Pages

23 September, 2026

[Review buku] Dora Bruder


Judul: Dora Bruder
Penulis: Patrick Modiano
Penerbit: GPU
Dimensi: 132 hal, cetakan pertama 2020
ISBN: 9786020384832

Dari rasa ingin tahu ketika melihat koran tua "Paris Soir" terbitan Desember 1941 mengenai laporan orang hilang bernama Dora Bruder, di tahun 1988 penulis memulai penyelidikan historisnya. Bertahun-tahun menelusuri jejak literatur, mencari orang yang mungkin bersinggungan dengan Dora, serta membayangkan suasana Paris masa pendudukan, hingga tahun 1996, penulis memulai membuat buku ini untuk dedikasi pada orang-orang hilang yang anonim di tragedi holocaust, dengan perwakilan Dora Bruder.

Mengambil sudut pandang sebagai narator, tidak banyak memang data pendukung, namun penulis menjahit penemuannya dengan pengalaman pribadi masa kecilnya di lokasi tempat tinggal Dora. Lalu menceritakan beberapa tokoh dan nasibnya di masa pendudukan Nazi di Paris. Hingga gambaran bagaimana upaya genosida terhadap kaum Yahudi (tidak peduli ia warga Prancis, Polandia, dll) dengan kewajiban memakai bintang kuning bertuliskan Juif (Yahudi) agar mudah dikenali dan diciduk tanpa alasan di tempat umum. Bahkan pemisahan keluarga hingga para ibu dan anak kehilangan identitas mereka, dikirim ke kamp berbeda dan hilang tanpa kejelasan.

Menarik. Hingga saya memahami mengapa novel ini mendapat penghargaan nobel sastra. Namun, this is not my cup of tea. Saya berjuang untuk menyelesaikannya meski buku ini tipis. Gaya bahasa yang kelam membuat saya tidak semangat membaca, ditambah literatur dan perbandingan kurun waktu di tempat yang belum pernah saya jejaki, membuat rumit dan makin tidak paham. Kayaknya sih, baca buku tipe ini harus saya jejak dulu tempat aslinya. Ke Paris dulu kita haha! Juga jangan harapkan ada twist atau klimaks, sebab datar saja seperti kajian literatur dari perpustakaan.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi pemenang nobel sastra, tragedi holocaust, dan gaya dark/sad.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku


22 September, 2026

[Review buku] Sang Eksekutor


Judul: Sang Eksekutor
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 368 hal, cetakan pertama
ISBN: 9786347046062

Julia tidak percaya ada manusia sekuat, sesantai, dan setenang Anwar, temannya saat kuliah, yang kini menjadi podcaster nomor satu dengan jutaan follower. Keberanian dan ketajaman pertanyaannya membuat siapa pun tamu podcastnya, meski presiden sekalipun, tidak berkutik. Kini Anwar tengah berada di Indonesia dan Julia menemaninya di sela pekerjaannya meliput berita. Lima kematian pejabat dan semua terjadi saat Julia dan Anwar tidak jauh dari lokasi. Insting wartawan Julia menebak itu bukan serangan jantung biasa, tetapi pembunuhan terencana. Sayangnya, Julia belum mendapatkan benang merah atau bukti yang mendukung teorinya. Bahkan setelah ia memiliki dugaan, sebuah hipotesis mengerikan berkelebat di kepalanya. Apakah dugaannya benar? Atau semua ini hanya paranoianya saja?

Ternyata buku kesembilan ini ada hubungannya dengan buku "Teruslah bodoh jangan pintar" sebab bersetting di Indonesia dan melibatkan para pejabat yang disebut di buku itu. Terasa sekali kegeraman penulis yang diutarakan melalui suara pendemo berCAPSLOCK. Secara twist, bagi penggemar CTM dan yang mengikuti serial aksi penulis dari awal mungkin mudah sekali menebak dan tidak kaget dengan konklusinya. Namun hal menarik justru di ending. Sebab kaitannya langsung berkelindan dengan buku kedelapan "Bandit-bandit berkelas" dan membuat saya penasaran bagaimana bila Sang Eksekutor berhadapan dengan Si Mata Picak. Wah, seru kayaknya!

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tema action dan mengikuti seri keluarga shadow economy serta membaca buku "Teruslah bodoh jangan pintar".

