Judul: Cara berbahagia tanpa kepala
Penulis: Triskaidekaman
Penerbit: GPU
Dimensi: 300 hlm, cetakan pertama Mei 2019, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786020629940
Sempati yang lelah dengan pikiran di kepalanya memilih program ilegal "Bebaskan kepalamu" agar hidupnya tidak lagi perlu ia pikirkan. Namun, sebuah kecelakaan terjadi, ia kehilangan kepalanya yang diletakkan di rumah terkunci saat ia ke warung depan. Saat mencari pertolongan ke kantor eksekutornya, M4, ia malah menemukan M4 hilang dan kantor sudah ditutup. Bila ia tidak segera menemukan kepalanya, ia akan segera mati atau ditangkap polisi sebab program ilegal. Dalam pencariannya ia malah menemukan rahasia keluarga yang selama ini disimpan ayah dan ibunya. Berhasilkah Sempati menemukan kepalanya dan kembali hidup? Apa dampak rahasia orangtuanya bagi hidup Sempati?
Wah gila! Itu sih pikiran awalku baca bab pertama buku ini. Kok bisa-bisanya penulis kepikiran ide absurd macam ini. Menyeramkan tapi bisa dipahami juga dari sisi beban hidup di kota urban ini. Namun semakin ke ending, terutama setelah terkuak dari PoV Semanggi, Derai Cemara, dan Merpati, saya malah teringat surealisnya "Cantik itu luka". Tentang kematian yang berlapis seperti kenyataan di film "Inception", membuat saya hilang arah mana awal, mana akhir. Hanya saja bahasa penulis di sini lebih asing (banyak kosakata yang jarang saya temui) dan juga puitis. Tipografi di beberapa halaman pun serupa puisi. Endingnya tentu saja menyisakan banyak tanya dan ketidakpahaman saya akan cerita.
Cocok dibaca bagi yang suka sastra thriller bercampur surealis.
Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.
Meta Morfillah
#bookstagram #oneweekonebook #kubusetengahtujuh #resensibuku #reviewbuku
No comments:
Post a Comment