkin saya kurang memahami bahasanya yang memang agak filosofis dan memuat sejarah beberapa agama, sekarang lebih paham.

Cocok dibaca bagi yang suka novel inspiratif dan penemuan harta di dalam diri (reflektif).

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_januari

24 January, 2026

[Review buku] The hollow boy

Judul: The hollow boy (Lockwood & Co.)
Penulis: Jonathan Stroud
Penerbit: GPU
Dimensi: 440 hal, cetakan pertama 2016, edisi digital RBK
ISBN: 9786020328034

Wabah hantu menyerang kota Chelsea, hingga DEPRAC menurunkan semua personil dan agen pembasmi hantu. Sayangnya, tidak termasuk Lockwood & Co. Mereka bertiga (Lockwood, Lucy, dan George) sibuk membasmi hantu di rumah-rumah. Saking banyaknya kasus, mereka sampai bekerja sendiri-sendiri dan tidak bisa berkelompok. Menyadari hal itu, Lockwood pun mengambil keputusan mempekerjakan Holly sebagai sekretaris. Dinamika tim pun teruji dengan kehadiran orang baru, terutama bagi Lucy. Di saat bersamaan, DEPRAC hampir menyerah menangani wabah Chelsea yang sudah memakan korban, dan akhirnya meminta bantuan Lockwood & Co. Analisis George dari risetnya berhasil menemukan sumber. Namun butuh kekuatan besar sebab yang mereka hadapi kali ini begitu sulit. Dengan siapakah mereka akan bekerja sama? Berhasilkah mereka menyelesaikan wabah Chelsea?

Saya tidak tahu kalau buku ini berseri, dan ini adalah seri ketiga dari lima. Sehingga saat awal membaca, saya bingung dengan istilah dan konteksnya. Menjelang pertengahan baru saya paham dan mulai menikmati cerita. Terbayang seperti film ghostbuster hanya saja kelompok ini terdiri dari 3 orang dan ada nuansa romantis remaja.

Cocok dibaca bagi yang suka horor dan kelompok remaja pembasmi hantu berseri.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_januari

22 January, 2026

[Review buku] Arigatou Nippon

Judul: Arigatou, Nippon
Penulis: Vivi Silvia C.
Penerbit: Kawan Pustaka
Dimensi: xvi+332 hal, cetakan pertama 2006
ISBN: 9797571564

Bagaimana rasanya trip ke Jepang bareng 2 artis Indonesia yang lagi naik daun?

Beragam latar dan motif pergi ke Jepang mewarnai rombongan dari Duta Indah Tours Travel yang dipandu Dudi dan Ayano. Ada yang ingin liburan sekeluarga seperti keluarga Rian, jalan-jalan sama saudara seperti Seszy-Akbar-Radit, belajar bahasa Jepang dan cari informasi universitas seperti Ibam, hingga just having fun seperti Diana, Indri, 3 dokter, 2 mahasiswa, dan sisanya. Selama 9 hari mereka bersama dan ada banyak hal menarik, menegangkan, hingga bertemu jodoh selama menjalani trip ini. 

Romansa antara Reza-Suri, Happy-Abu, Seszy-Adit, Dudi-Ayano, hingga Diana-Yui membuat cerita dibumbui konflik ringan, lucu, dan menarik. Meski endingnya tidak semua mulus. Ada yang hanya cinta lokasi, ada yang sampai berkeluarga. Hal unik dan khasnya di novel ini adalah tiap selesai satu PoV tokoh, diakhiri dengan situasi atau sebuah kalimat yang menjadi pembuka cerita baru di PoV tokoh lain. Full seperti itu dari awal hingga akhir. Seperti video berkaitan yang tak putus. Saya apresiasi gaya penulisan menarik ini!

Dan poin utama kelebihan buku ini adalah tidak sekadar menjadikan Jepang sebagai latar, tapi seperti mengajak pembaca mengalami langsung deskripsi dan detail bahasa, budaya, hingga sejatah di Jepang. Saya terhibur sekali, di dalam kamar rasanya seperti mengenal Jepang virtual bermodalkan imajinasi. Banyak fakta menarik yang seru dan baru saya tahu juga. Meskipun 20 tahun telah berlalu dari gambaran Jepang di buku ini. Setelah baca, jadi pengin ke Jepang!