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

21 September, 2026

[Review buku] Bandit-bandit berkelas


Judul: Bandit-bandit berkelas
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 368 hal, cetakan pertama
ISBN: 9786238882267

Sebulan setelah kejadian di Bhutan, Zaman mendatangi Bujang di kediaman keluarga Tong. Ia menyampaikan bahwa ada wasiat dari ayahnya, Samad melalui teka-teki. Dari petunjuk yang ditinggalkan, Bujang dan Zaman pergi ke toko antik di Hong Kong, mengajak White bergabung dan terlibat pertikaian dengan kudeta Master Dragon. Berhasil pergi, mereka mengejar petunjuk ke Berlin dan berakhir di Museum Louvre, Paris. Tempat warisan berupa serum super itu diamankan. Berkejaran dengan waktu dan Diego, kakak tirinya, Bujang meminta bantuan pada si kembar Yuki-Kiko, yang ternyata mengajak rombongan berlibur: Salonga, Junior, Thomas. Tak lupa bergabung Ayako, yang dikira mati ternyata selamat. Berhasilkah mereka mencegah Diego mendapatkan serum itu?

Setelah mengikuti banyak buku karya penulis, mulai ada keterikatan tokoh dengan buku-buku sebelumnya. Di luar serial aksi, tentu saja Zaman membuat saya kaget. Sebab dia ada di buku tersendiri dengan genre berbeda (Tentang kamu, Sri Ningsih). Secara ide seru, bila dibayangkan aksi kalau dibuat series. Tapi saat baca di buku, justru agak membosankan. Sebab beberapa kali ada pengulangan, hanya berbeda tempat. Contoh seperti adegan Edwin menyalakan jet, sama persis. Juga ada flash back dari buku sebelumnya yang menghabiskan 1-2 halaman. Ditambah adegan bertarungnya, banyak efek suara dan teriakan yang rasanya buat nambah-nambahin halaman juga hehe. Jadi banyak yang saya skip karena kurang terpakai detailnya.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tema action dan mengikuti kisah Bujang, Thomas, dkk (buku kedelapan secara urutan terbit, tapi stand alone).

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

18 September, 2026

[Review buku] Surat untuk Jenaka


Judul: Surat untuk Jenaka
Penulis: Gigrey
Penerbit: Akad
Dimensi: 456 hal, cetakan ketujuh Juni 2025
ISBN: 9786235953885

Jenaka yang tak pernah mengenal nenek buyutnya sering merasa bingung akan perlakuan istimewa sang buyut terhadapnya. Hingga sebelum Ayut meninggal, ia mewariskan sebuah gelang berlian buatan kakek buyut. Ternyata gelang itu membawa ia ke masa lalu melalui mesin waktu berupa lemari tua di kamar buyutnya. Ia pun bertemu Cantika, nenek buyutnya di tahun 1923 yang tengah terjerat pertunangan dengan lelaki tua bernama Raden Panji. Di sana ia berkenalan dengan Pram, tuan jaksa, dan Jati, kakek buyutnya. Saat Jenaka berusaha menjodohkan Cantika dengan Jati, Raden Panji ditemukan tewas terbunuh. Tersangka utamanya adalah Cantika. Bersama Pram dan Jati, mereka berusaha mengungkap misteri pembunuh sebenarnya dan mengumpulkan bukti agar Cantika bisa bebas. Berhasilkah mereka? Apakah kejadian masa lalu akan mengubah masa depan Jenaka? Bisakah ia kembali ke tahun 2019 dan menjalani hidupnya seperti sedia kala?

Selesai membaca, bisa dipahami betapa seru dan pantasnya buku ini dicetak ulang hingga tujuh kali. Sebab penulis piawai mengolah diksi yang menjadikannya page turner. Tidak terasa lelah dan penasaran terus akan kejadian di halaman selanjutnya. Romansa Jenaka dan Pram terasa pas dan membuat saya merona membayangkan di masa itu. Berbeda sekali dengan zaman sekarang. Juga cara bicara dengan panggilan Nona dan Tuan, entah mengapa membuat lucu dan manis. Twistnya pun membahagiakan, meski saya penasaran bagaimana cara Pram datang? Tidak sabar ingin meminjam buku keduanya: Kembali ke batavia.

