Judul: Jika kucing lenyap dari dunia
Penulis: Genki Kawamura
Penerbit: Baca
Dimensi: 258 hal, cetakan XI November 2025
ISBN: 9786026486431
Aku--seorang lelaki berusia 30 tahunan yang bekerja sebagai tukang pos dan tidak memiliki banyak teman--divonis kanker otak stadium akhir. Apa yang harus aku lakukan menjelang kematianku? Saat kebingungan, muncul Iblis yang berwujud dirinya dalam kebalikan, memakai kaus Aloha yang ceria. Iblis menawarkan perjanjian untuk memperpanjang usianya dengan syarat menghilangkan sebuah benda yang dia sayangi setiap harinya. Maukah ia menerima perjanjian itu? Berapa lama dan berapa benda yang akan dihilangkan? Benda apa sajakah yang akan ia pilih?
Novel ini termasuk kategori novel refleksi ringan dari bahasa dan cerita namun memiliki makna dalam dan berat bagiku. Awalnya terasa biasa saja, keseharian yang digambarkan mengenai tokoh Aku rasanya relate dan relevan dengan kehidupan banyak orang. Namun mulai menjadi pertanyaan tentang bagaiman kita menjalani hidup ini, apakah sudah benar-benar baik? Ataukah itu hanya dari sudut pandang kita sendiri?
Kembali pada makna keluarga dan hidup itu sendiri yang menjadi berharga saat kita tahu akan berakhir dengan segera. Dibagi menjadi per hari dengan tiap benda serta dampak dari pemusnahannya di dunia, kukira akan langsung menuju pada lenyapnya kucing di dunia seperti judulnya. Ternyata tidak. Malah, melalui sang kucing, tokoh Aku menemukan lagi kisah lama yang terkubur dalam ingatan dan membuatnya menyadari beberapa hal.
Endingnya, aku tak menyangka aku menangis di bagian surat pendek dari sang ibu. Pantas saja, buku ini sampai cetak ulang berkali-kali sebab memang bagus. Namun tidak kuberi rating sempurna sebab awalan rasanya memang biasa saja, terjemahannya beberapa kali kuràng nyaman/membingungkan, serta endingnya antiklimaks terbuka. Jadi tidak tahu bagaimana akhirnya, apakah tokoh Aku berhasil memperbaiki hubungan dengan ayahnya? Berapa lama waktu yang dimiliki hingga ia mati?
Cocok dibaca bagi yang suka fiksi ringan dan reflektif tentang makna hidup serta keluarga.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
Meta morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #ulasbukuberjalan #jalaninbukumu #reviewbuku