Cocok dibaca bagi yang suka, ingin tahu tentang Jepang dan romance ringan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_januari

21 January, 2026

Refleksi buku "Broken Strings" Aurelie: Tanda sayang, bukan mengekang

REFLEKSI BUKU "BROKEN STRINGS" AURELIE: TANDA SAYANG, BUKAN MENGEKANG

Meta morfillah

Ebook Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang dibagikan gratis di media sosialnya Oktober 2025 lalu sedang viral. Isu utamanya adalah pelecehan anak (child grooming). Mengisahkan bagaimana penulis didekati oleh seorang pria dewasa yang usianya dua kali lipat usianya (15 tahun) saat itu. Permulaan child grooming itu perlahan dan halus dengan membangun hubungan, kepercayaan, dan kendali emosional pada penulis (anak) untuk tujuan eksploitasi dan pelecehan seksual di masa depan. Hingga akhirnya pelaku akan mengisolasi korban, melanggar batasan, hingga mengancam atau memeras.

Saat membacanya, saya tersentuh akan kejujuran dan keberanian penulis yang mengungkap lukanya demi menjadi pelajaran bagi banyak korban child grooming serta orang dewasa yang menyadari praktik ini untuk menolong. Dari korban menjadi penyintas, titik utamanya adalah pada keberanian korban sendiri untuk bicara (speak up).

Meski penulis dan kisahnya berdasarkan aturan agama Katolik, saya justru belajar banyak tentang agama saya sendiri: Islam. Ada banyak hal yang akhirnya saya pahami mengapa aturan dalam Islam begini begitu, terutama untuk anak perempuan, dan kini saya melihatnya dalam dualitas sudut pandang: sebagai anak dan sebagai orangtua.

Hal pertama yang saya sadari, betapa preventifnya aturan Islam yang seakan mengekang, ternyata itu tanda sayang. Seperti aturan aurat bagi wanita, batasan tubuh yang boleh disentuh atau tidak, tidak mendekati zina (pacaran), mahram saat safar, ikhtilat dalam pekerjaan, adab bertamu (ruang privasi dan publik), hingga rukun nikah yang mengharuskan adanya wali.

Sebab saya lihat kasus child grooming ini terjadi saat semua yang saya sebutkan sebelumnya bocor atau tidak diterapkan. Saat anak tidak tahu auratnya apa saja, mana bagian yang boleh disentuh atau tidak, siapa saja yang berhak menyentuh tubuhnya, maka ia akan diam atau bingung saat ada orang melewati batasan aurat itu. Inilah pentingnya pendidikan aurat. 

Kemudian dari aurat, akan berkaitan dengan tidak mendekati zina (pacaran). Sebab hal yang dilakukan saat pacaran, umumnya pasti melanggar batas aurat tadi. Belum lagi aturan mahram saat bepergian (safar). Tidak boleh ditemani oleh orang yang bukan mahram apalagi laki-laki yang baru kenal. Antar jemput menjadi kewajiban atau dalam pengawasan orangtua. Jangan memercayakan pada sembarang orang bila berhalangan dan harus dikontrol langsung. Sebab inilah penyebab penulis menjalani pernikahan palsu.

Dalam hal pekerjaan, Islam memperbolehkan selama tidak ada ikhtilat (berdua-duaan) dengan lawan jenis. Lagi-lagi pengawasan orangtua akan anak wanitanya harus ekstra. Ya memang harus ditemani terus, atau didelegasikan pada orang yang bisa dipercaya. Meskipun usianya baligh (15 tahun), selama belum menikah tanggung jawab itu ada pada orangtua.

Pelecehan pertama Aurelie terjadi justru di tempat paling privat dan seharusnya aman baginya, yakni di kamarnya. Hal ini terjadi, sebab adab bertamu dilanggar. Pelaku yang dalam rangka bertamu, memasuki kamar korban dan mengunci pintu. Padahal ada mama dan adik korban di ruang lain. Maka saat ada tamu, orangtua harus tegas dan mengajarkan pada anak, mana ruang publik dan mana ruang privasi, agar tidak sembarang orang bisa memasukinya.

Semua hal itu dahulunya terasa mengekang bagi saya sebagai anak. Namun, saat saya di posisi orangtua saat ini, saya justru bersyukur bahwa Islam ternyata sayang pada wanita. Allah tidak ingin hambanya terluka, hingga membuat aturan-aturan pencegahan seperti itu. Tentulah Allah paling paham makhluk ciptaannya. Hanya kita kadang suka ngeyel dan sok paling tahu. Suatu kejadian memang selalu lebih baik dicegah (preventif) daripada ditanggulangi (kuratif), sebab kerugian yang banyak dihasilkan bila terjadi.

Wallahua'lam bishshawwab.