Sayangnya, beberapa kali saya menemukan ada PUEBI atau human error yang terasa seperti tidak disunting. Masih naskah mentah. Sebab cukup mengganggu alur dan kenyamanan membaca meski minor. Semoga menjadi masukan agar cetakan selanjutnya lebih diperhatikan.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi tema time travel, misteri, hukum, dan romansa.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

16 September, 2026

[Review buku] The running grave


Judul: The running grave
Penulis: Robert Galbraith
Penerbit: GPU
Dimensi: 1032 hal, cetakan pertama 2025
ISBN: 9786020682112

Strike diminta mengeluarkan Will, anak orang kaya yang mengikuti sebuah sekte sesat. Dari luar, Gereja Humanitarian Universal (GHU) tampak normal, namun orangtua Will mengendus adanya hal-hal janggal. Mulai dari penampilan Will yang tidak sehat, belum lagi banyaknya penarikan dana perwalian dan tidak bolehnya interaksi Will dengan keluarga. Mantan anggota GHU yang berhasil keluar mengungkapkan beragam kekejian namun tidak ada bukti dan ia pun kalah secara hukum. Demi misi itu, Robin menyamar menjadi jemaat GHU dan mengumpulkan beragam bukti yang memberatkan GHU agar bisa ditumpas hingga ke akar. Sayangnya, indoktrinasi yang kuat, teror mental, serta pencucian otak yang tersistem membuat Robin mulai goyah. Akankah mereka berhasil menyelamatkan Will dan melawan GHU secara hukum? Apa saja kejahatan yang dilakukan GHU?

Dibanding 6 seri sebelumnya, bagi saya buku ketujuh ini pas semuanya. Meski tebalnya makin makin dan mengalahkan Harry Potter, tapi tidak ada kalimat yang membosankan. Semua jelas dan menjelaskan foreshadowing. Ditambah kemajuan hubungan Robin dan Strike dengan pengakuan Strike setelah Charlotte tiada. Akhirnya... Itu yang paling ditunggu pembaca dan mungkin akan jadi ending buku juga. 

Sampai seri berapa kira-kira Strike-Robin ini dibuat oleh penulis? Pastinya akan ada buku kedelapan sebab endingnya menggantung pada sikap Robin. Apakah tebal bukunya akan lebih lagi atau kembali normal? Oh ya, hati-hati bagi yang tak suka LGBTQ, pedofil, dan kejahatan menjijikkan lainnya, sebab deskripsinya cukup detail, agak trigger dan kurang nyaman. Yang seharusnya suci (gereja, orang saleh) malah jadi pusat kekejian macam Epstein.

Cocok dibaca bagi yang suka duet Strike-Robin, fiksi CTM, sekte sesat.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

09 September, 2026

[Review buku] It's in his kiss

Judul: It's in his kiss
Penulis: Julia Quinn
Penerbit: GPU
Dimensi: 440 hal, cetakan pertama Oktober 2010, edisi digital ipusnas/ijak
ISBN: 9786020608082

Hyacinth masuk ke tahun ketiga debutnya, namun lamaran yang datang kian menurun hingga tidak ada tahun ini. Tentu ia sangat ingin menikah, namun kecerdasan dan sikapnya yang begitu percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri membuat para lelaki tidak yakin menjadikannya istri. Sementara itu, Gareth St. Clair yang terkenal dengan ketidakseriusannya dan tidak pernah mendekati wanita baik-baik kerap muncul sebagai cucu kesayangan yang baik Lady Danbury. Rutinitas membaca buku di Selasa siang mempertemukan Hyacinth dan Gareth. Terlebih saat mereka berdua mencoba memecahkan teka-teki yang ada di surat Isabella, nenek Gareth dari pihak ayahnya, yang berbahasa Italia. Mereka ternyata cukup kompak dan saling melengkapi. Akankah mereka bersatu dalam pernikahan?

Waah, sampai juga di romansa cewek bungsu Bridgerton ini. Di mana sekitarnya mulai menua dan sedikit tokoh yang kukenal dari kisah-kisah sebelumnya. Sebab rumah mulai sepi dan semua sibuk dengan keluarganya. Meski begitu, jangan ragukan hubungan keluarga mereka. Tetap so sweet. Saling menjaga, peduli, dan memandang positif tiap orang dengan kekhasannya.

Mengikuti serial ini, saya merasa seiring perkembangan waktu dari Daphne yang pertama menikah hingga Hyacinth, pergeseran nilai malu mulai terasa. Bisa dibilang kali ini banyak sekali adegan dewasa dan terlarang sebelum menikah. Mungkin penulis juga menyesuaikan dengan zaman dan nilai yang luntur di sana. Bagi yang membaca series ini dari awal pasti tahu betapa membingungkannya hubungan suami istri bagi para wanita dan kikuknya ibu mereka menjelaskan. Di Hyacinth, ada sedikit tapi dia belajar langsung lewat lelaki, bukan cerita atau ibu.

