Judul: Dalam pelukan rahim tanah
Penulis: Jemmy Piran
Penerbit: Basabasi
Dimensi: 164 hal, cetakan 2021
ISBN: 9786233052047
Wango Bungo, remaja wanita asal Flores yang tidak melanjutkan pendidikan sebab biaya, menjadi TKI ke Malaysia. Namun, saat ia kembali ke tanah air, tinggallah jasadnya saja. Rohnya yang menuntut keadilan marah dan bercerita bagaimana ia bisa sampai mati di sana. Semua bermula dari dokumen yang tak lengkap, penyaluran ilegal, majikan yang suka menyiksa, demam tinggi, hingga perkosaan brutal oleh beberapa lelaki pemabuk.
Awal membaca, saya suka dengan pengantar dan sudut pandang baru dalam penceritaannya. Isu besar seperti human trafickking, derita TKI di tanah rantau, hingga pemalsuan data ilegal. Sayangnya, pertengahan penulis hanya berfokus pada penceritaan yang lompat tentang sebelum Bungo dikirim ke Malaysia. Adat dan kepercayaan Abanya untuk memperbaiki sebua yang justru mendatangkan bencana. Belum lagi, romansa antara Peha dan Bungo diulang-ulang tanpa kejelasan.
Saya kira akan ada penekanan seperti di film drama korea berjudul 49 Days, apa intinya. Tapi penulis hanya berkisah datar saja. Bahkan konflik yang sebenarnya cukup kejam jadi tergambar biasa. Meski begitu, saya dapat pelajaran penting bahwa perlakukanlah jenazah dengan baik sebagai penghormatan terakhir padanya, lalu doakan. Betapa ia menantikan doa untuk dirinya.
Cocok dibaca bagi yang suka novel kritik sosial dengan isu kekerasan pada TKI dan gambaran human traficking.
Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.
Meta Morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #jagoankomplek_januari
No comments:
Post a Comment