18 January, 2026

[Review buku] Broken strings

Judul: Broken strings
Penulis: Aurélie Moeremans
Penerbit: -
Dimensi: 214 hal, pdf Oktober 2025
ISBN: -

Aurelie besar di Belgia, berbahasa Prancis, berdarah campuran sehingga wajah cantik dan uniknya memikat industri hiburan di Indonesia. Usia 15 tahun ia memutuskan pindah ke Indonesia dan berkarir menjadi aktris. Meski ayah dan ibunya menjadi LDM, mereka menguatkan diri demi kemapanan finansial keluarga. Sayangnya, pertemuan dengan Bobby membuat hidup Aurelie berubah.

Awalnya, Bobby hadir dengan meyakinkan di usia 30 tahun, menawarkan cinta yang aman dan dewasa. Seiring berjalannya waktu, tindakan cinta berubah menjadi kuasa, bahkan melewati batas yang Aurelie tetapkan. Tapi dengan sikap manipulatifnya, setiap ada hal tak sesuai inginnya, ia membuat Aurelie merasa bersalah yang menumpuk. Hingga puncaknya di usia 18 tahun, ia mengikat penulis dengan pernikahan tidak sah, membuat penulis terpisah dengan keluarganya, dan menguasai uang hasil kerjanya. Bagaimana cara memutus lingkaran setan dari orang yang merenggut segalanya darimu?

Itulah tujuan buku memoar ini hadir. Detail konflik batin dan fisik yang dialami penulis tergambar dengan baik. Bahasa sederhana, jujur, dan tidak terlalu vulgar membuat kita yang membaca bisa bersimpati dan salut pada keberanian penulis mengungkap luka hatinya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah penulis, tentang parenting, pentingnya koneksi anak dan orangtua selamanya, lalu praktik child grooming yang terang-terangan sebab tak ada batas jelas sehingga membingungkan orang dewasa untuk menolong, serta pentingnya keberanian korban yang menentukan apakah ia bisa menjadi survivor atau selamanya korban.

Cocok dibaca untuk tahu bagaimana manipulatifnya pelaku child grooming dan cara memutuskan hubungan itu.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_januari

17 January, 2026

[Review buku] Tuhan, izinkan aku menjadi pelacur!

Judul: Tuhan, izinkan aku menjadi pelacur!
Penulis: Muhidin M. Dahlan
Penerbit: ScriptaManent
Dimensi: 264 hal, cetakan 13 Juli 2008
ISBN: 9789799946119

Nidah Kirani, seorang muslimah taat yang terpikat retorika seorang lelaki jago debat asal Jemaah. Awalnya diskusi yang memuaskan pikirannya, berlanjut ke pertemuan-pertemuan intens yang mengubah cara pandangnya terhadap Islam. Hingga akhirnya ia memantapkan hati menjadi bagian dari Jemaah yang menginginkan negara islam dengan cara revolusi dan rahasia. Ditutupi dengan ikat kepala, ia dibawa oleh para lelaki ke sebuah tempat untuk dibaiat, tidak boleh banyak tanya, hanya harus taat terhadap segala perintah Jemaah.

Perlahan, ia merasa gamang sebab ibadah anggota Jemaah biasa saja, bahkan jauh dari ajaran pondoknya dahulu. Diskusi yang menarik perlahan tiada dan setiap pertanyaan ditutup dengan diam. Hanya setoran uang terus jalan. Dari ibadah yang kurang, perlahan ia menjadi kosong dan kecewa pada Tuhan. Pelariannya ke dunia malam, obat dan seks bebas. Ia bersimpati pada iblis yang termarjinalkan dan makin terperosok ke lembah hitam. Lewat seks, ia merasakan kekuasaan bahwa semua lelaki baik yang beristri atau lajang, aktivis kiri atau kanan, bahkan anggota DPRD dari fraksi yang gemar berbicara iman pun lemah melihat tubuhnya.

Kontroversi buku ini cukup banyak ternyata. Bagi saya pribadi, sebaiknya diberi rentang usia 21+, sebab membahayakan bila yang membaca belum memiliki kematangan berpikir. Terkait gerakan islam yang dimaksud, saya sendiri pernah mengalami direkrut saat kuliah tahun 2008-2010. Alhamdulillahnya bagian pernyataan perekrut ada yang tidak logis bagi saya. Di sanalah saya memahami bahwa ada gerakan rahasia seperti di buku ini. Gaya bahasanya cukup rumit, puitis, agak bertele-tele, ditambah jenis kertasnya buram dan pemilihan font berkait sehingga bikin ngantuk.

Cocok dibaca untuk kontemplasi keimanan bagi yang kuat dasarnya, jika belum baiknya jangan.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_januari 

Text Widget