Cocok dibaca bagi yang suka historical romance terutama anak terakhir Bridgerton (Hyacinth).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

08 September, 2026

[Review buku] The blanket cats


Judul: The blanket cats
Penulis: Kiyoshi Shigematsu
Penerbit: Pastel books
Dimensi: 320 hal, cetakan pertama Mei 2026
ISBN: 9786235866550

Buku ini berisi tujuh kisah berbeda antara penyewa kucing dan kucing yang disewa. Berlatar belakang Tokyo, terdapat sebuah toko penyewaan kucing bernama The Blanket Cats, sebab tiap kucing memiliki selimut khusus yang harus disertakan saat dipinjam dan dikembalikan. Hal itu dimaksudkan agar para kucing nyaman saat tidur ditemani selimut yang selalu ada, meski tempat dan majikannya berganti-ganti. Maksimal peminjaman 3 hari dengan aturan khusus seperti makanan yang diberikan harus dari toko, tidak sembarangan.

Awal tertarik meminjam buku ini sebab covernya yang menarik. Rasanya seperti heartwarming, ditambah pernyataan International best seller. Namun setelah membaca, saya tidak dapat kesan heartwarming itu. Bahkan semuanya datar dan tidak berkesan. Mengecewakan. Entah memang gaya penulisan aslinya seperti ini, atau terjemahannya yang membuat saya tidak menangkap hal esensial dari tiap kisah. Endingnya gantung dan terbuka sehingga bisa diinterpretasikan bebas oleh pembaca. Sempat saya berharap ada penjelasan dari manajer tokoh atau sudut pandang si kucing dengan misi rahasia. Ternyata tidak.

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi slice of life bertemakan kucing.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku 

07 September, 2026

[Review buku] Randu


Judul: Randu
Penulis: Evelyn Fania
Penerbit: Haru
Dimensi: 136 hal, cetakan pertama Juni 2026
ISBN: 9786235467467

Arjanti terpaksa kembali ke rumah neneknya di desa sebab utang suaminya, Irwan, yang banyak membuat mereka dikejar rentenir. Padahal ia tengah hamil tua dan sebuah mitos puluhan tahun di desanya meyakini bahwa wanita hamil harus keluar dari desa. Bila itu tidak dilakukan, maka ia akan keguguran sebab ada setan pemakan bayi berwujud nenek-nenek berjarik merah akibat darah. Hingga ditemukan puluhan tengkorak bayi di bawah pohon randu di depan rumah neneknya. Benarkah mitos itu? Berhasilkah Arjanti melewati persalinannya dan memastikan bayinya hidup? Adakah rahasia yang tersembunyi di desa neneknya itu?

Alurnya dari awal sudah mencekam dan page turner bagiku. Meski dikisahkan dari banyak PoV (Arjanti, Clara, Irwan, Ayu, dan Widarí) tapi semua saling melengkapi. Masing-masing tokoh memiliki perjuangan dan kisah kelamnya. Tanpa direncanakan, ulah mereka seperti sebuah teror yang dilakukan satu orang dan penegas mitos. Padahal manusia dengan penyakit di hatinya jauh lebih menyeramkan daripada setan. Itulah insight yang saya dapatkan selesai membaca novel ini.

Apalagi pernyataan Arjanti tentang dirinya sebagai istri yang tidak beda dengan hewan tunggangan (hal. 21) membuat saya sedih. Semoga tidak banyak perempuan Indonesia yang berpikir membenarkan stereotipe seperti itu. Diri perempuan itu berharga apalagi saat ia berperan sebagai istri dan ibu. Tokoh Irwan yang red flag ini menyebalkan sekali. Harusnya dia saja yang mati, bukan anaknya!

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi iyamisu (eksplorasi sisi kelam manusia) dikaitkan dengan mitos setempat.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku


05 September, 2026

[Review buku] Jika kucing lenyap dari dunia


Judul: Jika kucing lenyap dari dunia
Penulis: Genki Kawamura
Penerbit: Baca
Dimensi: 258 hal, cetakan XI November  2025
ISBN: 9786026486431

Aku--seorang lelaki berusia 30 tahunan yang bekerja sebagai tukang pos dan tidak memiliki banyak teman--divonis kanker otak stadium akhir. Apa yang harus aku lakukan menjelang kematianku? Saat kebingungan, muncul Iblis yang berwujud dirinya dalam kebalikan, memakai kaus Aloha yang ceria. Iblis menawarkan perjanjian untuk memperpanjang usianya dengan syarat menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi setiap harinya. Maukah ia menerima perjanjian itu? Berapa lama dan berapa benda yang akan dihilangkan? Benda apa sajakah yang akan ia pilih?

Novel ini termasuk kategori novel refleksi ringan dari bahasa dan cerita namun memiliki makna dalam dan berat bagiku. Awalnya terasa biasa saja, keseharian yang digambarkan mengenai tokoh Aku rasanya relate dan relevan dengan kehidupan banyak orang. Namun mulai menjadi pertanyaan tentang bagaiman kita menjalani hidup ini, apakah sudah benar-benar baik? Ataukah itu hanya dari sudut pandang kita sendiri?

Kembali pada makna keluarga dan hidup itu sendiri yang menjadi berharga saat kita tahu akan berakhir dengan segera. Dibagi menjadi per hari dengan tiap benda serta dampak dari pemusnahannya di dunia, kukira akan langsung menuju pada lenyapnya kucing di dunia seperti judulnya. Ternyata tidak. Malah, melalui sang kucing, tokoh Aku menemukan lagi kisah lama yang terkubur dalam ingatan dan membuatnya menyadari beberapa hal.

Endingnya, aku tak menyangka aku menangis di bagian surat pendek dari sang ibu. Pantas saja, buku ini sampai cetak ulang berkali-kali sebab memang bagus. Namun tidak kuberi rating sempurna sebab awalan rasanya memang biasa saja, terjemahannya beberapa kali kuràng nyaman/membingungkan, serta endingnya antiklimaks terbuka. Jadi tidak tahu bagaimana akhirnya, apakah tokoh Aku berhasil memperbaiki hubungan dengan ayahnya? Berapa lama waktu yang dimiliki hingga ia mati?

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi ringan dan reflektif tentang makna hidup serta keluarga.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

[Review buku] To Sir Phillip with love


Judul: To Sir Phillip with love
Penulis: Julia Quinn
Penerbit: GPU
Dimensi: 448 hal, cetakan pertama 2010
ISBN: 9789792259070

Berawal dari korespondensi ucapan duka Eloise terhadap kematian Marina, istri Phillip, mereka merasa nyaman bercerita melalui surat. Hingga tak terasa setahun berlalu, membuat Phillip berani meminta Eloise datang ke Romney Hall, rumahnya, untuk prospek menikah dan menjadi ibu kedua anak kembarnya. Eloise yang tengah galau dengan pilihan hidupnya menjadi perawan tua di usia 28 tahun, menganggap undangan serta lamaran itu sebagai sebuah kesempatan. Ia kabur di tengah pesta dansa tanpa memberitahu keluarganya dan membawa pendamping. Akankah kisah ini berakhir baik atau malah menghancurkan reputasinya sebagai keluarga bangsawan Bridgerton?

Berawal dari 4 season seriesnya yang memanjakan mata saya dengan setting lampau kerajaan dan baju-baju princess, ternyata saya suka karakter keluarga Bridgerton yang cukup berbeda nilai pada zamannya. Terutama karakter Eloise, seorang wanita cerdas, gemar baca buku, tak mau tunduk pada aturan yang merendahkan wanita, keras kepala, kuat kemauan, oh sounds familiar! Itulah yang membuat saya membaca buku ini. Kedekatan karakter Eloise membuat saya penasaran pada kisah romansanya. Bisakah ia menemukan cinta yang setara dan menghargainya? 

Bersyukur pula bahwa saya menonton filmnya duluan, sehingga memudahkan saya membayangkan gesture dan wajah Eloise, Phillip, Marina, dan keluarga Bridgerton lainnya. Sepanjang membaca, ekspresi saya berubah-ubah dan seperti sedang menonton filmnya. Saya terharu dengan protektifnya 4 lelaki Bridgerton yang melindungi saudarinya. Kekeluargaan yang berisik, kacau, tapi saling memahami dan melindungi, selalu ada untukmu. I love Bridgerton!

Cocok dibaca bagi yang suka historical romance bersetting kerajaan di London dan penasaran kisah anak kelima Bridgerton (Eloise).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

Text Widget