Judul: Hana-tara-hata
Penulis: Tere Liye
Penerbit: SabakGrip
Dimensi: 384 hal, cetakan Juni 2025
ISBN: 9786347046031
Hana-tara-hata memiliki kemampuan istimewa sedari kecil: membaca alam melalui lebah. Berkat kemampuan itu, dua kali kejadian berbahaya bagi kota Exeos bisa dilalui dan membuat Hana disegani. Sayangnya, setelah memiliki anak, Hana tidak ingin lagi membaca alam sebab tanggung jawab itu ia rasa berat. Ia berfokus mendidik putra semata wayangnya: Mata. Ia berhasil, hingga buah didikannya terlihat 20 tahun kemudian, saat Mata yang tidak berambisi mengikuti festival bunga matahari justru menjadi pemimpin demi membela temannya yang lemah. Petualangan Mata pun dimulai dan Hana sebagai ibu mengalami banyak ujian. Terlebih saat hasil pertarungan tidak sesuai kenyataan, dan ia kehilangan anaknya. Demi mengetahui kejadian sebenarnya, ia pun kembali mengaktifkan kekuatannya yang membutuhkan waktu ratusan tahun. Apakah yang sebenarnya terjadi?
Buku ini adalah spin off yang termasuk seri ketujuh belas dari serial Bumi. Menjelaskan banyak hal tentang sejarah dan awal dari seluruh seri. Endingnya pun memiliki kejutan menyenangkan yang berlanjut ke Aldebaran part 2. Saya suka sekali dengan penggambaran hubungan ibu dan anak, kritik sosial politik khas penulis, hingga persahabatan tim Mata saat bertanding. Terutama konflik batin Hana saat melepas kekuatannya dan memilih menjadi ibu terbaik, relate sekali dengan potret ibu di negeri ini.
Cocok dibaca bagi yang suka novel fantasi petualangan remaja dan mengikuti serial bumi.
Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.
Meta Morfillah
No comments:
Post a Comment