Judul: ada nama yang abadi di hati tapi tak bisa dinikahi
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Grasindo
Dimensi: 170 hal, cetakan VII Februari 2025
ISBN: 9786020524047
Saya mendapatkan buku ini dari giveaway penulis di instagram. Tidak tahu kalau buku puisi, tapi judulnya mengena di hati. Saat mulai membaca saya tertarik melihat tampilannya, hardcover, dan foto samping kertas hitam dan putih. Saat dibuka, kertas yang hitam ternyata berwarna-warni, berilustrasi, dan isinya ragam puisi.
Diksi yang dipakai sederhana, berima a-b-a-b atau a-a-b-b, tapi pas banget. Mungkin sebab saya suka narasi, justru saya jatuh hati dengan kata-kata di lembaran kertas putih. Banyak yang jleb bagi saya. Beberapa bahkan pernah saya baca langsung di buku lain, seperti kutipan dee, b.j. habibie, serta perumpamaan bibtang dan matahari (kalau gak salah di buku chicken soup dan rumah tangga islam gitu).
Entah ya, seiring bertambah usia, saya makin suka buku berjenis ini. Pilihan kata tidak padat tapi kuat, berwarna, ilustrasi menguatkan makna, serta jilid hardcover. Apakah melankolia menuju usia senja? Haha... Kepala empat aja belum, tapi gitu deh rasanya.
Cocok dibaca bagi yang suka puisi, diksi berima, sedang reading slump, atau ingin memanjakan mata dengan warna dan ilustrasi.
Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku