Pages

05 September, 2026

[Review buku] Jika kucing lenyap dari dunia


Judul: Jika kucing lenyap dari dunia
Penulis: Genki Kawamura
Penerbit: Baca
Dimensi: 258 hal, cetakan XI November  2025
ISBN: 9786026486431

Aku--seorang lelaki berusia 30 tahunan yang bekerja sebagai tukang pos dan tidak memiliki banyak teman--divonis kanker otak stadium akhir. Apa yang harus aku lakukan menjelang kematianku? Saat kebingungan, muncul Iblis yang berwujud dirinya dalam kebalikan, memakai kaus Aloha yang ceria. Iblis menawarkan perjanjian untuk memperpanjang usianya dengan syarat menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi setiap harinya. Maukah ia menerima perjanjian itu? Berapa lama dan berapa benda yang akan dihilangkan? Benda apa sajakah yang akan ia pilih?

Novel ini termasuk kategori novel refleksi ringan dari bahasa dan cerita namun memiliki makna dalam dan berat bagiku. Awalnya terasa biasa saja, keseharian yang digambarkan mengenai tokoh Aku rasanya relate dan relevan dengan kehidupan banyak orang. Namun mulai menjadi pertanyaan tentang bagaiman kita menjalani hidup ini, apakah sudah benar-benar baik? Ataukah itu hanya dari sudut pandang kita sendiri?

Kembali pada makna keluarga dan hidup itu sendiri yang menjadi berharga saat kita tahu akan berakhir dengan segera. Dibagi menjadi per hari dengan tiap benda serta dampak dari pemusnahannya di dunia, kukira akan langsung menuju pada lenyapnya kucing di dunia seperti judulnya. Ternyata tidak. Malah, melalui sang kucing, tokoh Aku menemukan lagi kisah lama yang terkubur dalam ingatan dan membuatnya menyadari beberapa hal.

Endingnya, aku tak menyangka aku menangis di bagian surat pendek dari sang ibu. Pantas saja, buku ini sampai cetak ulang berkali-kali sebab memang bagus. Namun tidak kuberi rating sempurna sebab awalan rasanya memang biasa saja, terjemahannya beberapa kali kuràng nyaman/membingungkan, serta endingnya antiklimaks terbuka. Jadi tidak tahu bagaimana akhirnya, apakah tokoh Aku berhasil memperbaiki hubungan dengan ayahnya? Berapa lama waktu yang dimiliki hingga ia mati?

Cocok dibaca bagi yang suka fiksi ringan dan reflektif tentang makna hidup serta keluarga.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

[Review buku] To Sir Phillip with love


Judul: To Sir Phillip with love
Penulis: Julia Quinn
Penerbit: GPU
Dimensi: 448 hal, cetakan pertama 2010
ISBN: 9789792259070

Berawal dari korespondensi ucapan duka Eloise terhadap kematian Marina, istri Phillip, mereka merasa nyaman bercerita melalui surat. Hingga tak terasa setahun berlalu, membuat Phillip berani meminta Eloise datang ke Romney Hall, rumahnya, untuk prospek menikah dan menjadi ibu kedua anak kembarnya. Eloise yang tengah galau dengan pilihan hidupnya menjadi perawan tua di usia 28 tahun, menganggap undangan serta lamaran itu sebagai sebuah kesempatan. Ia kabur di tengah pesta dansa tanpa memberitahu keluarganya dan membawa pendamping. Akankah kisah ini berakhir baik atau malah menghancurkan reputasinya sebagai keluarga bangsawan Bridgerton?

Berawal dari 4 season seriesnya yang memanjakan mata saya dengan setting lampau kerajaan dan baju-baju princess, ternyata saya suka karakter keluarga Bridgerton yang cukup berbeda nilai pada zamannya. Terutama karakter Eloise, seorang wanita cerdas, gemar baca buku, tak mau tunduk pada aturan yang merendahkan wanita, keras kepala, kuat kemauan, oh sounds familiar! Itulah yang membuat saya membaca buku ini. Kedekatan karakter Eloise membuat saya penasaran pada kisah romansanya. Bisakah ia menemukan cinta yang setara dan menghargainya? 

Bersyukur pula bahwa saya menonton filmnya duluan, sehingga memudahkan saya membayangkan gesture dan wajah Eloise, Phillip, Marina, dan keluarga Bridgerton lainnya. Sepanjang membaca, ekspresi saya berubah-ubah dan seperti sedang menonton filmnya. Saya terharu dengan protektifnya 4 lelaki Bridgerton yang melindungi saudarinya. Kekeluargaan yang berisik, kacau, tapi saling memahami dan melindungi, selalu ada untukmu. I love Bridgerton!

Cocok dibaca bagi yang suka historical romance bersetting kerajaan di London dan penasaran kisah anak kelima Bridgerton (Eloise).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku

Text Widget